Senin, 15 Juni 2026

KISAH SHOF SHOLAT,TELUR REBUS DAN JAGUNG GORENG DI MASJID NABAWI

CERITA TENTANG SHOF SOLAT, TELUR REBUS DAN JAGUNG GORENG.
lokasi : masjid Nabawi Madinah Juli 2024.
Foto ini memiliki cerita unik yang sangat berkesan  saat saya dan Bu Ulik melaksanakan sholat ashar di Masjid Nabawi.
Untuk mengikuti sholat jamaah di Masjid Nabawi paling tidak dua jam sebelum masuk waktu sholat kita harus sudah sampai masjid, mengapa demikian ?
Karena jamaahnya luar biasa banyaknya maka kita harus berburu atau bisa dibilang cepat cepatan untuk bisa sholat di dalam masjid.Di masjid Nabawi kita berpisah tempat dengan bapak bapak, jadi kita dari hotel bisa berangkat bersama tapi sesudah sampai di masjid kita akan pisah untuk mencari tempat sesuai dengan jenis kelaminnya.
Dan dipintu pintu masuk masjid itu dijaga olih beberapa askar, untuk lokasi perempuan askarnya juga perempuan.Di dalampun juga banyak Askar yang mengarahkan para jamaah dengan logat bahasa mereka yang kemudian sangat kita rindukan dengan logat kaku diantaranya : penuh- penuh,duduk ibuk, pindah pindah, maju ibuk,  dan lain lain.
Diatas pintu masuk masjid terdapat bundaran lampu isyarat , bila warnanya masih hijau berarti belum penuh dan kita bisa masuk, tapi bila lampunya merah maka sudah penuh dan tidak bisa masuk.
Nah saat memburu lampu hijau yang masih menyala, para jamaah pasti berlarian ,berebut dengan harapan bisa masuk. tak jarang stelah ngantri lama tiba tiba lampunya merah maka apa bolih buat harus mencari shif di pelataran masjid yang dinaungi payung raksasa yang apabila siang akan dibuka dan bila malam tertutup. dan di tiang tiang payung sudah difasilitasi dengan kipas raksasa yang menyemburkan air untuk menyejukkan udara karena temperatur di Madinah juga tinggi .

Nah saat ini critanya pintu masjid sudah merah jadilah kita berburu shof untuk sholat ? dipelaran masjid ini ada pagar yang fleksibel bisa berubah bentuk, bisa dibuka tutup dan selalu ada penjaganya.
Kita kan berharap secepatnya bisa dapatasuk ke dalam pagar berjalan itu dan dapat shof tapi  ya itu, kadang kita masih diarahkan untuk terus maju  untuk menemukan pagar yang dibuka bahkan saat kita pertama kali sholat di masjid Nabawi saat sholat magrib.kitadari hotel lurus pintu 310 e kita terus diarahkan maju sampai pintu gerbang 334 lumayan jauh 
Dan ini kita bisa masuk dipagar buka tutup dengan berdesakan dan tinggal beberapa tempat, kebetulan didekatku masih ada tempat, secara spontan ada ibu ibu saya pegang dan saya arahkan kesamping saya, Maklum karena kita terkendala bahasa untuk berkomunikasi paling tidak kita bisa tanya asal negaranya, dan beliau mengatakan dari Pakistan, disini yang manjur adalah bahasa tubuh dan bahasa isyarat.

Bahasa tubuh misalnya senyum atau angkat pundak,gerakan tangan dan yang saya anggap sebagai lambang bersahabat adalah saat kita berbagi apa yang kita bawa.

Mungkin sebagai luapan rasa senang siibu itu segera membuka tasnya dan ternyata mengeluarkan dua buah telur rebus kepada kami berdua sambil tersenyum renyah.

Kejadian seperti ini berulang kali saya temui, ada lagi yang unik dari orang India saya dan mbak ulik juga diberi jagung goreng, kalau di daerahku itu saya sebut jagung goreng kreweng semacam penggorengan dari tanah liat yang menggorengnya tidak dengan minyak tapi dengan pasir.Rasanya enak sekali. Setelah tempat solat kita dapatkan , selanjutnya tengah tengoklah saya ke tong zam zam terdekat 

Setiap saya ke masjid pasti saya membawa botol kosong untuk saya isi air zam-zam yang sudah disediakan di tong - tong berwarna krem dan saya pilih yang not cool.

E e e...saat saya kembali dari mengisi air zam-zam itu, kutanya Bu Ulik, "mana jagungnya tadi?", Sambil tersenyum simpul dan menerima satu botol ZAM ZAM beliau bilang, "jagungnya sudah tak habiskan, la uenak mengingatkan dulu jaman kecil pernah digorengkan jagung seperti ini".
Si ibu yang memberi tadi tampaknya mengerti maksud percakapan kami, lalu beliau memberinya lagi, sambil agak senyum simpul kuucap sukron katsiron.
Kalau saya pengikat persahabatan membawa permen, bawanya ringan ,bisa tuk mencairkan suasana kaku dan paling tidak bisa melihat wajah tersenyum dari orang di sekitar kita.

Saya akui memang baik di Makkah dan Madinah itu orang orang ringan untuk bersedekah dengan berbagai macam, ada yang berupa air, snack, roti,kurma,sajadah,tasbih digital dan bentuk lainnya bahkan kalau pas hari kamis dan Jumah waktu magrib luar biasa, paketan makanan buka puasa ,pokoknya disini orang sangat Loman bersedekah.

Dan dari Bu Hajah Mar ati tetangga saya yang kerjanya di Masjid Nabawi ini mengatakan , bila kita bersedekah maka justru rizkinya agar lancar dan dipermudah Alloh.
Makanya selama saya di Madinah itu setiap hari beliau memberi kami makanan ,buah buahan ,juz buah, susu ,ote otw, bakwan bahkan dimasaknya sayur kangkung yang sudah lama tidak kita rasakan.

Beliau menyampaikan sangat senang bertemu dan hurmat ngalaf berkah para tamu Alloh terlebih bila ada hubungan saudara atau tetangga dan orang orang yang daerahnya beliau tau.
Hikmah yang bisa dipetik, untuk bersedekah kita tidak harus menunggu bila sudah berlebih, untuk bersedekah tidak harus dengan barang yang mahal ,dan untuk bersedekah bila ada niat jangan ditunda tunda, karena ada syaiyon yang akan menggoda untuk mengalihkan niatan kita.Dan sedekah tidak harus dengan materi bila tidak mampu, senyuman tulus juga bisa jadi sedekah.

Semoga Alloh melancarkan Rizki kita, menuntun hati kita untuk menjadi hamba dermawan dan ringan bersedekah atau istilah jawanya dadi wong Loman .

Dalam sebuah hadits Nabi bersabda" Tangan diatas lebih lebih baik daripada tangan dibawah.tangan Dias itu yang memberi  dan tangan dibawah itu orang yang meminta.

Semoga kita tergolong umat yang ringan memberi bukan golongan orang yang meminta, Amiin.

Dan moment penting , saat di Makkah atau Madinah kita berburu tempat / shof sholat dengan datang beberapa jam lebih awal. bisakah kondisi ini kita implementasikan di rumah? bisakah tetap tetap mengutamakan sholat berjamaah? ini pengingat untuk diriku dan juga yang membaca tulisan ini.Semoga Alloh menjaga kita.amiin

SELAMAT TAHUN BARU HIJRIAH, SEMOGA KITA MENJADI PRIBADI YANG LEBIH BAIK.


1 MUHARROM DI MAKKAH

PERGANTIAN KUSWAH KAKBAH
Foto haji 29024
Kiswah Kakbah akan diganti setiap malam tanggal 1 Muharrom.Dan saya sungguh merasa sangat beruntung bisa menyaksikan prosesi pergantian kiswah dalam posisi melaksanakan ibadah haji 2024.

Saya bersama suami dan ibuk saya masuk jamaah haji gelombang Ii kloter 91.Jadi kami langsung mendarat di bandara king Abdul Aziz Makkah tepatnya 9 hari sebelum puncak ibadah haji, Saat itu Makkah sudah semakin padat ,karena para. jamaah yang sudah dari Madinah sudah bergeser ke Mekkah.

Kami menempati hotel BILAL di kawasan Misfalah. Jarak dengan Masjidil haram sekitar 3 km.dan tinggal jalan lurus kita sudah sampai Masjidil haram.
Jamaah dari kloter 91 menempati dua hotel yaitu Billal hotel dan hotel Wedam .yang berdekatan,kebetulan saya dilantai 11 hotel Billal.

Saya menempati kamar 311 berusi 5 orang yaitu: ibu Yaumi( ibu saya) Mbah Kanah dari Winong Kalidawir, Mbok Romelah dari Domasan, Saya dan mbak Zahrotul Muslihah ( sering kupanggil mbak Ulik yang merupakan teman sekolah saya sejak MTS,dan PGA dan seolah jadi saudara, bahkan memang sejak daftar haji kami bersama, di KBIH sama dan di Rombongan dan regu yang sama.

Dalam satu rombongan itu ada 40 jamaah yang terbagi menjadi 4 regu, dan regu kami ada 10 orang yang diketuai pak Mohammad Isrok suaminya Bu Ulik. 
Anggota regu saya diantaranya : Pak Mohammad Isro' ,mbak Ulik,Saya, mas Kobir suami saya, mbok Yaumi /ibuk saya, Mbah Matal,mbok Markini /istrinya Mbah Matal, Mbah Jumari, Mbah Aminah dan Mbah Syamsiah.
Jadi yang tergolong muda ada 4 orang, yang dua Resti dan berkursi roda yaitu mbok Aminah dan Mbok Syamsiah yang keduanya dalam pendampingan pak Isrok dan istrinya. sedang saya dan suami dapat tugas mendampingi 4 orang yang sudah tua bahkan Mbah Jumari dan Mbah Matal tergolong lansia  Tapi Alhamdulillah beliau berempat termasuk ibuk saya tergolong sehat dan fisiknya kuat.

Dan karena kami sekamar dengan mbok Kanah dan mbok Romelah yang notabene dalam pembagian regu yang beda tetapi beliau tetap bersama kami, bahkan mbok Markini sampai di Madinah minta sekamar dengan saya.
Dan  waktu 1 Muharrom 1446 bertepatan dengan malam Ahad tanggal 7 Juli 2024  merupakan momen pergantian kiswah Kakbah yang prosesinya mulai Sabtu siang ditayangkan langsung di TV, dan kondisi di Masjidil haram selalu dapat kita ikuti lewat layar tv di masing masing kamar.

Seperti biasanya rombongan kami hampir setiap malam setelah jama'ah magrib di hotel bersiap siap untuk melaksanakan umroh Sunnah para bapak mengenakan kain ihrom, setelah siap mengambil miqot di Tan ima.Demikian pula pada malam 1 Muharrom ini, kebetulan saat itu saya dan mbok Romelah tidak ikut umroh Jadi kami berdua dapat menyimak prosesi pergantian Kakbah lewat siaran langsung di televisi.

Masyaalloh begitu banyak orang yang terlibat dalam penggantian kiswah ini, dimulai dari pengusungan kiswah Ka'bah yang digulung dan diusung dengan banyak petugas.dengan dilengkapi peralatan canggih seperti tangga berjalan, kita juga melihat banyak orang yang naik diatas Kakbah yang ternyata diatas Kakbah itu orang yang berdiri terlihat sepertiga badannya tampak seperti didalam kotak atau cekungan ,sehingga benar diatas Kakbah ada talang emas yang mana waktu hujan akan mengalirkan air dari atas Kakbah.
Masyaalloh sungguh sangat canggih alat yang digunakan dengan cara kerja yang sangat profesional, begitu kompak saat menarik kiswah yang tentunya sangat berat. dan yang saya lihat itu setelah kiswah yang atas terpasang maka kiswah lama ditarik kebawah.
Kiswah Kakbah ini bila sudah masuk pelaksanaan ibadah haji maka yang bawah akan digulung keatas kira kira hampir setengah tinggi dinding Kakbah, sehingga waktu towaf dan bila bisa mendekat dinding Kakbah maka kita bisa memegang dinding Kakbah secara langsung ,yang bentuk batunya persegi panjang seperti batako di daerah kita.

Prosesi pemasangan kiswah Kakbah ini sangat lama ,persiapan mulai siang dan sampai tengah malam belum selesai.

Karena dua hari lagi tepatnya hari Selasa tanggal 9 Juli kami akan bergeser ke Madinah, selain saya menyimak prosesi ganti kiswah,saya juga sambil menata barang terutama saya mikir ya Alloh dengan cara gimana ya nanti saya bisa membawa ZAM ZAM pulang.
Karena melihat saya tampak sibuk mbok Romlah ,muring murid, " hai hai itu Lo simak en kiswahnya Kakbah mumpung kita diberi kesempatan melihat. gih mbok, oh ya mbok ,ini jamah yang umroh kok belum pulang ya? 
Biasanya kita berangkat ambil miqot ke Tanim setelah magrib nanti sampai Masjidil haram pas jamaah Isyak walaupun kita kadang sudah masbuk, trus towaf sai yang kira kira 3 jam sudah selesai dan skitar jam 23 atau jam 24 sampai hotel, ini hampir jam 1 kok belum pulang.
Sesuai tayangan kita mencoba menganalisis ,dan saling berpendapat, mbok rim mengatakan i" itu Lo disekitar Kakbah dipasang pagar pembataskira kira jarak 4 meteran, paling Yo towape Soyo adoh.
Saya menyahut" itu Lo mbok kayaknya di pelataran Kakbah dipenuhi petugas berseragam yang selain petugas ya banyak Askar yang menjaga ketat, dan itu alat berat seperti tangga yang membawa orang orang menata kiswah, masyaalloh luar biasa.
Tak terasa kami terharu dan menangis bersama berpelukan ,sedari  memanjatkan doa dan luapan rasa terimakasih mendapat kesempatan untuk bisa badah di tempat suci ini.

