Jumat, 25 Juni 2021

WASPADA

Waspada adalah suatu sikap kehati hatian terhadap sesuatu,  termasuk dari segi fisik maupun psikis. Kewaspadaan ini sangat penting untuk kita lakukan untuk menghindari dampak negatif yang tidak kita inginkan. 

Seperti yang saya alami, sebenarnya saya merasakan ada sesuatu yang kurang pas rasanya pada tubuh saya, tapi seolah saya abai dan menganggap baik-baik saja. Ini sebenarnya sikap yang tidak baik dan seolah lari dari suatu kenyataan atau takut mengetahui kebenaran. 

Sejak bulan desember 2020 saya merasakan badan kurang fit,  sering pusing, kesemutan dan dari telapak tangan itu kalau kita genggam trus dibuka pucat cenderung ke warna kekuningan. 
Seharusnya segera ditindaklanjuti untuk periksa,dengan menjauhkan berbagai alibi kesibukan atau lainnya. 

Menunda untuk segera mengetahui dan menyelesaikan akar suatu masalah ini sebenarnya suatu sikap yang tidak seharusnya kita lakukan. 

Kalau menunda-nunda dengan berbagai alasan ini sebenarnya ada sumber masalah lain yang harus diatasi diantaranya adalah kesiapan psikologis pelakunya. 

Karena itu persiapan segi psikologis dalam penyelesaian suatu masalah memegang peranan yang sangat penting terutama bagi orang yang sakit. Suatu dorongan moral,  motifasi, dan penataan hati merupakan bagian dari suatu obat mujarab . 

Kadang kita takut terhadap suatu gambaran dampak negatif yang sebenarnya itu suatu yang belum tentu kebenarannya atau malah itu pemikiran salah,  sehingga kita lalai dengan kewaspadaan terhadap kondisi sebenarnya. 

Pada tanggal 17Juni 2021 saya mengantar si kecil ke puskesmas untuk cabut gigi,  nah sekalian saya juga daftar untuk pemeriksaan dan lab darah untuk beberapa hal yang berhubungan dengan kondisi yang saya rasakan. Ternyata,  ada yang kurang dari normal. Nah dari obat yang saya terima itupun tidak rutin saya konsumsi.

selang beberapa hari waktu kita antri belanja sayur ditoko depan rumah saya tanya ke tetanggaku yang bekerja sebagai perawat rumah sakit .Nah sebelum berangkat kerja dengan berseragam sambil membawa tensi sebut saja mbak Rin kerumahku,  beliau memeriksa tekanan darahku dan melihat hasil pemeriksaan laboratoriumku. Beliau menyarankan untuuk secepatnya menindaklanjuti. 

Nah malamnya saya ke dokter faskesku trus diberi pengantar untuk lab dan hasilnya memang ada yang kurang. Dan disarankan untuk tambah opname dan tambah darah ,paling beberapa hari sudah pulang. 

Si kecil ikut padawaktu saya periksa dan tau kalau ibuknya harus opname dan tranfusi darah. Dia memelukku dan baru pertama mendengar kata transfusi dia bertaya,  itu apa ak dokter?  Tanya i kecil. Dan dokter yang sabar itu memberi pengetian yang mudah diterima anak dan dinasehati, " ibuk mau diobati di rumah sakit biar sehat paling cuma dua hari,  dan nduk salma dirumah bersama saudara ya?  Senang to kalau ibuknya sehat? 

Sambil bergelayutan di tubuhku dia menjawab " mau " diiringi air mata yang berlinang. Surat pengantar sudah saya terima. Dan saya matur ke dokternya untuk pengkondisian si kecil dulu. 

Sehari saya melakukan kegiatan rumah dengan suami dan si kecil sambil kita kasih pengertian, ibuk menginap di rumah sakit,  anak e mau imenginap dirumah mbok e atau lik ( panggilan si kecil kepada pakliknya)  kebetulan juga punya anak kecil. 

Saya kerumah lik dan memberitahukan ini dan si kecil sudah sepakat dan mengerti,  diapun minta untuk dibawakan sepedanya. Sampai rumah sambil persiapan si kecil ke toko sebelah untuk beli jajan dan ternyata dia membelikan saya empat kotak minuman kemasan jambu biji dan berpesan, ini untuk ibuk, jangan lupa diminum yang habis ya? " 

Besuk pagi kita berangkat dengan berbagai bekal dan tak lupa sepeda kerumah lik untuk mengantarkan si kecil,  dia saya pamiti dan tak lupa pesan untuk selalu berdoa, dengan memeluk dan bersalaman saya berangkat. 

Yang tak lupa saya bawa adalah beberapa buku untuk teman, dan biar tidak spaneng. 

Karena itu sikap WASPADA dan SIAP MENGETAHUI KONDISI kesehatan itu sangat penting. Biar tidak menimbulkan masalah baru. 




Rabu, 16 Juni 2021

MADRASAHKU RUMAH KEDUAKU


Lokasi MI NU Tarbiyatul Islamiyah ,Jatirejo Rejotangan T. Agung
Kemarin selasa 15-6-2021 saya bersama dengan bu  Nur Kolifah dan b. Anis melakukan rikhlah pendidikan ke sebuah madrasah yang kami anggap sebagai lembaga pendidikan yang bisa kita jadikan lokasi untuk belajar, kebetulan kita sama dari madrasah dibawah naungan LP maarif NU Tulungagung. 

Madrasah yang saya maksud adalah MI Nahdlatul Ulama  Tarbiyatul Islamiyah yang dikenal dengan sebutan MINUTI. madrasah ini berada di desa Jatirejjo, Rejotangan Tulungagung. 

Saya ke Madraah ini sudah beberapa kaii namun untuk berbelok dari jalan raya menuju lokasinya sering kliru, karena lkasinya tidak dipinggir jalan utama tapi harus masuk sekitar 500 m. 

Lokasi dipedesaan ,padat peduduk yang mayoritas sebagai peternak ayam yang kandangnya seperti deretan lokasi seklolah. Tapi dari lokasi yang saya sebutkan diatas bila kita memasuki halaman maka ibarat kita dihipnotis, lupa kalau ini di desa dan lupa kalau kita kesebuah madrasah ibtidaiyah yag merupakan lembaga pendidikan tingkat dasar. 

Kita saksikan deretan kelas yang bertingkat tiga leter U lengkap degan musolla yang menyatu dengan halaman yang sangat asri dan terawat. Taman tamanya yang bisa digunakan sebagai laboratorium IPA dan juga penuh makna kreatifitas. 

Memang bagi orang kreatif apapun akan bisa dimanfaatkan dan bernilai seni dan berdaya guna yang yang terpentig paket hemat cermat dan bersahaja tetap terbawa. 

Disini banyak kita jumpai berbagai barang yang sudah tidak terpakai menjadi media untuk menanam dan terwujudlah suatu tatanan tanaman yang membuat madrasah ini indah dan berdaya guna sebagai media pendidikan. 

Ditinjau dari jumlah kelas dan megahnya bangunan saya mnyebutnya sebagai suatu kampus yang kental dengan nuansa Nu nya. Sebuah bener logo kemenag terpampang dilantai 3 di samping kanan sedang di sebelah kirinya terpasang pula logo LP Maarif NU. 

Di halaman juga terdapat sebuah tiang bendera yang sangat tinggi setinggi teras lantai tiga yang ujungnya ada logamyang berbentuk seperti tugu monas. Sungguh nuansa lokasi pedesaan jadi seperti kampus di kota. 

Dari segi pengamatan saya menggam barkan keberadaan madrasah yang seperti ini pasti sudah melewati suatu proses yang panjang yang tidak semudah dengan melihat hasil akir yang kita lihat. 

Dan pastinya suatu niatan kuat dan suatu kerjasama dari semua fihak baik kepala madrasah, dewan guru, pengurus BP3NU komie, wali murid, warga masyaakat dan para tokoh masyarakat yang terbngkai dengan kedermawanan dan kepedulian serta rasa saling memiliki madraah sebagai ruh dalam memperjuangkan madrasah ini. 

Benar memang, dengan kondisi madrasah yang bersih aman dan nyaman baik dari sisi fisik maupun psikologis maka akan membuat nyaman penghuninya. 

Perbincangan kami dengan bapak Abdul Choliq M. Pd. I yang di lingkungan maarif kita panggil dengan ndan kholiq selaku kepala marasah ini kita juga diajak untuk menyusuri banguanan sampai tingkat 3 dan disinilah kita disuguhi suatu pemandangan yang sangat indah. 

Jika memandang arah selatan kita menyakskan inahnya deretan gunung menghijau dengan berbagai pemandangan alam yang sangat indah laksan kita di puncak lok songo yang merupakan sebutan untuk tempat destinasi wisata alam di puncak gunung arah ke wusata kedungtumpang yang sangat elok di pucanglaban. 

