Kamis, 09 September 2021

CERITA PTM HARI PERTAMA



Serba serbi memo hari pertama PEMBELAJARAN TATAP MUKA DI MI MAFATIHUL ULUM BALESONO. 

Wajah - wajah cerah ceria,senyuman hangat tergurat dibalik masker, langkah riang anak -anak, celotehan dan juga lalu lalang anak dihalaman madrasah merupakan pemandangan langka yang selama ini tidak kita temui terkait adanya pemutusan rantai perkembangan wabah covid -19.

Kini suasana yang tetamat kita rindukan itu kita temukan lagi. Para bapak ibu guru menyambut kedatangan para santrinya dengan hangat, para santri dengan memakai masker semangat dan antusias memasuki pintu masuk madrasah dengan disambut para guru dengan diawali pengecekan suhu tubuh,  cuci tangan dengan sabun,  juga memakai disinfektan,  lalu bersalaman dengan bapak ibu guru dengan tetap mematuhui protokol kesehatan.

Taklupa juga kuamati wajah - wajah walimurid yang mengantar putra putrinya, berhenti didepan pintu masuk, mereka tak kalah antusias dalam menghantarkan putra puyrinya diwajahnya terpampang wajah cerah ceria dan seolah ruang bak burung yang bisa terbang karena baru saja melepaskan beban kepenatan dan seabrek rutinitas terutama sebagai guru pendamping belajar anak anaknya.

 Mungki ya dalam hati para wali murid itu memekikkan kata "" MERDEKAAAA"" YES -YES ambil mengepalkan tangan diangkat setinggi tingginya dan ditarik kebah tanda kebebasan. 

Disisi lain saya juga mengamati oerkembangan anak-anak,  secara psikologis rata-rata meningkat baik dalam berat bafan maupun tinggi badan. Dampak dari hal tersebut  menjadi hiburan tersendiri dari para guru yang sudah kangen dan sangat merindukan kebersamaan secara tatap muka. 

Saya mengamati baju seragam si anak yang kebetulan hari kamis sragam almamater, dan sehari sebelumnya banyak konfirmasi dari wali terkait seragam yang akan digunakan. 

Kami sampaikan, yang penting anakanak masuk sekolah,  bila ada kendala sragam baik baju sepatu atau lainnya diberi kebebasan. Bahkan kulihat celanaya sudah kebih tinggi dari kakinya, lengan baju naik, bahkan ada yang ijin memakai srandal karena seoatunya tidak muat. 

Nah dalam pertemuan pertama ini kita kemas dengan kegiatan yang menyenangkan dan mengobati kerinduan meteka terhadsp madrasah,  bapak ibu guru dan juga teman - temannya. Ini yang harus kita easpadai terkait menjagi kerumunan diantara mereka. 

Mereka kita beri kesempatan untuk bercerita dan meluapkan emosinya kedalam bentuk cerita langsung dan yang kelas atas kita tugasi meluapkan emosinya dalam narasi dan puisi atau ekspresi lainnya. 

Suasana kebersamaan dengan anak -anak terutama anak MI adalah suatu hiburan tersendiri. Celoteh mereka,  langkah dan ayunan riang mereka bahkan ungkapan-ungkapan polos mereka itu yang sangat kita rindukan. 

Diantara cerita dari muridku yang unik di hari pertama saat saya bertanya"" anak-anak bagaimana perasaan kalian bisa belajar dengan tatap muka di madrasah? "mereka bersautan mengeluarkan luapan emosinya. 

Diantara mereka ada yang menyampaikan, " buk maaf baju saya tidak seragam karena sudah tidak muat,  ada juga yang ijin tidak menggunakan sepatu karena sepatunya tidak cukup dan belum dibelikan oleh orangtuanya. 

Bahkan ada yang cerita, " sepatu saya lama tidak dipakaii jadi tempat tidurnya katak. dan ada yang cerita, bu guru saya lebih suka belajar dengan bu guru di madrasah karena ibukku di rumah kalau ngajari  dengan marah-marah .

Keceriaan mereka menjadi lengkao karena pada hari itu juga diumumkan kegiatan lomba membuat vidio kreatif temat HUT Kemerdekaan dan dalam peringatan hari pramuka dengan tema cinta alam dan kasih sayang sesama manusia, jmereka membuat dan memanfaatkan barang bekas .

Pemberian apresiasi puala,  piagam dan sufenir menarik kreatifitas daribgurunya melengkapi keceriaan dihari pertama Pembelajaran Tatap Muka. 

Mari anak anakku kita awali PTM ini dengan basmallah dan senantiasa berdoa semoga wabah covud 19 ini segera tuntas dan kita bisa beraktufitas dengan leluasa. 

Jangan lupa tetao disiplin mematuhi protokol krsehan,  jaga imun dan tak kalah pentinya jaga iman. 

Trenceng 9-9-2021

Selasa, 07 September 2021

TIGA MODAL KEKUATAN

KEBERSAMAAN ITU INDAH
KEKOMPAKAN ITU  HEBAT
SEMAGAT ITU  ENERGI TERKUAT


dokumen 8-9-2021kebersamaan dari unsur ulama, umaro' pengurus, komite muslimatfatayat gp ansor ewan guru, PAUD, RA, MI, MADIN TPQ mafatihul ulum Balesono dalam acara peletakan batu pertama rehap Madrasah. 

Alhamduillah hari selaa 7-9-2021 proses Rehab MI mafatihul Ulum Balesono sudah pada tahapan Peletakan batu perama,  yang diawali dengan tahap persiapan pembongkaran kelas lama,  pembersihan,  penggalian lokasi, dan kesemuanya dengan bantuan, kebersamaan,  kekompakan dan semangat serta sumbangsih  jariah dari semua fihak. 

Peletakan batu pertama dipimpin oleh kyai AHMAD MUDLOFI ISMAIL dari PP. roudlotul Hanan Sawentar Kanigoro Blitar,  dan juga Kh Muhson Hamdani  Pengasuh Pp Sunan Kalijogo sekaligus sebagai ketua Syuriah NU kabupaten Tulungagung. 

Dalam peletakan batu pertama itu didukung oleh semua unsur,  dari usur ulama,  KH muhson Hamdani dan bapak Taslim, unsur umarok bapak Basiran selaku kepala desa Balesono dan baak Juaidi selaku Modin Balesono dan ketua pengurus MI mafatihul ulum Balesono,  ari unsur Panitia bapak imam Sya'roni pengurus BP3NU dan bapak Abdul Hakim selaku ketua Komite MI Mafatihul Ulum Balesono,  dari unsur lembada dan guru ada bpk Ahmad Supriadi, M. Pd. I,  sekretaris Lp. Maarif NU Tulungagung,  Komsiyah Kepala MI Mafatihul Ulum Balesono, dan bapak Ali Maksum kepala madrasah Diniah. 

Di Maraah ini digunaan mulai pagi sampai malam,  pagi ada kelompok Bermain,  PAUD, RA, MI,  sore ada TPQ,  dan malam ada Madrasah diniyah. 

Madrasah ini didirikan tahun 1971,oleh mbah KH abdul Ghofur, KH. ANWAR dan ara tokoh serta masyarakat Balesono,  yang diawali dengan dengan berpindah - pindah tempat atau menumpang di balai para warga diantaranya balai mbah Kh. Anwar,  balai bah H. Sayuti dan juga tempat lsin sebelum memilki gedung madrasah  secara tetap. 

Kekompakan dari semua fihak, baik dari dari unsur  kepala adrasah,  guru,  komite, pengurus, wali murid,  pemerintah desa juga dari sahabat-sahabat GP ANSOR Gpansor Balesono   muslimat, Fatayat, IPNU IPPNU , para alumni dan juga dari siswa-siswi MI mafatihul Ulum Balesono. 

Kebersamaan,  kekompakan semangat ini terbingkai oleh ikatan kuat saling memiliki Madrasah dan melanjutkan perjuangan para tokoh terdahulu dalam upaya turut menyiapkan generasi yang hebat, solih solihah dan berakhlsqul Karimah. 

Terimakasih kepada semua fihak atas bantuaya dan ini pada tahap awal, semoga tiga kunci, kebersamaankekompakan dan semangat ini terus mendukung realisasi rehap dan perkembangan madrasah. Teriring doa jazaakumulloh ahsanal jazaa.

Trenceng 10-9-2021

Minggu, 05 September 2021

MENDOAKAN MURID

Pada saat saya silaturrohim ke ndalem Gus Dofi,tanggal 1-9-2021 di dinding ruang tamu ada foto dan pesan yang  sangat mengena.  Maka saya foto dari tempat saya duduk sambil menunggu yai yang masih mengajar santrinta. 

Membaca tulisan itu yang merupakan kalimat berita seolah berubah menjadi kalimat tanya,  yang ditujukan kepada para kyai dan terutama kepada para guru dan orang-orangan orang yang beran di dunia pendidikan. Dan saya yang membaca seolah kalimat itu ditujukan kepada saya. 

Tulisan yang tertuang dalam bingkai foto yang dipajang dibawah foto mbah yai Nur Miftah itu berbunyi, " MBAH MANAB NIKU MBOTEN WANI - WANI TURU NEK DERENG DONGAKNE SANTRI". yang dalam bahasa Indonesia bisa diartikan bahwa "MBAH MANAF TIDAK BERANI TIDUR SEBELUM MENDOAKAN SANTRINYA."

dari tulisan tersebut seolah menjadi suatu bahan refleksi bahwa begitu besar perhatian dan kecintaa serta tanggungjawab seorang kyai terhadap para santrinya .dan bisa dikatakan  perhatian beliau secara totalitas dohir batin,  demi kebarokahan dan kemanfaatan ilmu bagi para santrinya. 
Sehingga para santrinya tiada pernah lepas dari lantunan doa dalam munajatnya. 

Masyaalloh suatu pembelajaran yang sangat luar biasa, disini mbah Manaf mengajarkan keluhuran,  ketulusan dan totalitas tanggungjawab sebagai seorang pendidik dan kyai. 

Sebaliknya, sudahkah kita juga menghadirkan dan menuturkan suatu doa dan ketulusan kita untuk paraurid kita dalam doa dan munajat kita? 

Saya meyakini bahwa doa yang dimunajatkan dengan tulus dari orangtua dan guru memiliki suatu kedahsyatan terhadap suatu keberhasilan,  kemanfaatan dan kebarokahan ilmu untuk anak dan santri atau siswanya. 

Maka bukan hal yang aneh kita sering mendengar cerita bahwa banyak ulama' besar yang lahir yang cerita pada waktu nyantrinya cukup biasa dan bahkan tirakat dengan segala keterbatasannya,  kiranya doa kyainya yang mendorong kebarokahan para santrinya. 

Saya juga ingat nasehat dari guru saya yang merupakan pesan terakir sebelum wayatnya KH syamsuri, yang baru saja wafat diantara pesannya " berbuatlah yang jujur,  perbanyak bersolawat,  jaga silaturrohim fan jangan lupa rangkul dan doakan orang orang yang yang mendengar dakwahmu termasuk santri dan muriumu dalam munajatmu"

Doa yang tulus jauh lebih dahsyat daripada rangkaian mutiara kata yang  cuma sekedar ucapan. 
Mari kiya juga selalu mendoakan orangtua dan guru-kita semua setiap saat,  lahumul faatihah.... 

