Selasa, 10 Agustus 2021

TADABBUR ALAM PEDESAAN



          TADABBUR ALAM PEDESAAN.

Dipenghujung akhir tahun 1442 H yang bertepatan dengan tanggal 9 Agustus 2021 setelah solat ashar dan doa akhir tahun kita melihat tanaman di sawah.

Di tempatku yang sawahnya tdak dilalui aliran air irigasi  mayoritas tanamannya jeruk daun sebagian tanaman tebu, sehingga sepanjang mata meihat tanaman jeruk yang hijau laksana kita berada di perkebunan teh.

Nuansa sore hari yang sejuk, tanaman  daun jeruk yang hijau segar dan tampak mengkilap diujungnya dan didukung nuansa alam sekitar yang sangat indah dan mega merah diufuk narat yang berlatar deretan gunung, sungguh suatu pemandangan yang sangat mengasyikkan.

Menikmati nuansa sore dengan lukisan alam di langit ufuk barat yang kemerah merahan mengiringi tenggelamnya matahari dan dilengkapi kepulan asap yang membumbung keatas seolah membentuk suatu gerakan lukisan alam dari cerobong pabrik gula yang yang berasal dari desa disebelah selatan sawah.   melengkapi keindahan  alam pedesaan yang asri.

Bagi orang desa melihat perkembangan tanaman yang dirawat dan tumbuh sesuai harapan adalah suatu rekreasi yang berujung sebagai wujud syukur atas anugerah Yang Kuasa..Dari kenikmatan yang dirasakan seolah menghapus rasa lelah dan peluh yang mengucur dari tubuhnya.

Dimasa pandemi covid-19 ini para petani tetap bisa untuk beraktifitas dan  protokol kesehatan untuk jaga jarak ya memang sudah biasa karena mereka bekerja dikebunnya masing- masing ,mereka masih bisa asyik bercakap dengan teman dikebun sebelah walau dengan volume yang agak keras karena tidak berdekatan. Tapi juga menghaapi dampak dalam hal penjualan hasil yang harganya juga dipengaruhi oleh lancar tidaknya pengiriman hasil pertaniannya terkait pembatasan akses jalan yang dipengaruhi adanya PPKM.

Dari alam kita bisa belajar suatu rasa syukur betapa indahnya alam ,kesuburan tanah air kita dan .Dari alam pedesaan mengajarkan untuk gigih berusaha dan sabar dalam berproses dan berujung suatu ketaqwaan untuk menerima hasil usaha.

Indahnya alamku, kayanya negriku, selamat ulangtahun bangsaku yang ke 76 dan terimakasih para pahlawan atas pengorbanamu semoga menjadi amal yang menemanimu, amiin alfaatihah ....
Dipenghujung akhir tahun 1442 H yang bertepatan dengan tanggal 9 Agustus 2021 setelah solat ashar dan doa akhir tahun kita melihat tanaman di sawah.

Di tempatku yang sawahnya tdak dilalui aliran air irigasi  mayoritas tanamannya jeruk daun sebagian tanaman tebu, sehingga sepanjang mata meihat tanaman jeruk yang hijau laksana kita berada di perkebunan teh.

Nuansa sore hari yang sejuk, tanaman  daun jeruk yang hijau segar dan tampak mengkilap diujungnya dan didukung nuansa alam sekitar yang sangat indah dan mega merah diufuk narat yang berlatar deretan gunung, sungguh suatu pemandangan yang sangat mengasyikkan.

Menikmati nuansa sore dengan lukisan alam di langit ufuk barat yang kemerah merahan mengiringi tenggelamnya matahari dan dilengkapi kepulan asap yang membumbung keatas seolah membentuk suatu gerakan lukisan alam dari cerobong pabrik gula yang yang berasal dari desa disebelah selatan sawah.   melengkapi keindahan  alam pedesaan yang asri.

Bagi orang desa melihat perkembangan tanaman yang dirawat dan tumbuh sesuai harapan adalah suatu rekreasi yang berujung sebagai wujud syukur atas anugerah Yang Kuasa..Dari kenikmatan yang dirasakan seolah menghapus rasa lelah dan peluh yang mengucur dari tubuhnya.

Dimasa pandemi covid-19 ini para petani tetap bisa untuk beraktifitas dan  protokol kesehatan untuk jaga jarak ya memang sudah biasa karena mereka bekerja dikebunnya masing- masing ,mereka masih bisa asyik bercakap dengan teman dikebun sebelah walau dengan volume yang agak keras karena tidak berdekatan. Tapi juga menghaapi dampak dalam hal penjualan hasil yang harganya juga dipengaruhi oleh lancar tidaknya pengiriman hasil pertaniannya terkait pembatasan akses jalan yang dipengaruhi adanya PPKM.

Dari alam kita bisa belajar suatu rasa syukur betapa indahnya alam ,kesuburan tanah air kita dan .Dari alam pedesaan mengajarkan untuk gigih berusaha dan sabar dalam berproses dan berujung suatu ketaqwaan untuk menerima hasil usaha.

Indahnya alamku, kayanya negriku, selamat ulangtahun bangsaku yang ke 76 dan terimakasih para pahlawan atas pengorbanamu semoga menjadi amal yang menemanimu, amiin alfaatihah ....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar