Senin, 19 April 2021

PERAN ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN BAKAT ANAK.

Dok foto bersama nanda Jihan dan Nizam bersama orangtua dan pak Nur selaku pembimbingnya dalam perekaman lomba pildacil secara virtual. 

Orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam mengembangkan bakat dan minat anak, terutama pada masa pembelajaran dari rumah seperti saat ini. 

Bakat anak tidak serta merta jadi, tapi harus dipupuk dan terus dikembangkan. Tanpa ada upaya pembinaan dan pengembangan maka potensi besar yang ada pada anak tidak bisa berkembang. Ibarat suatu tanaman perlu pengolahan dan pemeliharaan. 

Sinergi pengembangan bakat dan minat anak akan lebih optimal manakala ada kerjasama yang bagus antara orang tua anak dan gurunya. Apabila dari ketiganya tidak imbang atau kurang kepeduliannya maka hasilnya juga tidak maksimal. 

Dalam rangka pelaksanaan lomba PILDACIL yang diselenggarakan oleh KELOMPOK KERJA GURU MI (KKG MI)  kecamatan Ngunut Tulungagung secara virtual,  maka perwakilan siswa dari MI mafatihul Ulum Balesono, kita  persiapkan. 

Persiapan yang kita lakukan dengan memilih siswa yang memiliki bibit atau kemampuan dibidangnya dan tak lupa adalah koordinasi dengan orangtuanya. Kami sampaikan bahwa putra putri bapak ibu memiliki bibit atau bakat positif dalam  berpidato sebagai upaya untuk mengembangkan ilmu dan sarana berdakwah. Maka potensi ini harus bersama sama kita pupuk dan kembangkan. ,Siapkah bapak ibu mengantar dan mendampingi putra putrinya waktu latihan? Dari hasil koordinasi dengan anak orangtua dan guru sudah ada kesepakatan dan dari orang tua sangat mendukung dan siap mendampingi. 

Alhamdulillah selama latihan yang juga saya mengikuti sekaligus mengajak si putri kecil agar dia mengenal dan muncul minatnya saya menyaksikan antusias orangtua yang menyadari bahwa putra putrinya memiliki kemampuan ini menimbulkan semangat tersendiri bagi anak yang belajar. 

Terlebih pada masa pandemi covid seperti saat ini, yang serba ada keterbatasan dalam pembinaan, yang lebih besar adalah waktu kebersamaan dengan orangtua. Karena itu kita minta orang tua untuk mengikuti proses latihan, jadi yang belajar anak dan orang tuanya. 

Dengan orangtua yang turut mendampingi saat anak mendapat pembinaan maka ternyata kemampuan dan penguasaan anak lebih cepat dan menjadi motifasi tersendiri bagi abak. 

Dibalik saya memantau perkembangan anak,  saya juga memperhatikan perbandingan hasil dari model pendampingan orangtuanya. 

Dengan strategi,  pengarahan dari guru pembina yang bersinergi dengan orangtua serta Alhamdulillah proses latihan bisa memperlihatkan hasilnya. 

Hasil buat saya bukan semata mata nanti dilihat dari urutan kejuaraan dan tropi yang dibawa  tetapi melihat anak dan orangtuanya menyadari dan bersemangat dalam mengasah potensinya adalah suatu hal sangat pantas untuk diapresiasi. Menghargai dan menikmati proses sangat betmakna..

Hal penting yang perlu kita tanamkan kepada anak adalah suatu tanggungjawab atas amanah yang mereka terima, kemudian memaksimalkan usaha dalam mengemban tugas dan amanah itu akirnya mau dan mampu melaksanakan tugas dengan  memaksimalkan usahanya adalah suatu kepuasan dan penghargaan yang pantas mereka terima. Untuk suatu kejuaraan dan tropy adalah suatu bonus dari kerja kerasnya. 

Hal lain yang perlu kita tanamkan kepada anak adalah bersiap mental menerima semua hasil yang sudah diusahakan. Jangan  berbangga yang berlebihan manakala mendapat suatu kemenangan dan jangan menyerah bila belum mendapatkan hasil sesuai yang diharapkan. Yang terpenting tetap mau belajat dan berproses. 

Setelah upaya persiapan dan pembinaan dilakukan, tibalah waktu untuk perekaman vidio yang akan dikirim,  karena lomba kita secara virtual. 

Suatu kesepakatan antara guru, siswa orangtua dan yang merekam telah kita ambil,  yaitu berlokasi di majid Al Mustofa yang selokasi dengan madrasah kita. 

Alhamdulillah saat ditunggu tiba Nanda JIHAN SYAKINA siswi kels 3 dan nandan MUHAMMAD NAZRIL NIZAM siswa kelas 4 MI Mafatihul Ulum Balesono bersama orang tuanya yang begitu setia mendampingi dari proses belajar sampai saat perekaman ini kelihatan siap untuk menampilkan usahanya. 

Mental adalah memang modal penting yang harus ditanamkan, tidak jarang dalam suatu lomba yang secara materi sudah dikuasai tetapi secara mental kurang siap maka akan mempengaruhi hasilnya. 

Nah dalam proses perekaman ini juga tidak sekaligus langsung jadi, tapi juga ada pengulangan, pada awalnya sudah bagus e... Sudah di alenia terakur ada yang kurang pas maka harus diulang. 

Dalam proses perekaman ini selain dari anaknya yang tak lepas dari pengamatan saya  adalah ekspresi dan ketegangan dari orang tuanya. Ternyata tanpa disadari orangtuanya juga turut haoal dan mengekspresikan kalimat yang dilantunkan walau tidak sampai mengeluarkan suaranya. 

Keberadaan guru pembimbing yang mendampingi dan orangtua selalu memotifasi adalah energi yang meningkatkan percaya dirinya. Berbeda manakala keberadaan orang tuanya hanya waktu perekaman bisa juga anak malah grogi dan malu dilihat orang tuanya. 

Ada hal penting yang dimunculkan dari sikap kedua anak ini yang membuat kita terharu adalah pada saat mereka harus mengulang perejaman karena ada kalimat yang kurang pas,  maka dia menuju kepada orangtuanya, saya pikir mau menangis atau mengeluh bahkan mogok .

Saya sempat khawatir dan agak cemas,  ternyata si anak ini pertama kali menuju orang tuanya seraya bersalaman lagi sambil berucap," mohon doa restunya ya bu semoga ini nanti saya bisa lancar dan ilmu saya manfaat".  Dilanjutkan melakukan hal yang sama kepada saya, kepada pak Nur selaku guru pembimbingnya dan pak Bekti yang merekamnya. 

Sungguh diluar dugaan setelah melakukan itu saya tanya mereka,  nah setelah kalian tadi bersalaman dan mengucapkan secara lagsung untuk mohon doa restu  apa yang kalian rasakan?  Si Nizam menjawab semakin lega dan siap rekaman lagi bu'"" sedang nanda jihan menjawab "" Semakin siap dan plong bu untuk rekaman lagi. 

Alhamdulillah dengan dukungan do'a dan kesiapan psikologis menjadi energi tersendiri. Dan tak kalah pentingnya orang tua,  Saya sangat meyakini sejak kalimat pertama yang diucapkan putra putrinya diiringi dengan panjatan doa tulus dari orang tuanya. 

Saya sangat berharap mudah mudahan semua murid-murid saya  ilmunya manfaat dan barokajh kedepannya. Bukan saja suatu hasil yang terlihat saat suatu pengumuman lomba tapi ini adalah awal bekal yang terus mampu dia kembangkan dan membawa kemanfaatan dan kebarokahan tidak cuma untuk pribadi dan orangtua mereka tetapi juga untuk umat dan pengembangan syiar agama islam. 

Tak lupa terimakasih kepada pak Nur yang telaten membimbing,  para orangtua atas kerjasama juga kepada semua bapak ibu da semua fihak atas partisipasinya. 

Selamat berjuang nandaku sayanh, dia kami orang tua dan baoak ibu guru sebantiasa menyertai usahamu, Semoga sekalu dalam keridhoann Alloh ,Amiin. 
saat latihan,  si kecil juga ikut. 

Trenceng 19-4-2021.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar