PERGANTIAN KUSWAH KAKBAH
Foto haji 29024
Kiswah Kakbah akan diganti setiap malam tanggal 1 Muharrom.Dan saya sungguh merasa sangat beruntung bisa menyaksikan prosesi pergantian kiswah dalam posisi melaksanakan ibadah haji 2024.
Saya bersama suami dan ibuk saya masuk jamaah haji gelombang Ii kloter 91.Jadi kami langsung mendarat di bandara king Abdul Aziz Makkah tepatnya 9 hari sebelum puncak ibadah haji, Saat itu Makkah sudah semakin padat ,karena para. jamaah yang sudah dari Madinah sudah bergeser ke Mekkah.
Kami menempati hotel BILAL di kawasan Misfalah. Jarak dengan Masjidil haram sekitar 3 km.dan tinggal jalan lurus kita sudah sampai Masjidil haram.
Jamaah dari kloter 91 menempati dua hotel yaitu Billal hotel dan hotel Wedam .yang berdekatan,kebetulan saya dilantai 11 hotel Billal.
Saya menempati kamar 311 berusi 5 orang yaitu: ibu Yaumi( ibu saya) Mbah Kanah dari Winong Kalidawir, Mbok Romelah dari Domasan, Saya dan mbak Zahrotul Muslihah ( sering kupanggil mbak Ulik yang merupakan teman sekolah saya sejak MTS,dan PGA dan seolah jadi saudara, bahkan memang sejak daftar haji kami bersama, di KBIH sama dan di Rombongan dan regu yang sama.
Dalam satu rombongan itu ada 40 jamaah yang terbagi menjadi 4 regu, dan regu kami ada 10 orang yang diketuai pak Mohammad Isrok suaminya Bu Ulik.
Anggota regu saya diantaranya : Pak Mohammad Isro' ,mbak Ulik,Saya, mas Kobir suami saya, mbok Yaumi /ibuk saya, Mbah Matal,mbok Markini /istrinya Mbah Matal, Mbah Jumari, Mbah Aminah dan Mbah Syamsiah.
Jadi yang tergolong muda ada 4 orang, yang dua Resti dan berkursi roda yaitu mbok Aminah dan Mbok Syamsiah yang keduanya dalam pendampingan pak Isrok dan istrinya. sedang saya dan suami dapat tugas mendampingi 4 orang yang sudah tua bahkan Mbah Jumari dan Mbah Matal tergolong lansia Tapi Alhamdulillah beliau berempat termasuk ibuk saya tergolong sehat dan fisiknya kuat.
Dan karena kami sekamar dengan mbok Kanah dan mbok Romelah yang notabene dalam pembagian regu yang beda tetapi beliau tetap bersama kami, bahkan mbok Markini sampai di Madinah minta sekamar dengan saya.
Dan waktu 1 Muharrom 1446 bertepatan dengan malam Ahad tanggal 7 Juli 2024 merupakan momen pergantian kiswah Kakbah yang prosesinya mulai Sabtu siang ditayangkan langsung di TV, dan kondisi di Masjidil haram selalu dapat kita ikuti lewat layar tv di masing masing kamar.
Seperti biasanya rombongan kami hampir setiap malam setelah jama'ah magrib di hotel bersiap siap untuk melaksanakan umroh Sunnah para bapak mengenakan kain ihrom, setelah siap mengambil miqot di Tan ima.Demikian pula pada malam 1 Muharrom ini, kebetulan saat itu saya dan mbok Romelah tidak ikut umroh Jadi kami berdua dapat menyimak prosesi pergantian Kakbah lewat siaran langsung di televisi.
Masyaalloh begitu banyak orang yang terlibat dalam penggantian kiswah ini, dimulai dari pengusungan kiswah Ka'bah yang digulung dan diusung dengan banyak petugas.dengan dilengkapi peralatan canggih seperti tangga berjalan, kita juga melihat banyak orang yang naik diatas Kakbah yang ternyata diatas Kakbah itu orang yang berdiri terlihat sepertiga badannya tampak seperti didalam kotak atau cekungan ,sehingga benar diatas Kakbah ada talang emas yang mana waktu hujan akan mengalirkan air dari atas Kakbah.
Masyaalloh sungguh sangat canggih alat yang digunakan dengan cara kerja yang sangat profesional, begitu kompak saat menarik kiswah yang tentunya sangat berat. dan yang saya lihat itu setelah kiswah yang atas terpasang maka kiswah lama ditarik kebawah.
Kiswah Kakbah ini bila sudah masuk pelaksanaan ibadah haji maka yang bawah akan digulung keatas kira kira hampir setengah tinggi dinding Kakbah, sehingga waktu towaf dan bila bisa mendekat dinding Kakbah maka kita bisa memegang dinding Kakbah secara langsung ,yang bentuk batunya persegi panjang seperti batako di daerah kita.
