Senin, 03 Mei 2021

KEJUTA N DARI SDULUR MUNJUNGAN



Sore ini saya baru mengambil buku dari 
bapak Ngainun Naim di kampus IAIN  sesampai di rumah sambil istirahat di ruang tamu saya mendapat tilpun dari kang Daroji teman sekolah saya di PGA terakir th 1992.

Kang Daroji aslinyasenden kec. Kampak Munjungan namun sekarang menetap di Munjungan karena istrinya orang Munjungan. Hubungan kekeluargaan kita sudah seperti keluarga. 

Jadi waktu kang Daroji tilpun, saya sudah curiga kalau posisinya pasti di Tulungagung, dan saya tanyakan pisisinya dimana,  beliau menjawab ada di rumah. Tapi saya hafal pasti akan membuat suatu kejutan.  

E  ternyata kecurigaan saya benar  begitu selesai tilpun kang Daroji sudah parkir di halaman rumah saya, bersama anak laki-laki lakinya yang sekarang sudah kelas tiga MTs. 

Setelah menempuh perjalanan dari Munjungan, sempat terlelap untuk istirahat walau tidak lama. Saya tanya putranya tadi berangkat dari Munjungan jam 13.00 dan sampai rumah saya skitar jam 15.30.

Selain ke gubuk saya kang daroji memang juga menjemput saudaranya yang pulang dari pondok Mojokerto. kita berbincang tidak lama langsung ke rumah b. Wakit di Pandansari dekat dengan rumah ibuk saya,  dan acara buka bersama yang tidak kita rencanakan ini kita ke warunngiwak kali di Ngunut. sambil ngertakne poro konco dan sdulur,  karena teman kita yang di Munjungan banyak sekali baik waktu sekolah PGA atau teman waktu S2.

Pertemanan kita bukan cuma personil waktu sekolah tapi dengan suami istri dan anak. Jadi kita sudah seperti keluarga karena kita reuninya dengan anggota keluarga.

Stelah buka kita solat magrib mampir di salah satu masjid,  dan sampai rumah saya lagi sudah waktu isya'dan kita tarwehnya dirumah saya. Setelah tarweh istirahat dan skitar jam 20.15 kang Daroji pamit. Dan saudara yang di jemput sudah sampai di Tulungagung di salah satu saudaranya. 

Dan ketika tulisan ini saya ketik kang Daroji pastinya masih dalam perjalanan meliuk liuk menuju Munjungan yang sangat enegangkan. Dan dak terbayang buat saya malam -malam merayap jalan trayek Kampak Munjungan. 

Dulu kelurga Kang Daroji, keluarga P. Mudakir dan Gus Latif bersama istri dan putra putranya juga pernah ke gubuk saya dan pulangnya malah jam 21.00  waktu itu tahun 2013 saat lahirnya Salma putri kecilku. 

Sungguh persaudaraan itu ada bukan hanya hubungan darah tapi sejauh mana silaturrohimnya terbangun. Kata orang banyak saudara bisa menjadi orang lain dan sebaliknya banyak juga orang lain jadi saudara. Tergantung kualitas komunikasi dan jalinan silaturrohimya. Dan itu juga tidak terhalang oleh waktu dan jarak. Niat bisa meringankan langkah dan menepis jarak dan waktu. 

Trimakasih kang Daroji atas silaturrohimnya,  salam untuk semua saudara di Munjungan dan semoga penuh keberkahan. Dan perjalanannya ke Munjungan lancar dan selamat.  Dan semoga saya dan keluarga masih diberi kesrmpatan untuk ke Munjungan lagi. Amiin

Memo 3+5+2021




Selasa, 27 April 2021

GURU, PERANMU TAK DAPAT TERGANTI

dok. Senyuman setelah ujian munaqosah

Hari ini Rabu 28-4-2021 saya menyaksikan suatu senyuman kebahagiaan dari murid muridku kelas 6 tahun pelajaran 2020/2021 .Senyum mereka saya rasakan berbeda, mereka tersenyum lepas dan seolah terlepas dari suatu beban yang selama ini  membelenggunya. 

Semenjak pandemi covid 19 yang resminya sejak 16 Maret 2020  pembelajaran yang biasanya secara langsung dengan bapak ibu guru harus berubah menjadi pembelajaran dalam jaringan atau pembelajaran jarak jauh. 

Jadi waktu itu mereka masih kelas lima, dan nyaris selama kelas enam mereka mengalami pembelajaran  jarak jauh ini. Kondisi ini baru pertama kali dalam sejarah yang saya tau, semoga pandemi covid-19 ini cepat berlalu dan bisa normal kembali. 

Menghadapi pembelajaran jarak jauh , terlebih dalam waktu yang lama bukan hal mudah, baik pada siswa, guru ataupun orang tua. Suatu kejenuhan dan segala rintangan harus dihadapi. 

Bagi anak mereka tidak mampu menerima dan menguasai materi dengan maksimal, sebatas  yang dia fahami, sehingga hasilnyapun juga tidak sesuai dengan harapan dari kondisi normal bahkan bisa dikatakan ambyar. Karena tidak semua siswa bisa mendapat pendampingan belajar di rumah, belum lagi dengan kendala fasilitas belajar misalnya handphon atau pulsanya. 

Bagi guru harus ekstra memerankan diri bak seorang artis yang harus bisa memerankan lakonnya. Pertama guru ibarat induk ayam yang terpisah dengan anaknya,  harus memutar otak untuk mencari dan menemukan anaknya untuk tetap membimbing mencari asupan gizi rokhani muridnya. 

Fengan menciptakan berbagai model dan strategi pembelajarannya dan menyesuai kan dengan kondisi kepanikan karena suatu keadaan yang tidak biasa dan penerapan kepatuhan pada protokol kesehatan. 

Terkadang guru harus berperan bak seorang penjual jamu yang menghadapi kondisi muridnya diseberang jaringan yang lesu dan mengeluh karena menghadapi kejenuhan sehingga guru harus bisa meramu racikan pembelajaran ibarat jamu yang harus ia minum. 

Dan gurupun harus  menjadi psikolog dan motifator yang senantiasa harus peka dalam merasakan kegelisahan dan beban psikologis muridnya itupun dalam kondisi jarak jauh. 

Dan gurupun juga harus berperan laksana seorang penyiar radio atau reporter yang menyampaikan reportasenya saat menjelaskan materi ajarnya. 

Dan bahkan guru harus bisa berperan sebagai orang yang harus tertawa,  tersenyum,  menangis karena  kerinduannya dengan sang murid. Dengan difidio si guru mengajar dan menulis di papan tulis tanpa ada siswa yang biasanya menampakkan berbagai ekspresinya,  ada yang konsentrasi atau lagi ngantuk, atau tersenyum dan sebagainya. 

Kalau sekedar mencari suatu jawaban dari suatu materi pembelajaran maka lewat handphon dia bisa mencari ,tetapi suatu kehangatan, bimbingan,  kasih sayang dan contoh prilaku dan tokoh panutan dari sosok sang guru tiada dapat digantikan karena guru sebagai orang tua secara rohani bagi muridnya. 

Dalam minggu ini untuk kelas enam mengikuti ujian praktek keagamaan yang menjadi pilihan keunggulan di madrasah kita,  lulusan kita diharapkan mereka  hafal Alquran juz 30, hafal surat Al waqiah, hafa  Surat Yasin dan juga praktek menjadi imam tahlil .

Selain itu praktek ibadah  proses berwudhu ,  praktek solat fardu baik bacaan dan gerakannya juga praktek solat janazah sebagai bekal untuk menjalankan perannya sebagai hamba dari sang kholiq dan sebagai makhluk soial. Alhamdulillah ujian praktek tersebut telah selesai mereka oaksanakan dengan hasil yang tidak mengecewakan. 

Dari kegiatan praktek ini kita berharap pondasi mental beragama dan bermasyarakat serta harapan menjadi generasi solih solihah yang berilmu pengetahuan dan sesuai dengan zamannya bisa dia dapat. 

Alhamdulillah proses pembelajaran yang serba terbatas dan ujian yang bisa dilalui maka suatu senyuman kebahagiaan laksana suatu proklamasi kemerdekaan dia dapatkan.dan serasa terlepas dari suatu beban yang menekan jiwanya. 

Trimakasih para bapak ibu guru atas bimbingannya,   selamat untuk anak anakku, semoga ilmu kalian manfaat an barokah dan pondasi keilmuan dari MI mafatihul Ulum bisa kalian kembangkan Amiin. 

Sungguh, senyummu adalah kebahagiaanku. 

Trenceng 28-42021

dalam ujian munaqosah siswa merekam hafalannya untuk disampaikan kepada orangtua yang turut mendampingi belajarnya. 

PITUTUR LUHUR


Oleh: Komsiyah S
Dok foto dari ndalem almarhum mbah KH NUR MIFTAH Sawentar Kanigoro Blitar. 

Pitutur berasal dari bahasa jawa kuno yang berarti pelajaran, nasehat, atau peringatan. Luhur dari bahasa kawi yang berarti tinggi, mulia atau baik. Jadi pitutur luhur adalah pelajaran yang berupa nasehat -nasehat yang mempunyai nilai tinggi mulia dan baik (S. prawiro Atmojo) 

Kata SABAR, NGALAH NRIMAN LOMAN yang tertuang dalam bingkai foto diatas  menurut saya dapat digolongkan dalam sebuah ungkapan ""PITUTUR LUHUR"". kumpulan pitutur luhut ini terbingkai dalam sebuah pigora yang dipajang di ruan tamu ndalemipun almarhum mbah KH NUR MIFTAH Yang masa sugengnya sebagai pengasuh pondok Pesanten ROUDLOTUL HANAN, Sawentar Kanigoro Blitar, 

MBah KH. Nur Miftah juga dikenal dengan nama KH. SHOLIHI yang juga medapat gelar sebagal Kiyai Seribu Masjid karena masa sugengnya beliau adalah kyai yang turut membidani berdrinya banyak masjid termasuk masjid baiturrohman Jati Pandansari di desa asalku. 

