Sabtu, 17 Oktober 2020

PESAN SI IBUK UNTUK DUA ANAKNYA

Lewat grup maarif menulis ini kutuliskan surat tuk kedua anakku.
Murid buat saya bukan sekedar seorang anak yang pernah bersamaku... 
Tapi menjadi anak bagiku
Karena anak tidak akan putus karena jangka waktu, 
Bagiku tidak ada istilah mantan murid dan mantan guruku
Keprihatinan akan tetap dirasakan orang tua bila anaknya dalam cobaan dan ujian
Dan lantunan doa akan tetap dipanjatkan untuk kesuksesannya. 
Untuk semua guruku dan juga murid dan anakku semoga senantiasa dalam limpahan rohmah taufik dan Hidayah dari Alloh SWT. 
dan di grup ini ada 2 anakku yang dia tau betul tentangku
Dan akupun juga tau  tentang mereka dan perkembangan potensinya. 
Dan lewat grup ini diapun akan menilai catatan amburadul dari emboknya. 
Teruslah berkarya, gali potensimu dan berjuanglah untuk mengamalkan ilmumu
Semoga Alloh meridoi dan menatamu

Amiin yarobbal alamiin. 
Untuk semua guruku dan semua anakku lahumul fatihah... . 



Jumat, 16 Oktober 2020

ALHAMDULILLAH..... PLONG.

Alhamdulillah merupakan salah satu kalimat toyyibah untuk mengungkapkan suatu rasa syukur kepada Alloh atas seala anugerah kenikmatan yang kita terima. 

Sungguh nikmat Alloh itu tiada terkira, dan kita tidak akan bisa menghitungnya. Dan Niikmat Alloh itu tidak hanya dari segi materi yang bisa kita hitung tapi dari semua hal , misalnya nikmat kesehatan,  nikmat mendapaykan suatu kesempatan atau kenikmatan diberi suatu kemudahan dan ketuntasan dalam menyelesaikan suatu urusan. 
Setelah beberapa waktu absen di grup menulis ini karena suatu agenda kegiatan padat yang sangat menguras tenaga dan fikiran ,maka saat ururan itu bisa kita lalui dengan suatu ketuntasan rasa nikmat itu yang juga kita rasakan, 

Secara psikologid kita akan merasaka suatu rasa lega da seolah kita terbebas dari suatu beban yang menghantui pikiran kita. Kelelahan dalam berfiir akan berbeda dengan kellahan dlam kegiatan fisik. Kalau kelelahan fisik bisa lebih cepat pulih manakala kita istirahat cukup, tapi kelelahan psikologis dan fikiran perlu suatu waktu agak lama dan refres dari suatu kejenuhan. 

Kenikmatan yang bisa kita rasakan akan berimbang kepada usaha dan kesulitan dan tantangan yang kita lalui, misalnya saja kenikmatan seseorang yang berbuka puasa. Sama sama menyantap makannya maka bagi orang yang sedang berbuka puasa akan lebih merasakan kenikmatannya. Demikian pula kenikmatan dalam menerima ketuntasan suatu uruan. Maka orang jawa menggambarkannya dalam istilah PLONG. 

PLONG adalah rasa lega dan seolah medeka dari suatu beban.... Itu yang sedang saya rasakan. Setelah berkutat dengan suatu urusan yng juga terkait dengan hal tulis menulis, dan juga karena efek blendrang tanggungan  
Sungguh blendrang itu bila terlalu lama membawa dampak yang sangat tidak positip.... Jadi inga buku blendrang yang kita tunggu tunggu

Dan Alhamdulillah hari ini bisa bergabung dan bisa meyapa kelarga maarif menulis, bagaimana kabar bapak ibu semuanya,  mohn maaf beberapa waktu absen dan belum sempat menikmati karya bapak ibu. Semoga kit senantiasa dalam keberkahan amiin. 


Senin, 21 September 2020

DESTINASI WISATA KEDUNG TUMPANG dan TARSAN

Terinspirasi dari cerita si kecil tentang kedung tumpang, maka saya ingat pengalaman dan kenangan berwisata yang pertama kali ke kedung Tumpang. 

Sekitar tahun 2016 kbetulan ada rapat kepala madrasah sewilayah KKM saya yang terdiri dari kec. Ngunut,  Sumbergempol dan Pucanglaban yang disingkat dengan KKM NGUMPOBAND. di MI Pucanglaban. Stelah selesai rapat kita lanjutkan untuk berwisata ke Kedung Tumpang yang memang tidak Jauh dan termasuk tempat wisata sedesa dan paling dekat. 

