Sabtu, 08 Oktober 2022

UNTUKMU PARA PEJUANG MADRASAH

SDULUR PEJUANG MADRASAH
Oleh: Komsiyah S
dok poro sdulur pejuang madrasah Tulungagug dlm agenda DDTK 

Ada  suatu aktifitas yang mempertemukan poro sdulur madrasah di Tulungagung. Mulai tanggal 3-9 Oktober 22 tepatnya 7 hari,  mulai jam 7.30 masuk kelas dan sampai rumah menjelang adzan magrib. 

Kebersamaan selama seminggu untuk sama-sama dalam menimba ilmu dari para widia iswara dari Balai Diklat Keagamaan Surabaya dengan materi yang memang sangat melekat dengan tugas kita sehari hari. 

 Yang namanya menuntut ilmu itu bisa kepada siapa saja dan dimana saja,  baik yang tersurat maupun yang tersirat. Dari apa yang kita lihat, kita amati atau kita rasakan. 

Misalnya kita menjenguk atau melihat orang sakit kita dapat bersyukur bahwa Alloh memberikan kita kesehatan yang kadang kita lupa mesyukuriya dan bila kita menghitung betapa jumlah kenikmata,n kita pun tidak mampu menjumlahnya.
 Dari orang yang yang diuji tidak sempurna akalya kita bisa mensyukuri kesempurna an  akal kita yang harusnya bisa kita manfaatkan sebesar besarnya bukan hanya untuk diri kita, tapi juga untuk orang lain agar hidup kita lebih bermakna. 

Kembali ke kegiata pelatihan peningkatan kompetensi Kepala Madrasah ini selain kita mendapatkan ilmu dari para widia iswara yang memang jadi sumur yang kita timba,  tak kalah bermaknanya kita mendapatkan ilmu dari poro sedulur sesama peserta. 

Saya sangat bersyukur ada kesempatan bisa berkumpul bersama dengan poro sdulur pejuang madrasah,  saya lebih suka menyebut dengan istilah sdulur karena buat saya istilah tersebut bermakna konotasi ada hubungan yang lebih akrab dan ada keterikatan kekeluargaan. 

Mungkin sebelum diklat ini kita ada yang sudah sangat kenal,  baru kenal dan ada yang belum kenal sama sekali Tapi dengan kebersamaan  ini telah membangun kekeluargaan dan semoga bisa bisa jadi wahaana memangun silaturrohim. 

Dan tak kalah pentingnya kita tidak cuma kenal nama,  tempat tugasnya tapi dari poro sdulur ini kita juga dapat ilmu yang sangat berharga karena beliau beliau adalah para nahkoda yang mengendalikan perahu besar yang bernama madrasah.

Karena itu mungkin tidak berlebihan bila para nahkoda ini saya sebut pejuang madrasah, karena mereka dengan berbagai daya upayanya memperjuangkan madrasah agar tetap bisa menghadapi berbagai tantangan, hambatan dan bagaimana bisa membawa perahu ini layarnya tetap mengembang dan bisa mencapai tujuannya. 

Dari pergesekan pengalaman dan berbagi konflik yang bisa ada dimana saja dan kapan saja ini justru bisa menjadi ilmu berharga dari pelaku utama dalam pemecahan konflik. Dimanapun pasti ada sisi positif dan negatifnya,  ada suka maupun duka,  ada pro dan kontra,  ada yang sejalan dan ada yang berseberangan bahkan ada yang tulus dan ada yang tidak. 
 
Para pejuang madrasah pasti menghadapi tantangan yang mungkin sumber masalahnya bisa sama atau berbeda. tapi  dampak yang dirasakan mungkin sama.

Rasa berat atau ringannya  masalah yang kita rasakan bukan hanya karena sumer masalahnya tapi  justru dipengaruhi oleh sudut padang kita dalam menyikapi masalah tersebut. 

Tidak dipungkiri bila ada suatu permasalahan pasti akan mempengaruhi kenyamanan psikologis kita dan juga bisa pada sisi fisik kita.Tapi yakinlah bahwa sekagi kita iklas menjalani Insyaalloh jalan keluar pasti ada,  terlebih dalam hal perjuagan kebaikan.  Saya berdoa semoga Alloh memberikan kekuatan kepada kita semua. Amiin

Perjuangan lebih bermakna bila kita mengedepankan apa yang dapat kita berikan,  bukan apa yang  yang kita dapat.Huruf mulai a sampai z jadi wajar bila ada yang tidak sama dengan apa yang kita fikirkan. Kita jangan hanya berharap orang lain mengerti dan memahami kita tapi alangkah baiknya kita juga mengerti dan memahami dari sudut posisi mereka. 

Selamat berjuang saudaraku para pejuang madrasah , semoga dengan kita memkirkan madrasah, Alloh justru akan menata  kita dan anak cucu cita hidup yang lebih bermakna,  saya yakin itu. 

Trenceng, 8-10-2022.







Kamis, 06 Oktober 2022

KATA KUNCI DAN PILIHAN "MANA YANG KAU MAU ?

CATATAN TENTANG KATA-KATA KUNCI DAN MANA YANG KAU MAU ?
Oleh: Komsiyah S. 

dok DDTK. Foto bersama dengan bpj Dr. Makmun Hidayat Widia Iswara BDK Surabaya,  6-102022  

Kamis,  6-10-2022  hari ke 4 pelaksanaan Diklat Di Tempat Kerja (DDTK)  Penguatan Kepala Madrasah  Tulungagung. Seperti hari sebelumnya materi dimulai jam 7.30 dan pulangnya sampai rumah saya magrib. Sedang pak Jailani dari MI Pucanglaban yang dekat dengan dengan tempat wisata kedung tumpang sampai rumah jam 19.30 dan besuk pagi berangkat lagi jam 05.30

Bersama 40 saudara pejuang Madrasah kita bersiap untuk menimba ilmu sebagai tambahan bahan bakar dalam melanjutkan lajunya perahu menghadapi berbagai ancaman tantangan  hambatan dan terpaan ombak atau badai yang yang bisa kapan saja kita hadapi. 

Kepala Madrasah bak nahkoda yang akan menentukan bagaimana sebuah kapal bisa berlayar dengan membawa penumpang nya menuju pada tujuan. Dan tentunya nahkoda ini tidak bisa memainkan peranya sendiri. Para awak kapal juga sangat berperan. Awak kapal ini bila di madrasah adalah guru dan tenaga keendidikan. 

Maka untuk menghadapi berbagai ancaman, tantangan habatan yang dihadapi madrasah sinergi antara kepala madrasah yang menjadi nahkoda dan pendidik dan tenaga kependidikan yang diibaratkan sebagai awak kapal sangat diperlukan. Demikian pula hubungan kerjasama dengan wali murid dan para stakeholder.

Sinergi ini bisa dibangun dan dipupuk  dengan melakukan Evaluasi Diri Madrasah (EDM)  sebagai upaya untuk menyatukan langkah dalam menganalisa berbagai tantangan, Hambatan dan Ancaman sekaligus untuk melihat peluang untuk menentukan langkah yang harus dihadapi. 
Langkah ini bisa disebut dengan analisis SWOT. 

Agar Nahkoda dan awak kapal ini bisa melaksanakan peran sesuai tupoksinya dengan profesional maka sangatlahlah penting untuk ditingkatkan kualitas sumberdayanya agar bisa mengikuti perkembangan zaman dan mengatasi berbagai tantangan dan ganasnya ombak di lautan 

 Diklat Di Tempat kerja (DDTK) Penguatan Kompetensi Kepala Madrasa merupakan salah satu upayanya. Selain mendapatkan ilmu dari para widia Iswara ari Balai Keagamaan Surabaya yang sangat luar biasa,  kita juga bisa mendapat ilmu dan inspirasi dari para sdulur kepala madrasah di wilayah kabupaten Tulungagung. 

Dari para sdulur Kepala madrasah kita bisa bergesekan pengalanan dan berbagi trik dan strategi pengemangan madrasah,  dan tak kalah pentingnya kita bisa menyambung tali silaturrohim yang kita yakini silaturrohim ini akan membawa hikmah yang luar biasa. 

Agenda materi hari ini " Penyusunan RENSTRA madrasah " dan penyusunan e- RKAM..bersama bpk Dr. Makmun Hidayat, Mp.d .materi ke 2" Pengelolaan SDM"oleh bapak Dr. Hadi Hariyono,  beliau berdua Widia iswara dari Balai Diklat Keagamaan Surabaya .

Hari ini selain materi, kita dajak untuk langsug praktek untuk mecoba melaksanakan  evaluasi Diri Madrasah (EDM). Dari hasil EDM ini akan dijadikan acuan untuk menyusun rencana Kerja Madrasah (RKM), untuk dituangkan kedalam Rencana Kerja Jangka Menengah ( RKJM), Rencana Kerja Anggaran Madrasah (RKAM) yang kemudian dituangkan kedalam rencana Kerja Tahunan (RKTM) .

Dan dari 8 Standar Nasional pendidikan yang terdiri dari Standar kelulusan, yang pencapaiannya dengan Standar Isi. Standar isi dicapai dengan Standar Proses, dari Standar Proses yang baik maka akan bisa memenuhi standar penilauan, penilaian yang sukses dilaksanakan oleh pendidik, agar pendudik sukses harus didukung dengan standar sarana dan prasarana,  untuk memenuhi sarana prasarana tentunya dengan standar pengelolaan,  dan untuk pengelolaan yang baik perlu dukungan standar  pembiayaan .

 8 standar itu masuk kedalam 5 ASPEK BUDAYA MUTU MADRASAH yaitu:
1.Kedisiplinan warga madrasah. 2.Pengem bangan Pendidik dan Tenaga Kependidi kan. 3.Penyiapan, Pelaksanaan dan Penilai an Proses Pebelajaran 4.Penyediaan sara na prasarana. 5.Penyusunan Perencanaan dan Penelolaan Anggaran yang baik dan Transparan. 

Saya tidak bisa merangkum materi  beliau berdua karena dari rangkaian kata yang biliau tuturkan  semua tersusun menjadi kalimat yang sangat bermakna,  sehingga saya sebut sebagai kata kunci atau  kalimat bermakna. 

Kalimat bermakna dari Dr. Makmun Hidayat,M.Pd diantaranya : "Jadilah yang pertama,  yang terbaik dan yang berbeda dengan yang lain". 

"Orang yang baik akan diikuti oleh kebaikan-kebaikan selanjutnya, demikian pula orang yang jelek uga akan diikuti oleh kejelekan - kejelekan selanjutnya. 

Pemimpin yang baik adalah yang banyak mendengar suara bawahnnya, maka sedikitlah perkataan da perlebar pendengaran. 
Jadilah pemimpin yang loman dan jangan pelit untuk merayakan keberhasilan orang lain. 
kata kuci ERKAM: TERORGANISIR, BERKELANJUTAN DAN MENCIPTAKAN PERUBAHAN. 

Dan terkait dengan kepemimpinan ada beberapa Kata kunci yang disampaikan oleh bapak Dr. Yudi Hariyono hari ini:

JADILAH PEMIMPIN YANG:
- DISUKAI KETIKA ADA
- DIRIDUKAN KETIKA TIDAK ADA
- DIKENANG STELAH TIDAK ADA

DAN JANGAN JADI PEMIMPIN YANG KEBERADAANNYA DITAKUTI ATAU KEBERADAANNYA TIDAK DISUKAI.

KALAU JADI PEMIMPIN TIPE MANA YANG KAU PILIH? 

a. Pemimpin biasa: Yang cuma bicara
b. Pemipin Bagus: yang menerangkan
c. Pemimpin hebat : Yang mendemonstrasikan
d. Pemimpin yang agung yang dapat memberi inspirasi. 

Sebuah catatan kecil dari arena DDTK hari ke 4. kucatat biar kuingat dan kubagikan para sahabat semoga bermanfaat. 

Trenceng 6-10-2022

salam seeeee......mangattttt

Selasa, 02 Agustus 2022

SEMALAM DI MUNJUNGAN



Memo semalam di Munjungan 30 Juli 2022/ 1 Muharrom 1444H. 

Membicarakan Munjungan  mayoritas orang ngeri dengan medan  jalan yang harus dilalui. Tapi bagi saya Munjungan merupakan daerah yang sangat menarik ibarat magnit. 

Sekali pernah kesini pasti akan semakin tertarik untuk datang lagi. Saya sudah beberapa kali kesini tidak perah bosan dan justru semakin kagum. 

Kedatangan saya kemunjungan bersama suami anak dan dua keponakan yaitu mbak Dya dan Nduk Irin untuk ziaroh haji ke pak Fathurrohman dan silaturrohim ke para saudara di Munjungan. 

Saudara saya disini banyak sekali. Saudara buat saya bukan hanya karena hubungan darah atau kekerabatan tapi  bisa dari orang lain yang akirnya jadi saudara. 

Saya dan suami kebetulan sama sama alumni PGAN tulungagung  tapi beda tahun,  kalau suami tamatan tahun 1990 dan saya 1992.jadi suami kelas 3 saya masuk kelad 1 dan kebetulan saya siswa PGA ragil,  karena stelah angkatan saya PGAN tulungagug jadi MAN 2.

Kekeluargaan siswa PGA itu sudah sangat erat terbangun sejak dibangku sekolah dan memang saya akui kekeluargaan para alumni PGA yang memang sebagai sekolah kejuruan yang menyiapkan siswa siswinya untuk menjadi guru. yang waktu itu banyak diminati oleh banyak orang dari golongan ekonomi menengah kebawah. Persaudaraan bukan hanya sebatas teman sekelas, seangkatan tapi kalau sudah menyangkut abituren PGA ya itu saudarakita. Hubungan itu tetap melekat sampai saat ini. 

Persaudaraan saya dengan poro sdulur Munjungan disini dari jalur bangku sekolah dan kuliah. Kebetulan banyak teman sekelas saya,  dan seangkatan saya juga teman suami disini. 
Panggilan keakrapan kita yang laki laki dipanggil " kang" dan yang perempuan dipanggi "yu atau mbak yu". Panggilan kang dan yu dalam tatanan orang Jawa sangat spesial, karena disini menunjukkan adanya hubungan yang dekat dan akrab .

Saya ke Munjungan sudah lebih lima kali tapi tetap kagum dan bermalam serta menikmati suasana senja yang elok, malam yang indah dan ramai, serta terbitnya matahari di Munjungan baru kali ini. 

Saya memang selalu tertarik untuk bersilaturrohim kesini,  dan ini merupakan acara mendadak  yang tidak kita persiapkan sebelumnya. Begitu kang Daroji mengabari lagi di Kampak dan mengajak untuk ikut naik ke Munjungan pas hari sabtu tanggal 1 Muharrom 1444 H berteoatan tanggal 30 Juli 2022 dan besuknya hari Minggu,  saya koordinasi dengan suami ternyata siap dan ponakan juga penasaran dan ingin tau Munjungan maka kita sepakat untuk silaturrohim ke Munjungan dan semayanan di dalemnya ibuknya kang Daroji di desa Senden Kampak Trenggalek. 

Saya berangkat dari rumah jam 14.30 sampai Senden jam 16.00 dan stelah solat asar berangkatlah kita ke Munjungan bersama kang Daroji. 

Walaupun sudah beberapa kali ke Munjungan tapi jalan ke Munjungan tetap menantang dan menawarkan suatu sensani serta keindahan terlebih disore hari.  Karena sudah sering memperhatikan jalur lekukan jalan yang meliuk liuk bak penari dan juga teman saya menyebutnya jalan kevmunjungan seperti lipatan baju,  kali ini perhatian saya pada aliran sungai yang sangat menarik dengan gemericik air yang sangat jernih dan berbagai jenis batu dan ukuran dari kecil sampai sebesar gajah,  pokoknya sangat indah. 

Seiring lantunan adzan magrib saya sampai di Munjungan. Ponakan sangat kagum dan juga ngeri ngeri sedap melewati jalur ekstrim yang baru dilalui. Sesudah solat magrib kita menikmati susana kota Munjungan yang sangat elok dengan lampu lampu dan keramaian warganya. Stelah solat magrib kita  ziaroh haji ke kang Fatkurrohman dan kluarga. 

Kebetulan ada pasar malam di lapangan dan si kecil salma putriku dan nduk Aul putri kang daroji yang usianya 3 tahun dan juga adik, istri dan oara ponakan kita datang ke pasar malam yang kebetulan malam Minggu dan baru tiga hari dibuka,  pengunjungnya sangat ramai. 

Menurut istrinya kang Daroji ini juga karena sudah lama tidak ada hiburan karena masa pandemi,  jadi ya ibarat padar utah karena ramainya. Beberapa wahana permainan diikuti oleh si anak anak kecil. 

Stelah puas bermain kita putuskan pulang .Jarak rumah kang Daroji dengan lapangan skitar 1 km.  Kalau berangkatnya kita diantar mobil tapi pulangnya kita pilih jalan kaki,  karena ingin lebih banyak tau konfisi Munjungan di malam hari.

Saya benar benar menikmati suasana Munjungan yang indah di malam hari yang didukung oleh gemerlap lampu yang menambah keelokan Munjungan. Saya amati jalur yang kita lewati dengan jalan kaki. Dan pandangan saya di perempatan tertuju banyak bener yang dipasang seperti bener PPDB atau foto caleg menjelang PILKADA. tapi dalam bener itu ada dua foto laki laki dan perempuan yang ada alamat dan hari tertentu. 

Saya mengira kalau ada pilihan ketua RT,  e ternyata bener yang menginformasikan tentang sebuah hajatan. Ini belum pernah saya jumpai di daerah lain. Dan perkantoran berjajar di
Jalur utama ini. Dan kitapun juga melewati lahan tanah yang sangat luas dan lagi roses pembangunan kantor MWC NU munjunga yang berada di jalur lintas selatan yang jalannya cukup bagus dan lebar. 

Tepat di depan rumah kang Daroji ada pondok pesantren yang sangat megah yang skaligus ada lembaga pendidikan formal mulai RA, MI dan MA. Dan yang menjadi kyainya adah bapak KH. abdul Latif, M. Pd. I yang juga teman waktu kuliah Pasca Sarjana di STAID Tulungagung. 

Stelah di ndalemnya kang Daroji kita berbincang bincang di teras yang cukup luas,  dan kebetulan juga datang tamu yangvternyata bapak naib atau keoala KUA munjungan dengan istrinya yang ternyata juga alumni PGAN Tulungagung yang ternyata seangkatan dengan suami, beliau bapak Subhani,  Jadinya kita seperti reuni dan berarti saudara kita di Munjungan tambah lagi. 

Dan karena bapak Kh Abdul Latif sedang ada acara tasyakuran haji di desa sebelah maka kita putuskan sowan beliau besuk pagi. Sebelubkegiatan pengajian ahad sehat yang dihafiri skitar 750 jamah dimulai. 

Saya sangat bersyukur diberi kesempatan oleh Alloh untuk bisa bersilaturrohim dan sowan orang alim, semoga membawa keberkahan. Perbincangan kita dengan yai cukup hangat karena sudah lama sekitar 4 tahun yang lalu saat saya reunian teman PGA di ndalem mbak Sri Purwati. Dan beliau dan kluarga bersama keluarga pak Mudakir dan kang Daroji pernah ke rumah saya saat kelahiran putri saya yang sekarang masuk kelas 3 jadi ya 9 tahun lalu. 

Saya mengikuti bagaimana ramainya jamaah berdatangan dalam majlis pengajian yang disebut pengajian ahad sehat. Saya tertarik dengan sebutan ini,  disini menunjukkan bahwa kesehatan itu bukan hanya dari sisi jasmani tapi juga sehat secara rokhani. 
Dan saya juga menyaksikan sibapak yang kira kira usianya lebih dari 70 tahun datang ke majlis dengan naik korsi roda listrik yang disampingnya dikawal oleh seorang banser,  ternyata mbah kung yang tetap bersemangat tolabul ilmi itu adalah bapak dari pak Subhani.

Saya juga menyaksikan bagaimana kesigapan para BANSER   dalam mensukseskan acara rutin setiap minggu itu, dan saya menyaksikan sendiri si  teman BANSER ini saat acara pengajian srlesai juga membantu mbahbkung dan juga jamaah yang  menunggu jemputan, stelah lama tidak datang penjemputnya si sahabat BANSER ini juga mengantarkan jamaah pulang. 

Menyaksikan ini saya metasa iri atas semangat beliau. Ketulusan, semangat dan kekompakan warga Munjungan. Stellah kita bersilaturrohim keliling ke mbak pur,  kang Suhud kita menikmati destinadi pantai Blado yang lagi ada proses pembangungan angkringan dengan lampu lampu dan juga ke penangkaran  penyu kita ditunggu oleh pak Subhani  dan keakrapan paseduluran ini saya berharap tetap bisa lestsri dan silaturrohimnya membawa berkah. 

Trimakasih piro sdulur atas semuanya dan saya minta maaf bila ada yang kurang berkenan. Yang jelas Munjungan sangat menawan,  warganya komoak dan ramah dilengkapi alam yang sangat indah. 

2022

Senin, 04 Juli 2022

SEPEDA ONTEL LEGENDARIS

        Sepeda legendarisku

Saat ini lagi bumingnya orang orang bersepeda,  ada yang memang hobi bersepeda, ada yg niat olahraga,  ada yang mengikuti tren dan ada juga yang sengaja mengenang kisah nostalgia bersepeda. 

Sepeda ontel buat saya bukan hanya sekedar alat transportasi tradisional atau sarana olahraga yang saat ini lagi digemari banyak orang, tapi bisa saya katakan debagai alat transportasi legendaris yang memiliki jasa besar dalam perjalanan hidup saya. 

Dengan seppeda jenis jengki 69 warna biru, yang catnya sudah tidak genap lagi selalu setia menemani hari hariku menuju ke madrasah untuk menuntut ilmu, aku ingat bapakku membelikan sepeda itu waktu aku kls 5 MI dan sampai aku lulus PGAN tulungagunh ya dengan sepeda yang sama,

Umpama sepeda yang kuberi sebutan si ontel jengki ini bisa ngomong,  tentunya dia akan bercerita tentang suka duka perjalanan saya dalam menuntut ilmu. Di era 90 an sekolah degan naik sepeda ontel dengan rute Ngunut, kalidawir, rejotangan sampai T. Agung adalah hal biasa bagi kita-kita yang memang punya niatan kuat untuk bersekolah..Maklum saat itu lembaga pendidikan tingkat SLTA masih berpusat di T. Agung. Dan saya di PGAN Tulungagung yang sekarang menjadi MAN 2 tulungagung. 

