.
Ini adalah memo putri kecilku yang masuk pertama kali bisa mengikuti Pembelajaran Ttatap Muka di madrasah seteah sekian lama pembelajaran secara daring.
Hari ini hari yang sangat bersejarah bagi dia, walaupun sekarang sudah kelas dua tapi ini benar-benar dia masuk sebagai murid di MI mafatihul Ulum Balesono, dan bahkan sragam almaternya ini juga baru dipakai pertama walaupun sudah dimiliki sejak awal kelas satu.
Dia termasuk bagian dari seluruh siswa Indonesia yang tidak menikmati keseruan,kebersamaan dan ke keunikan belajar dengan tatap muka bersama buguru dan teman-temannya di madrasah.
Bahkan dia juga tidak memiliki kenangan teman sebangkunya saat kelas satu. Karena ada pembelajaran jarak jauh sejak dia semester genap di RA Mafatihul Ulum jadi bisa dikatakan dia termasuk lulusan RA zaman corona di tahun pertama tahun 2019.karena pembelajaran daringnya mulai Maret 2019.
Mengetahui boleh masuk belajar bersama di MI Mafatihul Ulum Balesono , skaligus tempat si ibuk mengajar, dia sangat antusias, dia bertanya sragam mana yang harus dipakai,dia menyiapkan sejak sejak ada pengumuman boleh masuk, dan sepatupun yang selama inidimiliki dicoba, eh sudah tidak muat, jadilah ketoko sepatu.
Ditoko bak mau hari raya, para siswa dan orangtua berburu seragam atau sepatu karena permasalahan sama sudah tidak muat dan tidak terdeteksi.
Semalam menjelang tidur dia membayangkan dan bertanya, besuk kelasku dimana ya buk, teman sebangkuku siapa ya? Persis itu mungkin yang seharusnya dia rasakan di kelas satu. Baju sragam sudah dia siapkan, buku dan peralatan sekolah sudah diteliti dan dimasukkan tas sekolahnya bahkan taklupa kaos kaki sudah ditata berjajar seolah barisan.
Saat berangkat sekolah sambil memeluk pinggangku dia tak henti berceloteh menggambarkan keriangan dan suasana hatinya. Saya ingatkan bahwa kita harus tetap dusiplin mematuhi protokol kesehatan.
Dia langsung menyebutkan dengan nada seperti baca puisi yang isinya himbauan protokol kesehatan. Dan dia tau urutan prosesi datang dan saat belajar di sekolah setelah menyimak vidio yang sudah dikirim oleh gurunya tentang simulasi, pemerikaan suhu tubuh, mencuci tangan, memakai handsanitaiser adap bersalaman yang harus jaga jarak. dan tidak boleh berkerumun.
Walaupun dirumah dan berangkat kesekolah dia selalu menempel bak perangko dengan amplopnya, maka saat di madrasah dia berjabat tangan dengan para bapak dan ibu guru termasuk si ibuk juga menjaga jarak.
Saat menyapa guru mengucapkan salam, si guru menjawabnya dan dilanjut doa robbi habli minas sholohin lalu siswa menjawab, aamiin. Setelah menjawab itu eeee si kecil tidak segera berlanjut ke guru lainnya karena ada yang disampaikan.
Buk ibuk ini aku buk salma, masak ibuk tidak kenal ? Masyaalloh.... saya ternyata sampai tidak menyadari dua putri kecilku karena kerinduan kita kepada semua anak.
Kebahagiaan si kecil bertambah dan hari pertama itu cukup bemakna karena dihari itu ada pengumuman hasil lomba agustusan walau secara daring dengan mengirimkan vudio. Dia mendapat tropi, piagam dan juga sufenir cantik yang disiapkan gurunya.
Selamat mengawali belajar putriku cantik, do'a ayah ibuk selalu menyertaimu, semoga ilmumu manfaat barokah cita citamu dikabulkan Alloh dan besar harapan ibuk kau jadi putri sholihah yang terbingkai dengan akhlaqul karimah. Amiin
Dan pesan ibuk, hormati dan patuhi bapak ibu guru dan bersikap baiklah kepada teman dan orang orang disekitarmu.
Salam sayang untukmu, ini coretan ibuk semoga jadi motifasimu.
Trenceng 9-9-2021
Pagi pagi dia bersiap
Tidak ada komentar:
Posting Komentar