Melihat ke bawah kita disuguhi taman madrasah dan paping halaman madrasah yang dicat dengan indah bernuansa hijau muda dan siergi dengan cat bangunan yang kental dengan nuansa Nahdliyinnya. 

Belum lagi deretan bendera merah putih dan bendera NU Dan Lp Maarif terpasang berjajar di pinggir teras lantai 3.dan ujung pengamatan saya persis di tengah teras lantai 3 sebuah ujung tiang bendera yang dari bawah seperti tugu mnas tadi,  e dari dekat seperti bentuk candi prambanan, dan ada yang mengatakan seperti gambar semar tokoh dalam pewayangan. 

Sebagai penutup penglihatan kita sebuah tulisan MINUTI tertulis dengan huruf besar tertulis di genting lantai di deetan kelas sebelah barat membujur ke selatan. 

Tak ayal bu Anis dan bu Nur meraya diatas pinggir genting untuk menuju tetas dan mendekat di atap dengan tulisan MINUTI dan deretan bendera merah putih. Disini kentalnya suatu rasa nasinalisme dan cinta kepada para ulama' dan NU nya sangat ketal dan tentunya ini adalah wahana pendidikan kepada suswa untuk cinta tanah air dan NKRI. 

Stelah kita turun ternyata  hujan deras  mnyambut kita, dan niatan untuk langsung pulang tertunda, dan ditengah hujan lebat mengguyur lampu tamanpun di nyalakan yang lurus di depan kantor kitapun berfot ria laksana ditaman sebuah angkringan. 

Menunggu hujan reda perbincangan kita berlanjut dan disinilah saya temukan kata kunci yang dilontarkan ndan Koliq ,beliau menyampakan motto beliau " MADRASAHKU RUMAH KEDUAKU""

Pantas, krasan tur madrasahnya menig, ini to salah satu kunciya, gumamku. 

Sampai rumah si putri kecilku protes,  ibuk rekreasi kok ndak diajak... 

Senin, 03 Mei 2021

KEJUTA N DARI SDULUR MUNJUNGAN



Sore ini saya baru mengambil buku dari 
bapak Ngainun Naim di kampus IAIN  sesampai di rumah sambil istirahat di ruang tamu saya mendapat tilpun dari kang Daroji teman sekolah saya di PGA terakir th 1992.

Kang Daroji aslinyasenden kec. Kampak Munjungan namun sekarang menetap di Munjungan karena istrinya orang Munjungan. Hubungan kekeluargaan kita sudah seperti keluarga. 

Jadi waktu kang Daroji tilpun, saya sudah curiga kalau posisinya pasti di Tulungagung, dan saya tanyakan pisisinya dimana,  beliau menjawab ada di rumah. Tapi saya hafal pasti akan membuat suatu kejutan.  

E  ternyata kecurigaan saya benar  begitu selesai tilpun kang Daroji sudah parkir di halaman rumah saya, bersama anak laki-laki lakinya yang sekarang sudah kelas tiga MTs. 

Setelah menempuh perjalanan dari Munjungan, sempat terlelap untuk istirahat walau tidak lama. Saya tanya putranya tadi berangkat dari Munjungan jam 13.00 dan sampai rumah saya skitar jam 15.30.

Selain ke gubuk saya kang daroji memang juga menjemput saudaranya yang pulang dari pondok Mojokerto. kita berbincang tidak lama langsung ke rumah b. Wakit di Pandansari dekat dengan rumah ibuk saya,  dan acara buka bersama yang tidak kita rencanakan ini kita ke warunngiwak kali di Ngunut. sambil ngertakne poro konco dan sdulur,  karena teman kita yang di Munjungan banyak sekali baik waktu sekolah PGA atau teman waktu S2.

Pertemanan kita bukan cuma personil waktu sekolah tapi dengan suami istri dan anak. Jadi kita sudah seperti keluarga karena kita reuninya dengan anggota keluarga.

Stelah buka kita solat magrib mampir di salah satu masjid,  dan sampai rumah saya lagi sudah waktu isya'dan kita tarwehnya dirumah saya. Setelah tarweh istirahat dan skitar jam 20.15 kang Daroji pamit. Dan saudara yang di jemput sudah sampai di Tulungagung di salah satu saudaranya. 

Dan ketika tulisan ini saya ketik kang Daroji pastinya masih dalam perjalanan meliuk liuk menuju Munjungan yang sangat enegangkan. Dan dak terbayang buat saya malam -malam merayap jalan trayek Kampak Munjungan. 