Mbok Romlah juga berkata, " ini kira kira yang umroh itu tidak bisa menyaksikan prosesi ini Yo? Aku menimpali ,nopo malah kinten kinta towaf dilantai atas gih? mbok rom  menyambung, la lek nek lantai atas mubengi towaf lak Yo Soyo adoh , makane dung mulih mulih.

Saya juga mikir Mbah Mbah sepuh termasuk ibuk saya dan mah Kanah yang jalannya agak agak ada kendala, sambil terus sayamikir urusan strategi membawa ZAM ZAM yang sudah saya kumpulkan dari setiap umroh saya selalu membawa beberapa botol kosong untuk diisi  zam- ZAM, sehingga ya terkumpul agak lumayan banyak bahkan Mbah Mbah itu menyebut saya pemburu air zam zam.
Melihat saya tampak tetap sibuk mbok Romlah bertanya, " la Iyo sesuk Ki piye Yo carane kita bisa bawa ZAM ZAM pulang ketanah air?
Saya menimpali pembicaraan, mbok sejak di rumah saya berdoa dan memohon Ya Alloh mohon nanti Kulo jenengan ridhoi untuk bisa membawa air zam ZAM pulang, demikian pula saat berdoa disini, Dan saya yakin nanti Alloh pasti memberikan saya untuk lolos membawanya 
Disaat saya berdua membahas cara membawa ZAM ZAM  terdengar suara para jamaah yang pulang dari umroh Sunnah.
Kusambut mbok mbok yang merupakan sebutan saya kepada para orangtua termasuk ibuk saya.
Setelah masuk kamar menuju kasurnya masing masing ,saya membantu ibuk saya melepas atributnya, diantaranya kalung istimewa dari beberapa kartu identitas yang harus selalu dipakai itupun dobel 3 kartu, belum lagi sleyer ciri khas regu, mbok embok sambil terengah engah tapak payah bercerita.Wah Iki mau towafnya diatas dadi suwi dak mari mari kata ibuk ku. mbok Kanah menambah crita ,sing dekat Kakbah ditutup dadi langsung diarahkan naik lip Munggah Munggah ,dan tak tanya suami katanya di lantai tiga.
Berarti perkiraan saya dan mbok Romlah tadi benar.
Dan seperti biasanya di regu saya kan membawa bekal beras dari rumah dan disini membeli magic com, sehingga sebelum berangkat umroh kita menanak nasi ,begitu pulang kita berkumpul di lorong depan pintu berhadap hadapan dengan kamar mas Kobir,pak Isrok, Mbah Jumari dan pak Sahuri,

Sambil menyantap nasi hangat berlaku sambal teri yang kita bawa dari rumah, para jamaah saling bercerita tentang perjalanan umroh malam ini.
Saya bersyukur ibuk saya yang kata suami tadi ya kelelahan karena semakin jauh tapi sudah kembali ke hotel,semua dengan selamat.
Alhamdulillah tak henti hentinya rasa syukur kami panjatkan ,semoga nanti kita bisa berumroh lagi karena tinggal 2 hari lagi kita pindah ke Madinah.
ada cerita unik berkaitan model model boyongan kita yang barangnya lebih banyak.simak di catatan selanjutnya 


Kamis, 04 Juni 2026

PERTEMUAN DI MASJID NABAWI

PERTEMUAN DENGAN BU HJ.MAR ATI (Tetanggaku Bekerja di Masjid Nabawi )
Dok 10-7-2024, pertemuan dengan Bu HJ Mar ati  ,lok di depan pintu gapura 216 Masjid Nabawi Madinah.

Saat itu hari  Rabu 10 -7-2024 jam 13.30 waktu Arab Saudi saya ibu dan suami sudah berada dipintu gerbang masjid Nabawi nomor 216 dan sambung dengan pintu 217 yang merupakan pintu terlebar dibanding yang lain ,karena ada dua nomor pintu .

Dan dipintu inilah para pegawai masjid Nabawi masuk dan keluar..Para pegawai ini diangkut olih bis kusus yang diturunkan di depan pintu no 316 sekitar 100 m.tepatnya di depan masjid Ali bin Abi Tolib. 

Keberadaan kami bertiga disini untuk menunggu Bu Hj Marati tetanggaku yang sudah 12 tahun bekerja di masjid Nabawi ini.
Waktu itu beliau masuknya jam 7.30 WAS  pulangnya jam 14.00.Jadi saat itu kami menunggu kepulangan beliau, maka pandangan kami mengarah pada pelataran masjid Nabawi mengamati para pegawai yang pulang dengan seragam jubah warna coklat,jilbab hitam bagi perempuan serta bercadar, jadi ya sulit mengenali .

Terus terang saya sangat penasaran dengan sosok Bu hj Mar ati, kami belum pernah bertemu,tau nya lewat foto yang sama sama kita kirimkan dan suara waktu vidio col dan pesan suara.yang menjadi gambaran saya adalah beliau berkacamata.

Setiap pegawai yang masuk dan keluar masjid Nabawi digerbang itu berhenti menghadap masjid  dan berdoa seraya menengadahkan dan mengusap tangannya ke wajah.

Setelah beberapa saat, saya mengamati dari jauh saya lihat berjalan ibu-ibu para pegawai dan salah satunya ibu sekitar umur 55 berkaca mata membawa semacam alat dorong untuk membawa tas dan bekal beliau untuk bekerja.

Saya ngomong dengan suami, " Kayaknya itu yang berkacamata  dan menarik tas seperti koper itu kok Bu Marati ya yah? Karena bercadar kita agak sulit mengenali terlebih belum pernah ketemu langsung. Maka kutilpun, ternyata benar perkiraanku.

Alhamdulillah hari pertemuan yang kita tunggu tunggu untuk bertemu dengan Bu Hj.Marati dikabulkan Alloh.Lewat WA saya kirimkan foto kami  bertiga , saya suami dan ibuk saya menunggu di depan pintu 316 seperti yang sudah dipesankan beliau. Kita memilih dibawah tembok gedung depan pintu 316  untuk menghindari panas.

Maka saat beliau keluar, kami mendekat ke gerbang pintu 316 dan beliau juga menuju arah kami.Untuk memastikan saya ucapkan salam dan saya tanya"  benarkah penjenengan Bu Mar ati? Sambil membuka cadarnya dan tersenyum bahagia penuh haru beliau menjawab  "benar.dan beliau juga bertanya" Jenengan Bu KOMSIYAH istrinya pak Kobir Trenceng gih? " Saya jawab ,"betul buk.

