tumpeng kepada yai Ahmad sodiq
Berdasarkan data yang ada tanggal 1Maret 1971 merupakan hari bersejarah di desa Balesono,Ngunut Tulungagung, karena terhitung dari tanggal tersebut sebuah madrasah berdiri, yang diberi nama MI Mafatihul Ulum Balesono.
Dan hari ini adalah peringatan hari lahirnya madrasah ini yang ke 50 yang bermakna di usia emas. Walaupun dimasa Pandemi covid -19, rangkaian kegiatan tetap kita laksanakan walau dengan keterbatasan dan tetap menerapkan protokol kesrhatan.
Peringatan hari lahir madrasah ini menurut saya penting untuk diadakan walau dlm masa pandemi, karena waktu atau moment penting itu adalah salah satu hal yang cuma sekali dan tidak terulang kembali
Sebagai wujud rasa syukur kita kepada Alloh, dan untuk mendoakan para pendiri pejuang dan penerus madrasah, juga seluruh santri/ siswa baik yg masih di madrasah ini dan juga para alumninya, dengan harapan semoga perjuangan para tokoh tokoh pendiri, pejuang dan penerus madrasah ini menjadi ladang amal di dunia dan akherot.
Terlebih dari itu kita para guru yang mayoritas bukan asli orang Balesono an bukan asli alumni madrasah ini maka rasa andarbeni dan tetap sambung dengan rasa perjuangan dengan tokoh tokoh yang memperjuangkan madrasah ini, dengan kata lain kita jangan melipakan sejarah ( jangan lupa dengan JAS MERAH.
Rangkaian kegiatan harlah madrasah ke 50 ini sekaligus dalam rangka peringatan harlahnya Nahdlatul Ulama'yang ke 98 karena madrasah kitai ini di bawah naungan LP maarif NU.yang kebetulan waktunya berurutan. Selain itu juga dalam rangka peringatan Isro' Mi'roj dan istighosah dalam rangka menyongsong Ujian Akhir Madrasah dan penerimaan Peaerta Didik baru tahun pelajaran 2021/2022,
Sabtu tgl 15 Rojab bertepatan tgl 27 pebruari 2021 merupakan harlahnya NU ke 98 kita adakan qodmil qurkan yang diikuti oleh para hafidzoh wali murid, segenap dewan guru, dan siswa kelas 6. Acara ini dibuka dan juga diikuti oleh pengurus madrasah.
kpengurus, komie, lp maarif Nu, ketua Tanfidziah Nu MWC Ngunut, dan sgenap dewan guru dari Mi, Ra, PAUD, MADIN, DAN TPQ.
Hari ini senin 1 Maret 2021 dalam acara puncak harlah kita adakan istighosah dengan diikuti oleh segenap pengurus yayasan, komite madrasah bapak ibu guru mulai dari guru MI, RA, PAUD, kelompok Bermain, dari para ustadz Madrasah Diniyah , ustadzah TPQ, serta wali murid 6 sebagai perwakilan karena keterbatasan untuk membatasi kerumunan dimasa pandemi covid 19 ini.
Selain itu, merupakan suatu kehormatan tersendiri karena acara kita ini juga dihadiri dari pengurus LP maarif NU Tulungagung yaitu bpk supriadi, M. Pd. I selaku sekjennta Maarif T. Agung.
Dalam sambutannya bapak Taslim selaku perwakilan dari pengurus menyampaikan sekilas sejarah berdirinya madrasah ini. Beliau menyampaikan bahwa muncul kesadaran dari para tokoh masyarakat Balesono yang notabene tokoh Nahdlatul Ulama'untuk melihat betapa pentingnya suatu pendidikan terutama pendidikan keagamaan waktu itu skitar tahun 1970 an, maja diseoakati untuk mendirikan suatu madrasah yang diberi nama madrasah mafatihul Ulum.