Semoga Alloh menjadikan kita sebagai pendidik yang pantas dan patut untuk jadi panutan,  orang tua dan juga diberikan oleh Alloh ketulusan dan istiqomah dalam menghadirkan para santri dan murid kita dalam doa dan munajat kita,  dan menjadikan kemanfaatan dan kebarokahan ilmu kepada mereka,  amiin yarobbal alamiin. 

dokumentasi 1-9-2021 sowan gus dofi pengasuh pp. Roudlotul Hana Sawentar Kanigoro Blitar.. Bliau guru saya dan juga temen sekelad waktu masih di MI Islamiyah pandansari th 1986




SPIRIT DARI ACARA INKUBATOR LITERASI

Sesuai dengan informasi tentang adanya zoominar Inkubator Literasi yang dikirim disebuah grup maarif menulis yang merupakan wadah yang dibentuk berawal dari seminar literasi yang diadakan oleh LP maarif Nu Tulungagung, dimana grup ini mewadahi populasi penggiat dan pembelajar literasi yang dibimbing langsung oleh DR Ngainun Naim sang tokoh penulis, penggiat Literasi dan Pembina GPMB kabupaten Tulungagung. 

Alhamdulillah pada tanggal 24 Agustus 2021 saya berkesempatan mengikuti acara zoominar inkubator Literasi Pustaka Nasional kota Blitar dan sekitarnya dengan tema, " Penguatan Nilai Kebangsaan  Berbasis Kearifan Lokal"

Acara tersebut meghadirkan beberapa narasumber dibidang literasi diantaranya: Bapak Muhsin Halida dosen IAIN sunan Kalijogo Yogyakarta, Bapak Dr. Ngainun Naim pembina GPMB kabupaten Tulungagung,  Bapak Sofyan Munawar founder Ruang Baca Komunitas dan Bapak Edi Wiyono Pemimpin Redaksi Perpusnas Pers.  dan dimoderatori mbak Eka Purniawati dari Pranata Humas Perpusnas RI. 
Mengikuti acara ini sangat asyik,  dengan model seperti obrolan ringan antar para narasumber tapi materinya berbobot dan cukup mengena. 

Dari masing masing narasumber memiliki trik dan tips serta motifasi yang saling berkesinambungan dan saling melengkapi, terutama untuk menyuburkan persemaian budaya literasi. 

Dari materi zoominar ini bisa muncul berbagai judul tulisan yang berawal dari kata-kata kata kunci sang narasumber,  terutama untuk menuangkan khasanah budaya daerah lokal yang merupakan kekayaan lokal yang cukup berarti bila diangkat dan dinarasikan dalam sebuah tulisan. 

Inkubator Literasi menurut Edi Wiyono  adalah  upaya berkelanjutan untuk mendorong penguatan konten literasi  utamanya yang bertemakan nilai-nilai kearifan lokal. Disisi la Edi Wiyono  juga meyampaikan bahwa litetasi berkaitan dengan aktifitas menulis. 

Dalam perbincangan tersebut muncul pertanyaan bagaimana kita termotifasi dalam penulis?  Maka para nara sumber menyampaikan yang terkait dengan pertanyaan ini diantaranya:

Edi Wiyono menyampaikan bahwa mereka yang berinovasi mereka yang meguasai apapu profesiinya. dan dalam dunia kepenuliasan memberikan ruang untuk penerbitan. 

Pak Sofyan Munawar menyampaikan sitiran dari bung Karno" Bermimpilah sebanyak mungkin dan mimpilah publikat dengan membaca dan menulis dan menulis itu bekerja untuk keabadian. 

Dr Ngaiinun Naim menyampaikanenulis itu adalah berkah. Dan menjai penulis itu unik dan antik, karena tidak semua orang yang mau dan mampu menulis. 

Dalam acara tersebut para narasumber juga menyampaika cloosing statemenya. 
Dari bapak Muhsin halida, 1) Jangan tidur sebelum membaca,  jangan mati sebelum berkarya. 2) Buku adalah sahabat terdekat,  membaca aktifitas yang paling hebat dan menulis adalah ekspresi warisan terfahsyat. 

Pak Dr. Ngaiinun Naim 1) Menulis itu membuat kita abadi, karena tuiisan itu bisa dibaca sepanjang masa. 2) Dalam hidup jangan hanya memiliki dua buku yaitu buku nikah dan buku tabungan tapi juga perlu buku karya kita. 

Pak Edi Eiyono, menyampaikan pendapat dari ulama'Mesir AsSuyuti bahwa "satu peluru dapat meledakkan satu kepala tapi dengan satu tulisan mampu meledakkan seribu kepala" ini artiya suatu tulisan ituemiiki kemampuan untuk memberi seagat dan pengaruh kepada banyak orang. Dan itu kadang dari penulis sendiri tidak menyadari itu. 

Sayapun juga tetap ingat pak Ngainun Naim pernah menyampaikn tugas penulis itu ya nulis,  tidak usah memikirkan apakah tulisan kita itu baik atau tidak,  karena tulisan itu memiliki takdirnya masing - masing. 

Beliau juga pernah menyampaikan: "Mari belajar menulis,  kalau tidak segera diawali mau menunggu apa lagi, menulis adalah aksi,  banyak orang yang ingin menulis tapi hanya sekedar ingin yang akirnya 
menhuap sebelum beraksi. 

Niat,  berbuat dan nikmati prosesnya. 

Trenceng,  5-9-2021




Rabu, 01 September 2021

REFRESING PAKET HEMAT ALA IDAL IDUL


Dengan berbagai rutinitas yang kita jalani,  membuat suatu kepenatan dan kejenuhan tersendiri. Menumpuknya rasa jemu akan membuat seseorang stres yang  tanpa disadari akan menimbulkan kelelahan secara psikologis dan bahkan bisa menurunkan imun tubuh. 

Kelelahan yang disebabkan kerja otot pulihnya akan lebih cepat daripada kelelahan karena menguras daya fikir. Kelelahan kerja otot bisa diatasi dengan istirahat yang cukup. Tapi kalau lelah karena olah fikir selain istirahat maka juga harus diimbangi dengan mengurangi beban psikologis dan dialihkan ke hal lain yang membuat  kita fres dan terhibur, 

Sehingga laksana membawa beban, dengan ,efresing beban itu akan terkurangi atau fres kembali. Karena itu proses mengembalikan kelelahan dan kepenatan olah fikir itu perlu waktu lebih lama. 

Metode refresing masing - masing orang tidak sama. Refresing yang efektifi sangat dipengaruhi oleh hobi dari masing-masing orang, Karena melakukan sesuatu dengan rasa senang atau yang disukai prosesnya sudah bisa dinikmati  bisa jadi wahana refresing tersendiri. 

Kalau sudah berkaitan dengan hobi,  maka seolah tidak bisa dikomentari yang berbelit-belit. Orang kalau hobi tidak memperhitungkan harga, suasana atau lainnya, terlebih komentar dari orang lain. 

Miisalnya saja orang punya hobi memancing,  mereka tidak peduli ada semut disekitar tempat nongkronya atau nyamuk bersliweran mengelilinya,  bahkan dengan gerimis dia malah nyantai dibawah payung yang dia bawa,  bukan masalah hasil berupa ikan yang mereka harapkan tapi proses mendapatkan respon dari ikan saat memancing itulah yang mereka nikmati. 

Refresing tidak harus dengan biaya mahal bahkan bisa paket hemat dan gratis,  dan juga tidak harus  keluar dari rumah, terutama masa pandemi covid 19 seperti saat ini. 

Maka tak heran justru pada masa pandemi yang semua usaha mengalami kemacetan dan justru usaha perdagangan ikan hias ini mengalami peningkatan,  maka banyak para peternak ikan yang semula memelihara ikan konsumsi seperti gurami,  lele, patin dan lainnya beralih ke ikan hias seperti nila,  koki, moli dan lainnya. 

Hal ini karena masyarakat sudah sangat jenuh menghadapi kondisi pandemi yang cukup lama dan juga adanya serangkaian aturan PPKM yang memang aktifitas orang mayoritas dari rumah. 

Sayapun untuk mengurangi kepenatan,  kejenuhan dari rutinitas juga melakukan sesuatu yang membuat kita senang dan bisa mengurangi stres. 

Dengan latar belakang orang desa maka banyak aktifitas refresing saya yang cukup dengan paket hemat,  kebetulan hoby saya tidak jauh ya model pertanian. 

Dengan berkebun baik sayuran atau bunga,  beternak , memelihara unggas, melihat perkembangan dari tanaman dan juga unggas serta keunikannya itu cukup bisa membuat saya bisa menikmati dan bisa jadi ajang refresing. 

Beberapa hari yang lalu saya kerumah mas Guminto yang saya mintai bantuan untuk membuatkan RAB untuk rehap madrasah,  dia salah satu murid saya waktu di Mi ..Salma putri kecil saya ikut,  disaa ada kolam ikan hias didepan rumah,  maka dia begitu asyik melihat pergerakan ikan hias tersebut. 

Mau pulang dia ditanya oleh istrinya mas Guminto,  ,""Adiki Salma  suka ikan?,  dia menjawab, "" suka".terus mas Guminto minta istrinya untuk mengambilkan plastik dan alat untuk megambil ikan, si kecil bertanya '" itu namanya ikan apa pak?" dijawab oleh pak guminto, " namanya ikan koki,  ayo mau pilih yang mana? ," si kecil pilih yang warnanya merah putih. 

Akirnya kita pulang membawa beberapa iikan koki yang saya sebut sebagai ikan idal idul,  karena bentuknya perut yang besar  terus ekornya yang mengembang dan waktu bwrgerak lucu sekali.Ikan ini kesukaan saya sejak dulu. dan sayapun masih ingat dulu psrnah dapat hadiah ikan koki dari murid saya .

Stelah magrib si kecil minta untuk dibelikan aquarium ,kebetulan dia tau ditempt penjualnya kebetulan disitu uga menjual roti bakar yang biasa dia beli. Akirnya Aquarium kita beli skaligus alat alat dan asesoris di dalamnya .

Esok harinya si kecil tilpun sama mas fahim anaknya pakde pardi  ,"" mas fahim saya mau kesitu minta ikan idal idul,  jangan pergi ya mas,  ini masih ikut ibuk ke sekolah, " Jadilah kita  ke mas fahim dan pulangnya membawa beberapa ikan idal idul yang lebih lucu-lucu dengan beraneka warns. Kebetulan masnya memag penjual ikan hias yang dikirim ke beberapa daerah seperti banyuwangi,  Ponorogo,  Jogja lan kota lain. 
Sungguh melihat pergerakan si ikan idal idul ini menjadi refresing tersendiri buat saya dan keluarga. 

Refresing paket hemat,  tidak perlu keluar rumah dan jelas bisa dinikmati kapan saja,dan yang terenting bisa menghilangkan stres yang diakibatkan kejenuhan rutinitas dan beban fikiran.  .

Trenceng awal sep 2021









Selasa, 31 Agustus 2021

TIGA HAL PASTI TAPI RAHASIA

TIGA RAHASIA

Ada tiga hal yang pasti terjadi dan kita alami namun rahasia, hanya Alloh yang Maha tau. Apakah tiga hal itu ? 

Pertama:: Jodoh,  Alloh menciptakan hambanya dan juga jodohnya, namun Alloh merahasiakannya. Hal ini agar manusia berusaha untuk menjadi pribadi yang baik dan mendapat jodoh dan baik. 
Alloh sudah menyampaikan,  setiap makhluk diciptakan pasti ada jodohnya. Orang baik akan diberikan jodoh yang baik, demikian sebaliknya. 

Kedua: Rizki  ,Alloh sudah menentukan rizki masing-masing orang tapi juga dirahasiakan,agar makhluknya mau berusaha untuk mendapatkan rizki tersebut. 

Ketiga kematian. Alloh juga merahasikan tentang kematian makhluknya,  agar mereka berusaha menjaga kesehatan dan bisa mensyukuri makna hidup. 

Kematian jelas dan pasti terjadi kapan saja dan dimana saja dan lantaran apa saja,  namun kita justru terlena untuk mempersiapkan diri mengumpulkan amal untuk bekal perjalanan panjang setelah mati. Kita  disibukkan dengan berbagai upaya untuk keperluan dan urusan duniawi. 

Walaupun tentang jodoh, mati dan rizki itu sudah ditentukan Alloh, namun kita harus terus berusaha. Takdir ada yang tidak bisa dirubah tapi ada juga  yang bisa berubah seiring upaya dan usaha dari makhlukNya. 

Alloh Maha segalanya, Nikmat Alloh tak terhingga jumlahnya,  kita yang harus selalu berusaha mensukuri dan menggunakan nikmat itu dengan sebaik baiknya. 

Ujian pasti ada dan sabar serta jangan putus asa adalah sebagian kunci untuk menghadapinya, 
Semoga kita oleh Alloh senantiasa dilimpahi kemampuan untuk MAU DAN MAMPU MENSYUKURI NIKMAT. dan disukseskan dalam berusaha untuk menghadapi dan menyikapi 3 rahasia tadi. 



Senin, 30 Agustus 2021

GERAK NYATA GP ANSOR BALESONO UNTUK MADRASAH

KEGIATAN GERAK NYATA GP ANSOR UNTUK MADRASAH 
alhamdulillahirobbil alamiin hari ini senin malam selasa 30 Agustus GP Ansor Gpansor Balesono  melaksanakan kegiatan kerja bakti pembersihan limbah bangunan MI Mafatihul Ulum Balesono yang akan direhap. 

Pelaksanaan kegiatan ini sangat kompak walaupun dengan perencanaan dan pengkondisian mendadak oleh ketua Ansor lewat grup WA.  ini adalah wujud Eksistensi dari GP ANSOR untuk umat. 

Madrasah merupakan lembaga Pendidikan yang didalamnya mendidik dan menyiapkan kader -kader generasi emas di tahun 2040 mendatang

di lokasi madrasah ini digunakan untuk mendidik putra putri calon generasi solih solihah mulai usia 3 tahunan di kelompok Bermain,  terus PAUD, RA, dan MI Mafatihul Ulum Balesono. Sorenya untuk TPQ dan malamnya untuk Madrasah Diniah. Nyaris Madrasah ini sehari semalam terus dimanfaatkan. 

Madrasah ini metupakan salah satu lembaga pendidikan yang oleh pendirinya para kyai diantaranya bah KH Abdul Ghofur,  bapak H. Anwar  dan tokoh -tokoh masyarakat  dan warga masyarakat Balesonoi tahun 1971 dan sesuai data di madrasah tercatat tanggal 1 Maret 1971.Dan saya yakin sebelum tahun itu pelaksanaan pendidikan keagamaan disini sudah berjalan walaupun belum sebagai lembaga pendidikan formal. Dan tentunya beliau -beliau pendiri waktu itu pada tataran usia GP ansor dan NU. 

Menurut informasi penelusuran saya kepada para tokoh dan alumni madrasah ini bahwa keberadaan madrasah ini berawal dari keinginan para kyai dan tokoh serta warga masyarakat Balesono untuk memiliki suatu wadah lembaga pendidikan yang didalamnya menyiapkan generasi muslim muslimah masa  datang yang berhaluan Ahlus Sunah Wal Jamaah. dan ini diwujudkan lembaga pendidikan ini dibawah naungan lembaga pendidikan maarif NU Tulungagung. 

dulunya sebelum gedung madrasah ini dibangun pelaksanaan pendidikan dan pembelajaranya masih menumpang dan juga berpindah pindah di balainya para tokoh dan warga masyarakat yang memiliki balai. 

Balai itu merupakan bangunan besar yang menyertai bangunan rumah utama. Dulu bagi orang orang yang mampu bangunan rumahnya sangat besar yang terdiri dari bale dipaling depan bentuknya limas disusul bangunan kampung, trus rumah utama dan disisi rumah utama ada bangunan untuk dapur. 

Balai yang digunakan diantaranya di dalemnya bapak KH. Anwar ayahnya bpk H. Abdul Hakim yang sekarang menjadi ketua Komite Madradah ini. Pernah juga menempati balainya mbah H. suyuti tepatnya di timurnya balai desa Balesono skitar 200 m  yang disitu ada musola As Suyuti. Dan juga pernah menempati balenya bah Sair di selatan madjid Al Mustofa. 

Dan dari batu bata reruntuhan dari banguna yang akan direhap ini sebagai bukti adanya suatu kebersamaan, gotong royong dan rasa kepemilikan madrasah ini. Bukti tersebut diantaranya dari ukuran batu bata yang beraneka ragam baik besar kecil atau ketebalannya,  bahkan saya menemukan disalah satu bata itu tertulis angka 1950.

Tulisan itu dibuat saat mencetak secara langsung dengan manual  dengan memakai cetakan yang diisi luluhan .Luluhan itu diproses dari tanah yang diairi lalu didamkan semalaman baru  diiles atau diinjak injak dengan kaki baru siap cetak. 

Cetakan bata kalau dulu masih menggunakan kayu yang dibentuk seperti kotakan  bata dengan ukuran yang dikehendaki,  dan bata cetakan orang dulu itu ukurannya besar-besar dan tebal ,dan walaupun dirobohkan kebanyakan batu bata ini madih utuh dan bisa digunakan lagi. 

Dan dari batu yang ada tulisannya ini menandakan tahun batu bata itu diproduksi. Karena tulisannya dari ujuk jari yang ditorehkan menjorok ke dalam dan tidak merusak bentuk bata,dan ini bisa dilakukan saat bata itu dicetak. 

Selain batu bata  kayu yang digunakan untuk bangunan ini sangat berkualitas dan ukurannya besar besar baik usuk atau balungannya, dan ini masih bisa dimanfaatkan lagi. Dan saat pembongkaran atap kemarin bapak H. Abdul Hakim menyampaikan bahwa dulu ayahnya yang bernama mbah H. Anwar yang juga pendiri madrasah ini,  beliau lebih totalitas dalam memikirkan mutu bangunan madrasahdari pada saat membangun rumahnya sendiri. 

Dan itu benar adanya bahwa madrasah ini dibangun oleh tokoh -tokoh pendiri itu sudah dengan pemikiran jangka panjang dan ukuran yang sudah sesuai  dengan standar sarana prasarana, karena lus kelas kita cukup nesar walau dibangun tahun 70 an.  Ukurannya 7x 8 m. diatas lahan wakaf dari bah KH Abdul Ghofur almarhum. 

Dan sekarang yang menjadi pengurus dan komite madrasah ini adalah para putra dari pendiri skaligus para alumni madrasah ini. Dan saya yakin kitapun yang saat ini berusaha menyiapkan dan turut dalam proses mrlanjutkan niatan para pendahulu kita  , yang nantinya akan pula diteruskan oleh anak cucu kita. 

Untuk itu saya mewakili keluarga besar dari madrasah mengucapkan ribuan terimakasih kepada keluarga besar GP ANSOR Balesono yang dengan ghiroh untuk memakmurkan dan membantu proses rehap gedung madrasah ini. Semoga menjadi amal jariah jenengan, teriring doa jazaa kumulloh ahsanal jazaa

. Dan jalinan kebersamaan dan kekuatan dalam niatan  untuk kemaslahatan umat  dan memanfaatjan madrasah ini lebih maksimal seperti harapan pada awal keberadasnya maka simbangsih dan dukungan semua fihak yang tentunya kita harapkan bersama. 

Mari kita bergerak, berjuang dan beramal. Bersama untuk kemaslahatan umat dan menyiapkan generasi solih solihah masa deoan dengan pondasi belajar dari madrasah. 
Trimakasih sahat sahabat Ansor, kegiatan selanjutkan akan kita koordinasikan kembali. 
 
#gpansor balesono

#lp maarif nu Ma'arifnu Tulungagung
Balesono30-8-2021