Maka setelah itu kami berpelukan erat karena sangat terharu,kagum dan tidak menyangka kita bisa dipertemukan di masjid Nabawi ini. 
Setelah itu saya perkenalkan beliau dengan suami dan ibuk saya.Betapa bahagianya beliau ketemu dengan ibuk saya maka ibuk saya dipeluk seolah beliau dipertemukan dengan saudara perempuannya, yang kebetulan saudara beliau adalah ibuknya teman saya yang sangat akrab dengan saya .

Sebelum berangkat haji , saya mendapatkan nomor hp beliau dari istrinya pak H.Mujib, dan  sejak saat itu kami kontak dengan beliau, dan memperkenalkan diri, maklum karena saya di desa Trenceng sebagai pendatang. Saya memperkenalkan diri istrinya mas kobir putra dari Mbah Kuselan utara pondok.sedang dalem beliau tepat di selatan masjid pondok .

Dan kebetulan keponakan beliau bernama Bu Zahrokadalah salah satu guru di madrasah saya.Jadi hubungan kita menjadi dekat walaupun belum pernah ketemu.Kita saling mengirimkan foto dengan beliau, 
Dan dari beliau saya mendapatkan berbagai masukan dan ilmu , tentang kondisi di sana yang saat itu musim panas bisa mencapai 50•c ,

Beliau juga berpesan untuk bersabar, jaga lisan atau kebersihan hati.banyak bersholawat dan beristigfar. Bahkan beliau juga memberi informasi tentang Roudhoh.

Bagian kerja beliau pindah pindah, kadang menyemprotkan disinfektan, parfum, menggelar dan menggulung karpet masjid, dan kadang menunggu di tempat wudhu dan toilet.

Di Masjid Nabawi toilet mudah kita temui biasanya di dekat pintu gerbang. Yang perlu kita perhatikan adalah gambar atau keterangan gambar laki-laki atau perempuan. Karena di Makkah dan Madinah masing masing toilet itu untuk satu jenis kelamin atau tidak campur.

Kalau kita lihat bangunan toilet seperti tidak besar tapi begitu kita masuk maka kita akan menuju arah bawah dengan tangga dan juga ada yang pakai eskalator. Dan ternyata bangunannya dibawah tanah itu luas sekali.dengan banyak toilet dan tempat wudhu yang dibangun dengan ada tempat duduk sambil wudhu.

Bu Hj Mar ati bekerja disini sudah 12 tahun dan pulang baru dua kali.Kata beliau tidak semua orang mampu dan kuat untuk bekerja di Masjid Nabawi ini, tidak sedikit yang baru bekerja beberapa waktu trus mengundurkan diri.

Yang terpenting kata beliau, niatnya untuk beribadah dan mensyukuri diberi kesempatan untuk bekerja dan beribadah di tempat suci yang penuh keberkahan ini.

Beliau bercerita sangat senang bisa bertemu dengan saudara,tetangga atau siapa saja dari tanah air, karena bagi beliau laksana ketemu saudaranya.

Maka bagi para saudara atau temanya yang berhaji atau umroh ,beliau senang menyambut dan menemuinya, karena beliau kepingin ngalaf barokah dari para jamaah yang beribadah kesana.

Saat sebelum berangkat haji saya menemui putri beliau dan saya sampaikan " mau titip apa saya bawakan dan tak sampaikan kepada ibuk nya.Dan saat inilah kami menyampaikan barang titipan dari putrinya untuk beliau.

Dan beliau saat itu membawakan kami jus buah dan susu yang menurut beliau untuk menjaga stamina dan  mengobati batuk.

Dan sebelum berpisah saya dipesani beliau, besuk pagi supaya menemui beliau dipintu 316 ini jam 7.30 saat beliau mau masuk kerja. Beliau akan membuatkan sayur segar yang mungkin lama tidak dirasakan. Saya menyampaikan kepada beliau jangan repot repot buk, karena konsumsi kami dari hotel sudah sangat cukup.

Beliau malah meminta saya untuk memberi kesempatan beliau untuk ngalap barokah kepada tamu tamu Alloh, karena dengan itu justru Rizki beliau berlimpah dari yang tidak beliau sangka.dan terpenting bisa menyambung silaturrohim dengan keluarga.

Setelah itu kami kembali ke hotel, maka jus jeruknya kubuka, dan kubagikan ke anggota regu kami yang terbagi dalam tiga kamar.
Ada pak Isrok sebagai ketua regu yang sekamar dengan Mbah Jumari dan Mbah Samin, sementara mas Kobir sekamar dengan Mbah Matal, Pak Toni dan pak  Sahuri.

Sedangkan Aku sekamar dengan Mbah Aminah,Mbah Syamsiah, ibukku mbok Yaumi dan Bu Ulik, oh tadi kamarku sebenarnya untuk 5 orang tapi karena Mbah markini yang jatah kamarnya dengan kelompok lain yang tidak begitu akrap dan tetap minta sekamar dengan kami jadilah kita ber enam dan Bu ulik ngalah tidak tidur di dipan 
Dan malamnya jus  saya bagikan. Bah - Mbah itu tak kasih sambil ngomong" Iki mau lek mu olih ko ngendi, mau susu, Iki jus ? Saya jawab " saking sderek engkang kerjo teng masjid Nabawi. 

Sambil minum jus buah Mbah markini berkomentar, " Awakmu kok Yo duwe kenalan neng kene? kok Yo apik an temen, padahal Sik dekwingi sore Kito teko Madinah."
Saya jawab Alhamdulillah mbok, Kulo dipertemukan Alloh kalih sederek tanggi teng trenceng engkang pun dangu kerjo teng mriki, dan sebelum berangkat haji kita pun sambung komunikasi walaupun belum pernah ketemu.Oh ngih Bu Marati kintun salam Dateng jenengan sedoyo, Mugi sdoyo ibadah hajinipun lancar dan mabrur, amiin.
Matursuwun Bu Mar ati atas semuanya.

SAYUR  KANGKUNG MADINAH.
dok.11 Juli 2024
Kegiatan kita di Madinah jam 03.00 waktu Madinah kita sudah berangkat ke masjid Nabawi , kalau berangkatnya lebih awal biasanya sholatnya bisa dapat tempat di dalam masjid, dan bila lampu besar didekat pintu masjid sudah merah berarti di dalam sudah penuh.maka kita sholatnya di luar dengan atap payung yang bisa dibuka tutup.

Sesampai di masjid  kita bisa sholat malam dilanjut amalan lainnya sambil menunggu sholat subuh. Setelah solat subuh  biasanya kita tidak langsung pulang untuk menghindari keramaian jamaah yang pulang bersamaan.

Jam 06.00 jatah sarapan dari hotel biasanya sudah ada.Ketua regu mengambil dalam bentuk kemasan kotak dan juga ada buahnya.

Setelah sarapan saya mandi dan bersiap-siap untuk memenuhi janjian disuruh menemui Bu Hj.Marati  jam ,07.30 dipintu gerbang 316 ,saya bersama suami.

Sambil menunggu kedatangan Bu Hj Marati saya mengunjungi masjid Ali bin Abi Tholib dan didepan masjid inilah para pegawai masjid Masjidil haram diturunkan .
Dan didepan pintu 316 -317 ini dibentangkan bener bener foto Roudhoh, lokasi dalam masjid, imamam dan lain lain untuk foto para jamaah.

Setelah beberapa waktu menunggu maka datanglah beberapa bis yang datang. Dan turunlah Bu Marati  di bis yang paling belakang.Beliau sangat gembira kami sudah ada disitu, dan beliau mengeluarkan dari tasya sambil mengatakan," Bu ini tak buatkan sayur kangkung dengan gorengan ote ote dan tempe goreng untuk tombo kangen masakan rumah"

Masya Alloh Bu penjenengan sudah lelah bekerja masih repot-repot membuatkan makanan untuk kami. Beliau malah menyampaikan" Bu, saya tidak repot dan tolong saya jenengan kasih kesempatan saya untuk ngalap barokah penjenengan -penjengan yang jadi tamunya Alloh di tempat suci ini, dan kita tidak tau kapan lagi kita bisa sama- sama beribadah di tempat suci niki. Jadi tulung mumpung saya masih berkesempatan meluapkan rasa senang saya bertemu jenengan.dan saya doakan lain waktu  bisa kesini lagi untuk umroh atau haji bersama keluarga" Saya jawab Amiin.

Berkali kali saya berteriima kasih dan kami saling berpelukan laksana beliau memeluk anaknya sendiri. Dan beliau minta besuk untuk menemui kesini lagi tapi Kulo matursuwun besuk kita ada acara city tour ke bukit Uhud, kebun kurma, dan masjid qubak .jadi mungkin besuk bisa ketemunya sore. .

Pulanglah kita ke hotel Sidra tempat penginapan kita. Sesampai di kamar hotel sambil kita membawa olih olih, si anggota kamar saya kabari, Mbah Mbah, setelah sekian lama kita tidak menikmati sayur Alhamdulillah ini olih Bu Mar ati kita dimasakkan sayur  kangkung, dan juga ote-ote dan tempe goreng.

Mbah Mbah bilang"Awakmu Ki kok gampang oleh olih panganan ae looo...wah Jan kuangen sayur sayuran.Maklum karena selama ini menu kita hampir tidak ketemu sayuran hijau, biasanya daging, jamur,ayam, patin, dan sebenarnya juga sudah disesuaikan dengan masakan Indonesia tapi ya  karena biasanya kita dirumah sayur berkuah dan disini serba kering dan bagi penggemar pedas memang perlu sambal .
Dan Alhamdulillah dari regu kita Mbah Markini membawa lemper dan uleg kayu, trus ada yang membawa bumbon  dan santan instan. 
Jadi kita bisa buat sambal dan masak bubur juga.

Saya dari rumah mengantisipasi dengan membawa sambal teri, sambal ikan asin, serundeng  pedas dan abon.selain itu kita bawa mie instan.

Alhamdulillah menu kita hari ini sayur hijau. Trimakasih Bu Marati. 

PISANG LOLOS MASUK MASJID.
Dokumen 12-7-2025 Pertemuan siang dengan Bu Marati yang biasanya saya dengan suami ,hari ini saya sendirian.Jam 13.00 saya berangkat dari dari hotel dan seperti biasanya kita melewati taman di halaman Masjid Ghumamah yang juga berdekatan dengan masjid Abu Bakar .

Menurut cerita Masjid Ghumamah in  merupakan masjid yang pertama kali digunakan solat id yang pertama kali.,menaranya lurus dan kelihatan dari kamar hotel kami.Dan masjid Ghumamah ini dekat dengan pintu 310 yang di sampingnya ada tempat untuk mengambil air ZAM ZAM dengan jumlah banyak,bisa dengan curigen, plastik kusus dan lainnya.

 Waktu saya melewati taman di depannya masjid Ghumamah saya melihat kerumunan orang berfoto foto, e ternyata ada jamaah haji dari Indonesia.Maka saya juga turut mendekat berkenalan ,ternyata beliau bernama bapak Winaryo Sutarno,dari kepulauan Riau.

Tak lupa saya minta nomor hp beliau dan saya katakan, Saya tertarik dengan perjalanan bapak bolihkah nanti kita bisa sambung informasinya pak Win. Beliau siap dan setelah foto saya izin karena ada janjian dengan saudara.Tentang perjalanan pak Winarno ini akan saya tulis di bab tersendiri.

Saya melanjutkan perjalanan menuju pintu 316, dan sambil menunggu kepulangan Bu Mar ati saya bergabung dengan para jamaah yang berfoto pada bener bener yang terpasang di samping jalan depan pintu 316. 

Saya melihat para pegawai mulai terlihat keluar dari pintu 316-317 maka saya mendekat dan bertemulah dengan Bu Mar Ati ,saya sampaikan dengan beliau kepulangan saya terbangnya tanggal 17 Juli dan bila mau nitip untuk keluarga saya sampaikan dan sepakat besuk titipan beliau diberikan.kita pagi ketemuan.

MasyaAlloh hari ini beliau membawakan saya juz dalam botol besar dan pisang .berkali kali saya ucapkan terima kasih teriring doa jazakumulloh ahsanal jazas.
Maka karena bis beliau sudah menunggu kita berpisah.

Karena saya sendirian ,maka saya rencana tidak balik ke hotel menunggu sholat ashar.Cuma saya berfikir ini saya membawa makanan dan katanya tidak bolih dibawa masuk ke dalam masjid 
Sebelum masuk pelataran masjid saya memasukkan barang ke tas punggung yang saya bawa seraya dalam hati saya berdo ,"Ya Alloh, pisang dan jus ini diberikan orang tulus yang bekerja di masjid ini, dan hamba sangat ingin untuk sholat di masjid Mu ini ya Alloh , izinkanlah hamba.
Lalu saya berdoa dan memasuki pelataran masjid saya membaca bismillah dan mantap menuju pintu masjid serta dalam hati saya terus berdoa, di depan pintu masjid ada beberapa Askar perempuan yang menjaga dan memeriksa jamaah yang masuk,  saya dengan tenang ikut antrian dan pasrah seandainya tidak bisa masuk ya saya di pelataran tidak apa apa.

Alhamdulillah ya Alloh saya bisa masuk ke dalam masjid ,menangislah saya sendirian karena suatu kebahagian. Tak henti hentinya saya mengucapkan syukur. Dan saya yakin inilah pertolongan Alloh pada saya dan mungkin juga karena ketulusan dari Bu Marati yang menolong saya.

