Senin, 16 Agustus 2021

KADO UNTUK NEGERIKU INDONESA

KADO UNTUK NEGERI

oleh: Mufidatus Salma Hamda Syauqiya
 (siswi MI Mafatihul Ulum Balesono kls 2)

Negeriku Indonesia
Kau hebat
Kau kuat
Kau tangguh
Kau jaya

Jangan kalah oleh virus corona
Vidio ini kuhadiahkan untukmu
Tepat dihari ulang tahunmu ke 76

Untuk para pahlawan
Terimakasih aku ucapkan
Atas perjuanganmu demi kemerdekaan
Semoga aku bisa melanjutkan
Perjuanganmu dimasa depan

Selamat ulang tahun negriku ke 76
Sekali merdeka tetap merdeka

Dan terimakasih saya ucapkan
Atas like vidio dan karya sederhana saya.

#vidiokreatifmibalesono
#hutri76mibalesono

lokasi. Wanawisata umbul banyakbang,Joho,Kalidawir,Tulungagung

UNTUKMU NEGRIKU


INDONESIA
 NEGERI YANG SANGAT KAYA
TANAHMU SUBUR
SUMBER DAYA ALAMMU MELIMPAH
RAKYATMU RAMAH
ALAM MU INDAH

INDONESIA ,
NEGERI YANG TANGGUH
NEGERI YANG DIPERJUANGKAN DENGAN PELUH DAN KUCURAN DARAH
NEGERI YANG DIPERJUANGKAN DENGAN SENJATA AMPUH
NEGERI YANG DILAHIRKAN DENGAN LANTUNAN DO"A

INDONESIA
NEGERI YANG BERAGAM BUDAYA
BERAGAM BAHASA
BERAGAM SUKU BANGSA 
DAN BERAGAM HARAPAN RAKYATNYA

KERAGAMANMU ADALAH BUKTI KEKAYAANMU
KERAGAMANMU ADALAH ASET KEKUATANMU
KERAMAHANMU ADALAH BUKTI KELUHURAN PARA PEJUANGMU

KINI KAU BERULANG TAHUN KE 76
HASIL PERJUANGAN DENGAN BEKAL SENJATA PERSATUAN DAN KESATUAN
DEGAN SEMBOYAN YANG HARUS KITA LESTARIKAN
BHINEKA TUNGGAL IKA.

TRIMAKASIH PARA PEJUANG BANGSA
JASAMU TIADA TARA
HANYA DOA YANG MAMPU KAMI PANJATKAN
SEMOGA AMALMU MENJADI TEMAN
AMAL KHASAH YANG PENUH KEBERKAHAN

SELAMAT ULANG TAHUN NEGRIKU  KE 76 
WALAU DALAM KONDISI WABAH COVID -19
DENGAN KEBERSAMAAN DAN DOA SEMOGA WABAH INI AKAN HILANG.Amiin
-----
Trenceng 16-8-2021

Selasa, 10 Agustus 2021

TADABBUR ALAM PEDESAAN



          TADABBUR ALAM PEDESAAN.

Dipenghujung akhir tahun 1442 H yang bertepatan dengan tanggal 9 Agustus 2021 setelah solat ashar dan doa akhir tahun kita melihat tanaman di sawah.

Di tempatku yang sawahnya tdak dilalui aliran air irigasi  mayoritas tanamannya jeruk daun sebagian tanaman tebu, sehingga sepanjang mata meihat tanaman jeruk yang hijau laksana kita berada di perkebunan teh.

Nuansa sore hari yang sejuk, tanaman  daun jeruk yang hijau segar dan tampak mengkilap diujungnya dan didukung nuansa alam sekitar yang sangat indah dan mega merah diufuk narat yang berlatar deretan gunung, sungguh suatu pemandangan yang sangat mengasyikkan.

Menikmati nuansa sore dengan lukisan alam di langit ufuk barat yang kemerah merahan mengiringi tenggelamnya matahari dan dilengkapi kepulan asap yang membumbung keatas seolah membentuk suatu gerakan lukisan alam dari cerobong pabrik gula yang yang berasal dari desa disebelah selatan sawah.   melengkapi keindahan  alam pedesaan yang asri.

Bagi orang desa melihat perkembangan tanaman yang dirawat dan tumbuh sesuai harapan adalah suatu rekreasi yang berujung sebagai wujud syukur atas anugerah Yang Kuasa..Dari kenikmatan yang dirasakan seolah menghapus rasa lelah dan peluh yang mengucur dari tubuhnya.

