Senin, 13 Juni 2022

ANGON LITERASI.

Angon Literasi.

Angon Literasi.
lokasi perpustakaan nasional bung Karno
12-06-2022

Kegiatan MI Mafatihul ulum dalam upaya untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang menyenangkan dengan kunjungan ke lokasi yang didalamnya bisa mendapat beberapa pengetahuan  dan skaligus penerapan pendidikan karakter.

Kegiatan yang kita laksanakan pada hari Ahad 12 Juni 2022 yaitu stady tour ke Blitar.Mengapa yang kita pilih Blitar? Karena kita ingin menanamkan rasa cinta tanah air dengan mempelajari sejarah bahwa presiden pertama kita adalah baoak Ir.Suekarno yang makamnya di Blitar, jadi kita kenalkan dan berziaroh ke makam beliau.

Untuk melengkapi khasanah pengetahuan ,para siswa kita ajak ke musium dan  perpustakaan Nasional bung Karno. Saya melihat betapa mereka sangat antusias melihat, mengamati dan mengabadikan berbagai informasi baik dari foto, benda bersejarah ,tulisan, dan lainnya.

Sebagian dari mereka ada yang cuma berkeliling mengikuti alur , ada yang asyik berselfi ria , Tapi dari mayoritas anak perempuan selain berselfi mereka juga mengumpulkan data untuk membuat laporan kegiatan.

Untuk melengkapi pengetahuannya anak- anak menuju ke ruang perpustakaan koleksi anak anak, diterima dengan sangat ramah oleh para pustakawan, dan saat itu anak anak dibagikan buku buku  kusus yang  memuat bung karno yang disesuaikan dengan agenda haulnya Bung Karno.

Selain saya mendampingi anak-abak saya juga belajar langsung dari petugas tentang katalog di buku koleksi perpustakaan.Anak anak tampak asyik dengan bacaannya dengan menerapkan  budaya tertib dan tenang di dalam prpustakaan, sehingga tidak mengganggu pengunjung yang lain.

Setelah dari perpustakaan kita ziaroh ke makam, disini anak anak juga berlatih budaya disiplin antri, budaya saling menghargai, terlebih dari itu bagaimana mereka punya cinta dan menghargai dan mendoakan para pahlawan bangsa diantaranya bung karno. Dan anak-anak mengikuti tahlil dengan hidmat  yang dipimpin oleh pak Miftahu Niam yang merupakan guru di madrasah kita. Jadi disinilah kita mengenalkan sejarah secara langsung.

Untuk keluar dari area makam kita melewati area pasar yang jalannya cukup sempit denga kanan kiri para pedagang dengan berbagai jenis dagangan, Karena pas hari Ahad pengunjungnya cukup ramai maka jalur di pasar ini cukup menguji kesabaran dan ketertiban. 

Stelah agak longgar barulah anak -anak memilih dan belajar proses pembelian dengan menawar harga. Dan sesampai di parkiran saya mendengar bagaimana mereka bertukar pengalan menawar dan menunjukkan barang belanjaannya.

Stelah ziaroh kita lanjutkan untuk sholat dhuhur di masjid Arrohman yang arsiteknya menyerupai masjidil haram dengan payung-payung,kalau yang di madinah bisa dibuka tutup.selain ,Mulai masuk pelataran masjid sudah ada petugas yang ramah  yang menunjukkan arah alur dan berbagai fasilitas,

 Dan benar kita begitu masuk masjid ini sangat nyaman dan terkesan seolah kita di Madinah, semoga kita benar benar bisa ke masjidil haram yang sebenarnya. Dan masjid ini sekarang juga melengkapu destinasi wisata dan beribadah di Blitar.

Stelah sholat dhuhur maka saatnya kita angon di Blitar Park, yang sangat ditunggu anak-anak.Saya melihat bagaimana mereka sangat antusias seolah tidak tahan untuk segera bisa menikmati wahana -wahana yang ada.

Mereka memilih wahana yang menantang adrenalin dan menguji keberaniannya. Ada yang menguji nyali naik speda listrik yang jalurnya di atas ketinggian kira kira empat meter diatas tanah. Ada yang ikut naik di wahana berbentuk perahu yang digoyang kmaju mundur seolah menghadapi gelombang.

Ada juga yang ikut naik wahana seperti gurita berputar dari ritme yang pelan sampai yang berputar-putar. Ada juga yang naik wahana ansa yang harus dikayuh.seperti didanau buatan. Dan juga ada wahana naik band dari arah ketinggian meluncur dari atas.

Disini mengingatkan saya saat ke gua pindul, dengan naik ban menyusuri aliran sungai yang melewati dalam gua pindul yang benar benar menguji nyali antara takut dan penasaran karena di dalam goa.kita bergan dengan dengan tim yang ada pemandunya.

Dan sebagian juga antri dengan menikmati destinadi film tiga dimensi.Dan wahana yang mayoritas dinikmati anak dan sebagai destinasi penutup  adalah di kolam renang. Saya menikmati bagaimana keseruan meteka,seolah melepas beban dan kepenatan setelah mengikuti rangkaian kehiatan penilaian akhir tahun.
Dan dari wahana yang ada saya ikut di wahana sepeda lustrik di udara dan meluncur diatas ban.

Melihat bagaimana anak-anak bergembira ria tapi juga mendapat pengalaman dan yang jelas ada unsur pendidikan karakter yang termuat di dalamnya m,merupakan suatu kebahagiaan tersendiri, keriuhan, tawa lepas dan ekspesi riang mereka  adalah hal yang sangat bermakna.

Belajar dan berekreasi mengurangi kepenatan setelah mengikuti ujian merupakan hal yang sangat perlu untuk dilakukan.

Tidak harus yang mahal,tidak harus yang jauh, yang penting esensi makna di dalamnya, bagi kami cukup.
Salam literasi.

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar