Minggu, 18 April 2021

MARTAPURA KOTA SANTRI DAN ELOK.

masjid Al Karomah Martapura, Kalimantan Selatan. 

Martapura merupakan kota kecamatan sekaligus kota kabupaten Banjar provinsi Kalmatan selatan.Martapura berada 40 km diselah timur kota Banjarmasin yang merupakan ibukota provnsi Kalimantan Selatan.
Saya sangat mengagumi kota ini, dan ini merupakan gambaran yang saya perolih dari suatu kedatangan beberapa kali ke kota tersebut, karena memang Martapura adalah kota dekat rumahnya mertua saya, sekitar 3 km. 

Begitiu datang di Kota Martapura kesan yang saya perolih adalah suatu kota yang sangat indah  islami dan bersih. Tata ktanya juga bagus, di tengah kota kita menemukan masjid yang sangat megah yang bernama Masjid Al Karomah yang merupakan masjid terbesar di Kalimantan Selatan. 

Di depan masjid seberang jalan ada pasar besar yang dilengkapi deretan pertokoan permata dan batuulia serta berbagai suvenir cantik yang mengagumkan yang bersebelahan dengan taman yang sungguh sangat elok, dilengkapi dengan beberapa tugu menjulang tinggi yang artistik melengkapi kesan kewibawaan, keindahan dan keagamisan kota ini.

 Dalam sejarahnya masjid Al Karomah ini dibangun oleh datuk Muhammad Arsyad Al Banjari yang merupakan tokoh besar di Banjar,  dalam pembangunan masjid ini soko gurunya beliau gunakan kayu ulin yang merupakan jenis kayu khas Kalimantan yang sangat kuat atau disebut kayu besi,  

 Kayu ulin iyang digunakan soko guru tu oleh datuk Muhammad Arsyad Al Banjari diambil dari Barito Kalimantan Tengah dan  ke Martapura dengan ditarik dan konon jalan yang pernah dilewati kayu ulin itu menjadi tempat penghasil intan. 

Martapura nuansa islamnya memang sangat kuat, disini orang laki - laki memakai jubah itu suatu hal yang biasa,  mulai anak - anak sampai orang tua. Melihat pemandangan ini serasa afem. Terlebih kalau malam selasa biasanya ada amalan di Roudhoh sekumpul makam Makam Abah guru sekumpul,  tokoh ulama'yang sanfat kharismatik. Mulai senin sore sampai malam di jalan jalan berjejalan para jamaah menuju Roudhoh yang laki -laki mengenakan jubah putih, songkok putih. Suatu pemandangan yang menakjubkan. 

Tepat di depan masjid Al Karomah terdapat taman yang sangat indah dengan bangunan tugu yang cantik menjulang,  di dekat taman terdapat pertokoan intan dan pernak pernik serta suvenir khas Martapura. 

Kebetulan waktu pertama kali saya datang kesini lagi bumingnya batu akik di tanah air kita. Maka disilah pusat intan berlian dan batu permata dari berbagai jenis dan harga yang terendah sampai harga fantastis. Sehingga Martapura merupakan tempat perburuan akik dan berbagai jenis batuan berharga,  dan yang berburu kesini dari seantero wilayah tanah air. 

Selain pertokoan perhiasan di dekat majid ini juga terdapat pasar tradisional yang sangat besar, bahkan kalau kita masuk ke dalam pasar ini kita bisa bingung mencari jalan keluarnya. Terlebih kita pasti akan tertarik dengan berbagai barang khas dan juga jenis jajanan khas martapura. 

saya datang pertama kali ke Martapura  malam jum'at jadi bisa menikmati betapa indahnya kota ini pada malam hari didukung dengan lampu-lampu hias yang menerangi jalan dan taman, sungguh menakjubkan. Petjalanan darat bersama keluarga dari palangkaraya sekitar 9 jam dan sampai di rumah ibuk mertua di desa Kebun Serei kecamatan  dan kabupaten Martapura sekitar jam 23.00 WITA. 

