Selasa, 27 Juli 2021

DOA SEORANG GURU

 disini ada murid saya alumni MA ASWAJA NGUNUT.baju batk berkacamata diapit ibu-ibu.

Beberapa waktu lalu saya mendapat sapaan di WA dari nomor yang belum tersimpan di hP saya, berbunyi ," Assalamualaikum bu, dospundi pawartosipun ?, mugi ibu dan keluarga tansah pinaringan rahayu wilujeng ."

Saya penasaran , karena foto di profil WA nya foto bersama dan yang saya tau ada pak Jokowi. saya balas wa nya , waalaikum salam, nuwun sewu meniko saking sinten gih?  dijawab, " kulo murid jenengan engkang sampun duangu mboten pinanggih"

Lalu saya amati foto di profil itu, satu persatu ,selain pak Jokowi ada wajah yang kayaknya tidak asing bagi saya, tapi kebearannya saya belum yakin.

Saya ingat -ingat  itu kayaknya kok murid di MA ASWAJA Ngunut, Yang dulu saya pernah juga ikut mengajar di sana sekitar tiga tahunan tapi tahunnya lupa.

Untuk memastikan saya coba menyebutkan alumni MA Aswaja ya ? Diawab, "leres bu" Alhamdulillah jenegan taksih emut kulo. Kayaknya saya ingat nama panggilannya, maka saya sebutkan salah satu nama yang dulu jadi ketua OSIS ,  diapun membenarkan,dan sekarang alamatnya pindah tapi masih di kecamatan yang sama.

Sayapun konfirmasi tentang foto di profil itu, ternyata itu foto dengan pak Jokowi waktu kelompok peternakannya memenangkan ajang lomba tingkat nasional dan diundang ke istana.

Maka nomernya saya simpan,dan digrup dinas kepala madrasah ada angota baru tertera namanya.Saya tanya jenengan ngastone teng pundi ? dia menyebutkan nama madrasahnya, yang mana kepalanya pindah tugas dan dia oleh yayaan ditunjuk untuk menjadi kepala madraah.

Saya jawab," Alhamdulillah, selamat berjuang untuk mengamalkan ilmu dan selama mengmban amanah semoga senantiasa dalam limpahan rohmad taufiq hidayah dan inayahNya,"
Dia menjawab, bu nyuwun do'a restu dan bimbingannya.Saya jawab,Mari kita sama-sama belajar".Terkait dengan itu saya ingat dawuh almarhum mbah KH Nurmiftah dari Pondok Pesantren Roudlotul Hanan Sawenar Kanigoro Blitar pernah dawuh,"" YEN AWAKMU DIWENEHI AMANAH LAKONONO KANTI AMANAH TAPI OJO NONJOLNE DIR  PAMRIH BEN DIWENEHI AMANAH.,LAN AMANAH IKU DIPERTANGGUNGJAWABKAN DONYO AKHEROT"

Melihat murid- murid saya, baru nyadar ternyata " SUDAH TUA TAK TERASA KARENA SETIAP HARI YANG DIHADAPI ANAK- ANAK MI" 

Menjadi guru MI itu asyik dan menyenang kan,   kadang kala ya gemes .Melihat kepolosan,keunikan, kerukunan dan bahkan bisa melihat senyuman dan tawa riang mereka saat giginya ompong itu menjadi suatu hiburan tersendiri.

Maka disaat Pandemi dengan pembelajaran jarak jauh bukan hanya murid yang kangen tapi gurupun juga demikian. 

Karena lamanya ndak bersama gurupun pangling terlewati meingikuti pertumbuhsn dan perkembangan mereka.Karena di MI biasanya diawal semester diukur tinggi dan berat bafannya.

Doaku untuk semua muridku,semoga kita semua diberi kesehatan dohir batin dan ilmu kita manfaat.amiin.

Senin, 26 Juli 2021

GURUKU INSPIRASIKU

beliau salah satu guru inspiratif saya dari masih MI ,Bapak Drs.Ahmad Suwito,beliau saat inu mengemban amanah di salah satu SD di kec Kalidawir. salam takdzim untuk bapak. 

Guru merupakan tokoh yang sangat penting bahkan bisa menjadi tokoh idola bagi muridnya.Tidak cuma itu guru juga bisa mejadi tokoh inspiratif yang mampu melecutkan motifasi dan tokoh teladan bagi siswanya.

Motifasi memiliki peran penting bagi siswa, motifasi bisa tumbuh dari dalam diri sendiri karena suatu kesadaran fan niatan kuat dalam melakukan sesuatu yang disebut dengan motifasi instrinsik.

Namun ada juga motifasi yang muncul karena ada pengaruh dari luar ,yang disebut motifas ekstrinsik. Motifasi ekstrinsik ini bisa didapat dari apa yang dilihat dirasakan atau dari penilaian terhadap suatu kondisi atau orang lain.

Dan dari guru itu ternyata juga bisa menjadi energi yang mampu membangun suatu motifasi bagi muridnya yang senantiasa dia ingat, dia jadikan energi saat dia berjuang dan dia jadikan tauladan saat harus berbuat.

Namun tidak semua guru bisa menempati kategori guru yang saya istilahkan dengan guru inspiratif. Banyak orang bisa menjadi guru namun tidak semua guru bisa menjadi inspirator.

Trus kira-kira guru inspiratif itu yang bagaimana ya ?

Menurut saya Guru inspiratif adalah guru yang dapat memunculkan kesadaran dan kemauan berbuat bagi muridnya.

Untuk bisa menjadi guru inspiratif menurut saya ada beberapa hal yang paling tidak dimiliki oleh guru diantaranya:
1) Guru  menghargai muridnya dengan kelebihan dan kekurangannya..2) Guru itu  jujur dan sportif..3) Guru yang tulus dan iklas.4) Guru yang pembelajar dan inovatif.
5) Guru yang bisa menjadi teladan baik ucapan, maupun tindakannya..4) Guru yang bisa berperan sebagai orang tua, teman atau sahabat yang  terpercaya bagi siswa sehingga dia berbagi masalah dan mengharap bimbingannya..5) guru yang menghargai usaha atau hasil kerja keras muridnya dan menjaga perasaan dan harga diri siswanya..6) Guru yang senantiasa menyertakan doa  tulus untuk para muridnya.

Bagi guru tiada istilah bekas murid ,karena guru sebagai orangtua secara rohani bagi muridnya.Kesuksesan murid jadi kebanggaannya dan kesulian serta kendala kehidupan murid akan juga menjadi keprihatinannya.

Bila guru memiliki beberapa ciri diatas maka keberadaan guru itu akan selalu dirindukan, ketidak hadirannya akan dipertayakan, ketiadaannya akan selalu dikenang dan nasehat serta bimbingannya selalu  diamalkan.

Namun tidak semua guru bisa menempati peran luhur seperti diatas.Karena itu semboyan "" ING NGARSO SUNG TULODO ING MADYO MANGUN KARSO TUTWURI HANDAYANI"  hendaknya juga untuk tetap menjadi pedomannya.

Saya masih ingat nasehat guru di PGAN Tulungagung, beliau adalah guru praktek dati IAIN Tulungagung.Beliau bila dilihat dari penampilan dan gayanya sangat sederhana dan santun dalam bahasa jawanya "" klemak klemek indak dayani"" tapi begitu mengajar luar biasa, mudah difahami dan penuh inspiratif.

Pada suatu kesempatan saya dan beberapa teman berbincang dengan beliau dan bertanya ,"" Pak, bolehkah kita tau kebiasaan apa yang bapak istiqomahi sehingga kami dengan mudah bisa memahami materi yang bapak ajarkan ?", 

"" Saya ya biasa saja, cuma saya istiqomah melaksanakan pesan kyai saya, ILMU ADALAH CAHAYA,DAN UNTUK MEMBERIKAN CAHAYA MAKA KITA HARUS JUGA MENJAGA DAN BERCAHAYA"". 

Maksudnya apa dengan istiqomah wudhu pak,karena kita sering melihat beliau wudhu bahkan waktu masuk ke kelas masih terlihat basah air wudhu. Beliaupun menjawab "" iya istiqomah menjaga wudhu"" itu untuk memaksimalkan usaha kita kita secara batiniah dalam tolabul ilmi,semoga ilmu kita manfaat.

Nasehat itu juga yang selalu saya ingat dan saya ajarkan kepada murid- murid saya.

Saya sangat bersyukur kepada Alloh karena selama ini saya dipertemukan dengan guru guru yang inspiratif dan tulus.yang dari jerih payah dan perjuangannya tiada mampu saya balas,hanya lantunan doa jazakumulloh ahsanal jazaa.Semoga perjuangan beliau menjadi amal hasanah fiddunya wal akheroh.amiin alfaatihah...

Komsiyah. 

Trenceng 2021

Sabtu, 24 Juli 2021

PENTINGNYA DOA RESTU ORANG TUA.

           nanda Faruq dn ibunya

Orang tua  adalah orang yang sangat berjasa bagi kita.  Perjuangannya luar biasa, pengorbananya tiada terkira, dan ketulusannya tiada bandingannya. 

Bagi orangtua anak adalah harta yang paling berharga dan tak ternilai hitungannya. Anak sebagai suatu amanah,  anak sebagai suatu anugerah,  anak sebagai suatu rizki dan anakpun juga sebagai suatu ujian. 

Menyadari betapa besarya nilai yang dirasakan orangtua atas kehadiran buah hati tercinta,  maka orangtua adalah satu-satunya orang yang mampu menerima apapun dan bagaimanapun kondisi putra putrinya,  baik secara fisik maupun psikologisnya. 

Ketulusan dan keiklasanya merawat kita menghapuskan rasa lelah menjadi hiburannya, menghilangkan kesibukan dan kerepotan mengurus kita menjadi suatu rutinitas yang dinikmatinya, bahkan tak jarang beliau meninggalkan saat makan dan minumya karena mengutamakan mengurus kita. 

Orangtua satu-satunya orang yang paling peduli dengan kita dan ketulusannya bagai luasnya lautan yang tak bertepi, Beliau orang yang sangat kuat bisa merasakan ikatan batiniah kepada kita.

Orangtua akan tetap bisa merasakan dan membaca apa yang kita rasakan bahkan tanpa kita menceritakan. Beliau orang yang paling senang manakala putra putrinya mendapat suatu kesuksesan. Dan sebaliknya orang tua adalah orang yang sangat prihatin dan bersedih dalam kesedihan putra putrinya. 

Orangtua adalah sosok yang tetap mampu menerima kondisi putra putrinya walaupun dalam kondisi putranya yang terpuruk dalam menghadapi ujian hidupnya.

Dekapan orangtua adalah tempat yang paling nyaman,  tutur dan nasehat orang tua  memberikan suatu penghiburan dan kenyamanan yang sangat kita butuhkan saat kita menghadapi suatu persoalan.  

Ketulusan orang tua tiada bertepi dan tiada pamrihnya. Perjuangan dan pengorbanannya tiada megharap imbalanya. Maka sangatlah wajar manakala dikatakan bahwa doa orang tua memiliki suatu makna mendalam dan mustajab. 

Nah, melihat kenyataan demikian besarnya nilai kita sebagai anak adalah harta yang ternilai bagi orangtua kita,  trus bagaimanakah kita menempatkan dan memaknai nilai orangtua  bagi kita. 

Orangtua tiada pernah mengeluh dalam merawat kita bahkan disela kesibukanya, bagaimanah perlakuan kita sebaliknya? 

Orangtua tiada pernah meghitung dan perhitungan dalam mengeluarkan biaya dalam mecukupi kebutuhan kita,  trus bagaimanakah perlakuan kita sebalikya? 

Orangtua  tiada berharap balas budi dan tiada merasa direpotkan dalam merawat semua putra putinya, trus bagaimaakah perlakuan kita? 

Orangtua akan rela untuk membanting tulang dan megabaikan kelelahan dan kerasnya perjuangan hidup demi anak-anaknya,  terus bagaimana sebaliknya kepedulian kita terhadap mereka? 

Seiring berjalannya waktu,  tubuh yang  kuat itu menjadi lemah,  tua dan renta,  kaki dan tangan yang kekar itu akan menjadi keriput dan tak berdaya, mata yang semula berbinar dan memuji ketampanan dan kecantikan pura putrinya akan menjadi kabur, telinga yang semula bisa mendegar tangisan dan keluh kesah kita menjadi kurang fungsinya. 

Bahkan apapun kondisinya ,orangtua tetaplah orangtua yang harus tetap kita hormati,  kita muliakan,  dan kita beri kasih sayang dan perhatian. 

Yang mereka butuhkan bukan balas budi dengan materi,  tapi kerukunan kepedulian,  perhatian dan kehagatan dari putra putrinya. Doa restunya sangat penting dan mustajab. Ridho Alloh tergantung ridho orangtua. 

Maka dalam rangka upaya untuk mendidik menjadi anak solih  solihah yang berbakti kepada orangtua, dan menanamkan bahwa doa dan restu oangtua itu penting. Maka kemarin saya mwnghadirkan siswa MI mafatihul Ulum Balesono kelas 6 skaligus orangtuanya ke madrsah dalam upaya untuk menyiapkan anak dalam menghadapi Ujian Madrasah tahun pelajaran 2020/2021 yang akan dimulai pada tanggal 29 Maret 2021.

Dalam acara tersebut selain sebagai upaya memaksimalkan usaha dalam menyiapkan anak secara dohir batin dalam meghadapi ujian ,tak kalah pentingya adalah upaya menyatukan hubungan! batiniah anak dan orangtua dalam tujuan yang sama. 

Anak anak bersimpuh dan sungkem kepada orangtua masing - masing dengan menyampaikan permohonan maaf atas semua kilaf dan dosanya skaligus memohon doa restunya. 

Saya menyaksikan betapa terharunya mereka, dengan terbata bata si anak mengungkapkan kalimatnya,  dan orangtua dengan tulus mengelus kepala dan menciumi putra putrinya dan saling perpelukan dan saya yakin dalam lubuk hati terdalam,  dalam lantunan kalimat lirih beliau panjatkan doa terbaiknya. 

Saya lebih terharu karena ada dua siswaku kelas enam yang yatim yaitu nanda faruk dan nanda Kafi,  bahkan yang satu adalah anak yatim yang belum pernah bisa menatap wajah ayahnya kecuali dalam foto atau dari gambaran cerita, karena oayahnya meninggal saat dia madih dalam usia tiga bulan dalam kandungan ibunya dia adalah nanda Faruk. 

Sementara nanda Kafi  ayahnya meninggal saat dia masih kelas 4.Saat itu saya menyaksikan sendiri si Kafi yang masih kecil dengan memakai baju koko putih berkopyah dan bersarung duduk bersila disamping jenazah ayahnya dengan membacakan surat yasin dan tahlil,  juga ikut dalam menyolati si ayah. 

Semoga anak anakku semua siswa Mi Mafatihul Ulum Balesono, jadi generasi hebat solih solihah dan berbakti kepada orangtuanya,  ilmunya manfaat barokah dunia akherot. 

Selamat menyongsong ujian Madrasah anak -anakku, Maksimalkan usaha dan doamu,  dan doarestu orangtua dan gurumu turut menyertaimu,  Semoga Alloh memberi kemudahan, hasil maksimal dal ilmumu manfaat barokah.Amiin Yarobbal 'alamiin. 

Memo kls 6 th 2020/2021.
Faruk,Kafi,Dafin,Sirri,Ridho, Maya, Tika, Wulan, Talita, Ima, Prisna dan 

Trenceng,  27-3-2021



  






Jumat, 23 Juli 2021

BEDAH BUKU DI RUANG OPNAME

Pada suatu hari saya mengantarkan putri saya cabut gigi ke puskesmas yang dekat dengan madrasahku untuk mencabutkan gigi yang bawah karena sudah ada yang tumbuh, karena ada yang saya rasa berbeda pucat dan sering pusing,sayapun berinisiatif sekalian periksa dan  lab darah, ternyata hasilnya hemoglobin saya rendah.

Pada pagi - pagi saat belanja sayur di toko depan rumah saya bertemu tetangga yang bekerja sebagai perawat di salah satu rumah sakit, saya bertanya,makanan apa ya bu untuk meningkatkan hemoglobin? 

Tetanggaku itu dengan sudah berseragam sebelum berangkat tugas ,sambil membawa tensi datang kerumah saya yang kebetulan rumahnya tepat di depan rumah saya, beliau menensi, bertanya keluhan dan hasil laboratorium daya dan menyarankan untuk segera periksa lagi ke faskel saya untuk periksa dan memastikan kebenaran hasil lab saya.

Malamnya saya ke klinik tempat faskes dan dirujuk untuk lab dan hasilnya memang hemoglobin saya rendah  dan sesuai saran dokter saya harus opname untuk ditransfusi. 

Sebelum opname saya menyiapkan putri saya dengan memberi pengertian agar ibuk sehat maka ibuk mau berobat dan menginap dirumah sakit kira- ira dua hari, si kecilpun merajuk dan menangis tidak mau ditinggal , sehari kita kondisikan dia maunya nginap dirumah siapa,, mbok e atau pak lik? Dia putuskan di rumah pakliknya yang kebetulan juga memiliki anak kecil.

Kita berangkat ke rumah sakit dengan suami dan kita antar dulu si kecil ke rumah pakliknya dengan membawa kebutuhan dia ,baju, mainan, biku dan juga sepeda lipatnya.

Urusan dengan si kecil beres, kita siap -siap segala sesuatu yang dibutuhkan maka saya tak lupa membawa beberapa buku bermakna, bukan hanya karena isinya saja tapi karena ada memori dari mana buku itu saya dapat. 

Buku satu berjudul 100 Karomah dan Kemuliaan ABAH GURU SEKUMPUL. yang merupakan buku hadiah dari ibu mertuaku, ibu Hj. Jariah yang domisilinya di Kebun Serei, Martappura Kalimantan Selatan. Dan deat dengan ldengan maqomnya abah guru sekumpul. 

Setiap kali kita ke Martapura kita ziaroh ke sini. Beliau adalah tokoh ulama" besar bukan hanya di daerah Martapura tapi tokoh kharismatik yang sering didatangi para ulama di Indonesia termasuk Kh. Abdurrohman Wahid. Abah guru sekumpul wafat tahun 2015 M

Buku itu  saya terima waktu saya,suami dan salma si putri kecilku sowan mbah putri tahun 2017.Banyak hal yang bisa kita ambil dari buku ini. 

Buku kedua berjudul " Membangun Sekolah Efektif dan unggulan.Buku ini juga hadiah dari bapak prof.Ngainun Naim , tokoh literasi yang  dengan telaten membimbing dan mendampingi serta mensuport kita - kita untuk belajar menulis.

Bukti keuletan dan dukungan motifasi untuk belajar menulis , beberapa bulan lalu beliau memberikan bukiu buku sebagai hadiah atau apresiasi kepada anggota grup maarif menulis dan grup gubuk literasi yang rutin mengirimkan tulisannya dan 10 penulis dengan urutan jumlah tulisan terbanyak mendapatkan hadiah buku yang judulnya macam-macam.

Dan saya mendapat buku dengan judul "" Membangun Sekolah Efektif dan Unggulan" dan buku ini merupakan buku hadiah kedua yang saya terima dari bapak prof.Ngainun Naim.Buku yang pertama berjudul " Proses Kreatif Penulisan Akademik" yang saya terima saat mengikuti seminar tentang literasi yang diadakan oleh PERGUNU (Persatuan Guru Nahdlatul Ulama), dan sebagai tindak lanjut dari seminar ini dibentuklah sebuah grup menulis dengan sebutan gubuk literasi dan bahkan pernah mengadakan lomba menulis.

Selain gubuk literasi ada juga grup " Maarif Menulis anggotanya para guru di lingkungan lembaga pendidikan maarif NU Tulungagung sedangkan grup gubuk literasi merupakan grup para guru Nahdlatul ulama Tulungagung.

Kedua grup ini menandakan keseriusan lbadan otonom NU Tulungagung dalam memandang pentingnya dunia literasi sebagaimana wahyu yang pertama kali diterima Nabi Muhammad SAW Surat Al Iqro' ayat 1-5.

Buku "Membangun Sekolah Efektif" saya terima dari bapak prof.Ngainun Naim pada bulan Mei 2021 sekaligus mengambil buku antologi yang  merupakan buku yang didalamnya memuat hasil penulisan beberapa orang buku ini berjudul "Suka Duka Mendampingi Anak Belajar dimasa Pandemi" yang di dalamnya saya turut belajar untuk menulis. Buku ini merupakan buku antologi ke tiga yang saya ikuti semenjak bergabung di grup Maarif Menulis ini.

Saya sengaja opname sambil membawa buku karena saya ingin opname untuk upaya mengatasi kendala kesehatan jasmani saya, tapi yang tak kalah pentingnya adalah bagaimana kita juga bisa tetap enjoi dan bisa menikmati proses opname ini.Salah satunya adalah dengan membaca buku.

Dibuku tersebut halaman pertama saya tulis kapan ,dimana dan dari mana buku itu saya dapatkan dan mulai saya baca tanggal berapa dan momen apa.

Saya beragkat ke rumah sakit dengan suami dengan bersepda motor, dengan membawa surat rujukan sayapun mengikuti prosedur pemeriksaan di UGD termasuk sweb, stelah diinfus kitapun menuju ruang opnamre.

Suami diberi surat dan tas kusus untuk mengambil darah ke PMI yang nantinya untuk ditransfusikan ke saya, jadi saya ya sendiri diruangan yang memang sekamar untuk satu pasien .dan disebelahnya ada dipan untuk keluarga yang menunggu.

Sambil berteman tv  maka saya tetap koordinasi dengan teman -teman di madrasah dan mengikuti perkembangan informasi kefinasan, nah kesempatan ini sayaanfaatkan bedah buku yang saya bawa, 

Pada saat ada pemeriksaan dari perawat saya asyik menikmati buku yang saya baca beliau bertanya, Lo bu pasiennya siapa ?  Ya saya jawab," pasiennya ya saya, ini buktinya saya diinfus".Terus penunggunya mana ? " penunggu suami lagi ke PMI, ini saya ada teman ,si perawat tengak tengok penasaran, teman saya buku dan tv itu bu.

" O begitu, nanti kalau ibu perlu pantuan silahkan pencet tombol putih itu ya bu ! " 
Setelah suami datang Alhamdulillah darah yang kita butuhkan sudah didapat,dan kata perawat asih disesuaikan dengan suhu saya dan transfusinya nanti sore. Kebetulan hari kamis dan hujan sangat lebat.Skitar jam lima sore suami pulang ,mengkondisikan rumah.dan baru kembali setelah solat isyak.

Dan sekitar jam 19.00 perwat maduk dan memberi informasi bahwa sebentar lagi akan ada siraman rohani dari dari bapak kyai, sayapun menjawab iya mad, terimakasih.
Beberapa saat masuklah Yai Sodiq yang kebetulan juga kyai saya, begitu maduk yai juga kaget ketemu saya yang disitu, beliau bertanya" lo jenengan kok teng mriki to bu, gerah nopo,niki koncone sinten ? Saya jawab" niki yi  perlu transfusi darah, niki ayahe taksih wasul" kitapun berbincang - bincang dengan beliau. Dan pada saat itulah suami saya datang kita pun berdoa bersama mengaminkan doa yang dipanjatkan oleh yai.

Besuk paginya pemeriksaan dokter saya lagi bedah buku yang dari bapak prof.Ngainun Naim, si dokter yang ramah itu menyapa," Bagaimana bu kabarnya, tampaknya sudah lebih segar trus ini bapaknya mana? Lagi pulang dok, karena ada yang harus diurus di rumah, " o ,begiu, Alhamduillah bu hasil lab jenengan bagus dan fungsi organ organnya juga bagus, paling besuk sudah bisa pulang..

Sambil guyon si doktet bilang,""Jenengan itu pasien aneh buk, la pasien kok nyantai betul, si perawat menimpali sang dokter ,iya dok peran ganda jadi pasien dan penunggu. " kitapun tertawa bersama,sambil saya jawab, ya nyantai dengan menjalani dan menikmati proses pengobatan itu kan juga termasuk penunjang obat to dok,daripada kita sepaneng maka yang muncul suatu keluhan,tapi kalau kita coba menikmati prosesnya dengan mengambil ibroh dari adanya sakit maka kita sangat mengakui bahwa kesehatan itu adalah anugerah terpenting yang Alloh anugerahkan pada kita.
Si dokter melanjutkan kalimat saya," betul buk dengan sehat kita bisa beraktifitas apa saja ,tapi sayangnya kita kurang menyadari nikmat yang luar biasa itu, baru setelah sakit kita mengakui itu.

Semoga lekas sembuh ya buk, insyaalloh besuk sudah pulang.

# Manfaatkan waktu sehatmu sebelum sakitmu.
# Sungguh anugerah Alloh luar biasa termasuk nikmat menghirup udara segar yang masih kita dapatkan.




Kamis, 22 Juli 2021

REUNI YANG TAK DIRENCANAKAN


Hari ini saya ada beberapa agenda  berantai di Tulungagung, ke dispora, LP Maarif  Kemenag terus bertakziah ke ibunya temen yang kemarin meninggal dunia di desa Pinggirsari Ngantu.

Saya masih asing dengan daerah diutara Kalibrantas ini karena tidak memiliki saudara di wilayah sini.Dengan bersama suami rute kita awali dari arah selatan,

Alhamdulillah urusan kita dari masing - masing tempat tidak perlu waktu lama sehingga  sampai ditempat takziah.Dan ini baru pertama kali kesini.Dengan dibantu teman untuk arah lokasi Alhamdulillah kita tidak ada kesulitan.

Mumpung kita lagi di daerah Ngantru maka saya ingin sekaligus bersilaturrohim ke ndalemnya bu Kustiani di desa Pakel dan kebetulan suami b.Kustiani juga teman kuliah saya.

Ini merupakan silaturrohim ke bu Kustiani yang pertama kali, Kita juga berkeliling ke lokasi madrasahnya bu Kustiani yang cuma berseberang jalan..

Dan setelah berkeliling madrasah kita kembali ke ndalemnya bu Kustiani dan pak Tomi suami bu kutiani kebetulan juga ada di rumah.

Dan ternyata suami saya dan suami bu kustiani teman seangkatan waktu sekolah  di Pendidikan Guru Agama (PGAN) Tulungagung th 1990 ,suami saya kelas A1 sedang pak Tomi kelasnya A3. Maka pembicaraan kita menjadi gayeng dengan  membicarakan teman teman  alumni PGA, yang kebetulan saya juga alumni PGA, waktu suami kelas 3  saya kelas 1. 

Hari ini istimewa karena silsturrohim tak terencana namun bermakna karena pertemuan teman sekolah setelah 31 tahun tidak bertemu. Ternyata niatan silaturrohim ke bu Kustiani ,e para suami kok yo malah bisa reunian.Semoga silaturrohim hari ini membawa berkah.Amiin.

Trimakasih bu Kustiani atas  kenangan bunga janda bolongnya dan hasil kebun parenya.jazakumulloh ahsanal jazaa.


Jumat, 25 Juni 2021

WASPADA

Waspada adalah suatu sikap kehati hatian terhadap sesuatu,  termasuk dari segi fisik maupun psikis. Kewaspadaan ini sangat penting untuk kita lakukan untuk menghindari dampak negatif yang tidak kita inginkan. 

Seperti yang saya alami, sebenarnya saya merasakan ada sesuatu yang kurang pas rasanya pada tubuh saya, tapi seolah saya abai dan menganggap baik-baik saja. Ini sebenarnya sikap yang tidak baik dan seolah lari dari suatu kenyataan atau takut mengetahui kebenaran. 

Sejak bulan desember 2020 saya merasakan badan kurang fit,  sering pusing, kesemutan dan dari telapak tangan itu kalau kita genggam trus dibuka pucat cenderung ke warna kekuningan. 
Seharusnya segera ditindaklanjuti untuk periksa,dengan menjauhkan berbagai alibi kesibukan atau lainnya. 

Menunda untuk segera mengetahui dan menyelesaikan akar suatu masalah ini sebenarnya suatu sikap yang tidak seharusnya kita lakukan. 

Kalau menunda-nunda dengan berbagai alasan ini sebenarnya ada sumber masalah lain yang harus diatasi diantaranya adalah kesiapan psikologis pelakunya. 

Karena itu persiapan segi psikologis dalam penyelesaian suatu masalah memegang peranan yang sangat penting terutama bagi orang yang sakit. Suatu dorongan moral,  motifasi, dan penataan hati merupakan bagian dari suatu obat mujarab . 

Kadang kita takut terhadap suatu gambaran dampak negatif yang sebenarnya itu suatu yang belum tentu kebenarannya atau malah itu pemikiran salah,  sehingga kita lalai dengan kewaspadaan terhadap kondisi sebenarnya. 

Pada tanggal 17Juni 2021 saya mengantar si kecil ke puskesmas untuk cabut gigi,  nah sekalian saya juga daftar untuk pemeriksaan dan lab darah untuk beberapa hal yang berhubungan dengan kondisi yang saya rasakan. Ternyata,  ada yang kurang dari normal. Nah dari obat yang saya terima itupun tidak rutin saya konsumsi.

selang beberapa hari waktu kita antri belanja sayur ditoko depan rumah saya tanya ke tetanggaku yang bekerja sebagai perawat rumah sakit .Nah sebelum berangkat kerja dengan berseragam sambil membawa tensi sebut saja mbak Rin kerumahku,  beliau memeriksa tekanan darahku dan melihat hasil pemeriksaan laboratoriumku. Beliau menyarankan untuuk secepatnya menindaklanjuti. 

Nah malamnya saya ke dokter faskesku trus diberi pengantar untuk lab dan hasilnya memang ada yang kurang. Dan disarankan untuk tambah opname dan tambah darah ,paling beberapa hari sudah pulang. 

Si kecil ikut padawaktu saya periksa dan tau kalau ibuknya harus opname dan tranfusi darah. Dia memelukku dan baru pertama mendengar kata transfusi dia bertaya,  itu apa ak dokter?  Tanya i kecil. Dan dokter yang sabar itu memberi pengetian yang mudah diterima anak dan dinasehati, " ibuk mau diobati di rumah sakit biar sehat paling cuma dua hari,  dan nduk salma dirumah bersama saudara ya?  Senang to kalau ibuknya sehat? 

Sambil bergelayutan di tubuhku dia menjawab " mau " diiringi air mata yang berlinang. Surat pengantar sudah saya terima. Dan saya matur ke dokternya untuk pengkondisian si kecil dulu. 

Sehari saya melakukan kegiatan rumah dengan suami dan si kecil sambil kita kasih pengertian, ibuk menginap di rumah sakit,  anak e mau imenginap dirumah mbok e atau lik ( panggilan si kecil kepada pakliknya)  kebetulan juga punya anak kecil. 

Saya kerumah lik dan memberitahukan ini dan si kecil sudah sepakat dan mengerti,  diapun minta untuk dibawakan sepedanya. Sampai rumah sambil persiapan si kecil ke toko sebelah untuk beli jajan dan ternyata dia membelikan saya empat kotak minuman kemasan jambu biji dan berpesan, ini untuk ibuk, jangan lupa diminum yang habis ya? " 

Besuk pagi kita berangkat dengan berbagai bekal dan tak lupa sepeda kerumah lik untuk mengantarkan si kecil,  dia saya pamiti dan tak lupa pesan untuk selalu berdoa, dengan memeluk dan bersalaman saya berangkat. 

Yang tak lupa saya bawa adalah beberapa buku untuk teman, dan biar tidak spaneng. 

Karena itu sikap WASPADA dan SIAP MENGETAHUI KONDISI kesehatan itu sangat penting. Biar tidak menimbulkan masalah baru. 




Rabu, 16 Juni 2021

MADRASAHKU RUMAH KEDUAKU


Lokasi MI NU Tarbiyatul Islamiyah ,Jatirejo Rejotangan T. Agung
Kemarin selasa 15-6-2021 saya bersama dengan bu  Nur Kolifah dan b. Anis melakukan rikhlah pendidikan ke sebuah madrasah yang kami anggap sebagai lembaga pendidikan yang bisa kita jadikan lokasi untuk belajar, kebetulan kita sama dari madrasah dibawah naungan LP maarif NU Tulungagung. 

Madrasah yang saya maksud adalah MI Nahdlatul Ulama  Tarbiyatul Islamiyah yang dikenal dengan sebutan MINUTI. madrasah ini berada di desa Jatirejjo, Rejotangan Tulungagung. 

Saya ke Madraah ini sudah beberapa kaii namun untuk berbelok dari jalan raya menuju lokasinya sering kliru, karena lkasinya tidak dipinggir jalan utama tapi harus masuk sekitar 500 m. 