Dimasa pandemi covid-19 ini para petani tetap bisa untuk beraktifitas dan  protokol kesehatan untuk jaga jarak ya memang sudah biasa karena mereka bekerja dikebunnya masing- masing ,mereka masih bisa asyik bercakap dengan teman dikebun sebelah walau dengan volume yang agak keras karena tidak berdekatan. Tapi juga menghaapi dampak dalam hal penjualan hasil yang harganya juga dipengaruhi oleh lancar tidaknya pengiriman hasil pertaniannya terkait pembatasan akses jalan yang dipengaruhi adanya PPKM.

Dari alam kita bisa belajar suatu rasa syukur betapa indahnya alam ,kesuburan tanah air kita dan .Dari alam pedesaan mengajarkan untuk gigih berusaha dan sabar dalam berproses dan berujung suatu ketaqwaan untuk menerima hasil usaha.

Indahnya alamku, kayanya negriku, selamat ulangtahun bangsaku yang ke 76 dan terimakasih para pahlawan atas pengorbanamu semoga menjadi amal yang menemanimu, amiin alfaatihah ....
Dipenghujung akhir tahun 1442 H yang bertepatan dengan tanggal 9 Agustus 2021 setelah solat ashar dan doa akhir tahun kita melihat tanaman di sawah.

Di tempatku yang sawahnya tdak dilalui aliran air irigasi  mayoritas tanamannya jeruk daun sebagian tanaman tebu, sehingga sepanjang mata meihat tanaman jeruk yang hijau laksana kita berada di perkebunan teh.

Nuansa sore hari yang sejuk, tanaman  daun jeruk yang hijau segar dan tampak mengkilap diujungnya dan didukung nuansa alam sekitar yang sangat indah dan mega merah diufuk narat yang berlatar deretan gunung, sungguh suatu pemandangan yang sangat mengasyikkan.

Menikmati nuansa sore dengan lukisan alam di langit ufuk barat yang kemerah merahan mengiringi tenggelamnya matahari dan dilengkapi kepulan asap yang membumbung keatas seolah membentuk suatu gerakan lukisan alam dari cerobong pabrik gula yang yang berasal dari desa disebelah selatan sawah.   melengkapi keindahan  alam pedesaan yang asri.

Bagi orang desa melihat perkembangan tanaman yang dirawat dan tumbuh sesuai harapan adalah suatu rekreasi yang berujung sebagai wujud syukur atas anugerah Yang Kuasa..Dari kenikmatan yang dirasakan seolah menghapus rasa lelah dan peluh yang mengucur dari tubuhnya.

Dimasa pandemi covid-19 ini para petani tetap bisa untuk beraktifitas dan  protokol kesehatan untuk jaga jarak ya memang sudah biasa karena mereka bekerja dikebunnya masing- masing ,mereka masih bisa asyik bercakap dengan teman dikebun sebelah walau dengan volume yang agak keras karena tidak berdekatan. Tapi juga menghaapi dampak dalam hal penjualan hasil yang harganya juga dipengaruhi oleh lancar tidaknya pengiriman hasil pertaniannya terkait pembatasan akses jalan yang dipengaruhi adanya PPKM.

Dari alam kita bisa belajar suatu rasa syukur betapa indahnya alam ,kesuburan tanah air kita dan .Dari alam pedesaan mengajarkan untuk gigih berusaha dan sabar dalam berproses dan berujung suatu ketaqwaan untuk menerima hasil usaha.

Indahnya alamku, kayanya negriku, selamat ulangtahun bangsaku yang ke 76 dan terimakasih para pahlawan atas pengorbanamu semoga menjadi amal yang menemanimu, amiin alfaatihah ....

WASIAT DARI GURUKU ( KH.MUHAMMAD SYAMSOERI )


KH.Muhammad Syamsoeri bin Trimo adalah tokoh kharismatik di Balik Papan yang beru saja wafat pada hari rabu malam kamis tanggal 28 Juli 2021.Beliau adalah seseorang yang banyak jasanya kepadaku. 

Beliau adalah putra kakaknya ayahku yang bernama pakde Trimo.Saya memanggilnya mas Syamsyuri, beliau buat saya seperti kakak kandungku, karena sejak masa kecilnya begitu lenket dengan ayahku, maklum karena ayahku lama belum dikaruniai anak sehingga para keponakan sangat dekat dan laksana anaknya sendiri termasuk mas Syamsuri..Sehingga waktu saya lahir juga laksana adiknya sendiri.

Mas Syamsuri bukan hanya sebagai kakak tapi juga  guru dan orang tua bagiku, terlebih setelah ayahku meninggal dunia di tahun 2004.

Sejak saya kecil beliau sangat perhatian kepadaku dan terus mengikuti perkembanganku walau beliau hijroh ke Balik Papan Kalimantan Timur sejak masa kecilku di tahun 1973 an. Hampir setiap tahun beliau pulang kampung menjenguk pakde ,bude dan para saudara.

Beliau sangat menghormati kedua orang tuanya dan para saudara ayah dan ibuknya. Beliau juga sangat menyayangi dan punya kepedulian yang luar biasa kepada para keponakannya, terutama dalam hal pendidikannya

ini adalah foto ibunda beliau ,almarhum bude Suratin

Mas H..Syamsuri menikah dengan mbak yu  Hj.Manirah yang aslinya dari Kediri, dan dan dikaruniai satu putri dan duaputra, Dwi, Bagus utomo, Bayu.

Beliau dan istrinya sama- sama memiliki energi motifasi yang luar biasa, yang bisa dijadikan teladan terutama bagiku, apa yang beliau sampaikan iti benar - benar juga beliau praktekkan.

Kerukunan, kepedulian dan jiwa sosialnya sangat tinggi.Setiap beliau pulang kampung maka dalam kopernya sudah dipersiapkan tanda mata beliau untuk semua pakde  bude ,paklik bulik, adik kakak dan para keponakannya, dan tak terlupa adalah untuk guru -guru beliau.

Dalam setiap bingkisan iti oleh mbak Nr sapaan aku memanggil mbakyu Manirah ,ditulisi dengan tulisan latin yang sangat bagus dan rapi, condong kekanan, untuk ayahku beliau menulis, " Katur paklik Kasiyo"" salam takdzim saking nanda "" Syamsuri- Manirah". Untuk para ponakan juga ditulis namanya dan juga pesan singkat beliau. Kepada para orangtua dan guru beliau sempatkan sowan dan beliau tetap mohon doa restunya..kepada yang lebih muda beliau minta tolong ponakannya untuk mengantarkannya.

Bagi kami dengan menerima bingkisan beliau yang tertulis nama dan pesan itu menunjukkan betapa beliau punya kedekatan dan jalinan kuat serta teladan bagaimana kita tetap hormat dan tawaduk kepada orang yang lebih tua, tetap menemptkan seorang guru sebagai orang yang sangat dihormatinya, menempatkan para adik dan ponakannya sebagai keluarga yang hangat  dicintainya.

Setiap beliau pulang,dirumah bude Suratin tidak akan sepi dengan kedatangan para tamu baik dari keluarga, kerabat, sahabat dan juga tetangga , laksana tamu hari raya.dimeja pasti tersedia aneka jajanan layaknya .

Yang menjadi penarik kita untuk bertemu dan berbincang dengan beliau adalah, perbincangan yang bermakna dan penuh hikmah dan nasehat..Beliau bertutur bukan menegur, beliau bercerita untuk bisa diambil hikmahnya.

Beliau dapat merangkul dari golongan apa sajs ,dari para ulama",pejabat, orang biasa dan juga para minoritas yang kadang dicuhkan orang.bahkan dakwah beliau bisa diterima para preman dengan tidak merasa menggurui tapi beliau merangkul dengan santun.

Beliau waktu sehatnya aktifis dan pengurus NU cabang Balik Papan, saya pernah diperkenalkan dengan sahat karib dan dulur seperjuangan beliau waktu sama-sama mengikuti Muktamar NU di Solo ,namanya Bapak Fajar yang aslinya dari Jombang. Pak Maliki dari Malang, P.Kolis dari Jombang. Dengan pak Fajar silaturrohim dengan saya dan kluarga Tulungagung  Alhamdulillah berlanjut sampai sekarang.

Beliau juga bercerita dari mulai perintisan majlis taklim Al Hidayah yang anggotanya semua kalangan dan waktu rutinan diikuti oleh ratusan jamaah.

Dan beliau juga menyampaikan ada yang mewakafkan tanah skitar 4 ha untuk pembangunan pesantren.Dan Alhamdulillah saya sudah berkesempatan untuk ke Balikpapan pada awal tahun 2014 dan pas tanggal 1 Januari saya diajak untuk melihat ke lokasi pesantren yang juga diberi nama Al Hidayah sama dengan nama majlis taklimya.

Saat itiu lbangunan pesanten masih lantai satu dan tahap pemasangan lantai dan kusen.dan saya oleh Kang Sun ,adiknya mas H.Syamsuri juga ditunjukkan ,batas tanah wakaf milik pesantren yang saat itu masih berupa hutan ,karena lokasinya di perbukitan,maka untuk membangun tanah harus diratakan dulu.

Dan sejak dibukanya lahan hutan dengan bangunan pesanten maka diseberang jalan juga dibangun perumahan.Dan karena saya kesana pas tanggal 1 januari 2014 .untuk menandai itu saya diminta untuk menanamkan pohon cemara di dekat nambor pondok ditepi jalan .entah apakah pohon itu bisa hidup sampai sekarang.

Dengan menuliskan ini muncul gambaran waktu saya kesana dan sayapun terus mengikuti perkembangan pesantren Alhidayah Balikpapan di laman feecboknya.serta informasi dari Ustadz Fajar yang sekarang ini menjadi pengasuhnya.