Dan bersekolah di PGA waktu itu mayoritas jadi pilihan utama untuk orang orang Kalidawiir Rejotangan yang dalam gambarannya untuk kuliah itu kecil .
Bahkan di kelas saya siswanya mayoritas kalidawir , dari Trenggalek yang banyak Munjungan,,Kampak, Gandusari , yag dari Bliitar dari Jeblok,  ada juga 1 dari keras yang sampai saat ini kita telusuri belum ketemu. 

 Karena di PGA itu langsung penjurusan yang memang dipersiapkan menjadi guru sehingga untuk masuk sekolah disini dengan seleksi yang ketat dengan nilai danem dari MTs yang tahun tahun sebelumnya tidak ada nilai danem ,  bahkan tinggi badanpun diukur,.

Masa PGA 3 tahun itu kulalui dengan nduduk yaitu pulang kerumah  pulang pergi dengan rute Pandansari sampai  beji skitar  17 km, jadi PP= 34 km dengan si ontel jengki. Jam 5.30 kita sudah harus berangkat dari rumah, agar kita tidak terlambat sampai di sekolah. Mayoritas yang naik sepeda adalah siswa laki - laki.

Bendilwungu menjadi titik temu para siswa pengontel  dari wilayah kalidawir, rejotangan yang bersekolah di PGA,  STM, MAN dan Taman siswa. Walau nama kadang kita tidak hafal dan sekolah tidak sama kita kompak saling membantu manakala ada kendala terutama terkait degan sarana transportasi kita.

 Saya masih ingat si ontel jengkiku pernah garpunya retak,  leher bawah stir itu putus ,ban bocor sudah biasa, maka teman teman inilah yang saling membantu. Dan saya juga ingat bagaimana almarhum ayahku yang mengambil si ontel jengki dengan membawa obrok saat putus lehernya. 

Sekolah dengan si ontel bagi kita - kita saat itu bukanlah menjadi hambatan atau kendala untuk bersekolah dan menempuh perjalanan jarak jauh, dan mungkin ini faktor terbesarnya adalah motifasi instrinsik dalam mewujudkan niatan kita untuk menuntut ilmu yang dilandasi kesadaran atas kendala sosial ekonomi kita,yang dalam bahasa jawa disebut dengan ungkapan "" ATI KAREP BONDO CUPET""/keinginan kuat tapi sarana yang minim.. 

Selain itu juga dipengaruhi perkembangan zaman, yang saat itu sepeda ontel adalah sarana transportasi yang dimiliki karena tidak semua keluarga memiliki sepeda montor. Berbeda dengan sekarang sepeda motor laksana kaki sehingga setiap orang dlam keluarga memiliki motor sendiri-sendiri. 
Dan dengan si ontel jengki pulalah , yang menjadi sarana saya dalam berorganisasi mulai di IPNU- IPPNU, FATAYAT yg dulu aktifitasnya ya lumayan.Dan dari organisasi inilah sebenarnya secara tidak langsung kita diajari untuk belajar mengenali masalah sampai menghadapi dan memecahkan masalah.

Kalau bolih dikatakan organisasi merupakan sekolah alam yang langsung mengajari praktek.terutama tentang kepemimpinan. Terkait kepemimpinan saya ingat dawuhnya pak Prof.Dr. Imam Suprayogo dengan sebutan PENGGEMBALA BEBEK DAN PENGGEMBALA KUDA..
 Kalau penggembala bebek cukup dengan membawa bambu panjang yang ujungnya diberi plastik atau lainnya, begitu si penggembala mengarahkan yang paling depan maka semua itik di belakang akan mengikuti.
Sedangkan si penggembala kuda tidak bisa seperti penggembala itik, bila si penggemba duam kuda akan diam, bila dibelakang saja saja akan disepak, bila di depan saja tanpa melihat si kuda maka akan disundang, namun bila kita bersama sama berjalan atau bahkan menaiki dengan juga memahami kondisi kuda, maka dia akan senang hati mengikuti kita.

 Ini diantara hikmah dari berorganisasi kita dilatih untuk siap menghadapi masalah, memahami aneka karakter dan belajar untuk ngemong dan belajar untuk tau dimana dan dengan siapa kita beada atau istilah jawanya " KUDU BLAJAR NGERTENI PAPAN GOWO EMPAN"

Terkait dengan zaman saya ingat ungkapan KAHLIL GIBRAN "" PERSIAPKAN ANAKMU SESUAI DENGAN ZAMANNYA, ""
ini kayaknya benar umpama anak sekarang bersekolah dengan bersepeda ontel itu kayaknya yang jalan tidak lebih dari 15 persen. Belum lagi pengaruh pesatnya tehnologi .

Dalam sebuah pertemuan dengan wali murid, saya Bertanya, "" Bapak ibu sekarang ini untuk bersekolah yang menjadi kendala terbesar  secara umum kira kira pada MINAT atau RAGAT ?""
apa jawaban dari wali murid?  Mereka mayoritas menyampaikan " MINAAAAT " hampir bersamaan. Nah saya beri kesempatan para wali murid yang mayoritas ibu ibu ini untuk mengeluarkan unek uneknya, biar beban psikologis terkait putra putrinya bisa diluapkan. Ada ibu ibu yang mejawabdngn bahasa jawa ""Saestu bu sakniki engkang awis niku MINAT lekne RAGAT tasik saget diubetne snajan kalih pados ampilan, "" sakniki engkang gadah minat besar niku engkang katah orangtua,  dari si anak kadang mboten gadah greget"" 

Dari hal diatas bisa diambil kesimpulan Motifasi instrinsik untuk melakukan sesuatu memiliki peran yang sangat penting disamping juga motifasi ekstrinsik yang memperkuatnya. Termasuk juga  dalam hal menulis  di grup menulis ini, saya merasakan motifasi instrinsik ada tapi kalau tidak didukung motifasi dari para bpk ibu yang tidak lelahnya mensupirt,  maka tulisan itu sebatas di area niatan yang belum tertuang dalam tulusan. 
Trimakasih saudara - saudaraku atas ilmunya terutama prif. Ngainun Naim. 

Trimakasih sepeda legendarisku si ontel jengki atas jasamu yang begitu besar, mengantarkan, menemani dan menjadi saksi perjuanganku sehingga Alloh mengabulkan cita citaku. Dan yang lebih dari itu trimakaih pada ayah ibu dan sadara saudaraku yang telah membelikan si ontel jengki, memotiasi dan iringan doa tulusmu mengiringi perjuanganku. 

Nasehat ayahku yang tetap terngiang di teligaku, "" SYUKURI APA YANG ALLOH BERI, JANGAN MUDAH MENYERAH, JAGA WUDHUMU, PERBANYAK SOLAWAT  PERJALANMU ,SEMOGA ALLOH MEMPERMUDAH DAN MENGABULKAN CITA-CITA MU.""
untuk ayah ibuku, saudarara2ku, juga semua guruku lahumul fatikah.... 

Untuk para teman dan saudara seperjuanganku baik di bangku sekolah maupun di organisasi dan siaoa saja yang telah menginspirasi dan berjasa kepadaku hanya ungkapan trimakasih dan dia semoga kita senantiasa dalam penataan Alloh dan mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan dunia akherot amiin lahumul faatihah.

Trenceng







 





Rabu, 22 Juni 2022

ADAB DIATAS ILMU

ADAB DIATAS ILMU
Upaya MI Mafatihul Ulum Balesono dalam rangka menguatkah karakter siswanya untuk menjadi generasi berakhlaqul karimah atau berbudi pekerti luhur  atau  orang jawa menyebutnya" ngerti unggah ungguh" maka diperlukan suatu pembiasaan. 

Untuk proses pembiasaan maka perlu pembekalan materi agar para siswa mengerti bagamana adap atau tatakrama atau bisa juga disebut aturan  .

Maka  santri MI Mafatihul Ulum Balesono yang bersinergi dengan Madrasah diniah Alfatttah Balesono  memberikan materi dengan syiir yang  menyenangkan .

Kemarin saya menyimak proses pembelajaran yang diampu oleh ustadz Bahroni dengan metode yang menyenangkan dan sekaligus praktek dari materi yang diajarkan.

 Anak anak tampak antusias.Materi syiirnya yang saya simak kemarin bunyinya begini" YEN WONG TUWO- YEN WONG TUWO...LUNGGUH NGISOR SIRO OJO...LUNGGUH DUWUR  -LUNGGUH DUWUR KOYO UWONG  JO MAJUJO...."

Dalam penjelasann yang diikuti dengan praktek dengan menunjuk siswa ustafz Basroni menjelaskan " BILA ADA ORANG TUA DUDUK DIBAWAH MAKA JANGAH DUDUK DIBAWAH SEPERTI ORANG YANG TIDAK TAU ADAP ATAU TOTO KROMO"
Memang dalam rangka penanaman karakter harus melalui suatu proses pembiasaan ,dan pembiasaan ini bisa berjalan lancar manakala ada suatu aturan atau tatakrama yang disosialisasikan dan ditindaklanjuti.

Terlebih dari itu yang memegang peranan penting dalam proses penanaman karakter adalah suatu contoh atau suri tauladan.

Dalam acara purna siswa kemarin yai Sodiq pengasuh pondok pesantren Al Munawwir Pandansari  juga menyampaikan  bahwa kedudukan ilmu itu sangat penting ,maka dalam islam anjuran untuk menuntut ilmu itu mulai dari ayunan sampai liang lahat.Itu menunjukkan bahwa ilmu itu sangat penting dan memiliki kedudukan yang tinggi.

Namun ada  ada yang jauh lebih penting diatas ilmu  yaitu adap. Karena itu antara berilmu dan beradap ini adalah suatu sinergi yang saling melengkapi .Dengan berbekal ilmu yang cukup dan pengetahuan tentang adap maka diharapkan orang yang  berilmu itu menjadi pribadi yang sempurna, berakhlaqul karimah.

Dan Nabi Muhammad SAW ,juga menyampaikan "" INNAMA BUNGISTU LIUTAMIMMA MAKARIMAL AKHLAQ" yang artinya" Sesungguhnya Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.

Untuk mewujudkan hal tersebut diatas maka MI Mafatihul Ulum dalam pelaksanaan belajar ngaji adap dg siir. dibimbing ustadz Basroni 
Bersama madin alfattah, Balesono.
Bersinergi manfaati mbarokahi.

Dalam pembelajarannya Ustadz Bahroni juga mencontohkan bagaimana seharusnya posisi kita saat melewati orang baik dengan berjalan kaki atau naik kendaraan.Posisi yang dimaksud disini dari segi posisi gerakan tubuh atau segi ucapan.

Misalnya anak anak beralan sementara ada orang yang lebih tua maka gerakan tubuh dibungkukkan ,tangan kanan dijulur kebawah sementara tangan kirinya memegang bagian lambung diiringi ucapan permisi, atau dalam bahasa jawa nuwun sewu.Dan hendakya orang yang berjalan atau yang mrngendarai yang menyapa lebih dulu.