Kedung Tumpang merupakan destinasi wisata lau  di desa Pucanglaban kec Pucanglaban kabupaten Tulungagung. Arah tenggara dengan kabupaten Tulungagung. 

Keindahan Kedungtumpang memang sangat layak untuk menjadi pilihan berwisata alam. Waktu saya kesana yang pertama kali sekitar tahun 2016,saat itu masih awal awal dikenal dan lagi buming.

 Mulai masuk wilayah Pucanglaban banyak kita jumpai bener-bener yang memuat keindahan  alam dan penunjuk arah ke kedugtumpang, sebagai media promosi, Selain itu juga banyak bermunculan warung warung dan angkringan penjual minuman yang semuanya memuat gambar dan tulisan kedung tumpang. 

Dari ramainya informasi dan foto -foto keindahannya baik di bener maupun lewat media sosial,  membuat rasa penasaran untuk bisa langsung menikmati keindahan alam ciptang Allloh SWT ini. Saat itu jalan menuju lokasi masih dalam proses pengecoran sehingga kita yang boncengan terpaksa harus jalan kaki melewati jalan terabasan setapak, menerobos pekarangan warga.

Saat ini akses jalan arah pucanglaban bahkan sampai lokasi Kedung Tumpang sudah dibangun dan dalam kondisi bagus.

Sampai dilokasi kita disuguhi keindahan alam yang luar biasa, laut yang biru membentang luas, dengan deburan ombak yang besahutan dan buih putih ditepi tebing yang menggambarkan ombak yang menepi menabrak tebing. Itu masih gambaran keindahan laut yang kita saksikan dari atas. Kenapa dari atas?  Karena tempat parkiran kita diatas bukit yang bisa melihat ke arah laut. 

Adapun Kedung tumpangnya sebenarnya berupa kedung atau cekungan air di areal batuan alam dipelataran batu yang terukir alam dan sangat indah. Bagi orang yang memiliki nyali besar ada yang berenang di kedung ini.

 Tapi harus sangat hati-hati dan melihat kondisi alam apakah lagi musim pasang atau surut. Karena sewaktu waktu ombak datang membentur tebing sampai ke pelataran bebatuan yang sangat luas itu dan masuk kedung,  dan sering kita dengar ada korban yang terjebur ke laut karena keasyikan menikmati indahnya alam dan batuan yang memang sangat menarik dan indah untuk berfoto ria, sehingga kewaspadaannya terlupakan. 

Untuk bisa secara langsung menikmati keindahan kedung tumpang secara langsung dan dari dekat maka setelah kita sampai lokasi parkir kita harus menempuh perjuangan untuk menuju lokasi turun ke bawah dengan menempuh perjalanan kaki .
untuk menuruni gunung dan sampai bawah batuan lapang berjalan melingkari bukit sehingga ketemu kedungnya,  baru kita kembali ke tempat parkir naik yang lumayan menguras tenaga. Untuk itu disarankan yang turun ke bawah bagi yg benar benar kondisi badan fit. 

Bagi anak anak ,ibu ibu atau yang kondisinya tidak terbiasa menempuh jalan jauh sebaiknya cukup menikmati dari atas saja. 
Gambaran perjalanan saya turun ke kedung sebagaimana pada judul tulisan ini ""Kedungtumpang dan Tarsan"" itu sebenarnya menang pengalaman yang sangat mengesankas, membekas dan mungkin lelah dan tebusan kenikmatan sampai ditujuan masih terekam di ingatan. 
Kenapa saya ambil judul dengan Tarsan?  Karena tarsan identik dengan tokoh yang bergelayutan dipohon. Nah kalau mau turun kita siap menjadi seperti tarsan. 

Sampai di lokasi parkir dari grup Ngumpoband terbagi menjadi tiga, yang satu kelompok cukup menikmati indahnya alam dari gubuk-gubuk yang diiringi semilir angin dan es degan yang siap santap. 

Kelompok kedua  saya berempat, dengan pak Muhaimin, Pak Rodi dan satu guru MI Pucanglaban menempuh jalan turun darijalur sebelah kanan dulu. Dan kelompok ketiga menempuh jalur turun dari kiri. 

Perbedaan dari kedua jalur ini,  bila yang kanan maka kita turun tajam kalau dari kiri jalan turun gunung landai.

Grup saya dari kanan yang turun tajam. Begitu turun kita memang dihadapkan pada medan turun 45 derajat dan saya harus merayap,  nah baru ketemu tambang besar bersimpul simpul kalau orang jawa menyebutnya majun, yang ditalikan pada pohon sarana kita bergelayutan menuruni tebing dengan kemiringan lebih ekstrim  90 derajat, 

Laksana tarsan kita bergelayutan kira kira lebih dari 10 m kita ketemu jalan menurun biasa dan ketemu tali bersimpul atau majun lagi dan seperti tarsan bergelayutan lagi berulang tiga kali jadi tarsan terus kita turun sampai bawah kita jumpai batuan datar, dibawah pohon pring dan ori kita menyusuri jalan sampai kita ketemu ada air terjun dan arah kita berbelok melingkari gunung di batuan mendatar, yang terhampar luas langsung berbatasan dengan laut lepas. 

Subhanalloh Indahnya, seolah kelelahah bergelayutan laksana tarsan sirna terbayar oleh hipnotis keelokan hamparan batuan yang seolah terukir alam dengan deburan ombak. 

Antara rasa kagum dan ada rasa ngeri karena langsung berbatasan dengan laut lepas yang ombaknya bisa juga besar sampai pinggir tebing tinggi yang kuta turuni tadi. 

Dari semua wisatawan tidak ada yang melewatkan keelokan smua lokasi yang bagus untuk berfoto ini. 

Perjalan di hamparan batuan berukir ini lumayan jauh kira kira ada 2 km untuk bisa sampai di kedung yang merupakan puncak keindahan yang dikenal dengan sebutan kedung tumpang.

 Kedung itu berupa suatu cekungan atau semacam danau di bebatuan yang berbentuk lonjong kira dengan diameter 10 m, dengan air biru dan indah sekali ditambah buih dari ombak menatap tebing yang masuk ke kedung itu. 

Waktu saya sampai di kedung itu ada bule yang berani berenang disitu. Dan yang harus kita waspadai adalah kondisi laut sedang oasang atau surut. Karena kalau sedang oasang maka ombaknya bisa sampai melewati kedung bahkan sampai di perbukitan batu. Selain itu kita juga berhati-hati untuk berfoto dan berselfi ria skedar mengambil latar deburan ombak yang memutih bagai buih. 

Kita berpapasan dengan teman-teman yang mengambil jalur turun dari arah kiri yang menuruni tebing yang landai tapi ya lebih lama sampai bawah. Kita bergabung,  melepas kelelahan dan berbagi sisa-sia air dan bekal jajan yang kita bawa. 

Merasa cukup dalam beristirahat,  grup kita melanjutkan perjalanan ke atas menuju pos parkir,  Kalau turunnya kita bergelayutan laksana tarsan tapi tidak begitu menguras energi maka sekarang kita laksana penjelajah yang berjuang untuk bisa menaiki bukit. dan cukup menguras tenaga,

Dari keempat anggota kita ada pak Rodi yang pistur tubuhnya tinggi besar sehingga untuk naik ini cukup berat,  bahkan beliau mau pingsan dan bekal air kita sudah habis,  untung ada dua orang dari jombang yang baik hati membantu dan memberi kita air. 

Dengan perjuangan yang berat sampailah kita digubuk pedagang, yang menyediakan semacam gubuk  dan panggung untuk istirahat, kitapun istirahat disitu menunggu energi oak rodi membaik. 

Etelah dari gubuk pedagang itu ,  kita masih harus naik lagi untuk sampai pos pertama di gubuk parkiran tempat teman teman kita yang memilih penikmat alam dar atas. 

Sungguh saat menulus ini seolah kita menempuh perjalanan itu lagi dan menghela napas dan seolalah kita lega dan melepas napas panjang tanda sampai di start oarkiran berkumpul grup yang lain. 

Adapun grup yang kedua kita masih agak menunggu lama dan masih terbayang bagi saya mereka pasti masih berjuang untuk menaiki tebing dengan majun tadi laksana pemanjat tebing Dan tentunya lebih berat daripada kita yang cukup merisot dengan tali seperti tarsan

Sampai saat ini saya sudah lebih dari tiga kali ke kedung tumpang tetapi untuk turun ke bawah buat saya cukuplah terwakili dengan kunjungan yang pertama selebihnya cukuplah penikmat dari atas saja, itupun sudah sangat indah, terlebih sekarang sudah ada pohon - pohon yang rindang dan wahana berfotoria, tempat mainan anak.

Sebagai pecinta wisata alam kususnya laut ,saya merekomendasikan  wisata alam ke daerah pucanglaban  bisa  jadi pilihan. Karena selain di kedungtumpang kita juga bisa ke destinasi wisata yang disebut pantai pacar dan pantai tambak .

Di Tambak ini kita bisa menikmati pantai dengan pasir putih dan bermain air laut dan disitu juga kita temukan aliran pertemuan air dari sungai yang bermuara ke laut. Kita juga akan melewati tambak udang. 

Selamat menikmati wisata alam KEDUNG TUMPANG DAN IKUTI SENSASI JADI TARSA BERGELAYUTAN, ,  dari coretan saya DAN BUKTIKAN KE LOKASI PASTINYA LEBIH MENARIK. 

SELAMAT BEREFRESING RIA.... 





 

Minggu, 20 September 2020

CERITA SI KECIL. ke KEDUNG TUMPANG.

Pada hari Sabtu tanggal 12 September 2020 putri kecilku yang masih kelas satu ikut mbak pipit dan temannya mbak Arini dari Trenggalek ke rumah Keysa si keponakan imut anaknya mbak Ati di Pucanglaban. 

Ini merupakan pengalaman dia pertama kali menginap disana tanpa bersamaku. Sbenarnya saya khawatir kalau malamnya tidak bisa tidur atau mencariku, tapi sebelum berangkat justru dia yang meyakinkanku bahwa dia tidak akan menangis, tidak merepotkan dan dia bilang mau belajar mandiri. 

Sejak pagi dia memilih baju ganti , tidak lupa buku bacaan dan buku ngaji, baju tidur dan sikat gigi juga sudah dia siapkan. 
Dia menginap semalam, dan siangnya diajak ke kedung tumpang,  kebetulan rumah keysa sudah dekat dengan kedung tumpang sekitar 3 km. 

stelah pulang si kecil saya pancing untuk bercerita. Diantara cerita seperti ini. 

Pada malam minggu kemarin saya ikut mbak pit dan mbak arni  menginap di rumah keysa di pucanglaban dekat dengan laut. Ini pertama kali saya kesana tidak dengan ibukku. Jalan ke rumah keysa melewati gunung. Jalannya berbelok belok. Di jalan saya oleh mbak Arini diajak bernyanyi naik nak kepuncak gunung. Tapi dikiri dan kanan bukan pohon cemara tapi pohon jati. 
Aku senang sekali ketemu keysa yang imut. pipinya seperi bakpau kesukaanku. Keysa sudah sekolah di paud. Malam ibukku tilpun, aku mau menangis ingat ibuk dan ayah., tapi aku tidak jadi menangis karena i saya tadi berjanji tidak menangis dan ingin belajar mandiri. 

Siangnya aku diajak rekreasi ke kedung tumpang bersama keysa ,mbak Ati,  mbak pit dan mbak Arini. 

Rumah keysa dekat dengan kedung tumpang. Aku senang kesini, bisa melihat laut yang sangat luas. Airnya berwarna biru. Ada suara ombak. Ada gunung ada ayunan, ada gubuk untuk berteduh sambil melihat laut. 
Aku membeli es degan kesukaanku, tiba-tiba aku ingat ibuk dan ayah karena aku pernah diajak ayah dan ibuk kesini. Aku dan keysa bermain ayunan,  foto-foto dan di gubuk aku hampir tertidur karena anginnya seperti di sawah. 

Kata ayahku yang menciptakan laut gunung dan alam adalah Alloh, maka kita harus bersyukur kepada Alloh. 
Itu pengalamanku kerumah keysa tidak dengan ayah dan ibukku. Tapi bersama mbak pit. Aku ingin belajar mandiri.. Dada




Sabtu, 19 September 2020

SELAMAT HARLAH LP MAARIF NU KE 91

Hari ini Sabtu tanggal 19 September 2020 merupakan hari bersejarah bagi LP. maarif NU yang ke 91. dengan tema "SEMAKIN MANTAP BERHIDMAH UNTUK NEGERI"

Di madrasah kami yang bernaung dibawah naungan  LP maarif kabupaten Tulungagung juga mengadakan beberapa kegiatan diantaranya,  tadi pagi bapak dan ibu guru mengadakan kegiatan kebersihan madrasah. Sementara anak anak tetap mengikuti kegiatan pembelajaran jarak jauh seperti biasanya. 

Dan malam ini setelah magrib anak anak dan keluarga mengadakan kegiatan yasin tahlil dengan keluarga dalam rangka harlah maarif NU ke 91.

Selain berdoa dalam rangka harlah maarif NU tak lupa berdoa untuk para muassis dan pendiri dan para pejuang dan orang - orang yang berjasa kepada madrasah kita. 
Tak lupa kita berdoa dan berharap semoga para guru, pengurus, komite dan semua siswa dan keluarga besar madrasah dan semua siswa dan alumninya senantiasa dalam keridhoan dan tuntunan Alloh,  sehingga menjadi generasi yang hebat dan sukses dunia akherot. 
Progam untuk doa bersama dengan keluarga mendapat sambutan yang cukup positif dari wali murid,  terbukti dengan kiriman foto kegiatan, 

Dari foto-foto yang dikirimkan ada yang membuat saya trenyuh dan sangat terketuk yaitu manakala, pembacaan yasin tahlil dipimpin oleh mas alwi putranya almarhum yai subhan yang masih kelas 3. Adapun jamaahnya kakak dan adiknya. Mas alwi merupakan satu satunya anak laki-laki dari yai subhan dari ketujuh saudaranya yang enam semuanya perempuan dan semua masih sekolah. 

Yai Subhan merupakan putra dari mbah Kh. Abdul Ghofur pendiri madrasah kita dan tokoh pejuang islam pada zamannya. Dan saya pernah mendengar bahwa mbah yai Abdul Ghofur dulu pernah mondok sepondok dengan KH. Abdurrohman wakhid. 
Di madrasah kita waktu yai Subhan tasih sugeng, kegiatan keagamaan dalam bimbingan beliau, dan kita setiap jumat pagi mengadakan yasin tahlil untuk mendoakan para pendiri,  pejuang, guru-guru yang pernah di madrasah kita dan juga para santri dan semua alumninya.

selain itu untuk melatih anak anak kita untuk mendoakan orang tua dan guru gurunya, semua dalam upaya membimbing menjadi generasi yang solih solihah. Dan kegiatan ini terus kita lestarikan.
Selamat HARLAH LP MAARIF NU KE 91
semoga se makin mantap berhidmah untuk negeri. 
LP MAARIF  NU TULUNGAGUG SEMAKINN JAYA.

Selasa, 15 September 2020

PEJUANG TAHAJUT

Beberapa hari ini ada sebuah pertanyaan yang saya belum tau jawabannya, pertanyaan itu muncul saat saya takziah ketempat tetangga,  disana bertemu ibu-ibu,  dalam perbincangan kami ada yang bertanya,  bu,  jenengan lekne enjing skitar jam 3 niko nate mireng mbah kakung yang mengajak tahajut?  Beberapa hari ini kok tidak terdengar lagi, kenapa ya?

Dari pertanyaan itu, saya juga  sama penasaran dan muncul pertanyaan,  dan pernah kita bincangkan dengan suami,  dan dikatakan itu dari tetangga desa kita, diperkirakan dari sambijajar. 

Dimanakah kau mbah kakung yang kusebut mbah kung pejuang tahajut,  karena setiap pagi skitar jam 03.00 pasti kita dengar beliau mengaji dan menyampaikan ajakan tahajut dengan suara khas agak serak dengan nada yang rendah dan tidak mengagetkan. 

Kami yang bisa mendengar suara "" JUT TAHAJUT, JUT TAHAJUT"" rindu akan sapaanmu, andai penjenengan sakit semoga cepat sembuh, andai penjenengan tindak an semoga selamat dan cepat bisa menyapa kami lagi,  dan andai penjenengan ada urusan semoga cepat terselesaikan dan diberi kemudahan oleh Alloh. Dan andai penjenengan sudah berpulang, semoga husnul kotimah. 

" Orang baik keberadaanmu dibutuhkan,  ketidak hadiranmu jadi bahan pertanyaan, dan ketiadaanmu akan tetap kami kenang"

Monggo selagi Alloh masih memberi kesempatan kita sempatkan punya amalan istiqomah. 

Trenceng 2020



Jumat, 11 September 2020

IKATAN PERSAUDARAAN TIDAK TERPISAH OLEH JARAK DAN WAKTU.


Alhamdulillah bisa berkumpul bersama dg b. Adah dan b. Badriyah, yg mana kita dulu di era 90 an  disatukan jadi saudara lewat tempat tugas mengajar di MI Islamiyah Pandansari yg kemudian jadi MIN Pandansari dan sekarang jadi MIN 3 T. Agung. 
Sekarang kita smua berpisah ketempat tugas masing masing, namun rasa persaudaraan dan silaturrohim kita Alhamdulillah tetap terjalin, terlebih stelah kita punya grup di WA alumni kluarga MI Jati yang anggotanya para guru yang pernah mengajar disana seangkatan kita,  yg walau sekarang MI Islamiyah itu sudah dimerjer, jadi MIN 3 dan disana sekarang sudah ada MTS Abdul Qodir. 

Bagi kami bukannya suatu nama, tapi rasa senasib seperjuangan, rasa memiliki karena kita termasuk pelaku sejarah di tempat itu. Kami disatukan oleh sebuah ungkapan atau pesan dari bpk H. Ridwan Efendi yg  jd kepala madrasah kita waktu itu yg tetap kita ingat jargon JAS MERAH ( jangan melupakan sejarah)  kiranya itu yg tetap mengeratkan persaudaraan kita. 

Diantara kami alumni kluarga mi jati itu ada saya yg kebetulan alumni dr MI Islamiyah Pandansari yg stelah lulus PGA th 92 langsung mengajar disana alhamdulillah tetap disana dan mulai 2009 mutasi ke MI Balesono, , ada p. Solekan yg dr kesambi bandung tugas disana lumayan 10 th sekarang di MI Jatisalam Pakel t. Agung, b. B. Adah dan p. Hari mustakim yg waktu itu lulusan PGSD yg th 2001 akirnya dapat SK untuk jadi guru SD,  b. Adah tugas pertama di SD terpencil di bibir pantai brumbun yg waktu itu muridnya kla 1-6 ada 17 dan sekarang jadi kepala SD di daerah Tanggung gunung. 

Kalau p. Hari Mustakim yang kemudian jadi CPNS tugas pertama di Baran kediri yg sekarang menjadi kepala di salah satu SD wilayah ngunut. trus b. Badriyah skitar 2004 mutasi RA daerah rejotangan dan sekarang di RA sumberjo, ada juga b. Umi bariroh yg sekarang tugasnya di MIN rejotangan,  b. Hamidah yg kemudian mutasi ke MI boro,  dan ada saudara kita yg juga tetap terjalin silaturrohimnya walau jarak dan waktu sangat jauh dg kita yaitu di Madinatul munawaroh,  yg selalu turut mendoakan kita dari tanah suci. Mudah mudahan nanti kita dipertemukan dg p. Din di tanah suci ini amiin. 

Untuk smua para bpk ibu yg pernah atau masih berjuang di MI Jati Pandansari atau MIN 3 t. Agung, semoga senantiasa mendapat limpahan rohmah taufik hidayah dan inayah Alloh. Dan bagi bapak ibu yg sudah berpulang semoga senantiasa mendapat magfiroh Alloh dan perjuangan penjenengan jadi amal solih fidunya wal akheroh, amiin
Diantara bpk ibu guru era 90 an yg sekarang masih sugeng bpk. H. Ridwan efendi,  bpk,  yazid, bpk umarlan,  b. Malikah, p.soli, p marlin, p ahmad suwito, 

Adapun yg sudah sedo ibu marfuah, p. Malik,  p. Kateni, p. Basori ,p nurrohman, utuk beliau lahumul fatihah. 
Dan untuk para siswa alumni dari MI Isliyah, MIN Pandansari dan juga Mts Abdul Qodir smoga senantiada dlm lindungan dan penataan Alloh. Amiin

Salam santun kami untuk smuanya,... Para alumni guru atau siswa mi jati dan mts abdulqodir Jati Pandansari.Saudara tetap walau beda tempat,  jas merah tetap dihati, smg hidup kita manfaat dan barokah.dan smoga lembaga mi dan mts Abdul qodir smakin berjaya dan bermanfaat untuk umat Amiin.
Dan untuk Almarhum bpk Kandi yang baru berpulang kerohmatulloh,  mugi pikantuk magfiroh dan tergolong husnul kotimah lahul faatihah.