Hubungan mas Syamsuri dengan Ustadz Fajar ibarat saudara kandung ,dari masa muda, saat beliau sakit bahkan sampai akir hayatnya  pada hari kamis 29 Juli 2021 lalu ,ustadz Fajar setia mendampingi. Kebetulan  mbakyi Hj.Manirah telah berpulang skitar tiga tahun yang lalu.

Dan lewat pak Fajar inilah saya tau pesan terakir beliau yang bisa dikatakan wasiat, yang beliau sampaikan ke pak Fajar dan kluarga tanggal 26 Juli 2021 setelah solat subuh .
Adapun pesan Almarhummas H.Syamsuri sebagaimana yang dituturkan ustadz Fajar adalah sebagai berikut:"" Berperilakulah yang jujur, perbanyak bersolawat dan bersilaturrohim, Rangkul orang yang membencimu kirimkan fatihah untuknya juga untuk jamaah yang mendengar dakwahmu dan doakan mereka ditengah munajatmu"

Dari pesan beliau menunjukkan bahwa sampai dipenghujung hayatnya beliau tetap dakwah dan mengajak untuk menjadi pribadi yang lebih baik..pesan ini beliau sampaikan 3 hari sebelum beliau wafat.Beliau berdakwah dengan prilaku dan suri tauladannya.

Untuk mas H.Syamsuri dan Mbakyu H.Manirah saya benar-benar kehilangan dua sosok pribadi yang saya kagumi, yang buat saya penjenengan adalah tidak skedar kakak dari hubungan keluarga tapi jenengan berduaa laksana ayah dan ibukku, jenengan adalah guruku,dan jenengan adalah tokoh penyemangat dan turut membimbing peralanan hidupku.

Betapapun cintaku kepadamu tapi Alloh lebih kau cintaii dan mencintaimu, penjenengan sampun katimbalan sowan kehadirot Sang Ilahi.Semoga wafatnya jenengan berdua tergolong husnul kotimah, amal dan perjuangan jenengan diterima sebagai amal khasanah dan dosa dan khilap jenengan dipun Ampuni Alloh.

Dan Saya yakin walau jenengan sudah berpulang tapi pondasi perjuangan jenengan akan diteruskan oleh generasi seperjuangan jenengan dan semoga menjadi amal jariah yang insyaalloh pahalanya terusengalir dateng jenengan.
Dan semoga atas ilmu dan nasehat yang engkau sampaikan menjadi ilmu yang bermanfaat, amiin ya robbal alamiin.
Dan Insyaalloh nasehat-nasehat jenengan tetap saya ingat dan berusaha saya amalkan.

Selamat jalan guruku ..untuk memenuhi panggilan Rob mu.,.Alloh SWT. semoga jenengan diterima dan ditempatkan ditempat yang terbaik. Amiin.

Tulisan ini untuk mengenang ,sang kakak  , orangtu dan guruku almarhum KH.MOH.SYAMSOERI .DAN almarhumah mbakyu HJ.MANIRAH SYAMSOERI.
 Lahumal faatihah...

Trenceng 
Almarhum bersama ustadz fajar yang mendampingi membaca koran 







SELAMAT TAHUN BARU 1443 H


Dengan lembaran pertama ditahun 1443 H ini, harapan, ,semangat  dan tekat yang kuat kita berusaha menjadi pribadi yang lebih baik, kondisi lebih baik, hasil lebih baik ,  dan yang terpenting wabah covid -19 ini segera berakhir.

Suatu kesadaran ,kedisiplinan, solidaritas dan kepedulian antar sesama menjadi suatu hal penting yang perlu kita perkuat. 

Selain itu upaya peningkatan kualitas dalam peningkatan IMAN ,IMUN DAN AMAL merupakan suplemen yang saling bersinergi.

Dengat semangat di awal tahun baru hijriah ini, semoga kita senantiasa dalam lindungan dan kemudahan dari Alloh SWT.

MARI KITA BERSAMA MEMAKSIMALKAN UPAYA  DALAM  MEMUTUSKAN RANTAI WABAH KORONA INI.SEMOGA KITA SEGERA KELUAR DARI KONDISI YANG SANGAT SULIT INI .Amiin.

Salam sehat dohir batin, dan selamat membuka lembaran di tahun 1443H,

Kamis, 29 Juli 2021

BERPULANGNYA SANG TOKOH BALIK PAPAN.,SANG GURU DAN ORANG TUAKU.


           KH.SYAMSURI  BALIKPAPAN

Malam kamis tgl 29 Juli  2021 jam 21.00 Beliau  Mas H.SYAMSURI seorang tokoh di Balik papan pendiri majlis taklim dan Ponddok Pesantren Al Hidayah ,telah berpulang kehadirot Alloh SWT. Semoga almarhum mendapat magfiroh ,amal perjuangannya diterima sebagai amal hasanah,tergolong husnul kotimah dan keluarga diberi kekuatan iman, amiin.

Malam itu sejak sore saya tidak membuka handphone karena membantu tetangga yang punya hajat, stelah pulang sekitar jam 8.30 saya langsung menghadap laptop untuk mengerjakan sesuatu yang perlu konsentrasi, maka sayapun tidak melihat handphone .

Saya merasa sangat gelisah tida bisa tidur demikian putri kecilku tidak mau tidur. setelah skitar jam 23 .00 saya membuka handphone ,dan yang saya buka facebook kebetulan yang terlihat pertama adalah akunnya bapak fajar pp.alhidayah balikpapan disitu mengunggah foto mas H.Syamsuri, maka saya simak, dan bagai petir yang menyambar sambil saya berucap innalillahi wainna ilaihi roojiuun. Beliau malam itu telah berpulang ke hadirotNya.

Saya sangat kehilangan, Sayapun ngecek informasi di  grup wasab keluarga dan mesenjer, saya juga konfirmasi ke keluarga balikpapan .

Mas H.SAMSURI  seorang tokoh dibalik papsn itu adalah putra dari kakaknya ayah saya, yaitu putra pakde TRIMO DAN BUDE  SURATIN. Beliau aslinya dari dsn Jati desa Pandansari Ngunut Tulungagung. Yang sekita tahun 1970 an setelah boyong dari pondok metantau dan akirnya menetap di Balik Papan, dan akirnya kedua adik laki- lakinya mengikuti jejak beliau disana.

Mas H.SYAMSOERI buat saya tidak hanya sebagai saudara,tetapi seperti kakak kandung ,orang tua , guru , motifator dan tokoh panutan saya.Makanya dengan berita wafatnya almarhum saya sangat kehilangan.Maka ditengah malam itu sayapun langsung menyebarkan informasi ke para saudara.

Secara lokasi domisili kita berjauhan tapi itu bukan suatu halangan yang memutuskan hubungan kita. Kebetulan ayah saya memiliki anak  usianya sudah banyak, maka para keponakan bapak terutama mas Syamsuri itu ya ibarat anak sendiri dan sayapun juga ibarat adik kandungnya.
Saya masih ingst waktu saya kecil saya sakit batuk yang tidak sembuh- sembuh sampai mata berwarna merah darah, beliau yang mengantarkan ayah untuk mengobatkan saya sampai kademangan Blitar.dan bahkan waktu selesai PGA dulu rencana saya juga mau ikut kesana.

Beliau hampir setiap tahun pulang kampung, setiap beliau di kampung bak mahnit, rumah pakde selau ramai karena para saudara tetangga dan teman - teman beliau bertamu, dan rata-rata tamu betah untuk jagongan dengan beliau, karena perbincangan dengan beliau selalu penuh hikmah dan nadehat dan beliau menurut saya memiliki kebijakan dan kewibawaan tersendiri.

Beliau menasehati dengan tidak menyakitkan hati, bertutur dengan tidak merendahkan dan memotifasi dan tidak mematahkan. 

Beliau sangat hormat kepada orangtua dan sangat peduli kepada sanak saudara dan juga para gurunya. Beliau sangat gemar menyambung silaturrohim dan berbagi..Demian pula Mbakyu Hj.MANIRAH yang aslinya dari Kediri.Bahkan saya pernah diminta beliau untuk menyambung silaturrohim dengan santrinya yang dari Jombang yang oernah ikut di Balikpapan,tapi sekarang sudah kembali ke Jombang dan sering mengunjungi bude Suratin sebagai bakti nya kepada sang guru.itupun sudah saya penuhi setelah zuaroh ke makamnya Gusdur.

Setiap beliau pulang kampung walaupun tidak semua saudara bisa beliau kunjungi, ada hal yang tidak terlewatkan beliau dan mbakyu Manirah memberi bingkisan tali asih kepada para saudara terutama untuk perlengkapan ibadah.dan beliau benar-benar sangat menghormati dan menjaga silaturrohim fengan para guru dan keluarganya. Dan yang tak pernah ketinggalan itu reunian dengan almarhum bapak H.Samingan Sumberingin kidul ,teman mondoknya, Pak Samingan adalah abah dari mas Supriadi Sekjen lp.Maarif Tulungagung.

Dari beliau saya banyak mendapatkan ilmu, diantara nasehat beliau,
 " kom berusahalah untuk bisa berbakti dan menyenangkan orangtuamu, kalau kamu melakukan itu maka insyaalloh kamu akan ditata dan diberi kemudahan Alloh dalam urusan - urusanmu, karena Ridho Alloh itu tergantung ridho orangtuamu.

Apapun kondisi orangtuamu beliau orang yang sangat manjur doanya,mumpung orangtuamu masih ada berbaktilah kepada mereka,dan doakan beliau selagi masih ada terlebih bila beliau sudah wafat.

Sambunglah tali silaturrohi orangtuamu dengan para saudara dan kerabat, dan ringankan tangan untuk bisa membantu orang lain semampumu terlebih kepada para saudara. Dengan saudara yang rukun  dan berbagilah semampumu, biar hidup kita berkah.

Kalau kamu menghadapi cobaan maka banyaklah beristigfar dan introspeksi serta bersedekah.karena sedekah untuk menghilangkan balak.

Dan beranilah untuk bisa keluar dari zona nyaman untuk bisa berkembang, dan bila kamu punya hambatan jangan menyerah tapi dari hambatan itu jadikan tantangan, kalau kita punya niat baik dan mau berusaha sungguh sungguh yakinlah Alloh pasti akan memberi jalan keluar. Karena dalam Alqur'an sudah diwahyukan bersama kesulitan ada kemudahan, dan Alloh tidak akan menguji kaumnya yang melebihi kemampuannya.

Jagalah silaturrohim dengan para gurumu, karena beliau -beliau itu orangtua kita secara rohani dan doanya sangat luarbiasa, demikian pula janganlah kau tinggalkan beliau dalam doa- doamu.

Beliau juga pernah betcerita kepadaku " Aku dulu mondok dengan bekal doa dan restu dari mbokde dan pakdemu itu, maksudnya ya ayah ibu beliau." krena aku pingin mondok sedang bila mengandalkan kiriman kebutuhan dari rumah maka mungkin tidak jadi mondok terlebih banyak saudara yang harus diurus, karena beliau anak pertama dari lima bersaudara. Maka aku menyadari kondisi itu dan berfikir apa yang bisa kita lakukan biar apa yang kita inginkan bisa kita raih walau dalam keterbatasan.
Beliau pernah mondok di ringin agung pare dan beberapa pondok lainnya, kebiasaan yang beliau lakukan sering hari harinya untuk puasa sunat, baik senin kamis maupun puasa daud  diantaranya karena untuk mengurangi kebutuhan. 

Bahkan beliau juga bercerita, mengabdi pada kyainya dan bahkan disaat para dantri yang lain makan malam beliau sering gunakan waktu itu menimba mengisi kamar mandi yang kita tau kamar mandi di pondok itu baknya sangat besar.maka begitu para temannya tidak ada beliau mengisi perutnya dengan banyak minum. Begitulah sebagian tirakat beliau dalam menuntut ilmu.

Beliau juga bercerita awal ke Kalimantan memang beliau niati untuk berhijrah , melihat peluang untuk keluar dari zona nyaman dan berharap untuk kemanfaatan hidup dan keberkahan ilmunya.Beliaupun juga berubah bahwa kanjeng Nabi untuk berdakwah juga berhijrah dari Makkah ke Madinah

Ternyata Alloh memang juga memiliki rencana yang kita tidak tau akirnya beliau lahan perjuangannya di Balikpapan sampai akhir hayatnya.tapi juga tidak melupakan perjuangan untuk sumbangsihnya ke kampung halaman.

Beliau juga pernah bercerita tentang masa - masa perintisan majlis taklim yang diberi nama " Majlis taklim Nurhidayah"  denga perkembangannya bahkan tokoh tokohnya saya tau diantaranya bapak Fajar yang aslinya orang Jombang.

Saya  dikenalkan beliau dengan Bapak Fajar saat kita sama mengikuti acarauktamar NU di Solo. Beliau dan pak Fajar sebagai peserta muktamar dari balikpapan kebetulan beliau berduatermasuk pengurus NU Cabang Balikpapan ,sedang saya ikut sebagai penggembira rombongan dari Tulungagung.

Beliau juga pernah bercerita menerima wakaf lahan seluas 4 hektar yang direncanakan akan dibangun pondok pesantren dan Alhamdulillah itu terwujud, bahkan saya berkesempatan pada tbulan desember akir saya ke Balik papan dan tepat tanggal 1 Januari 2014,saya dan suami bersama kang Sun adiknya almarhum mas Syamsuri diajak untuk ke lokasi pondok yang saat itu masih dalam proses pembangunan.

Waktu itu untuk lantai satu yang terdiri kira kira 10 lokal dengan posisi huruf L sudah dalam tahap finising pemasangan pintu dan jendela dan sebagian kelas masih dipasang keramik. Kami melihat lokasi sekitar, yang ditunjukkan batas tanah wakaf yang sebagian  masih berupa hutan, maklum lokasinya perbukitan sehingga dalam pembangunan pondok harus diratakan dulu.