Beliau juga menyampaikan bila orang yang berakhlaqul karimah maka akan disukai dan didoakan banyak orang  dengan doa yang baik.

Pemberian penjelasan yang diikuti contoh ini bagi anak sangat penting dan lebih faham karena bisa menghilangkan ferbalisme.

Memang dalam rangka penanaman karakter harus melalui suatu proses pembiasaan ,dan pembiasaan ini bisa berjalan lancar manakala ada suatu aturan atau tatakrama yang disosialisasikan dan ditindaklanjuti.

Dalam acara purna siswa kemarin yai Sodiq juga menyampaikan bahwa kedudukan ilmu itu sangat penting ,maka dalam islam anjuran untuk menuntut ilmu itu mulai dari ayunan sampai liang lahat.Itu menunjukkan bahwa ilmu itu sangat penting dan memiliki kedudukan yang tinggi.

Dan diatas ilmu ada yang jauh lebih penting yaitu adap. Karena itu antara berilmu dan beradap ini adalah suatu sinergi yang saling melengkapi .Dengan berbekal ilmu yang cukup dan pengetahuan tentang adap maka diharapkan orang yang berilmu itu menjadi pribadi yang sempurna, berakhlaqul karimah.
Kita berharap semoga ini merupakan salah satu upaya untuk turut menanamkan akhlak yang mulia untuk siswa siswi madrasah kami.Dan keberkahan dan kemanfaatan ilmu serta keridhoaan Alloh yang kita harapkan.

ILMU ITU PENTING TAPI ADAP JUGA LEBIH PENTING.








Rabu, 15 Juni 2022

BATIK MAARIF NU TULUNGAGUNG DAN MOU

Rabu ,15 Juni 2022

Rabu ,15 Juni 2022

BATIK MAARIF MENGHIJAUKAN KAMPUS MEGAH UIN SATU TULUNGAGUNG

Hari iini lembaga pendidikan dibawah naungan LP Maarif NU Tulungagung , baik  RA, TK, MI ,SD, MTs, SMP, MA,SMA,SMK, mulai jam 13 menghijaukan kampus megah UIN SATU Tulungagung .Para kepala madrasah dan sekolah dengan perwakilan guru berdatangan dan mengenakan seragam batik hijau yang diracang khusus untuk para guru dan tenaga kependidikan di bawah naungan LP Maarif NU Tulungagung.

Kedatangan warga maarif Tulungagung di UIN SATU Tulungagug hari ini dalam rangka penanatanganan nota kesefaaman MOU) LP Maarif NU Tulungagung dengan Fakultas Tarbbiyah dan Ilmu Kejuruan ( FTIK) UIN SATU Tulungagung yang erupakan kampus dengan peerimaan mahasiswa terbanyak se Indoesia yang ada dikota Marmer Tulungagung.

MOU ini merupakan suatu lompatan dari LP Maarif Tulungagung dalam upaya menuju peningkatan kuaitas dan pelayanan lembaga dibawah naungan LP Maarif NU Tulungagung
dan diharapkan akan meningkatkan lembaga pendidikan unggulan dan turut berperan dalam mendidik generasi unggul dmasa depan.

Dalam acara ini dihadiri kepala Kemenag dan Kasi Pendma Tulungagug, Ketua Tanfidiyah NU Tulngagung, Ketua LP Maarif NU Tulungagung, dari FTIK Tulungagung, para ketua MWC NU se Tulungagung, juga para kepala madrasah dan sekolah dan perwakilan guru yang jumlahnya sekitar 400 orang.

Bapak H.Abdul Hakim ketua Tanfidiyah NU Tulungagung menyampaikan bahwa sudah saatnya Lembaga - lemaga Maarif menjadi lembaga unggulan dan pilihan bagi masyarakat.Karena itu suatu upaya - upaya dalam mempercepat tujuan tersebuat,suatu sinergitas sangat diperlukan termasuk dengan kampus unggulanUIN SATU Tulungagung. Dan kita harus bangga dan tatak menjadi bagian dari LP Maarif Nu

Bapak Kepala kemenag Tulungagung bapak Muhajir  dalam sambutannya menyampaikan tujuh prgram prioritas Kemeterian Agama yang diantaranya tentang moderenisasi beragama dan layanan transpormasi digital. Penanaman akhlaq dengan mempelajari adap seperti fi kitab taklim mutaalim ,aqidatul awwam misalnya bisa disinergikan dalam muatan kurikulum.

Sementara bapak Dr. Muniri yang merupakan perwakilan dari FTIK UIN SATU Tulungagung juga menyampaikan bahwa dengan adanya penandatangan MOU ini maka UIN SATU siap bersinergi membangun generasi dengan lembaga lembaga pendidikan di bawah naungan LP Maarif NU Tulungagung dan siap dalam pendampingan, peningkatan kualitas guru dan juga lembaga menuju suatu kdunggulan, bahkan juga memberikan ijin dalam penggunaan fasilitas yang diperlukan.

Hijaunya batikmu, penandatanganan MOU dan kuatya niatan untuk maju insyaAlloh harapan maju akan bisa dituju.

Maarif MANTAP.(Manfaati,Afirmasi,Nirlaba,Transpormasi, dan profesional)

Manfaati dan barokahi,semoga perjuangan kita di dunia pendidikan menjadka ilmu dan hidup kita lebih bermanfaat amiin.

Trimakasih kepada pengurus LP Maarif NU Tulungagung dan UIN SATU Tulungagung, tindak lanjut dari MOU hari ini yang kita tunggu.

Senin, 13 Juni 2022

ANGON LITERASI.

Angon Literasi.