Pndok Pesatren Roudlotul Hanan  yang sekarang dalam pengasuhan K. Ahmad Mudlofi Ismail bin KH Ali Mustaqim yang aslinya dari Ds. Jati Pandansari Ngunut Tulungagung yang dulu masa belajar di Madrasah Ibtidaiyah teman sekelasku. Dan abahnya gus Dofi adalah guru dan kiyai di desa saya. 

Dulu KH ali Mustaqim sering mengajak kita  untuk mengikuti kegiatan di pondok pesantren Roudlotul Hanan ini dan yang rutin selapan sekali setiap jum'at legi yaitu istighosah dan amalan S. Al Waqiah yang jamaahnya ribuan orang. 

Jadi hubungan antara KH. Ali Mustaqim dan masyarakat Jati dengan KH. NUR MIFTAH/KH SOLIHI sudah terjalin lama sekitar tahun 1990 an dan hubungan ini semakin erat karena dua putri dari mbah KH. NUR MIFTAH ini menjadi menantunya mbah KH. ALI MUSTAKIM dan mbah KH. SAHID yang juga masih saudara.

Bisa dikatakan kita masarakat jati adalah santrinya mbah KH Ali Mustakim dan sekaligus mbah KH nur Miftah, dan hubungan nyantri ini Alhamdulillah masih terus istiqomah terlebih yainya sekarang adalah Gus Dofi yang nama lengkapnya Ahmad Mudlofi Ismail  yang merupakan teman sekelas saya waktu MI. 

.Hubungan silaturrohim gus Dofi dengan kita-kita teman masa kecil masih terjalin erat dengan terbentuknya grup WA, beliau sebagai teman sekaligus guru kita. Foto pituturluhur diatas kita ambil saat kita dan teman teman sowan waktu beliau pulang umroh. 

Kembali ke  Pitutur luhur pertama sabar  dari bahasa Arab sobaro yasburu yang artinya menahan. Dan secara istilah abar adalah menahan diri dari segala macam bentuk kesulitan ,kesedihan dan menahan diri dalam menghadapi suatu yang tidak disukai atau dibenci. 

Sabar juga dimaknai tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak putus asa dan tidak patah hati). Terkait dengan sabar kita sering mendapati kata kata lain yaitu " tabah " yang berarti menerima cobaan, derita, tenang, tidak tergesa-gesa. 

Menurut sukino dalam jurnal ""Konsep sabar dalam Alquran dan kontektualisasinya dalam tujuan hidupmanusia" sabar  :Menahan diri dari dari sifat kegundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan  dari keluh kesah, serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah. 

Menurut beliau konsep sabar yang perlu diterapkan dalam kehidupan manusia yaitu: sabar dalam beribadah, sabar ketika menghadapi musibah, sabar terhadap tipu daya dunia, sabar mengendalikan diri supaya jangan melakukan maksiat dan sabar dalam berjuang. 

 Pitutur luhur kedua Ngalah  yang bisa diartikan rela berkorban untuk orang lain demi kebaikan bersama, tidak egois dan tidak menang sendiri. 

Ngalah belum tentu kalah tapi suatu sikap yang diambil untuk menyenangkan orang lain atau sikap diam untuk menghindari suatu konflik . Mengalah dilakukan untuk meraih tujuan yang lebih baik (luhur). 

Menurut achmad Sri Wintala (2016:55) mengalah dilakukan tiak dalam segala situasi namun dalam rangjka membentuk kepribadian andap ashor( bahasa jawa: rendah hati) 

Mengalah mengajari diri kita akan pentingnya pengendalian diri,mengelola ego pribadi, bersabar menghadapi cobaan /ujian, rasa syukur karena masih diberi kemampuan memantu orang lan. 

Ungkapan luhur dari bahasa Jawa terkait mengalah  diantaranya: Wani ngalah becik pungkasane,  sopo nandur bakal panen ,becik ketitik olo ketoro.

Pitutur luhur ketiga Nriman  yaitu iklas menerima sesuatu baik hasil upaya atau kejadiandalam hidup sebagai suatu ketetapan dari Alloh. 

Nriman dalam islam disebut  qonaah yaitu sikap menerima, merasa cukup atas hasil yang diusahakan dan menjauhkan diri dari rasa tidak puas atau rasa kurang. Dan perlu ditegaskan bahwa nriman disini bukan berarti suatu sikap merasa cukup karena tidak mau usaha atau karena kemalasan,  tapi setelah memaksimalkan usaha. 
Orang yang memiliki sifat qonaah maka hidupnya akan tenang dan tidak mudah mengeluh dan berkeluh kesah dan akan terhindar dari sifat iri dan dengki terhadap orang lain. 

Pitutur luhur keempat Loman yang bisa diartikan dermawan yaitu orang yang senantiasa mencurahkan kebaikan kepada siapapun yang membutuhkan uluran tangannya tanpa membedakan suku, ras maupun agama baik diminta atau tidak. Atau secara singkat dermawan itu ringan menolong orang lain. 