Lokasi dipedesaan ,padat peduduk yang mayoritas sebagai peternak ayam yang kandangnya seperti deretan lokasi seklolah. Tapi dari lokasi yang saya sebutkan diatas bila kita memasuki halaman maka ibarat kita dihipnotis, lupa kalau ini di desa dan lupa kalau kita kesebuah madrasah ibtidaiyah yag merupakan lembaga pendidikan tingkat dasar. 

Kita saksikan deretan kelas yang bertingkat tiga leter U lengkap degan musolla yang menyatu dengan halaman yang sangat asri dan terawat. Taman tamanya yang bisa digunakan sebagai laboratorium IPA dan juga penuh makna kreatifitas. 

Memang bagi orang kreatif apapun akan bisa dimanfaatkan dan bernilai seni dan berdaya guna yang yang terpentig paket hemat cermat dan bersahaja tetap terbawa. 

Disini banyak kita jumpai berbagai barang yang sudah tidak terpakai menjadi media untuk menanam dan terwujudlah suatu tatanan tanaman yang membuat madrasah ini indah dan berdaya guna sebagai media pendidikan. 

Ditinjau dari jumlah kelas dan megahnya bangunan saya mnyebutnya sebagai suatu kampus yang kental dengan nuansa Nu nya. Sebuah bener logo kemenag terpampang dilantai 3 di samping kanan sedang di sebelah kirinya terpasang pula logo LP Maarif NU. 

Di halaman juga terdapat sebuah tiang bendera yang sangat tinggi setinggi teras lantai tiga yang ujungnya ada logamyang berbentuk seperti tugu monas. Sungguh nuansa lokasi pedesaan jadi seperti kampus di kota. 

Dari segi pengamatan saya menggam barkan keberadaan madrasah yang seperti ini pasti sudah melewati suatu proses yang panjang yang tidak semudah dengan melihat hasil akir yang kita lihat. 

Dan pastinya suatu niatan kuat dan suatu kerjasama dari semua fihak baik kepala madrasah, dewan guru, pengurus BP3NU komie, wali murid, warga masyaakat dan para tokoh masyarakat yang terbngkai dengan kedermawanan dan kepedulian serta rasa saling memiliki madraah sebagai ruh dalam memperjuangkan madrasah ini. 

Benar memang, dengan kondisi madrasah yang bersih aman dan nyaman baik dari sisi fisik maupun psikologis maka akan membuat nyaman penghuninya. 

Perbincangan kami dengan bapak Abdul Choliq M. Pd. I yang di lingkungan maarif kita panggil dengan ndan kholiq selaku kepala marasah ini kita juga diajak untuk menyusuri banguanan sampai tingkat 3 dan disinilah kita disuguhi suatu pemandangan yang sangat indah. 

Jika memandang arah selatan kita menyakskan inahnya deretan gunung menghijau dengan berbagai pemandangan alam yang sangat indah laksan kita di puncak lok songo yang merupakan sebutan untuk tempat destinasi wisata alam di puncak gunung arah ke wusata kedungtumpang yang sangat elok di pucanglaban. 

Melihat ke bawah kita disuguhi taman madrasah dan paping halaman madrasah yang dicat dengan indah bernuansa hijau muda dan siergi dengan cat bangunan yang kental dengan nuansa Nahdliyinnya. 

Belum lagi deretan bendera merah putih dan bendera NU Dan Lp Maarif terpasang berjajar di pinggir teras lantai 3.dan ujung pengamatan saya persis di tengah teras lantai 3 sebuah ujung tiang bendera yang dari bawah seperti tugu mnas tadi,  e dari dekat seperti bentuk candi prambanan, dan ada yang mengatakan seperti gambar semar tokoh dalam pewayangan. 

Sebagai penutup penglihatan kita sebuah tulisan MINUTI tertulis dengan huruf besar tertulis di genting lantai di deetan kelas sebelah barat membujur ke selatan. 

Tak ayal bu Anis dan bu Nur meraya diatas pinggir genting untuk menuju tetas dan mendekat di atap dengan tulisan MINUTI dan deretan bendera merah putih. Disini kentalnya suatu rasa nasinalisme dan cinta kepada para ulama' dan NU nya sangat ketal dan tentunya ini adalah wahana pendidikan kepada suswa untuk cinta tanah air dan NKRI. 

Stelah kita turun ternyata  hujan deras  mnyambut kita, dan niatan untuk langsung pulang tertunda, dan ditengah hujan lebat mengguyur lampu tamanpun di nyalakan yang lurus di depan kantor kitapun berfot ria laksana ditaman sebuah angkringan. 

Menunggu hujan reda perbincangan kita berlanjut dan disinilah saya temukan kata kunci yang dilontarkan ndan Koliq ,beliau menyampakan motto beliau " MADRASAHKU RUMAH KEDUAKU""

Pantas, krasan tur madrasahnya menig, ini to salah satu kunciya, gumamku. 

Sampai rumah si putri kecilku protes,  ibuk rekreasi kok ndak diajak...