Angon Literasi.
lokasi perpustakaan nasional bung Karno
12-06-2022

Kegiatan MI Mafatihul ulum dalam upaya untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang menyenangkan dengan kunjungan ke lokasi yang didalamnya bisa mendapat beberapa pengetahuan  dan skaligus penerapan pendidikan karakter.

Kegiatan yang kita laksanakan pada hari Ahad 12 Juni 2022 yaitu stady tour ke Blitar.Mengapa yang kita pilih Blitar? Karena kita ingin menanamkan rasa cinta tanah air dengan mempelajari sejarah bahwa presiden pertama kita adalah baoak Ir.Suekarno yang makamnya di Blitar, jadi kita kenalkan dan berziaroh ke makam beliau.

Untuk melengkapi khasanah pengetahuan ,para siswa kita ajak ke musium dan  perpustakaan Nasional bung Karno. Saya melihat betapa mereka sangat antusias melihat, mengamati dan mengabadikan berbagai informasi baik dari foto, benda bersejarah ,tulisan, dan lainnya.

Sebagian dari mereka ada yang cuma berkeliling mengikuti alur , ada yang asyik berselfi ria , Tapi dari mayoritas anak perempuan selain berselfi mereka juga mengumpulkan data untuk membuat laporan kegiatan.

Untuk melengkapi pengetahuannya anak- anak menuju ke ruang perpustakaan koleksi anak anak, diterima dengan sangat ramah oleh para pustakawan, dan saat itu anak anak dibagikan buku buku  kusus yang  memuat bung karno yang disesuaikan dengan agenda haulnya Bung Karno.

Selain saya mendampingi anak-abak saya juga belajar langsung dari petugas tentang katalog di buku koleksi perpustakaan.Anak anak tampak asyik dengan bacaannya dengan menerapkan  budaya tertib dan tenang di dalam prpustakaan, sehingga tidak mengganggu pengunjung yang lain.

Setelah dari perpustakaan kita ziaroh ke makam, disini anak anak juga berlatih budaya disiplin antri, budaya saling menghargai, terlebih dari itu bagaimana mereka punya cinta dan menghargai dan mendoakan para pahlawan bangsa diantaranya bung karno. Dan anak-anak mengikuti tahlil dengan hidmat  yang dipimpin oleh pak Miftahu Niam yang merupakan guru di madrasah kita. Jadi disinilah kita mengenalkan sejarah secara langsung.

Untuk keluar dari area makam kita melewati area pasar yang jalannya cukup sempit denga kanan kiri para pedagang dengan berbagai jenis dagangan, Karena pas hari Ahad pengunjungnya cukup ramai maka jalur di pasar ini cukup menguji kesabaran dan ketertiban. 

Stelah agak longgar barulah anak -anak memilih dan belajar proses pembelian dengan menawar harga. Dan sesampai di parkiran saya mendengar bagaimana mereka bertukar pengalan menawar dan menunjukkan barang belanjaannya.

Stelah ziaroh kita lanjutkan untuk sholat dhuhur di masjid Arrohman yang arsiteknya menyerupai masjidil haram dengan payung-payung,kalau yang di madinah bisa dibuka tutup.selain ,Mulai masuk pelataran masjid sudah ada petugas yang ramah  yang menunjukkan arah alur dan berbagai fasilitas,

 Dan benar kita begitu masuk masjid ini sangat nyaman dan terkesan seolah kita di Madinah, semoga kita benar benar bisa ke masjidil haram yang sebenarnya. Dan masjid ini sekarang juga melengkapu destinasi wisata dan beribadah di Blitar.

Stelah sholat dhuhur maka saatnya kita angon di Blitar Park, yang sangat ditunggu anak-anak.Saya melihat bagaimana mereka sangat antusias seolah tidak tahan untuk segera bisa menikmati wahana -wahana yang ada.

Mereka memilih wahana yang menantang adrenalin dan menguji keberaniannya. Ada yang menguji nyali naik speda listrik yang jalurnya di atas ketinggian kira kira empat meter diatas tanah. Ada yang ikut naik di wahana berbentuk perahu yang digoyang kmaju mundur seolah menghadapi gelombang.

Ada juga yang ikut naik wahana seperti gurita berputar dari ritme yang pelan sampai yang berputar-putar. Ada juga yang naik wahana ansa yang harus dikayuh.seperti didanau buatan. Dan juga ada wahana naik band dari arah ketinggian meluncur dari atas.

Disini mengingatkan saya saat ke gua pindul, dengan naik ban menyusuri aliran sungai yang melewati dalam gua pindul yang benar benar menguji nyali antara takut dan penasaran karena di dalam goa.kita bergan dengan dengan tim yang ada pemandunya.

Dan sebagian juga antri dengan menikmati destinadi film tiga dimensi.Dan wahana yang mayoritas dinikmati anak dan sebagai destinasi penutup  adalah di kolam renang. Saya menikmati bagaimana keseruan meteka,seolah melepas beban dan kepenatan setelah mengikuti rangkaian kehiatan penilaian akhir tahun.
Dan dari wahana yang ada saya ikut di wahana sepeda lustrik di udara dan meluncur diatas ban.

Melihat bagaimana anak-anak bergembira ria tapi juga mendapat pengalaman dan yang jelas ada unsur pendidikan karakter yang termuat di dalamnya m,merupakan suatu kebahagiaan tersendiri, keriuhan, tawa lepas dan ekspesi riang mereka  adalah hal yang sangat bermakna.

Belajar dan berekreasi mengurangi kepenatan setelah mengikuti ujian merupakan hal yang sangat perlu untuk dilakukan.

Tidak harus yang mahal,tidak harus yang jauh, yang penting esensi makna di dalamnya, bagi kami cukup.
Salam literasi.