Dan suara para petugas masjid yang mengatur jamaah dengan bahasa Indonesia yang sangat kita rindukan itu saya mendapatkan posisi yang sangat nyaman. 

Diantara aba -aba para Askar yang kita dengar waktu mengatur jamaah, diantaranya,: sana ibuk, terus-terus, penuh -penuh" dan ternyata suara dan aba-aba itu yang terngiang dan kita rindukan.

Saya gunakan waktu sebaik -baiknya, karena tidak setiap saat kita bisa  berkesempatan bisa sholat di dalam masjid Nabawi, Dengan waktu singkat seperti berburu untuk bisa masuk  karena bila lampu diatas pintu sudah warna merah berarti kapasitas yang bisa masuk sudah penuh.

Sementara untuk mencari shof untuk sholat di pelataran yang ada payungnya itu saja juga perlu perjuangan tersendiri  terkait serba serba serbi yang saya alami dalam perjuangan mencari shof akan saya tuliskan tersendiri.

Selesai sholat ashar, saya kembali ke hotel.Saya turunkan tas punggung yang saya gendong dan memang agak berat., Mbah Mbah yang sekamar saya bertanya, " tase kok sajak abot oleh opo maneh Niki?

Sambil kukeluarkan pisang dan juz buah sebotol besar saya cerita kuberi judul pisang masuk masjid. Mbah Mbah menanggapi Masyaalloh , dan sekilas ada kulihat Mbah Aminah dan Mas Syamsiyah terdiam, beliau berdua memang terkendala untuk jalannya jadi memakai kursi roda dan untuk sholatnya ya di kamar hotel, mungkin saat saya cerita pisang masuk masjid beliau ,mikir ya Alloh pisang saja masuk masjid, saya kok belum?

Dan beliau berdua juga pernah didorong dengan kursi rodanya olih pak H.Isrok dan pak H.Darto. ke Masjid Nabawi.Saya sebenarnya juga kasihan dengan beliau tapi saya tidak kuat karena beliau berdua orangnya tinggi besar.selain itu saya mendampingi ibuk saya yang juga sudah tua.

TERTUKAR TAPI YA ADA BENARNYA

Pada saat pertemuan saya dengan Bu Hj Marati yang membawakan barang yang akan dititipkan untuk anaknya Kami juga dimasakkan  dalam wadah steroform dan dimasukkan kedalam tas. 

Beliau pesan "Bu ini saya titip barang untuk anak saya dan ini ada lauk untuk rombongan jenengan". Saya jawab " inggih buk, nanti saya sampaikan dan terimakasih, penjenengan kok terus terusan memberikan makanan untuk kami.
Jawaban beliau," Mumpung bisa ketemu tamu Alloh yang juga saudara".

Dan sesampai di hotel si embah embah  agaknya hapal dengan tas yang saya bawa. Maka saya sampaikan ini ada lauk ayam dari Bu Marati, dan memang diatas steroform tertulis ayam goreng, bertumpuk 4. Dan saya matur ini ada empat BOK, yang 2 saya bagi ke teman yang lain gih? rombongan menjawab "iya"
Maka langsung lah saya bawa 2 bok itu. yana 1 saya antar ke kamar petugas kesehatan, ada Bu dr Ema, Bu Yeni dan Bu Sulis.dan satunya saya antar ke kamar mutiwif kita, Gus Syamsul,Gus bagus dan pak H.Darto.

Nah waktu makan malam , salah satu rombongan Bu Ulik membuka dua  kotak sterofomitu kok langsung mengucapkan ,"Alhamdulillah kok benar." 

Dengan kalimat itu saya penasaran maka saya mendekati temanku itu, dan bertanya, ada apa? Sambil tersenyum temanku menunjukkan, ...sambil berkata tadi yang kau berikan Jan benar karena yang ini dua duanya  bagian nasi dan yang tadi bagian lauk.

Alhamdulillah berarti sudah benar dan tidak tertukar ,coba andai yang pas kita berikan orang lain  itu nasi kita kan malu.
Maka kita tertawa bersama, ya itu Rizki kita. Untung kita masih bisa berbagi.

Saya merasa sangat bersyukur Alloh mempertemukan saya dengan orang orang baik .



















Senin, 24 November 2025

SELAMAT HARI GURU TAHUN 2025

SELAMAT HARI GURU 2025 DARI MI MAFATIHUL ULUM BALESONO
Guru dan tendik MI Mafatihul Ulum Balesono.
Tema hari guru tahun 2025 di Kementerian Agama adalah "Merawat Semesta Dengan Cinta", Disini menyiratkan peran guru yang sangat luar biasa pentingnya.

Guru tidak hanya berperan untuk mentransfer pengetahuan tetapi pembentukan karakter,akhlak serta Budi pekerti. Guru tidak cuma pengajar tetapi skaligus pendidik.

Pentingnya keberadaan guru yang tidak bisa digantikan adalah Uswatun hasanah atau keteladanannya. Mungkin kalau segi materi bisa diakses dari mana saja, bisa dari media, dari alam, dari lingkungan atau sumber lain.

Karena pentingnya peran Uswatun Hasanah dari guru atau pendidik dalam pembentukan karakter maka kita sebagai guru hendaknya juga berusaha untuk selalu introspeksi , meningkatkan kualitas diri baik dari segi penguasaan materi dan yang terpenting dalam peningkatan kita untuk mertaqorrub dan penghambaan diri kepada Ilahi Robbi.
Guru dalam mengemban amanahnya harus didasari rasa cinta, cinta dengan profesinya, cinta dengan ilmunya, dan cinta dengan para peserta didiknya.

Dari rasa cinta ini akan menumbuhkan suatu ketulusan, keiklasan dan ruh perjuangan yang didasari pada suatu wujud penghambaan dan peran sebagai Kholifah di bumi untuk menuju Rohmatal lil alamiin.Sehingga dalam melaksanakan tugas dengan berkesadaran diri, profesional dan bertanggung jawab tanpa tekanan.

Peran lembaga Pendidikan untuk menyiapkan generasi emas bukanlah hal yang mudah, suatu kerjasama dan kebersamaan dengan semua fihak, dalam mewujudkan visi misi adalah suatu keharusan.

Suatu kenyamanan, kerukunan, keamanan dalam hubungan sosial serta kondisi lingkungan madrasah yang rapi, bersih, tertata juga sangat dibutuhkan.

Dengan terciptanya hubungan yang sehat dan nyaman dari semua unsur di madrasah baik kepala madrasah, guru,yayasan ,komite,siswa, wali murid dan masyarakat, maka akan tercipta suatu kebersamaan yang menerapkan slogan " berat sama dipikul ,ringan sama dijinjing".

Maka dalam rangka menguatkan motifasi para guru dan tenaga kependidikan di MI Mafatihul Ulum Balesono, pada hari guru tahun 2025 memberikan Apresiasi dan penghargaan dengan berbagai kriteria diberikan kepada:

Guru dengan masa pengabdian terlama (34 tahun) diemban olih ibu Siti Masrurotin SPd.I  Ibu Lailatul Muhibbah,S.Pd. masa Pengabdian 15 tahun.

Guru  skaligus tenaga kependidikan yang berdedikasi tinggi diberikan kepada bapak Nanda Bhekti Pangestu.S.Pd

Guru Inspiratif, diberikan kepada ibu Devi Wahyuni,S.Pd.I 

Guru Kreatif diberikan kepada: Ibu Risma Nurfatwa,S.Pd.

Guru Inofatif diberikan kepada 
Ibu Afriana Fatmawati,S.Pd dan Ibu Kamilatul Kulasoh ,S.Pd, dan

penghargaan terindah kami sematkan ibu pengajar tahfidz ibu Nyai Rina Hidayati.

Pemberian penghargaan yang kami lakukan dengan tujuan sebagai tanda penghormatan dan ungkapan rasa terimakasih dari lembaga atas segala pengabdian dan ketulusan beliau dalam membimbing para santri di madrasah kami.
Saya sangat terharu saat  menyampaikan  map kepada para bapak ibu ,saya menyaksikan beliau tampak berkaca kaca, dalam pelukan beliau berucap lirih dan bergetar " matursuwun-matursuwun Bu " dan yang saya rasakan lebih kuat adalah saat saya mengucapkan selamat untuk Bu Siti Masrurotin yang sudah mengabdi selama 34 tahun. 

Masyaalloh, walaupun dengan hal yang sederhana menurut saya pemberian apresiasi itu sangat perlu sebagai wujud kepedulian dan penghargaan kita kepada beliau beliau. Ini memang sebagai kejutan yang saya sampaikan pada upacara hari guru tahun 2025 tanpa beliau tau sebelumnya.

Kami sadar tidak mampu memberi imbalan yang setara dari segala sumbangsih beliau.Tapi dengan apresiasi ini akan memperkuat rasa cinta,kekeluargaan dan kenyamanan dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik.
Dalam kurun waktu 5 tahun terakir Alhamdulillah  ada 3 guru yang katut PNS dan 1 P3K yaitu ; Bu RIA IKE SUMINAR, SOd.I,  jadi guru PAI di Wonotirto Blitar, Bu UMI HAJAR HUSNIATUZ ZAHROK,S.Pd diterima jadi guru kls di Kabupaten Ponorogo, sedangkan Pak MIFTAHUN NIAM,S.Pd , diterima P3K di SD Brumbun kec Tanggung Gunung .

Saya bersyukur banyak guru dari madrasah kita tertata nasibnya menjadi PNS dan P3 K, tetapi saya berharap guru guru yang masih Istiqomah berjuang di madrasah kami juga akan menjadi ASN atau P3K dan penempatannya di madrasah asal, sehingga madrasah tidak terkendala.

Dengan suasana nyaman insyaalloh tumbuh ikatan kuat dan ketulusan dalam membimbing anak didik kami.Dengan terpautnya ikatan batin ini insyaalloh kami para guru akan selalu terbawa dalam ingatan siswa kami dan lantunan doa tulus dari bubur bibir mungil dan tengadah tangan dari jari jari kecilnya.

Demikian pula saya mengajak kepada para guru untuk saling menyambung doa dan mendoakan para murid dan alumni dari madrasah kita, semoga selalu dalam penjagaan dan penataan Alloh Yang Maha Kuasa.

Tak ketinggalan kami juga mengapresiasi kepada murid kami yang sangat berprestasi dan mengibarkan madrasah kami MI Mafatihul Ulum Balesono yang selama tahun 2025 telah memperoleh prestasi tingkat kecamatan, kabupaten provinsi dan Nasional. Diantara siswa berprestasi tersebut adalah :
1. ZAKIYATUL ULYA Z dengan prestasi terbanyak tahun ini bidang catur tingkat Nasional ada 2,tingkat provinsi ada 4 tingkat Kabupaten ada 7 kejuaraan.

2.ZAINIA SALWA  bidang melukis   mendapat 1 juara kabupaten dan 2 kekejuaraan tingkat kecamatan.

3.RENO NUR ARDIANSYAH. Bidang menyanyi mendapatkan juara 1 dan harapan 3 tingkat kecamatan

4.   MUHAMMAD FAZA ALVIN RAMADHANI juara 1 Tolak Peluru putra TK kecamatan

5.MUHAMMAD ARFA ZULFATAN , Juara 3 bidang puisi tingkat kecamatan.

6. SYAFEA ELSA AULIA bidang lompat jauh putri mendapat 2 kejuaraan tingkat kecamatan.

7.MUHAMMAD NAUFAL AZIZI  juara harapan 3 bidang pildacil bahasa Indonesia putra.

8.MUHAMMAD BAHRUL ULUM juara harapan 3 MTQ  tingkat kecamatan.

9.AFICA NADIN AZZAHRA juara harapan  2 tolak peluru putri.

Trimakasih kepada semua siswa   guru dan wali murid MI Mafatihul Ulum Balesono atas semua usaha dan kerjasamanya .Semoga kedepannya Madrasah kita dapat lebih berkualitas.
Untuk semua bapak ibu guru di Indonesia saya ucapkan SELAMAT HARI GURU,semoga kita semua senantiasa dalam tuntunan dan bimbingan Alloh SWT.Amiin.
Beberapa siswa yang berprestasi berfoto bersama dengan tim penilai lomba inovasi,tata kelola dan kebersihan madrasah kab Tulungagung tahun 2025.( ibu Hj.Nuruyah M.Pd.I, bapak Dr.H.Asrori Musthofa,M.Ag, Bapak H. Muhammad Yusuf M.Pd.)

Pak Bekti guru Handalan dan paling cakep, karena yang lain kaum hawa.

kebersamaan dan keseruan kluarga RA dan MI Mafatihul Ulum Balesono.



Kamis, 18 September 2025

tentang muridku


FOTO AL HARI INI
Tentang muridku yang lucu.
https://www.facebook.com/share/p/14KDQ2CfVRr/

Jumat, 04 Juli 2025

PAMIT MONDOK

dok mas Ferdy lulus kls 6 MI Mafatihul ulum Balesono 2025

Hari ini Jumat tanggal 4 Juli 2025 jam 14.30 saya membuka WA ternyata ada pesan masuk dari murid muridku MI Mafatihul ulum Balesono lulusan tahun 2025 ini yang akan melanjutkan ke Pondok dan MTS Darul Falah Bendiljati Wetan kecamatan Sumbergempol Tulungagung.

Nanda Ferdy Ranuansyah menelepun tapi saya tidak tau sehingga mengirim Wa dalam WAnya menuliskan "Assalamualaikum Bu, Kulo nyuwun pamit gih, Bade bidal mondok lan Kulo nyuwun doa restunipun Mugi Mugi kerasan , pikantuk ilmu manfaat barokah"

Pesan pada WA ini buat saya adalah suatu kalimat istimewa yang merupakan suatu ungkapan tulus dari seorang santri di madrasah saya yang kini akan melanjutkan pendidikannya di MTS dan sekaligus mondok.

Sambil membaca pesan ini saya sangat terharu ,sekaligus trenyuh hati saya dan tak terasa air matapun menetes.Tetesan air mata ini bukan karena sedih tapi suatu kebahagiaan sekaligus bangga terhadap murid muridku yang kuanggap seperti anak ini.

Saya bersyukur mereka mengedepankan adap untuk berangkat mondok dengan berpamitan dan mohon doa restu pada guru- gurunya.ini buat saya luar biasa.

Dan Nanda Yoga Prasetyo ternyata juga kirim WA begini"Assalamualaikum Bu, Niki Kulo Yoga, Kulo nyuwun pandonganipun Niki Bade bidal Dateng pondok"

Hari ini yang berangkat ke pondok Darul Falah ada 3 santri yaitu Nanda Ferdy, Yoga dan Rangga.

Setelah saya baca WA tersebut saya langsung tilpun Ferdy ternyata sekarang posisi sudah sampai di pondok diantar olih ayah, ibu, dan bah putrinya.

Selain berbicara dengan mas Ferdy untuk menyampaikan ucapan selamat memasuki pondok pesantren dan bersekolah di MTS Darul Falah ,semoga cepat kersane dan tata niat untuk tolabul Ilmi ,menghilangkan kebodohan dan memohon kepada Alloh semoga mendapatkan ilmu yang manfaat barokah. Ferdy menjawab dengan boso kromo yang halus, memang anak ini pandai berbahasa kromo Inggil ,dia menjawab " enggih Bu nyuwun doanipun gih Bu ,Mugi Kulo krasan ilmu Kulo manfaat barokah.kulo gih nyuwun pangapunten gih buk!".

saya sempat berbincang dengan ibunya, diujung telephon di ibu terdengar suara bergetar menahan tangis.Saya ta pasti ibunya masih berat untuk melepas di pondok, karena sejak kecil itu mas Ferdy perlu perhatian khusus , dia sangat penurut, sopan dan mungkin baru kali ini dia akan jauh dengan orang tuanya.

Saya masih ingat sejak masih RA yang ngantar jemput sekolah Mbah putrinya, dia datang paling awal dan langsung mencari saya dulu untuk besalaman.dan bila saya tidak ada besuknya pasti ditanya.saat itu dia belum bisa kromo Inggil, tapi dengan bahasa indonesia.dan mulai kelas 4 sudah pintar dengan bahasa Jawa halus yang disebuty kromo Inggil 

Dan yang tetap saya ingat mas ferdy ini anaknya sangat disiplin jujur, tulus dan sangat sopan .

Dia setiap hari tanpa disuruh begitu datang di madrasah langsung bersalaman dan menyapa bapak ibu gurunya,bersih bersih, ada sampah dibuang, dan selalu matursuwun " Bu ada yang bisa saya bantu".

Dan pada saat saya tanya" Mas Ferdi kalau di rumah malam Jumat kebiasaannya apa? dia cerita " setelah jamaah magrib Kulo membaca Yasin dan tahlil buk, tapi adik Kulo biasane ganggu.gih Kulo sanjangi , dik ! kakak ngaji Ndak pareng dirusuhi.dalam bercerita ini dengan antusias dan sangat luwes.

Sungguh perkembangan mas Ferdy ini luar biasa, saat kelas 1 dia belum lancar berbicara sehingga rutin terapi.orangtuanya dan Mbah putrinya sangat perhatian.dan bahkan sampai kelas 6 selalu diantar jemput. 

Saat kelas 1 orangtuanya membangun rumah di desa pagersari yang kira kira dengan madrasahku sekitar 5 km tapi dia sekolahnya tidak mau dipindah. bah putrinya di desa Selorjo yang begitu telaten mendampingi dan antar jemput cucu tercinta.

Karena kepribadiannya yang tulus dan berakhlaqul Karimah maka saat hari guru tahun 2024 Nanda Ferdy kita nobatkan sebagai murid teladan.
dan pada akhir kelas 6 ini di madrasah kami ada ujian praktek tahfidz juz 30 dan ditambah hafalan surat Yasin dan Waqiah serta dan mas Ferdy dapat peringkat 2.

dan dibawah ini adalah sosok anak Lanang yang berperawakan tinggi besar yang bernama Yoga Prasetyo. 

Yoga ini juga muridku yang unik, sejak kecil memang berperawakan tinggi besar, tetapi dia dulu cengeng mudah menangis, 
dia tipe berbeda dengan temannya, dia anaknya agak usil tapi sangat peduli teman.tapi yoga ini juga sangat peduli teman dan gurunya. dan kadang juga menjengkelkan, ya namanya anak.
Dan Alhamdulillah dari 4 murid kls 6 yang laki laki semua mondok.
Ferdi yoga dan Rangga mondok di PP Darul Falah Trenceng sedangkan Fahli mondok di pondoknya Kh Agus Muadzin Blitar.

tadi nanda yoga ini juga pamit saya untuk berangkat ke pondok.dalam WA nya menulis
." Assalamualaikum Bu, Niki Kulo Yoga, Kulo nyuwun pandonganipun Niki Bade bidal Dateng pondok"

Saya trenyuh membacanya semoga anak anakku yang tolabul Ilmi dipondok semuanya krasan dan dapat ilmu yang manfaat barokah.Amiin.

dan untuk para orang tua mari kita ikhlaskan dan kita dukung putra putri kita untuk tolabul Ilmi semoga Rizky bapak ibu dilancarkan Alloh sehingga dapat turut menyokong kelancaran bibinaunputro Kito.
Saya tau bagaimana berat kita melepas anak kita kepondok,Nyang biasanya selalu nglendot dan dalam pelukan kita.Tapi ini harus kita lalui demi masa depan mereka.
Mas Yoga

Yang ini anak ganang nama ya Rangga
ini juga murid spesial, dia OLIH teman temannya dipanggil camat, saya kurang tau asal muasal pemanggilan itu.

 Rangga ini ya bolo plek dengan yoga keseruan dan kejahilannya setingkat.bahkan ini mondokpun juga sama dan saya dapat info tadi dipondok juga minta di kamar yang sama dengan teman temanya 3 serangkai.yoga Ferdi, Rangga.

Rangga ini anaknya juga unik dan agak punya rasa males dan perlu terus disuport.Dua itu ciri khasnya kalo berkopyah pasti jambulnya di keluarkan.kalau begitu kopyahnya selalu dipegang.
ini Nanda Rangga.