Dulu kelurga Kang Daroji, keluarga P. Mudakir dan Gus Latif bersama istri dan putra putranya juga pernah ke gubuk saya dan pulangnya malah jam 21.00  waktu itu tahun 2013 saat lahirnya Salma putri kecilku. 

Sungguh persaudaraan itu ada bukan hanya hubungan darah tapi sejauh mana silaturrohimnya terbangun. Kata orang banyak saudara bisa menjadi orang lain dan sebaliknya banyak juga orang lain jadi saudara. Tergantung kualitas komunikasi dan jalinan silaturrohimya. Dan itu juga tidak terhalang oleh waktu dan jarak. Niat bisa meringankan langkah dan menepis jarak dan waktu. 

Trimakasih kang Daroji atas silaturrohimnya,  salam untuk semua saudara di Munjungan dan semoga penuh keberkahan. Dan perjalanannya ke Munjungan lancar dan selamat.  Dan semoga saya dan keluarga masih diberi kesrmpatan untuk ke Munjungan lagi. Amiin

Memo 3+5+2021




Selasa, 27 April 2021

GURU, PERANMU TAK DAPAT TERGANTI

dok. Senyuman setelah ujian munaqosah

Hari ini Rabu 28-4-2021 saya menyaksikan suatu senyuman kebahagiaan dari murid muridku kelas 6 tahun pelajaran 2020/2021 .Senyum mereka saya rasakan berbeda, mereka tersenyum lepas dan seolah terlepas dari suatu beban yang selama ini  membelenggunya. 

Semenjak pandemi covid 19 yang resminya sejak 16 Maret 2020  pembelajaran yang biasanya secara langsung dengan bapak ibu guru harus berubah menjadi pembelajaran dalam jaringan atau pembelajaran jarak jauh. 

Jadi waktu itu mereka masih kelas lima, dan nyaris selama kelas enam mereka mengalami pembelajaran  jarak jauh ini. Kondisi ini baru pertama kali dalam sejarah yang saya tau, semoga pandemi covid-19 ini cepat berlalu dan bisa normal kembali. 

Menghadapi pembelajaran jarak jauh , terlebih dalam waktu yang lama bukan hal mudah, baik pada siswa, guru ataupun orang tua. Suatu kejenuhan dan segala rintangan harus dihadapi. 

Bagi anak mereka tidak mampu menerima dan menguasai materi dengan maksimal, sebatas  yang dia fahami, sehingga hasilnyapun juga tidak sesuai dengan harapan dari kondisi normal bahkan bisa dikatakan ambyar. Karena tidak semua siswa bisa mendapat pendampingan belajar di rumah, belum lagi dengan kendala fasilitas belajar misalnya handphon atau pulsanya. 

Bagi guru harus ekstra memerankan diri bak seorang artis yang harus bisa memerankan lakonnya. Pertama guru ibarat induk ayam yang terpisah dengan anaknya,  harus memutar otak untuk mencari dan menemukan anaknya untuk tetap membimbing mencari asupan gizi rokhani muridnya. 

Fengan menciptakan berbagai model dan strategi pembelajarannya dan menyesuai kan dengan kondisi kepanikan karena suatu keadaan yang tidak biasa dan penerapan kepatuhan pada protokol kesehatan. 

Terkadang guru harus berperan bak seorang penjual jamu yang menghadapi kondisi muridnya diseberang jaringan yang lesu dan mengeluh karena menghadapi kejenuhan sehingga guru harus bisa meramu racikan pembelajaran ibarat jamu yang harus ia minum. 

Dan gurupun harus  menjadi psikolog dan motifator yang senantiasa harus peka dalam merasakan kegelisahan dan beban psikologis muridnya itupun dalam kondisi jarak jauh. 

Dan gurupun juga harus berperan laksana seorang penyiar radio atau reporter yang menyampaikan reportasenya saat menjelaskan materi ajarnya. 

Dan bahkan guru harus bisa berperan sebagai orang yang harus tertawa,  tersenyum,  menangis karena  kerinduannya dengan sang murid. Dengan difidio si guru mengajar dan menulis di papan tulis tanpa ada siswa yang biasanya menampakkan berbagai ekspresinya,  ada yang konsentrasi atau lagi ngantuk, atau tersenyum dan sebagainya. 

Kalau sekedar mencari suatu jawaban dari suatu materi pembelajaran maka lewat handphon dia bisa mencari ,tetapi suatu kehangatan, bimbingan,  kasih sayang dan contoh prilaku dan tokoh panutan dari sosok sang guru tiada dapat digantikan karena guru sebagai orang tua secara rohani bagi muridnya. 