Sebagai tempat menginap para pekerja dibangunlah rumah darurat yang sudah dilengkapi dapur,sumur yang baru dibur juga perlengkapan memasak dan bahan makan  yan persefiaannya cukup.Bahkan bebek ayam  dan  angsa banyak dipelihara fitu.

Dan salah satu pekerja dan yang menempati pondok darurat itu orang dari trenggalek yang saya lupa namanya kalau tidak kliru dipanggil kang hasan yang usianya sekitar 25.

Kang hasan bilang," bu Kom hari ini adalah tanggal 1 Januari 2014 mumpung jenengan kesini, maka untuk kenang- kenangan  ini ada pohon cemara, sudikah ibu untuk menanamnya?" Dengan senang hati kang ,bila dipetbolehkan.

Maka kita bawa pohon cemara itu ke pinggir jalan yang arahnya agak naik, tepatnya di dekat  nambor pondok AlHidayah yang waktu itu madih seferhana.,Semoga pohon itu masih hidup dan saya diberi kesempatan bisa kesana lagi.
Sebenarnya mas Haji sangat mengharapkan saya bisa kesana waktu beliau menikahkan putrinya namun karena saya waktu itu ada ujian komprehensip dikampus jadi tidak bisa kesana.

Maka waktu Desember 2013 ini kebetulan saya sowan ke ibu mertua di Martapura, sengaja saya dan suami  ke Balikpapan dengan jalan darat dengan menaiki bis berangkat dari martapura jam 16.30 sore sampai balikpapan jam 09.00pagi, itupun harus dengan  melewati penyeberangan dengan kapal. Sekitar 2 Jam.

Saya masih ingat kunjungan saya kesana adalah kejutan karena tidak saya beritahukan, begitu kita menyeberang naik kapal saya menghubungi keponakan saya Bayu anaknya Mas Syamsuri. 

Begitu saya sampai sana saya sangat kaget karena waktu itu beliau baru pulang dari opname di rumah sakit karena stroke.
Kondisi beliau sakit memang tidak dikabarkan ke keluarga di Tulungagung terutama bude Suratin ,ibu beliau..

Maka begitu saya datang yang saat itu duduk dikursi roda,stelah saya mencium tangan beliau menangis dan memeluk saya.Saya tau beliau menangis karena tidak menyangka saya sampai saa dan lebih dari itu beliau kawatir bila saya menceritakan kondisi beliau kepada bude Suratin ibu beliau. maklum waktu itu beliau masih sulit untuk bisa berkomunikasi.

Saya berinisiatif untuk mengurangi beban beliau dengan menyampaikan, Alhamdulillah mas kaji saya sekarang berkesemoatan silaturrohim mriki ,beliau menganggukkan kepala, Jenengan lak gih marem kulo mriki, beliau menganggukkan kepala lagi, dengan memijit mijit pundak beliau dari belakang saya sampaikan, mas Syamsuri jangan kawatir, saya tidak akan menceritakan kondisi jenengan yang sakit kepada keluarga di Tulungagung terutama mbokde Suratin.Beliau sambil mengusap air matanya  mengangguk dan lebih tenang..

Sambil terbata-bata beliau minta kang Sun adik laki - laki beliau untuk mengantarkan saya jalan-jalan ke lokasi pondok. Alhamdulillah harapan beliau untuk saya ke Balikpaoan sudah terlaksana.kebetulan disini memang ada 3 keluarga adik beliau

Karena itu saya merasa ada ikatan dengan adanya pondok pesantren Alhidayah ini yang selaim pondok juga ada pendidikan formalnya..Saya mengikuti postingan bapak Fajar di media sisial fecbook tentan pondok pesantren Al Hidayah.

Dan saya juga pernah diceritai bude Suratin yang waktu mas Syamsuri menikahkan putrinya dan tinggal disana beberapa bulan, beliau cerita bahwa di rumah mas Syamsuri tidak pernah sepi, banyak tamu  dan bahkan dari tamu itu bude dapat cerita bahwa mas Syamsyuri itu banyak sekali teman dari semua kalangan baik dari para kyai sampai para preman, beliau bisa menyesuaikan diri dalam berdakwah dan nasehatnya diperlukan banyak orang.

Saya mengakui beliau itu antara apa yang beliau sampaikan tidak cuma dalam ucapan tapi dalam tindakan  yang bisa menjadi suri tauladan. 

Dengan apa yang pernah saya dengar saya saksikan dari tindakan beliau saya bersaksi bahwa beliau insyaalloh orang baik. Dan orang baik itu diantara cirinya keberadaannya sangat dibutuhkan ketiadaannya sangat dirindukan dan wafatnya beliu banyak yang kehilangan.