Orang yang dermawan akan iklas berderma tanpa pamrih bahkan tidak memerlukan suatu ucapan terimakasih dari orang yang ditolongnya bahkan menolong dengan tidak menunjukkan jati dirinya. 
Dengan adanya kebaikan dan kemurahan hati, keimanan yang kuat serta keiklasannya maka orang dermawan mendapat kecintaan dan dekat dengan Alloh, dekat dengan manusia,  dan jauh dari neraka sebagaimana hadits Nabi Muhammad SAW yang artinya :

 " Orang yang dermawan dekat dengan Alloh dekat dengan manusia,  dekat dengan surga dan jauh dari neraka. Sedang orang yang kikir jauh dari Alloh, jauh dari manusia,  auh dari surga dan dekat dengan neraka. Orang  jahil tapi dermawan lebih disukai Alloh daripada ahli ibadah yang kikir (HR. tirmidzi) 

Dari uraian diatas ternyata empat kata SABAR, NGALAH, NRIMAN LOMAN merupakan suatu pitutur luhur  dan kata dibawahnya sebagai penyangat atas keluhurannya yaitu diikuti kata BECIK DILAKONI. 

semoga Alloh meringankan dan menguatkan iman  kita untuk mampu berusaha melaksanakan pitur luhur tersebut. Amiin

Trenceng, 27-4-2021






Minggu, 25 April 2021

SINERGI, MANFAATI, MBAROKAHI.



Sabtu,25 April, segenap kepala madrasah atau sekolah baik MI/SDI/MTS/SMP/MA// SMK/RA/TK dibawah naungan LP MAARIF kabupaten Tulungagung mengikuti RAPAT KOORDINASI (RAKOR)  sekaligus buka bersama  bertempat di kantor LP. Maarif kabupaten Tulungaging. 

Acara tersebut dilaksanakan berdasarkan rekomendasi dari kegiatan konferensi cabang Nahdlatul Ulama" Kabupaten Tululungagung. 

Dengan adanya Rapat Koordinasi yang diharapkan adanya suatu sinergi antara lembaga dan LP Maarif dan juga antar sesama lembaga yang berada dibawah naungan LP maarif Nu kabupaten Tulungagung, 

 Dalam sambutannya bapak  H. kozin menyampaikan bahwa jargon LP maarif NU Tulungagung yang bekerjasama dengan perhutani dan mendapat fasilitas pengelolaan lahan beberapa hektar yang dijadikan bumi perkemahan LP maarif NU tulungagung yang disebut""  bumi perkemahan WALIKUKUN"" di desa Junjung kecamatan Sumbergempol Tulungagung. 

Walau bumi perkemahan ini proses pencanangan dan upaya penataannya dengan penanaman dan pembuatan jalan diareal perbukitan nan elok itu belum lama tapi sudah mendapat sambutan dan dukungan dari warga sekitar. 

Ini terbukti dengan peran serta warga yang telah mewakafkan lahan yang semula cuma jalan setapak untuk menuju bukit yang menjadi pos bumi perkemahan, kini sudah berubah menjadi suatu jalan yang lebarnya 3 meter dan bisa dilewati mobil sampai POS. Pemandangan di bumi perkemahan WALI KUKUN ini sangat luar biasa indahnya. 

Ini menandakan bahwa keberadaan LP Maarif NU  semakin menunjukkan peran dan jargonn yang diusung "" SINERGI, MANFAATI, BAROKAHI""

sinergi merupakan suatu harapan bahwa keberadaan LP maarif NU dengan seluruh lembaga pendidikan yang dinaunginya baik madrasah atau Sekolah mulai RA, TK, MI, SD, MTS, SMP, MA, SMA, maupun SMK. dengan suatu langkah bersama dan menyatukan tekat untuk berjuang di dunia pendidikan dalam menyiapkan generasi yang solih unggul dan bermanfaat untuk umat bangsa dan negara. 

MANFAATI adalah suatu harapan atau arah bahwa keberadaan LP maarif NU ini keberadaannya bisa membawa suatu kemanfaatan disegala bidang. Untuk mencapai suatu kemanfaatan ini maka dunia pendidikan merupakan suatu jalur penting untuk mencapai tujuannya. 

Karena itu suatu langkah strategis yang ditempuh LP maarif NU Tulungagung  membangun suatu koordinasi  dengan para kepala Madrasah dan kepala sekolah, dengan Badan Penyelenggara Pelaksana Pendidikan nahdlatul Ulama'(BP3NU)  dari masing - lembaga yang dulu kita kenal dengan sebutan pengurus yayasan. 

Selain itu pembinaan ,diklat, workshop dan seminar kepada para kepala madrasah dan sekolah serta guru dan tenaga kependidikan terus diupayakan. Karena guru dan penyelenggara pendidikan merupakan ujung tombak yang menentukan keberhasilan dalam perannya di dunia pendidikan. 

Selain itu LP maarif NU menyadari bahwa keberadaan dunia literasi tak kalah pentingnya untuk mendapat dukungan untuk dikibarkan, karena itu LP maarif NU Tulungagung juga mengadakan pembinaan kepada para guru dengan seminar literasi dengan narasumber bapak prof. Ngainun Naim yang kemudian melahirkan suatu grup ""Ma'arif Menulis " 

Grup Washap ini menampung banyak anggota yang langsung dalam binaan bapak prof Ngainun Naim untuk berproses belajar menulis dan Alhamdulillah telah terbit beberapa buku antologi diantaranya buku BLENDRANG,  

Dan yang masih hangat turun dari percetakan dan dalam penantian kedatangannya adalah dua buku antologi yang  lahir sekaligus di bulan puasa yang penuh berkah ini. Dua buku tersebut berjudul ""SUKA DUKA MENDAMPINGI ANAK BELAJAR DI MASA PANDEMI "" dan ""EVOLUSI PEMBELAJAR DIMASA PANDEMI""

Dan dari RAKOR ini Alhamdulillah menghasilkan beberapa kesepakatan yang kesemuanya semoga benar -benar akan bisa mewujudkan  keberadaan semua lembaga dalam binaan LP maarif NU Tulungagung ini sebagai lembaga yang penuh keberkahan  dalam ridho Alloh SWT. sehingga jargon LP MAARIF NU tulungagung "" SINERGI, MANFAATI DAN MBAROKAHI" benar-benar bisa terwujud. 

Amiin yarobbal alamiin. 

Trenceng, 25 April 2021











Rabu, 21 April 2021

KARTINI DAN LITERASI

Tanggal 21 April dipengati sebagai hari Kartini. Adanya suatu peringatan pasti tiada terlepas dari suatu sejarah besar dari suatu perjuangan yang luar biasa.

Terkait dengan hari Kartini  sebagai suatu penghargaan atas perjuangan RA. Kartini, seorang putri yang hidup dalam masa negeri ini dalam penjajahan  Belanda. 

Kartini seorang putri yang mampu memandang akan pentingnya suatu pendidikan dan  adanya  perubahan stigma terhadap kesetaraan kaum wanita. 

Mengubah suatu peradapan yang sudah mengakar terlebih masa penjajahan yang penuh dengan keterbatasan bukanlah hal mudah dan perlu suatu perjuangan yang luar biasa dan juga tidak semua orang mampu melakukannya. 

Dan model perjuangan RA Kartini yang sangat luar biasa dan mampu mengubah peradapan dan sejarah besar terhadap kaum perempuan Indonesia diantaranya adalah kejelian  dan kesadaran RA Kartini akan pentingnya menggunakan jurus LITERASI yang beliau tuangkan dalam tulisan yang kita kenal dengan "HABIS GELAP TERBITLAH TERANG."

Dari pemikirian dan gagasan beliau dituangkan dalam bentuk surat-surat yang akirnya banyak mendapat suatu dukungan dan mencapai suatu hasil dan bahkan hikmah dari perjuangannya melebihi umur jasmaninya.

Keberadaan perempuan yang semula hanya seputar lingkungan pemenuhan urusan rumah tangga yang ada keterbatasan akan pentingnya suatu bekal pendidikan menjadikan wanita bisa dikatakan tiada memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi dan berpartisipasi dalam bidang lain. 

Maka suatu penghargaan yang sangat pantas untuk disematkan kepada RA KARTINI  atas jasa jasanya sehingga sekarang para perempuan menjadi sosok -sosok tangguh yang bisa berperan sesuai keahlian dan bidang yang diminatinya. 

Pemaknaan hari Kartini tidak cuma dilihat dari segi pakaian yang dipakai yang tak kalah pentingnya adalah mengambil teladan dari Kartini akan kegigihan dalam berjuang dan pantang menyerah,  akan kesabaran tiada berputus asa dan akan ketulusan yang tiada berpamrih. 

Dan sekarang banyak kita saksikan banyak para tokoh Kartini -Kartini tangguh yang bisa kita temui. Semoga perjuangan para KARTINI di jaman ini juga memiliki nilai perjuangan yang sangat luhur untuk keluarga dan juga bangsa dan negeri ini. 

Dan semoga kita para ibu tergolong menjadi KARTINI TANGGUH untuk putra putri kita yang turut berjuang menyiapkan generasi masa depan ditengah perjuangan dimasa Pandemi covid ini. 

Dari model perjuangan RA KARTINI yang kita kenal dengan "" Habis gelap terbitlah terang"  Ini membuktikan betapa pentingnya peran suatu kesadaran untuk mengembangkan suatu literasi. 

Dengan hanya dibicarakan maka kemanfaatan pemikiran hanya menjangkau pada orang yang mendengar, dengan ditunjukkan hanya bisa diikuti oleh orang yang melihat dan bila dituangkan dalam bentuk tulisan maka kemungkinan bisa diikuti oleh banyak orang dan waktu yang lebih panjang. 

Selamat hari kartini 2021 dan salam literasi. 

Trenceng 22-4-2021



Senin, 19 April 2021

PERAN ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN BAKAT ANAK.

Dok foto bersama nanda Jihan dan Nizam bersama orangtua dan pak Nur selaku pembimbingnya dalam perekaman lomba pildacil secara virtual. 

Orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam mengembangkan bakat dan minat anak, terutama pada masa pembelajaran dari rumah seperti saat ini. 

Bakat anak tidak serta merta jadi, tapi harus dipupuk dan terus dikembangkan. Tanpa ada upaya pembinaan dan pengembangan maka potensi besar yang ada pada anak tidak bisa berkembang. Ibarat suatu tanaman perlu pengolahan dan pemeliharaan. 

Sinergi pengembangan bakat dan minat anak akan lebih optimal manakala ada kerjasama yang bagus antara orang tua anak dan gurunya. Apabila dari ketiganya tidak imbang atau kurang kepeduliannya maka hasilnya juga tidak maksimal. 

Dalam rangka pelaksanaan lomba PILDACIL yang diselenggarakan oleh KELOMPOK KERJA GURU MI (KKG MI)  kecamatan Ngunut Tulungagung secara virtual,  maka perwakilan siswa dari MI mafatihul Ulum Balesono, kita  persiapkan. 

Persiapan yang kita lakukan dengan memilih siswa yang memiliki bibit atau kemampuan dibidangnya dan tak lupa adalah koordinasi dengan orangtuanya. Kami sampaikan bahwa putra putri bapak ibu memiliki bibit atau bakat positif dalam  berpidato sebagai upaya untuk mengembangkan ilmu dan sarana berdakwah. Maka potensi ini harus bersama sama kita pupuk dan kembangkan. ,Siapkah bapak ibu mengantar dan mendampingi putra putrinya waktu latihan? Dari hasil koordinasi dengan anak orangtua dan guru sudah ada kesepakatan dan dari orang tua sangat mendukung dan siap mendampingi. 

Alhamdulillah selama latihan yang juga saya mengikuti sekaligus mengajak si putri kecil agar dia mengenal dan muncul minatnya saya menyaksikan antusias orangtua yang menyadari bahwa putra putrinya memiliki kemampuan ini menimbulkan semangat tersendiri bagi anak yang belajar. 

Terlebih pada masa pandemi covid seperti saat ini, yang serba ada keterbatasan dalam pembinaan, yang lebih besar adalah waktu kebersamaan dengan orangtua. Karena itu kita minta orang tua untuk mengikuti proses latihan, jadi yang belajar anak dan orang tuanya. 

Dengan orangtua yang turut mendampingi saat anak mendapat pembinaan maka ternyata kemampuan dan penguasaan anak lebih cepat dan menjadi motifasi tersendiri bagi abak. 

Dibalik saya memantau perkembangan anak,  saya juga memperhatikan perbandingan hasil dari model pendampingan orangtuanya. 

Dengan strategi,  pengarahan dari guru pembina yang bersinergi dengan orangtua serta Alhamdulillah proses latihan bisa memperlihatkan hasilnya. 

Hasil buat saya bukan semata mata nanti dilihat dari urutan kejuaraan dan tropi yang dibawa  tetapi melihat anak dan orangtuanya menyadari dan bersemangat dalam mengasah potensinya adalah suatu hal sangat pantas untuk diapresiasi. Menghargai dan menikmati proses sangat betmakna..

Hal penting yang perlu kita tanamkan kepada anak adalah suatu tanggungjawab atas amanah yang mereka terima, kemudian memaksimalkan usaha dalam mengemban tugas dan amanah itu akirnya mau dan mampu melaksanakan tugas dengan  memaksimalkan usahanya adalah suatu kepuasan dan penghargaan yang pantas mereka terima. Untuk suatu kejuaraan dan tropy adalah suatu bonus dari kerja kerasnya. 

Hal lain yang perlu kita tanamkan kepada anak adalah bersiap mental menerima semua hasil yang sudah diusahakan. Jangan  berbangga yang berlebihan manakala mendapat suatu kemenangan dan jangan menyerah bila belum mendapatkan hasil sesuai yang diharapkan. Yang terpenting tetap mau belajat dan berproses. 

Setelah upaya persiapan dan pembinaan dilakukan, tibalah waktu untuk perekaman vidio yang akan dikirim,  karena lomba kita secara virtual. 

Suatu kesepakatan antara guru, siswa orangtua dan yang merekam telah kita ambil,  yaitu berlokasi di majid Al Mustofa yang selokasi dengan madrasah kita. 

Alhamdulillah saat ditunggu tiba Nanda JIHAN SYAKINA siswi kels 3 dan nandan MUHAMMAD NAZRIL NIZAM siswa kelas 4 MI Mafatihul Ulum Balesono bersama orang tuanya yang begitu setia mendampingi dari proses belajar sampai saat perekaman ini kelihatan siap untuk menampilkan usahanya. 

Mental adalah memang modal penting yang harus ditanamkan, tidak jarang dalam suatu lomba yang secara materi sudah dikuasai tetapi secara mental kurang siap maka akan mempengaruhi hasilnya. 

Nah dalam proses perekaman ini juga tidak sekaligus langsung jadi, tapi juga ada pengulangan, pada awalnya sudah bagus e... Sudah di alenia terakur ada yang kurang pas maka harus diulang. 

Dalam proses perekaman ini selain dari anaknya yang tak lepas dari pengamatan saya  adalah ekspresi dan ketegangan dari orang tuanya. Ternyata tanpa disadari orangtuanya juga turut haoal dan mengekspresikan kalimat yang dilantunkan walau tidak sampai mengeluarkan suaranya. 

Keberadaan guru pembimbing yang mendampingi dan orangtua selalu memotifasi adalah energi yang meningkatkan percaya dirinya. Berbeda manakala keberadaan orang tuanya hanya waktu perekaman bisa juga anak malah grogi dan malu dilihat orang tuanya. 

Ada hal penting yang dimunculkan dari sikap kedua anak ini yang membuat kita terharu adalah pada saat mereka harus mengulang perejaman karena ada kalimat yang kurang pas,  maka dia menuju kepada orangtuanya, saya pikir mau menangis atau mengeluh bahkan mogok .

Saya sempat khawatir dan agak cemas,  ternyata si anak ini pertama kali menuju orang tuanya seraya bersalaman lagi sambil berucap," mohon doa restunya ya bu semoga ini nanti saya bisa lancar dan ilmu saya manfaat".  Dilanjutkan melakukan hal yang sama kepada saya, kepada pak Nur selaku guru pembimbingnya dan pak Bekti yang merekamnya. 

Sungguh diluar dugaan setelah melakukan itu saya tanya mereka,  nah setelah kalian tadi bersalaman dan mengucapkan secara lagsung untuk mohon doa restu  apa yang kalian rasakan?  Si Nizam menjawab semakin lega dan siap rekaman lagi bu'"" sedang nanda jihan menjawab "" Semakin siap dan plong bu untuk rekaman lagi. 

Alhamdulillah dengan dukungan do'a dan kesiapan psikologis menjadi energi tersendiri. Dan tak kalah pentingnya orang tua,  Saya sangat meyakini sejak kalimat pertama yang diucapkan putra putrinya diiringi dengan panjatan doa tulus dari orang tuanya. 

Saya sangat berharap mudah mudahan semua murid-murid saya  ilmunya manfaat dan barokajh kedepannya. Bukan saja suatu hasil yang terlihat saat suatu pengumuman lomba tapi ini adalah awal bekal yang terus mampu dia kembangkan dan membawa kemanfaatan dan kebarokahan tidak cuma untuk pribadi dan orangtua mereka tetapi juga untuk umat dan pengembangan syiar agama islam. 

Tak lupa terimakasih kepada pak Nur yang telaten membimbing,  para orangtua atas kerjasama juga kepada semua bapak ibu da semua fihak atas partisipasinya. 

Selamat berjuang nandaku sayanh, dia kami orang tua dan baoak ibu guru sebantiasa menyertai usahamu, Semoga sekalu dalam keridhoann Alloh ,Amiin. 
saat latihan,  si kecil juga ikut. 

Trenceng 19-4-2021.






Minggu, 18 April 2021

MARTAPURA KOTA SANTRI DAN ELOK.

masjid Al Karomah Martapura, Kalimantan Selatan. 

Martapura merupakan kota kecamatan sekaligus kota kabupaten Banjar provinsi Kalmatan selatan.Martapura berada 40 km diselah timur kota Banjarmasin yang merupakan ibukota provnsi Kalimantan Selatan.
Saya sangat mengagumi kota ini, dan ini merupakan gambaran yang saya perolih dari suatu kedatangan beberapa kali ke kota tersebut, karena memang Martapura adalah kota dekat rumahnya mertua saya, sekitar 3 km. 

Begitiu datang di Kota Martapura kesan yang saya perolih adalah suatu kota yang sangat indah  islami dan bersih. Tata ktanya juga bagus, di tengah kota kita menemukan masjid yang sangat megah yang bernama Masjid Al Karomah yang merupakan masjid terbesar di Kalimantan Selatan. 

Di depan masjid seberang jalan ada pasar besar yang dilengkapi deretan pertokoan permata dan batuulia serta berbagai suvenir cantik yang mengagumkan yang bersebelahan dengan taman yang sungguh sangat elok, dilengkapi dengan beberapa tugu menjulang tinggi yang artistik melengkapi kesan kewibawaan, keindahan dan keagamisan kota ini.

 Dalam sejarahnya masjid Al Karomah ini dibangun oleh datuk Muhammad Arsyad Al Banjari yang merupakan tokoh besar di Banjar,  dalam pembangunan masjid ini soko gurunya beliau gunakan kayu ulin yang merupakan jenis kayu khas Kalimantan yang sangat kuat atau disebut kayu besi,  

 Kayu ulin iyang digunakan soko guru tu oleh datuk Muhammad Arsyad Al Banjari diambil dari Barito Kalimantan Tengah dan  ke Martapura dengan ditarik dan konon jalan yang pernah dilewati kayu ulin itu menjadi tempat penghasil intan. 

Martapura nuansa islamnya memang sangat kuat, disini orang laki - laki memakai jubah itu suatu hal yang biasa,  mulai anak - anak sampai orang tua. Melihat pemandangan ini serasa afem. Terlebih kalau malam selasa biasanya ada amalan di Roudhoh sekumpul makam Makam Abah guru sekumpul,  tokoh ulama'yang sanfat kharismatik. Mulai senin sore sampai malam di jalan jalan berjejalan para jamaah menuju Roudhoh yang laki -laki mengenakan jubah putih, songkok putih. Suatu pemandangan yang menakjubkan. 

Tepat di depan masjid Al Karomah terdapat taman yang sangat indah dengan bangunan tugu yang cantik menjulang,  di dekat taman terdapat pertokoan intan dan pernak pernik serta suvenir khas Martapura. 

Kebetulan waktu pertama kali saya datang kesini lagi bumingnya batu akik di tanah air kita. Maka disilah pusat intan berlian dan batu permata dari berbagai jenis dan harga yang terendah sampai harga fantastis. Sehingga Martapura merupakan tempat perburuan akik dan berbagai jenis batuan berharga,  dan yang berburu kesini dari seantero wilayah tanah air. 

Selain pertokoan perhiasan di dekat majid ini juga terdapat pasar tradisional yang sangat besar, bahkan kalau kita masuk ke dalam pasar ini kita bisa bingung mencari jalan keluarnya. Terlebih kita pasti akan tertarik dengan berbagai barang khas dan juga jenis jajanan khas martapura. 

saya datang pertama kali ke Martapura  malam jum'at jadi bisa menikmati betapa indahnya kota ini pada malam hari didukung dengan lampu-lampu hias yang menerangi jalan dan taman, sungguh menakjubkan. Petjalanan darat bersama keluarga dari palangkaraya sekitar 9 jam dan sampai di rumah ibuk mertua di desa Kebun Serei kecamatan  dan kabupaten Martapura sekitar jam 23.00 WITA. 

Dan siang harinya kita rencanakan untuk rombongan  orang laki-laki laki jum'atan di masjid ini sedang kita dan saudara yang perempuan menikmati indahnya taman  yang berada di dekat masjid dan berhadapan dengan pertokoan berlian dan berbagai suvenir. 

Ada hal yang membedakan antara Martapura dengan kota-kota lain diantaranya kalau waktunya jumatan dan solat lima waktu maka semua prises jual beli ditinggal untuk melaksanakan solat. 
dan di dekat pasar bangunan monumen dengan tulisan ayat alquran yang artinya dihalalkan jual beli dan diharamkan riba. 

Tugu monumen yang dibangun di dekat pasar sebagai pengingat. 

Dan pada setiap hai jumat para polisi dan semua pegawai dalam melaksanakan tugasnya mengenakan kopyah putih sekaligus untuk melaksanakan solat jumah,  Dan bagi penduduk sini mayoritas mengenakan jubah dan kopyah berwarna putih mulai anak anak sampai orangtua. 

Dan masjid Al Karomah ini bisa menampung ribuan jamaah  dan tempat parkir yang sangat luas dan tertata rapi. 
Dan posisi padar sebagai pusat perekonomian warga tepat diseberang jalan dari masjid, yang pasarnya sangat luas dan buka setiap hari. 

Setelah orang laki laki selesai solat jum'at giliran kita-kita yang perempuan  ke masjid Al Karomah,begitu sampai di depan gerbangpun kita sudah takjub, terlebih memasuki halaman dan dalam madjid,  subhanalloh megah indah dan cukup bersejarah. 

Kita tak  melewatkan semua keindahan disini dengan foto dan fidio sebagai dokumentasi. Oleh saudaraku kita diberi penjelasan tentang masjid berdejarah ini  diantaranys bangunan aslinya,  soko guru yang asli dari kayu ulin yang dibangun pertama kali yang berumur ratusan tahun yang lalu,  

Kita juga ditunjukkan tempa timbar yang terbuat dari kayu yang agak tinggi dan ada tangganya dan itu juga masih asli,  tak lupa kita juga ditunjukkan sumur yang asli. Subhanalloh benar - suatu masjid yang luar biasa. 
 mimbar panggung ymasjid Al karomah Martapura ang masih asli

Konon nasjid ini selain tempat untuk beribadah dulunya juga srbagai tempat menyusun strategi dan benteng  pertahanan pada zaman penjajahan Belanda. 

Dan sangat disayangkan bahwa pusat kerajaan Banjar yang berada di tanah keraton itu dibakar oleh Belanda sehingga seolah tidak ada bekas bangunan karena bangunannya dulu terbuat dari kayu. 

Dan saya pernah diajak untuk berziaroh ke tanah keraton ini, disi terdapat makam orang tua dari tokoh ulama'besar pengembang agama islam di Kalimantan beliau dikenal dengan sebutan Abah Guru Sekumpul atau Guru Ije dan sebenarnya nama asli beliau Ahmad Jailani Goni yang domisili dan makam beliau di Sekumpul. Dan berziaroh ke makam guru sekumpul adalah hal rutin yang kita lakukan bila kita ke Martapura. 

Sungguh suatu kebahagiaan dan saya anggap suatu keberkahan tersendiri Martapura jadi tempat mudik atau kampung kedua keluarga kami karena fisinilah domisili mertua dan para saudara. yang luar biasa.

Tulisan ini saya buat untuk melengkapi dan mengabadikan kesan erjalanku di Martapura. Kalau dokumentasi foto dan fidio mungkin hanya saya dan rombongan yang kesana yang bisa menikmati  tapi dengan tulisan semoga dapat juga dibaca dan dinikmati oleh siapa saja terutama keluarga besarku. 

Aku cinta keluaga besarku di Kalimantan aku cinta kota Martapura dan akupun tetap berharap untuk bisa silaturrohim ke orangtua, sanak saudara sekaligus ziaroh dan menikmati keindahan kota martapira. 

Memo kunjunganku 2013. 2016 dan 2019

Trenceng,  17-4-2021