Dalam minggu ini untuk kelas enam mengikuti ujian praktek keagamaan yang menjadi pilihan keunggulan di madrasah kita,  lulusan kita diharapkan mereka  hafal Alquran juz 30, hafal surat Al waqiah, hafa  Surat Yasin dan juga praktek menjadi imam tahlil .

Selain itu praktek ibadah  proses berwudhu ,  praktek solat fardu baik bacaan dan gerakannya juga praktek solat janazah sebagai bekal untuk menjalankan perannya sebagai hamba dari sang kholiq dan sebagai makhluk soial. Alhamdulillah ujian praktek tersebut telah selesai mereka oaksanakan dengan hasil yang tidak mengecewakan. 

Dari kegiatan praktek ini kita berharap pondasi mental beragama dan bermasyarakat serta harapan menjadi generasi solih solihah yang berilmu pengetahuan dan sesuai dengan zamannya bisa dia dapat. 

Alhamdulillah proses pembelajaran yang serba terbatas dan ujian yang bisa dilalui maka suatu senyuman kebahagiaan laksana suatu proklamasi kemerdekaan dia dapatkan.dan serasa terlepas dari suatu beban yang menekan jiwanya. 

Trimakasih para bapak ibu guru atas bimbingannya,   selamat untuk anak anakku, semoga ilmu kalian manfaat an barokah dan pondasi keilmuan dari MI mafatihul Ulum bisa kalian kembangkan Amiin. 

Sungguh, senyummu adalah kebahagiaanku. 

Trenceng 28-42021

dalam ujian munaqosah siswa merekam hafalannya untuk disampaikan kepada orangtua yang turut mendampingi belajarnya. 

PITUTUR LUHUR


Oleh: Komsiyah S
Dok foto dari ndalem almarhum mbah KH NUR MIFTAH Sawentar Kanigoro Blitar. 

Pitutur berasal dari bahasa jawa kuno yang berarti pelajaran, nasehat, atau peringatan. Luhur dari bahasa kawi yang berarti tinggi, mulia atau baik. Jadi pitutur luhur adalah pelajaran yang berupa nasehat -nasehat yang mempunyai nilai tinggi mulia dan baik (S. prawiro Atmojo) 

Kata SABAR, NGALAH NRIMAN LOMAN yang tertuang dalam bingkai foto diatas  menurut saya dapat digolongkan dalam sebuah ungkapan ""PITUTUR LUHUR"". kumpulan pitutur luhut ini terbingkai dalam sebuah pigora yang dipajang di ruan tamu ndalemipun almarhum mbah KH NUR MIFTAH Yang masa sugengnya sebagai pengasuh pondok Pesanten ROUDLOTUL HANAN, Sawentar Kanigoro Blitar, 

MBah KH. Nur Miftah juga dikenal dengan nama KH. SHOLIHI yang juga medapat gelar sebagal Kiyai Seribu Masjid karena masa sugengnya beliau adalah kyai yang turut membidani berdrinya banyak masjid termasuk masjid baiturrohman Jati Pandansari di desa asalku. 

Pndok Pesatren Roudlotul Hanan  yang sekarang dalam pengasuhan K. Ahmad Mudlofi Ismail bin KH Ali Mustaqim yang aslinya dari Ds. Jati Pandansari Ngunut Tulungagung yang dulu masa belajar di Madrasah Ibtidaiyah teman sekelasku. Dan abahnya gus Dofi adalah guru dan kiyai di desa saya. 

Dulu KH ali Mustaqim sering mengajak kita  untuk mengikuti kegiatan di pondok pesantren Roudlotul Hanan ini dan yang rutin selapan sekali setiap jum'at legi yaitu istighosah dan amalan S. Al Waqiah yang jamaahnya ribuan orang. 

Jadi hubungan antara KH. Ali Mustaqim dan masyarakat Jati dengan KH. NUR MIFTAH/KH SOLIHI sudah terjalin lama sekitar tahun 1990 an dan hubungan ini semakin erat karena dua putri dari mbah KH. NUR MIFTAH ini menjadi menantunya mbah KH. ALI MUSTAKIM dan mbah KH. SAHID yang juga masih saudara.

Bisa dikatakan kita masarakat jati adalah santrinya mbah KH Ali Mustakim dan sekaligus mbah KH nur Miftah, dan hubungan nyantri ini Alhamdulillah masih terus istiqomah terlebih yainya sekarang adalah Gus Dofi yang nama lengkapnya Ahmad Mudlofi Ismail  yang merupakan teman sekelas saya waktu MI. 

.Hubungan silaturrohim gus Dofi dengan kita-kita teman masa kecil masih terjalin erat dengan terbentuknya grup WA, beliau sebagai teman sekaligus guru kita. Foto pituturluhur diatas kita ambil saat kita dan teman teman sowan waktu beliau pulang umroh. 

Kembali ke  Pitutur luhur pertama sabar  dari bahasa Arab sobaro yasburu yang artinya menahan. Dan secara istilah abar adalah menahan diri dari segala macam bentuk kesulitan ,kesedihan dan menahan diri dalam menghadapi suatu yang tidak disukai atau dibenci. 

Sabar juga dimaknai tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak putus asa dan tidak patah hati). Terkait dengan sabar kita sering mendapati kata kata lain yaitu " tabah " yang berarti menerima cobaan, derita, tenang, tidak tergesa-gesa. 

Menurut sukino dalam jurnal ""Konsep sabar dalam Alquran dan kontektualisasinya dalam tujuan hidupmanusia" sabar  :Menahan diri dari dari sifat kegundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan  dari keluh kesah, serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah. 

Menurut beliau konsep sabar yang perlu diterapkan dalam kehidupan manusia yaitu: sabar dalam beribadah, sabar ketika menghadapi musibah, sabar terhadap tipu daya dunia, sabar mengendalikan diri supaya jangan melakukan maksiat dan sabar dalam berjuang. 

 Pitutur luhur kedua Ngalah  yang bisa diartikan rela berkorban untuk orang lain demi kebaikan bersama, tidak egois dan tidak menang sendiri. 

Ngalah belum tentu kalah tapi suatu sikap yang diambil untuk menyenangkan orang lain atau sikap diam untuk menghindari suatu konflik . Mengalah dilakukan untuk meraih tujuan yang lebih baik (luhur). 

Menurut achmad Sri Wintala (2016:55) mengalah dilakukan tiak dalam segala situasi namun dalam rangjka membentuk kepribadian andap ashor( bahasa jawa: rendah hati) 

Mengalah mengajari diri kita akan pentingnya pengendalian diri,mengelola ego pribadi, bersabar menghadapi cobaan /ujian, rasa syukur karena masih diberi kemampuan memantu orang lan. 

Ungkapan luhur dari bahasa Jawa terkait mengalah  diantaranya: Wani ngalah becik pungkasane,  sopo nandur bakal panen ,becik ketitik olo ketoro.

Pitutur luhur ketiga Nriman  yaitu iklas menerima sesuatu baik hasil upaya atau kejadiandalam hidup sebagai suatu ketetapan dari Alloh. 

Nriman dalam islam disebut  qonaah yaitu sikap menerima, merasa cukup atas hasil yang diusahakan dan menjauhkan diri dari rasa tidak puas atau rasa kurang. Dan perlu ditegaskan bahwa nriman disini bukan berarti suatu sikap merasa cukup karena tidak mau usaha atau karena kemalasan,  tapi setelah memaksimalkan usaha. 
Orang yang memiliki sifat qonaah maka hidupnya akan tenang dan tidak mudah mengeluh dan berkeluh kesah dan akan terhindar dari sifat iri dan dengki terhadap orang lain. 

Pitutur luhur keempat Loman yang bisa diartikan dermawan yaitu orang yang senantiasa mencurahkan kebaikan kepada siapapun yang membutuhkan uluran tangannya tanpa membedakan suku, ras maupun agama baik diminta atau tidak. Atau secara singkat dermawan itu ringan menolong orang lain. 

Orang yang dermawan akan iklas berderma tanpa pamrih bahkan tidak memerlukan suatu ucapan terimakasih dari orang yang ditolongnya bahkan menolong dengan tidak menunjukkan jati dirinya. 
Dengan adanya kebaikan dan kemurahan hati, keimanan yang kuat serta keiklasannya maka orang dermawan mendapat kecintaan dan dekat dengan Alloh, dekat dengan manusia,  dan jauh dari neraka sebagaimana hadits Nabi Muhammad SAW yang artinya :

 " Orang yang dermawan dekat dengan Alloh dekat dengan manusia,  dekat dengan surga dan jauh dari neraka. Sedang orang yang kikir jauh dari Alloh, jauh dari manusia,  auh dari surga dan dekat dengan neraka. Orang  jahil tapi dermawan lebih disukai Alloh daripada ahli ibadah yang kikir (HR. tirmidzi) 

Dari uraian diatas ternyata empat kata SABAR, NGALAH, NRIMAN LOMAN merupakan suatu pitutur luhur  dan kata dibawahnya sebagai penyangat atas keluhurannya yaitu diikuti kata BECIK DILAKONI. 

semoga Alloh meringankan dan menguatkan iman  kita untuk mampu berusaha melaksanakan pitur luhur tersebut. Amiin

Trenceng, 27-4-2021






Minggu, 25 April 2021

SINERGI, MANFAATI, MBAROKAHI.



Sabtu,25 April, segenap kepala madrasah atau sekolah baik MI/SDI/MTS/SMP/MA// SMK/RA/TK dibawah naungan LP MAARIF kabupaten Tulungagung mengikuti RAPAT KOORDINASI (RAKOR)  sekaligus buka bersama  bertempat di kantor LP. Maarif kabupaten Tulungaging. 

Acara tersebut dilaksanakan berdasarkan rekomendasi dari kegiatan konferensi cabang Nahdlatul Ulama" Kabupaten Tululungagung. 

Dengan adanya Rapat Koordinasi yang diharapkan adanya suatu sinergi antara lembaga dan LP Maarif dan juga antar sesama lembaga yang berada dibawah naungan LP maarif Nu kabupaten Tulungagung, 

 Dalam sambutannya bapak  H. kozin menyampaikan bahwa jargon LP maarif NU Tulungagung yang bekerjasama dengan perhutani dan mendapat fasilitas pengelolaan lahan beberapa hektar yang dijadikan bumi perkemahan LP maarif NU tulungagung yang disebut""  bumi perkemahan WALIKUKUN"" di desa Junjung kecamatan Sumbergempol Tulungagung. 

Walau bumi perkemahan ini proses pencanangan dan upaya penataannya dengan penanaman dan pembuatan jalan diareal perbukitan nan elok itu belum lama tapi sudah mendapat sambutan dan dukungan dari warga sekitar. 

Ini terbukti dengan peran serta warga yang telah mewakafkan lahan yang semula cuma jalan setapak untuk menuju bukit yang menjadi pos bumi perkemahan, kini sudah berubah menjadi suatu jalan yang lebarnya 3 meter dan bisa dilewati mobil sampai POS. Pemandangan di bumi perkemahan WALI KUKUN ini sangat luar biasa indahnya. 

Ini menandakan bahwa keberadaan LP Maarif NU  semakin menunjukkan peran dan jargonn yang diusung "" SINERGI, MANFAATI, BAROKAHI""

sinergi merupakan suatu harapan bahwa keberadaan LP maarif NU dengan seluruh lembaga pendidikan yang dinaunginya baik madrasah atau Sekolah mulai RA, TK, MI, SD, MTS, SMP, MA, SMA, maupun SMK. dengan suatu langkah bersama dan menyatukan tekat untuk berjuang di dunia pendidikan dalam menyiapkan generasi yang solih unggul dan bermanfaat untuk umat bangsa dan negara. 

MANFAATI adalah suatu harapan atau arah bahwa keberadaan LP maarif NU ini keberadaannya bisa membawa suatu kemanfaatan disegala bidang. Untuk mencapai suatu kemanfaatan ini maka dunia pendidikan merupakan suatu jalur penting untuk mencapai tujuannya. 

Karena itu suatu langkah strategis yang ditempuh LP maarif NU Tulungagung  membangun suatu koordinasi  dengan para kepala Madrasah dan kepala sekolah, dengan Badan Penyelenggara Pelaksana Pendidikan nahdlatul Ulama'(BP3NU)  dari masing - lembaga yang dulu kita kenal dengan sebutan pengurus yayasan. 

Selain itu pembinaan ,diklat, workshop dan seminar kepada para kepala madrasah dan sekolah serta guru dan tenaga kependidikan terus diupayakan. Karena guru dan penyelenggara pendidikan merupakan ujung tombak yang menentukan keberhasilan dalam perannya di dunia pendidikan. 

Selain itu LP maarif NU menyadari bahwa keberadaan dunia literasi tak kalah pentingnya untuk mendapat dukungan untuk dikibarkan, karena itu LP maarif NU Tulungagung juga mengadakan pembinaan kepada para guru dengan seminar literasi dengan narasumber bapak prof. Ngainun Naim yang kemudian melahirkan suatu grup ""Ma'arif Menulis " 

Grup Washap ini menampung banyak anggota yang langsung dalam binaan bapak prof Ngainun Naim untuk berproses belajar menulis dan Alhamdulillah telah terbit beberapa buku antologi diantaranya buku BLENDRANG,  

Dan yang masih hangat turun dari percetakan dan dalam penantian kedatangannya adalah dua buku antologi yang  lahir sekaligus di bulan puasa yang penuh berkah ini. Dua buku tersebut berjudul ""SUKA DUKA MENDAMPINGI ANAK BELAJAR DI MASA PANDEMI "" dan ""EVOLUSI PEMBELAJAR DIMASA PANDEMI""

Dan dari RAKOR ini Alhamdulillah menghasilkan beberapa kesepakatan yang kesemuanya semoga benar -benar akan bisa mewujudkan  keberadaan semua lembaga dalam binaan LP maarif NU Tulungagung ini sebagai lembaga yang penuh keberkahan  dalam ridho Alloh SWT. sehingga jargon LP MAARIF NU tulungagung "" SINERGI, MANFAATI DAN MBAROKAHI" benar-benar bisa terwujud. 

Amiin yarobbal alamiin. 

Trenceng, 25 April 2021











Rabu, 21 April 2021

KARTINI DAN LITERASI

Tanggal 21 April dipengati sebagai hari Kartini. Adanya suatu peringatan pasti tiada terlepas dari suatu sejarah besar dari suatu perjuangan yang luar biasa.

Terkait dengan hari Kartini  sebagai suatu penghargaan atas perjuangan RA. Kartini, seorang putri yang hidup dalam masa negeri ini dalam penjajahan  Belanda. 

Kartini seorang putri yang mampu memandang akan pentingnya suatu pendidikan dan  adanya  perubahan stigma terhadap kesetaraan kaum wanita. 

Mengubah suatu peradapan yang sudah mengakar terlebih masa penjajahan yang penuh dengan keterbatasan bukanlah hal mudah dan perlu suatu perjuangan yang luar biasa dan juga tidak semua orang mampu melakukannya. 

Dan model perjuangan RA Kartini yang sangat luar biasa dan mampu mengubah peradapan dan sejarah besar terhadap kaum perempuan Indonesia diantaranya adalah kejelian  dan kesadaran RA Kartini akan pentingnya menggunakan jurus LITERASI yang beliau tuangkan dalam tulisan yang kita kenal dengan "HABIS GELAP TERBITLAH TERANG."

Dari pemikirian dan gagasan beliau dituangkan dalam bentuk surat-surat yang akirnya banyak mendapat suatu dukungan dan mencapai suatu hasil dan bahkan hikmah dari perjuangannya melebihi umur jasmaninya.

Keberadaan perempuan yang semula hanya seputar lingkungan pemenuhan urusan rumah tangga yang ada keterbatasan akan pentingnya suatu bekal pendidikan menjadikan wanita bisa dikatakan tiada memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi dan berpartisipasi dalam bidang lain. 

Maka suatu penghargaan yang sangat pantas untuk disematkan kepada RA KARTINI  atas jasa jasanya sehingga sekarang para perempuan menjadi sosok -sosok tangguh yang bisa berperan sesuai keahlian dan bidang yang diminatinya. 

Pemaknaan hari Kartini tidak cuma dilihat dari segi pakaian yang dipakai yang tak kalah pentingnya adalah mengambil teladan dari Kartini akan kegigihan dalam berjuang dan pantang menyerah,  akan kesabaran tiada berputus asa dan akan ketulusan yang tiada berpamrih. 

Dan sekarang banyak kita saksikan banyak para tokoh Kartini -Kartini tangguh yang bisa kita temui. Semoga perjuangan para KARTINI di jaman ini juga memiliki nilai perjuangan yang sangat luhur untuk keluarga dan juga bangsa dan negeri ini. 

Dan semoga kita para ibu tergolong menjadi KARTINI TANGGUH untuk putra putri kita yang turut berjuang menyiapkan generasi masa depan ditengah perjuangan dimasa Pandemi covid ini. 

Dari model perjuangan RA KARTINI yang kita kenal dengan "" Habis gelap terbitlah terang"  Ini membuktikan betapa pentingnya peran suatu kesadaran untuk mengembangkan suatu literasi. 

Dengan hanya dibicarakan maka kemanfaatan pemikiran hanya menjangkau pada orang yang mendengar, dengan ditunjukkan hanya bisa diikuti oleh orang yang melihat dan bila dituangkan dalam bentuk tulisan maka kemungkinan bisa diikuti oleh banyak orang dan waktu yang lebih panjang. 

Selamat hari kartini 2021 dan salam literasi. 

Trenceng 22-4-2021