Dan siang harinya kita rencanakan untuk rombongan  orang laki-laki laki jum'atan di masjid ini sedang kita dan saudara yang perempuan menikmati indahnya taman  yang berada di dekat masjid dan berhadapan dengan pertokoan berlian dan berbagai suvenir. 

Ada hal yang membedakan antara Martapura dengan kota-kota lain diantaranya kalau waktunya jumatan dan solat lima waktu maka semua prises jual beli ditinggal untuk melaksanakan solat. 
dan di dekat pasar bangunan monumen dengan tulisan ayat alquran yang artinya dihalalkan jual beli dan diharamkan riba. 

Tugu monumen yang dibangun di dekat pasar sebagai pengingat. 

Dan pada setiap hai jumat para polisi dan semua pegawai dalam melaksanakan tugasnya mengenakan kopyah putih sekaligus untuk melaksanakan solat jumah,  Dan bagi penduduk sini mayoritas mengenakan jubah dan kopyah berwarna putih mulai anak anak sampai orangtua. 

Dan masjid Al Karomah ini bisa menampung ribuan jamaah  dan tempat parkir yang sangat luas dan tertata rapi. 
Dan posisi padar sebagai pusat perekonomian warga tepat diseberang jalan dari masjid, yang pasarnya sangat luas dan buka setiap hari. 

Setelah orang laki laki selesai solat jum'at giliran kita-kita yang perempuan  ke masjid Al Karomah,begitu sampai di depan gerbangpun kita sudah takjub, terlebih memasuki halaman dan dalam madjid,  subhanalloh megah indah dan cukup bersejarah. 

Kita tak  melewatkan semua keindahan disini dengan foto dan fidio sebagai dokumentasi. Oleh saudaraku kita diberi penjelasan tentang masjid berdejarah ini  diantaranys bangunan aslinya,  soko guru yang asli dari kayu ulin yang dibangun pertama kali yang berumur ratusan tahun yang lalu,  

Kita juga ditunjukkan tempa timbar yang terbuat dari kayu yang agak tinggi dan ada tangganya dan itu juga masih asli,  tak lupa kita juga ditunjukkan sumur yang asli. Subhanalloh benar - suatu masjid yang luar biasa. 
 mimbar panggung ymasjid Al karomah Martapura ang masih asli

Konon nasjid ini selain tempat untuk beribadah dulunya juga srbagai tempat menyusun strategi dan benteng  pertahanan pada zaman penjajahan Belanda. 

Dan sangat disayangkan bahwa pusat kerajaan Banjar yang berada di tanah keraton itu dibakar oleh Belanda sehingga seolah tidak ada bekas bangunan karena bangunannya dulu terbuat dari kayu. 

Dan saya pernah diajak untuk berziaroh ke tanah keraton ini, disi terdapat makam orang tua dari tokoh ulama'besar pengembang agama islam di Kalimantan beliau dikenal dengan sebutan Abah Guru Sekumpul atau Guru Ije dan sebenarnya nama asli beliau Ahmad Jailani Goni yang domisili dan makam beliau di Sekumpul. Dan berziaroh ke makam guru sekumpul adalah hal rutin yang kita lakukan bila kita ke Martapura. 

Sungguh suatu kebahagiaan dan saya anggap suatu keberkahan tersendiri Martapura jadi tempat mudik atau kampung kedua keluarga kami karena fisinilah domisili mertua dan para saudara. yang luar biasa.

Tulisan ini saya buat untuk melengkapi dan mengabadikan kesan erjalanku di Martapura. Kalau dokumentasi foto dan fidio mungkin hanya saya dan rombongan yang kesana yang bisa menikmati  tapi dengan tulisan semoga dapat juga dibaca dan dinikmati oleh siapa saja terutama keluarga besarku. 

Aku cinta keluaga besarku di Kalimantan aku cinta kota Martapura dan akupun tetap berharap untuk bisa silaturrohim ke orangtua, sanak saudara sekaligus ziaroh dan menikmati keindahan kota martapira. 

Memo kunjunganku 2013. 2016 dan 2019

Trenceng,  17-4-2021

Tidak ada komentar:

Posting Komentar