Prosesi pemasangan kiswah Kakbah ini sangat lama ,persiapan mulai siang dan sampai tengah malam belum selesai.
Karena dua hari lagi tepatnya hari Selasa tanggal 9 Juli kami akan bergeser ke Madinah, selain saya menyimak prosesi ganti kiswah,saya juga sambil menata barang terutama saya mikir ya Alloh dengan cara gimana ya nanti saya bisa membawa ZAM ZAM pulang.
Karena melihat saya tampak sibuk mbok Romlah ,muring murid, " hai hai itu Lo simak en kiswahnya Kakbah mumpung kita diberi kesempatan melihat. gih mbok, oh ya mbok ,ini jamah yang umroh kok belum pulang ya?
Biasanya kita berangkat ambil miqot ke Tanim setelah magrib nanti sampai Masjidil haram pas jamaah Isyak walaupun kita kadang sudah masbuk, trus towaf sai yang kira kira 3 jam sudah selesai dan skitar jam 23 atau jam 24 sampai hotel, ini hampir jam 1 kok belum pulang.
Sesuai tayangan kita mencoba menganalisis ,dan saling berpendapat, mbok rim mengatakan i" itu Lo disekitar Kakbah dipasang pagar pembataskira kira jarak 4 meteran, paling Yo towape Soyo adoh.
Saya menyahut" itu Lo mbok kayaknya di pelataran Kakbah dipenuhi petugas berseragam yang selain petugas ya banyak Askar yang menjaga ketat, dan itu alat berat seperti tangga yang membawa orang orang menata kiswah, masyaalloh luar biasa.
Tak terasa kami terharu dan menangis bersama berpelukan ,sedari memanjatkan doa dan luapan rasa terimakasih mendapat kesempatan untuk bisa badah di tempat suci ini.
Mbok Romlah juga berkata, " ini kira kira yang umroh itu tidak bisa menyaksikan prosesi ini Yo? Aku menimpali ,nopo malah kinten kinta towaf dilantai atas gih? mbok rom menyambung, la lek nek lantai atas mubengi towaf lak Yo Soyo adoh , makane dung mulih mulih.
Saya juga mikir Mbah Mbah sepuh termasuk ibuk saya dan mah Kanah yang jalannya agak agak ada kendala, sambil terus sayamikir urusan strategi membawa ZAM ZAM yang sudah saya kumpulkan dari setiap umroh saya selalu membawa beberapa botol kosong untuk diisi zam- ZAM, sehingga ya terkumpul agak lumayan banyak bahkan Mbah Mbah itu menyebut saya pemburu air zam zam.
Melihat saya tampak tetap sibuk mbok Romlah bertanya, " la Iyo sesuk Ki piye Yo carane kita bisa bawa ZAM ZAM pulang ketanah air?
Saya menimpali pembicaraan, mbok sejak di rumah saya berdoa dan memohon Ya Alloh mohon nanti Kulo jenengan ridhoi untuk bisa membawa air zam ZAM pulang, demikian pula saat berdoa disini, Dan saya yakin nanti Alloh pasti memberikan saya untuk lolos membawanya
Disaat saya berdua membahas cara membawa ZAM ZAM terdengar suara para jamaah yang pulang dari umroh Sunnah.
Kusambut mbok mbok yang merupakan sebutan saya kepada para orangtua termasuk ibuk saya.
Setelah masuk kamar menuju kasurnya masing masing ,saya membantu ibuk saya melepas atributnya, diantaranya kalung istimewa dari beberapa kartu identitas yang harus selalu dipakai itupun dobel 3 kartu, belum lagi sleyer ciri khas regu, mbok embok sambil terengah engah tapak payah bercerita.Wah Iki mau towafnya diatas dadi suwi dak mari mari kata ibuk ku. mbok Kanah menambah crita ,sing dekat Kakbah ditutup dadi langsung diarahkan naik lip Munggah Munggah ,dan tak tanya suami katanya di lantai tiga.
Berarti perkiraan saya dan mbok Romlah tadi benar.
Dan seperti biasanya di regu saya kan membawa bekal beras dari rumah dan disini membeli magic com, sehingga sebelum berangkat umroh kita menanak nasi ,begitu pulang kita berkumpul di lorong depan pintu berhadap hadapan dengan kamar mas Kobir,pak Isrok, Mbah Jumari dan pak Sahuri,
Sambil menyantap nasi hangat berlaku sambal teri yang kita bawa dari rumah, para jamaah saling bercerita tentang perjalanan umroh malam ini.
Saya bersyukur ibuk saya yang kata suami tadi ya kelelahan karena semakin jauh tapi sudah kembali ke hotel,semua dengan selamat.
Alhamdulillah tak henti hentinya rasa syukur kami panjatkan ,semoga nanti kita bisa berumroh lagi karena tinggal 2 hari lagi kita pindah ke Madinah.
ada cerita unik berkaitan model model boyongan kita yang barangnya lebih banyak.simak di catatan selanjutnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar