Minggu, 14 November 2021

MENDADAK ....MENGHITANKAN

Ada seorang murid sebut saja namanya reza, yang sudah tiga hari tidak masuk sekolah dengan keterangan sakit, Nah pada hari ke empat bu Ris  yang jadi wali kelas menanyakan pada murid lainnya,"Anak- anak, siapa yang tau  Reza,sakit apa ya ? Hari ini sudah hari ke empat kok belum masuk?"

Salah seoranh murid yang sering bermain bersama dengan Reza dengan malu malu dan agak ragu- ragu mengacungkan tangannya..O iya mas Zaki mungkin tau Reza sakit apa ya? 

Dengan agak tersipu dan malu, si Reza menginformasikan bahwa temannya sejak hari rabu pulang sekolah krcelakaan bu?Si wali kelas.kaget demikian juga murid yang lain, bu guru melanjutkan pertanyaannya :" kecelakaan gimana ,naik apa dan dimana? Seolah tidak sabar bu guru bertanya dengan beruntun.

Semrntara si Zaki kebingungan menyusun kata-kata menginformasikan tentang kejadian yang fialami temannya.Ksrena difesak buguru dan teman temannya si zaki cerita ,Anu bu, Reza pada hari rabu pulang sekolah......sambil terdiam sesaat...anu terjepit slerekan dan sampai sekarang masih kejepit.

Tampakya si Zaki sejak tadi mulek mau cerita tampaknya kesulitan memulai dan mencari apa bahasa indonesianya slerekan. Nah bu guru menetangkan bahwa bahwa bahasa Indonesinya slerekan adalah resleting.

Menfengar informasi itu maka si wali kelas mengajak salah seorang guru ke rumah reza untuk memastikan kabar yang baru diterima.

Benar saja dirumah Reza orangtuanya menceritakan apa yang dialami anaknya dan sbensrnya ayahnya sudah membujuk  abaknya untuk duajaj ke dokter atau puskesmas ,tapi tampaknya si anak tetap kejeh tidak mau.dan buguru yang menjenguk juga memberi penjelasa dan membujuk untuk mendampingi ke doktet,itu masih belum berhasil.

Si ayah juga bercerita bahwa kepala rezleting itu masih menjepit, dan celananya terpaksa digunting.dan bugurupun kembali ke sekolah dan minta si ayah untuk terus membujuk, khawatir kalau ada efek bila tidak segera ditangani.dan kebetulan hari sabtu itu saya lagi mengikuti diklat.

Senin pagi si wali kelas memberikan informasi itu keoada saya dan tak berapa lama ayahnya si Reza ke madrasah menemui saya memberikan informasi anaknya belum mau diperiksakan dan minta untuk membujuk anaknya mungkin kalau dari sekolah akan menurut.

Sayapun menyanggupinya, kitapun berdiskusi dengan para guru dan kita putuskan untuk pak bekti selaku guru olahraga untuk mengantarkan periksa ke puskesmas dan didampingi wali kelasnya.

Alhamdulillah si anak menurut, dan karena sudah beberapa hari sang dokter bilang kepada guru yang ngantar  ya agak kaku "" Bapak ini bagaimana, kok lambat periksanya, ini sudah berapa hari? , 

Si  guru yang mengantar menjawab pak dokter," Lo kenapa bapak kok marahi saya, saya gurunya baru tau kejadian resleting ini juga baru saja, karena kejadiannya di rumah, dan ijinnya tidak masuk karena sakit.

Si dokter menuawab, la iya yang sayaarahi kok baoak,maaf ya pak. Ini harus kita rujuk ke rumahsakit pak, si guru menjawab siap.dan wali kelaspun segera menghubungi bapaknya, dan memang ibunya kerjanya di luar kota.

Akirnya si anak dikirim ke rumah sakit dan saya juga turut kesana kebetulan lokasinya tidak jauh dari madrasahku, akirnya oleh dokter disampaikan bahwa jalan keluarnya dengan disunat.ya itulah gara gara resleting nisa sunat tanpa direncanakan.Menjadi guru tingkat dasar itu unik, seru, gemes dan juga dengan kepolosan anak anak jadi hiburan tapi terkadang tak sedikit yang menguji kesabaran.

2021.



Minggu, 03 Oktober 2021

MAKNA DARI TABUNGAN

      Rehap gedung MI Mafatihul Ulum.                        Balesono sep 2021.

Hari Kamis tanggal 30-9-2021 madrasahku sedang melaksanakan roan pengecoran lantai dua .Roan bisa dikatakan suatu kegiatan kerjabakti atau istilah lainnya gugur gunung.Kegiatan roan ini biasanya diterapkan di tempat -tempat untuk kepentingan umum termasuk dalam pembangunan madrasah.

Madrasah ini berdiri memang lumayan lama, menurut data tanggal 1 Maret 1971 jadi ya sudah 50 tahun.tapi untuk pembangunan gedungnya saya tidak tau persis tahunnya, karena pada awal operasinya madrasah masih menumpang dibeberapa tempast sebelum memiliki gedung permanen.

Dari batu bata yang dirobohkan saya menemukan tahun 1952 yang disitu biasanya si oembuat batu bata itu menorehkan hemarinya untuk mengabadikan tahun pembuatannya.Ini merupakan salah satu pentingnya tentang tulisan, yang bisa dijadikan bukti seharah.

Alhamdulillah kegiatan roan itu berjalan denganl ancar dan dengan dukungan yang luar biasa dari semua fihak. Roan merupakan kegiatan sukarela atau tanpa imbalan materi. Roan ini diikuti oleh wali murid, guru, pengurus dan komite madrasah, jami'ah qotmil qur-an, dari Ansor dan warga sekitar dan masyarakat peduli mafrasah.

Dan disaat kegiatan roan ada salah satu wali murid yang berlari menghampiri saya sambil memegang handphonnya seraya mengatakan, ," ada yang kepingin matur kalih jenengan ". akirnya handphon saya pegang dan ada sapaan salam dari seberang, tepatnya beliau dari negeri jiran Malaysia.

Sambil memperkenalkan diri si bapak diujung tielephon, mengatakan ," buk, bisakah saya minta nomer rekening turut serta untuk membantu madrasah ?"
" Alhamdulillah bisa pak, saya ucapjan terimakasih sebelumnya semoga bapak mendapat kelancaran dan rizki yang barokah,.

Beliau menjawab,"inggih bu ,matursuwun atas doanipun, gih namung sekedik dan insyaalloh mangke gih titip malih.dawuhe nabung itu tidak cuma direkening bank, tapi ada yang lebih penting untuk nabung jariah engkang saget damel sangu perjalanan panjang . Matursuwun buk insyaalloh benjing kulo lebetaken.mugi pembangunanipun lancar barokah,suwun assalamualaikum".

Saya menjawab salam beliau dan ada yang terngiang dalam ingatan saya dari pembicaraan singkat tadi, yaitu betapa pentingnya kita juga menabung untuk masa depan yang tidak hanya  tersimpan direkening bank.yaitu "TABUNGAN AMAL JARIAH..
Dan benar saja besuk hari sudah ada lapiran masuk dana jariah yang sungguh tidak kita duga, 
Kepada semua fihak yang telah membantu baik dengan moril, materiil, tenaga dan lainnya ,kami mewakili segenap panitia dan keluarga besar madrasah menghaturkan terimakasih teriring dia jazakumulloh ahsanal jazaa

Akis sep 2021

Sabtu, 02 Oktober 2021

CERITA DARI SEBUUAH TOILET MASJID

Pas hari Ahad saya dengan suami mengagendakan silaturrohim ke seorang teman yang sudah aeperti sadara sendiri skaligus untuk ngudang putrinyaa yang sudah sekitar sebulan dilahirkan didaerah Bandung Tulungagung.

Hubungan kekelugaan bukan hanya karena adanya pertalian darah tapib Hubungan kekeluargaan akan tetap terjalin baik manakala hubungan komunikasi dan silaturrohimnya dijaga dan sambung  

Kadang orang lain yang tidak bertalian darah bisa seperti keluarga tapi sebaliknya dari hubungan keluarga jadi seolah orang lain ini dipengaruhi adanya hubungan komunikasi dan silaturrohmi.Karena itu dalam islam bersilaturrohmi itu suatu hal yang sangat dianjurkan dan memiliki hikmah tersendiri.diantaranya memanjangkan umur dan melancarkan rizki.

Pas kita jagongan saya teringat ke salah satu kakak kelas saya teman masa kecil di diniah yang sekarangg domisilinya di timurnya pasar Bandung. Saya coba tilpun untuk memastikan ada tidaknya dan minta arah lokasinya mumpung kita lagi di Bandung kita skalian menyambung silaturrohmi.

Sebelum kita ke mbak Alfiah yang akan kita hampiri ,kita solat duhur di masjid Jami' Baitul Khoir yang lokasinya tepat di sbelah barat Pasar Bandung.

Sbelum  menuju tempat wudhu saya dan suami mengamati bangunan masjid yang cukup besar dengan lbangunan lembaga pendidikan disekiarnya yang cukup megah dan dalam naungan yayasan yang sama.

Saya sudah beberapa kali silaturrohom dan ngangsu kaweruh atau istilahnya riklah ke lembaga pendidikan ini untuk belajar dan menggali  tentang pengelolaan lembaga ini.kebetulan kepala madrasahnya juga kita kenal baik.

Saya dan suami menuju toilet dan tempat wudhu sesuai petunjuk .gender. Nah waktu itu di tempat wudhu putri cuma ada beberapa orang,  Saat saya wudhu saya mendengar seorang ibu menegur dua orang yang baru datang dengan mengatakan ," Jenengan salah tempat,untuk orang laki- laki tempat wudhunya disebelah".

Saya penasaran kenapa si ibu itu kok mengatakan begitu, saya berbalik dan mengamati orang yang ditegur si ibu itu.

memang ada dua orang remaja sekitar usia 17 an dengan potongan rambut laki-laki dipotong sangat pendek dan diatas telinga dipotong tipis ,memakai celala dengan hem kotak kotak yang sengaja tidak dikancingkan dengan kaos didalamnya dan bertopi dan perawakan serta model jalannya juga seperti remaja laki laki.

Sungguh sayapun tiak menyangka, dari teguran si ibu salah satu dari mereka menjawab ,," kita tidak salah tempat buk, karena kita perempuan."

Astagfirullohal adzim ,iya to mereka perempuan gumam hati saya, memang sih dua juga tidak memakai anting, maka wajar kalau ibu tadi juga menyapa begitu.

Seolah melengkapi penasaran saya ,saya melihat dua remaja itu juga menuju tempat mukena dan solat dhuhur disitu.Barulah saya yakin...o....mereka memang perempuan.

Setelah solat saya bilang sama suami,"" coba amati dua remaja itu!" baru stelah mereka berlalu saya cerita tentang kejadian di toilet tadi.Tampaknya si suamiku juga mengira itu tadi juga anak laki -laki.terlebih melihat gaya mengendarai mitornya juga tampak gagah seoerti laki-laki.

Teryata penampilan mempengaruhi pola gerak dan perilaku seseorang.

Akir sep 2021 






Minggu, 12 September 2021

SOPIR MOLEN TANPO SIM

Memo ahad 12-9-2021

SOPIR MOLEN TANPO SIM. 

Memo ahad 12-9-2021

SOPIR MOLEN TANPO SIM. 

Hari ini ahad 12-9-2021.memasuki proses pengecoran pondasi, saya sengaja ke mafrasah karena ada barang yang harus saya ambil,  

Dengan beberapa pak tukang ditambah pak bekti dan pak adip dari wali murid. Saya mengikuti kegiatan para bapak yang sambil bekerja berkelakar. dan tampak asyik, 

Karena mengikuti kecepatan alat pengaduk bahan bangunan yang biasa disebut molen,  maka kerjapun juga cepat,  ada yang unik dalam kegiatan itu, si bapak-bapak dengan tetap kerja cepat pak adip emegang roda kendali mesin, e kok tumpah,  maka tak ayal menjadi bahan gojlokan pekerja lainnya. 

Dalam bahasa jawa guyonan itu tampak adyik,  salah datu pak tukang menyampaikan,  la... ancen dadi sopir molen raduwi SIM.. reko reko nyopir yo kutah -kutah. Pekerja lain jadi tertawa lepas. 

Tak mau kalah yang lagi nyopir molen ganti tanya.... La iyo po tumon supir molen dadak kon golek SIM molen,  trus lek golek nek endi? 
Yang lain  jawab yo nek bakul gorengan. La lek iku molen panganan to kang? 

Belum lagi selesai gojlokan soal SIM molen,  tiba-tiba tiba ada tilpun,  maka si sopir molen yang lagi beraksi jadi bertelepon.... Pak tukang pun berceloteh,  la ancen juragan reko-reko nyopir molen yo karo nyambi nangkap orderan. 

Sayapun juga menimpali perbincangan asyik itu,  la ya ndak apa-apa pak,  siapa tau sang juragan karena barokah roan juga dimudahkan orderannya kita pasti lek pun klir,  rokok e surya lak lak yo mrutuk gih oak? 

Eh ternyata benar dari acara tilpan tilpun itu ada orderan untuk empat hari ke depan, Alhamdulillah..... Para tukang turut berucao.  Surya-surya..... Yes.

Maka ibarat kata guyon pari keno, yang bisa dimaknai dari guyonan menjadi kenyataan. Tiba tiba oak sopir molen tanpo sim itu ganti menyopir sepeda motornya.. e...  tak lama sudah kembali membawa bungkusan rokok yang di tawarkan tadi. 

Matursuwun-mstursuwun mugo sing keri soyo lancar tur mbarokahi koncone AMIIN

TANDANG KARO GUYON ,PEGAWEAN SOYO ENTENG,  goro gore SOPIR MOLEN TANPO SIM"

matursuwun baoak bapak,  semoga jadi amal jariah jenengan.

Amiin

KUBERANIKAN DIRI BELAJAR MENULIS

Saya mencoba menuangkan dalam suatu bahasa tulis, apa yang saya rasa saya, lihat atau apa yang ada di sekitar saya. Saya ingat dawuh Dr. Ngainun Naim,  menulis itu suatu kegiatan yang bila sudah terbiasa dilaksanakan akan menjadi wahana rekreasi yang asyik. 

Dalam batin saya,  masak iya dengan menulis kita bisa  rekreasi?  La wong mau ngawali blajar nulis itu saja kita bingung, yang sering muncul di banyak orang menulis itu ribet, sulit trus bilang pada diri sendiri apa yang mau ditulis,  bagaimana mengawalilinya dan malu kalau tulisan kita dibaca orang. 

Stelah beberapa kali mendapat suntikan terjait dengan dunia literasu kususnya proses belajar menulis yang disampaikan Dr. Ngainun Naim,  saya terbawa sudut pandang atau maiset beliau bahwa menulis itu mudah,  menulis itu tidak sulit dan menulis itu jangan dibuat ribet. 

Diantara trik dan tips belajar menulis yang pernah beliau sampaikan adalah, " menulislah sesuai yang anda sukai, yang anda geluti dan yang terpenting dari seorang penulis itu ya nulis. 

Menulis pada dasarnya adalah seperti kita berbicara, bercerita yang insyaalloh semua orang lancar bercerita terutama para guru,  bedanya diwujudkan ke dalam suatu narasi tertulus. 

Kelebihan bahasa tulis ini akan bisa kita koreksi dan kita edit lagi, dan dari tulisan ini akan bisa memanjangkan usia dari penulisnya sendiri. Beda dengan cerita yang banyak orang lancar bercerita, secara langsung, namun dampaknya cuma orang yang secara langsung mengikuti cerita kita dan bila ucapan sudah tersampaikan itu tidak bisa edit lagi. 

Beberapa tahapan yang biasa dilalui oleh penulis pemula biasanya oada tahap 1) mereka bingung mau nulis apa tema apa dan bagaimana memulai menulis. 2) si penulis sudah belajar menulis tapi ada penyakit oenyertanya yaitu  tidak percaya diri sehingga ada ketakutan dan malu bila tulisannya dibaca orang lain. 3) Penulis yang sudah berani menuangkan karyanya dalam tulisan tapi masih sangat perlu suntikan dan motifasi  orang lain, diantara yang turut memotifasi bila tau bahwa  dari tulisannya itu dibaca atau dikomentari orang lain. Dan pada tahapan ke 4) Penulis itu mereka rasakan sudah seperti suatu kebutuhan dan dalam kondisi aoapun mereka akan tetap eksis berkarya dalam menulis dan ditahap inilah menulis itu memunculkan efek wahana refresingnya. Disini penulis tidak akan terpengaruh dengan komentar atau apresuasi dari orang lain karena menulis itu sudah bagian dari kehidupan dan kebutuhannya. 

Hadiah dan hasil pertama yang dinikmati oleh penulis adalah rasa kepuasan atau plong setelah tulisan itu menemukan ujung ceriatanya. 

Dan yang terpenting dalam belajar menulis adalah dengan istilah 4 M, yaitu:menulus, menulis, menulis dan menulis. 

Jangan biarkan niatan belajar menulis itu sebatas keinginan tanpa tindakan,  sehingga tulisannya hanya sebatas angan angan. 

Komsiyah

Trenceng,  sep 2021
Salam literasi






Jumat, 10 September 2021

CATATAN UNTUK PUTRI KRCILKU

.

Ini adalah memo putri kecilku yang masuk pertama kali bisa mengikuti Pembelajaran Ttatap Muka  di madrasah seteah sekian lama pembelajaran secara daring. 

Hari ini hari yang sangat bersejarah bagi dia, walaupun sekarang sudah kelas dua tapi ini benar-benar dia masuk sebagai murid di MI mafatihul Ulum Balesono, dan bahkan sragam almaternya ini juga baru dipakai pertama walaupun sudah dimiliki sejak awal kelas satu. 

Dia termasuk bagian dari seluruh siswa Indonesia yang tidak menikmati keseruan,kebersamaan  dan ke keunikan belajar dengan tatap muka  bersama buguru dan teman-temannya di madrasah. 

Bahkan dia juga tidak memiliki kenangan teman sebangkunya saat kelas satu. Karena ada pembelajaran jarak jauh sejak dia semester genap di RA Mafatihul Ulum jadi bisa dikatakan dia termasuk lulusan RA zaman corona di tahun pertama tahun 2019.karena pembelajaran daringnya mulai Maret 2019.

Mengetahui boleh masuk belajar bersama di MI Mafatihul Ulum Balesono , skaligus tempat si ibuk mengajar, dia sangat antusias, dia bertanya sragam mana yang harus dipakai,dia menyiapkan sejak sejak ada pengumuman boleh masuk, dan sepatupun yang selama inidimiliki dicoba, eh sudah tidak muat,  jadilah ketoko sepatu. 

Ditoko bak mau hari raya,  para siswa dan orangtua berburu seragam atau sepatu karena permasalahan sama sudah tidak muat dan tidak terdeteksi. 

Semalam menjelang tidur dia membayangkan dan bertanya, besuk kelasku dimana ya buk,  teman sebangkuku siapa ya?  Persis itu mungkin yang seharusnya dia rasakan di kelas satu. Baju sragam sudah dia siapkan,  buku dan peralatan sekolah sudah diteliti dan dimasukkan tas sekolahnya bahkan taklupa kaos kaki sudah ditata berjajar seolah barisan. 

Saat berangkat sekolah sambil memeluk pinggangku dia tak henti berceloteh menggambarkan keriangan dan suasana hatinya. Saya ingatkan bahwa kita harus tetap dusiplin mematuhi protokol kesehatan. 

Dia langsung menyebutkan dengan nada seperti baca puisi yang isinya himbauan protokol kesehatan. Dan dia tau urutan prosesi datang dan saat belajar di sekolah setelah menyimak vidio yang sudah dikirim oleh gurunya tentang simulasi, pemerikaan suhu tubuh,  mencuci tangan,  memakai handsanitaiser adap bersalaman yang harus jaga jarak. dan tidak boleh berkerumun. 

Walaupun dirumah dan berangkat kesekolah dia selalu menempel bak perangko dengan amplopnya,  maka saat di madrasah dia berjabat tangan dengan para bapak dan ibu guru termasuk si ibuk juga menjaga jarak. 

Saat menyapa guru mengucapkan salam, si guru menjawabnya dan dilanjut doa robbi habli minas sholohin lalu siswa menjawab,  aamiin. Setelah menjawab itu eeee si kecil tidak segera berlanjut ke guru lainnya karena ada yang disampaikan. 

Buk ibuk ini aku buk salma,  masak ibuk tidak kenal ? Masyaalloh.... saya ternyata sampai tidak menyadari dua putri kecilku karena kerinduan kita kepada semua anak. 

Kebahagiaan si kecil bertambah dan hari pertama itu cukup bemakna karena dihari itu ada pengumuman hasil lomba agustusan walau secara daring dengan mengirimkan vudio. Dia mendapat tropi, piagam dan juga sufenir cantik yang disiapkan gurunya. 

Selamat mengawali belajar putriku cantik, do'a ayah ibuk selalu menyertaimu,  semoga ilmumu manfaat barokah cita citamu dikabulkan Alloh dan besar harapan ibuk kau jadi putri sholihah yang terbingkai dengan akhlaqul karimah. Amiin

Dan pesan ibuk,  hormati dan patuhi bapak ibu guru dan bersikap baiklah kepada teman dan orang orang disekitarmu. 

Salam sayang untukmu, ini coretan ibuk semoga jadi motifasimu. 

Trenceng 9-9-2021

Pagi pagi dia bersiap

KUAWALI DENGAN BASMALLAH...




Serba serbi memo hari pertama PEMBELAJARAN TATAP MUKA DI MI MAFATIHUL ULUM BALESONO. 

Rabu 9-9-2021 meruoakan hari bersejarah kussnya dunia pendidikan i wilaah kabupaten Tulungagung. Karena di hari itu kia diijini untuk melakanakan pembelajaran secara langsung atau dengan istilah pembelajaran Tatap Muka (PTM). 

Setelah sekian lama kebijakan pembelajaran harus dilaksanakan Jarak Jauh (PJJ) atau disebut juga dengan pembelajaran daring (pembelajaran dalm jaringan)  karena harus dengan fasiltas jaringan dengan menggunakan paket data lewat hand phon. 

Kebijakan Pembelajaran darig ini diambil dalam rangka upaya pemutusan wabah pandemi virus corona yang melanda secara global di seluruh dunia yang diawali dari kta Wuhan di Cina sejak tahun 2019.yang akirnya juga merambah ke negara-negara lain di dunia termasuk Indonesia. 

Adanya Pandemi covid-19 ini meluluh lantakkan semua sektor baik kesehatan,  politik, ekonomi sosial budaya tak terlepas di dunia pendidikan. 

Sepanjang sejarah yang saya tau baru kali ini ada wabah yang berdampak sangat luar biasa dan berimbas kepada semua sektor dan semua fihak dengan segala resiko dan dan efek sampingnya terutama terkait kesehatan dan nyawa manusia. 

Karena angat besar resikonya dan menyangkut nyawa inilah yang kemudian menjadi priritas dalam pengambilan suatu kebijakan kebijakan,  yang mana dari suatu kebijakan itu juga sangat berat karena saling mempengaruhi bidang bidang lainnya yang tidak padang perbedaan suku, agama,  profesi, kondis ekonomi, dan lainnya. 

Saya sangat ingat saat itu thari selasa anggal 14 maret 2019 aat murid saya kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah sedang mengikuti try out Ujian Akhir Madrasan Berbasus Komputer (UAMBK) ada suatu informasi yang sangat mengejukan karena mulai tanggal 16 maret 2019 pembelajaran dilaksanakan secara onlon dari jaringan karena untuk memutus ranta wabah pandemi cvd 19 ini. 

Kita ditingkat lembaga pendidikan sangat pueng dengan berbagai informasi dan berbagai peruahan kebijakan yang harus kita ikuti,  terlebih ini barang baru yang perlu pengkondisian ke berbagai fihak, baik anak kelas 6 yang lagi ujian,guru,wali murid dan fihak - terkait. 

Maka hal yang harus kita siap siaga adalah dengan selalu siap siaga menunggu informasi dan koordinasi kepada berbagai fihak yang berdaar kepada erbagagai Surat Edaran kedinasan yang susul menyusul bak lari estafet. 

Hal baru maka banyak yang harus dikondisikan dan terpaksa harus mengikuti walau dengan kondiso yang sangat berat karena harus dengan dukungan fasilitas yang itu juga dipengaruhi kemampuan ekonomi warga masyarakat yang tidak dama. 

Sugguh virus corona ini bisa diatajan sangat dahsyat,  angkuh karena akibatnya terkait nyawa, tak peduli itu siapa saja dari latar belakag yang bgaimana. semua sama resikonya dan yang leibih berat lagi bagi warga dengan ekonomi yang menengah ke awah karena lumpuhya sektor ekonomi, 

Kebijakan bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan belajar dari rumah,  sungguh sangat membelenggu seolah kita masuk dalam keterbatasan bak di sel penjara. 

Para orangtua dengan beragai latar belakang pendidikan tamah profesinya menjai guru pendamping bagi anak - anaknya, berbagai kendala mereka hadapi baik dari kemampuan penguasaan materi , kemampuan faslitas Handphone dan aket datanya dan masing  anak memiliki tugas masi-masing. Maka suatu kepuyengan tersendiri bagi orag tua. 

Maka setelah sekian lama mengalami kondisi ini kebijakan pembelajara secara Tata Muka  ini sangat ditunggu  seoleh hari kemerdekaan dari penjajahan dari corona. 

Saat saya hari megundang wali murid untuk koordinasi terkait pebelajaran siswa makaberaeka ragam keluhan dari para wali terutama si ibu-ibu. Saya beri kesempatan untuk mengeluarkan unek-uneknya biar mengurangi beban psikologisnya. 

Saya menyodorkan blangko surat Pernyataan wali murid terkait ijin dari orangtua bila ada pembelajaran secara tatap muka. Kita berkelajar dengan mereka yang memang sudah saya minta untuk membawa alat tulis dari rumah. 

Begitu kertas itu dibagikan dan membaca judulnya saja,  saya melihat tampak raut wajah yang mulai bersinar ada rasa lega dan luapan emosi gembira. Mereka tamoak cepat sampai pada penandataganan. 

Sambil mengikuti proses pengisian surat ijin orang tua saya bertanya, " Bapak ibu,  apa ada ya yang tidak memberi ijin putranya pembelajaran tatap muka atau masuk sekolah? ". bak paduan suan suara secara serempak menjawab, " tidaaaaaa"

Nah disinilah saya kasih keempatan beliau mencurahkan isi hatinya,  mereka umeg dengan berbagai cerita yang diampaikaikan. Karena itu saat PTM benar-benar diberlakukan mereka seolah merayakan kemerdekaanya, pada hal waktu kita cuma siap siap untuk pengajuan izin ke guguscovid kabupaten. 

Pembelajaran tatap Muk merupakan  hari yang sangat ditunggu, seperti datangnya waktu wusuda para sarjana, karena profesi mereka tambah sebagai guru,  yang mana sejatinya tugas pendudikan yang utama adalah tugas orang tua. 

Trenceng, sep 2021