Diantara para tokoh yang membidani madrasah ini adalah bah KH. ABDUL GHOFUR, mbah KH. SAYUTI, Mbah KH. ANWAR dan tokoh lain dan tentunya dari masyarakat dan para pejuang madrasah yang tidak bisa disebutkan.
Pelaksanaan pembelajara madrasah ini diawali dengan berpindah pindah tempat jarena belum memiliki gedung, prtama beryempat di balai rumahnyabah yai SAYUTI, yang kemudian pindah ke balai mbah H. anwar yang kemudian dibangunkan suatu madrasah yang masih sangat sederhana dengan gubukan dari bambu di pelataran dalem mbah Kh. Abdul Ghofur yang kemudian menjadi tanah wakaf untuk madrasah kita sampai saat ini.
Dalam penggunaan madrasah kita ini bukan hanya untuk Madrasah Ibtidaiyah, tapi untuk belajar mengaji atau madrasah diniah, mengaji Alqur'an atau TPQ, begitu juga roudlotul Atfal dan Pendidikan Anak Usia Dini, dan yang baru berjalan 1 tahun ini ada kelompok Bermsin, yaitu menampung anak anak usia pra PAUD skitar usia 3 tahunan.
Nyaris madrasah ini mulai pagi, sore dan malam tetap digunakan untuk pembelajaran. Saya merasa sangat bersyukur menjadi bagian dari penerus perjuangan para tokoh di madrasa ini.
Saya bukan alumni dari MI nya tapi alumni dari madrasah diniahnya di era tahun 1980 an saat usia madrasah ibtidaiyah. Saya masih ingat bagaimana mbah yai Abdul Ghofur memiliki kepedulian yang sangat luar biasa di dunia pendidikan. Beliau pernah mengaji sepondok dengan mbah KH. ali sodiq Uman pendiri Pondok pesantren Hidayatul Mubtadiin. Istri belua mah nyai lum dari durenan Trenggalek merupakan keturunan dari mbah yai damsir.
Saya masih ingat, Bah yai Abdul Gofur dan bu nyai selaku menyediakan ceret air minum untuk para santri yang mengaji, ditempatkan di teras ndalem sbelah barat yang berdekatan dengan madrasah. Karena mafrasah kita ada disebelah anan dalemnya mbah yai dan madjid Al Musthofa ada di sebelah kiri dalemnya mbah yai. Semoga kita semua dapat melanjutkan perjuangan beliau dengan meningkatkan kualitas pelayanan sebagamana yang disampaikan bpk Supriadi M. PdI dari LP Maarif Nu Tulungagung yg juga turut hadir dalam acara puncak Harlah madrasah ke 50 th ini.
Stelah istighosah kita beramah tamah sjaligus koordinadi dg sgenap pengurus, komite, dewan guru dari smua lembaga di madrasah ini, baik MI, Ra, PAUD, MADIN dan TPQ yg juga dalam arahan dr maarif Tulungagung dan MBah yai Ahmad Sodiq membuahkan suatu kesepakan untuk mengadakan ustighosah dan pengajian kitab yang diasuh oleh bpk Kyai Ali Sodiq setiap Rabu Pon jam 6.00-7.00 yg jugadiharapkan diikuti oleh wali murid.
Acara ini digagas dalam upaya meningkatkan kualitas dalam rangka menyiapkan generasi solih solihah skaligus untuk mengintensifkan koordinasi pengurus dan semua lembaga yang menempati madrasah ini. Acara ini akan dimulai pada hari rabu pon tanggal 3 Maret 2021.semoga bisa terlaksana dengan istiqomah dan ridho Alloh, Amiin ya robbal alamiin.
Trimakasih kepada semua fihak yang senantiasa mendukunh madrasah ini teriring doa jazakumulloh ahsanal jazaa.
Memo harlah ke 50 .
Trenceng 1-3-2021
Tidak ada komentar:
Posting Komentar