Semoga kebaikan, amal perjuangannya dicatat Alloh sebagai amal hasanah fiddunya wal akheroh, dan atas kekhilapan beliau mendapat magfiroh dan tergolong husnul kotimah. Dan majlis taklim serta pesantren Al Hidayah tetap istiqomah dan berkembang untuk menyiapkan generasi dan umat yg hebat bermartabat.Amiin ya Robbal alamiin

Dan kepada para keponakan dan semua keluarga besar di Balikpapan juga di Tulungagung dan Kediri diberikan kekuatan iman dan kesabaran.Karena kita semua dari Alloh dan akan kembali kepada Nya.

Taklupa kepada seluruh jamuah majlis taklim Al Hidayah dan Pondok Pesanten AlHidayah dan Warga Nahdliyin dan masyarakat Balikpapan, saya mohon maaf atas nama beliau, dan ucapan terimakasih atas semua dia dan segalanya.teriring doa jazakumulloh ahsanal jazaa.
Beliau yang berkopyah adalah Ustadz Fazar, sahabat dan saudara beliau dalam berdakwah, bahkan sampai saat-terakir brliau pak fajar senantiasa berada disisi almarhum.

Tulungagung 29-7-2021























Selasa, 27 Juli 2021

DOA SEORANG GURU

 disini ada murid saya alumni MA ASWAJA NGUNUT.baju batk berkacamata diapit ibu-ibu.

Beberapa waktu lalu saya mendapat sapaan di WA dari nomor yang belum tersimpan di hP saya, berbunyi ," Assalamualaikum bu, dospundi pawartosipun ?, mugi ibu dan keluarga tansah pinaringan rahayu wilujeng ."

Saya penasaran , karena foto di profil WA nya foto bersama dan yang saya tau ada pak Jokowi. saya balas wa nya , waalaikum salam, nuwun sewu meniko saking sinten gih?  dijawab, " kulo murid jenengan engkang sampun duangu mboten pinanggih"

Lalu saya amati foto di profil itu, satu persatu ,selain pak Jokowi ada wajah yang kayaknya tidak asing bagi saya, tapi kebearannya saya belum yakin.

Saya ingat -ingat  itu kayaknya kok murid di MA ASWAJA Ngunut, Yang dulu saya pernah juga ikut mengajar di sana sekitar tiga tahunan tapi tahunnya lupa.

Untuk memastikan saya coba menyebutkan alumni MA Aswaja ya ? Diawab, "leres bu" Alhamdulillah jenegan taksih emut kulo. Kayaknya saya ingat nama panggilannya, maka saya sebutkan salah satu nama yang dulu jadi ketua OSIS ,  diapun membenarkan,dan sekarang alamatnya pindah tapi masih di kecamatan yang sama.

Sayapun konfirmasi tentang foto di profil itu, ternyata itu foto dengan pak Jokowi waktu kelompok peternakannya memenangkan ajang lomba tingkat nasional dan diundang ke istana.

Maka nomernya saya simpan,dan digrup dinas kepala madrasah ada angota baru tertera namanya.Saya tanya jenengan ngastone teng pundi ? dia menyebutkan nama madrasahnya, yang mana kepalanya pindah tugas dan dia oleh yayaan ditunjuk untuk menjadi kepala madraah.

Saya jawab," Alhamdulillah, selamat berjuang untuk mengamalkan ilmu dan selama mengmban amanah semoga senantiasa dalam limpahan rohmad taufiq hidayah dan inayahNya,"
Dia menjawab, bu nyuwun do'a restu dan bimbingannya.Saya jawab,Mari kita sama-sama belajar".Terkait dengan itu saya ingat dawuh almarhum mbah KH Nurmiftah dari Pondok Pesantren Roudlotul Hanan Sawenar Kanigoro Blitar pernah dawuh,"" YEN AWAKMU DIWENEHI AMANAH LAKONONO KANTI AMANAH TAPI OJO NONJOLNE DIR  PAMRIH BEN DIWENEHI AMANAH.,LAN AMANAH IKU DIPERTANGGUNGJAWABKAN DONYO AKHEROT"

Melihat murid- murid saya, baru nyadar ternyata " SUDAH TUA TAK TERASA KARENA SETIAP HARI YANG DIHADAPI ANAK- ANAK MI" 

Menjadi guru MI itu asyik dan menyenang kan,   kadang kala ya gemes .Melihat kepolosan,keunikan, kerukunan dan bahkan bisa melihat senyuman dan tawa riang mereka saat giginya ompong itu menjadi suatu hiburan tersendiri.

Maka disaat Pandemi dengan pembelajaran jarak jauh bukan hanya murid yang kangen tapi gurupun juga demikian. 

Karena lamanya ndak bersama gurupun pangling terlewati meingikuti pertumbuhsn dan perkembangan mereka.Karena di MI biasanya diawal semester diukur tinggi dan berat bafannya.

Doaku untuk semua muridku,semoga kita semua diberi kesehatan dohir batin dan ilmu kita manfaat.amiin.