Buku bersampul hijau kombibasi warna kuning dengan gambar tiga anak yang berangkat sekolah, dan yang perempuan rambutnya dikepang. Judul buku itu bahasa Indonesia.
Buku itu pastinya sangat melekat dalam ingatan para penggunanuya termasuk saya. Tokoh dalam buku ini adalah Budi dan keluarganya.
Pada paragrap pertama halaman pertama diawali dengan kalimat, Ini Budi, ini bapak budi. Iu Budi sedag memasak di dapur... dan seterusnya. Buku ini menurut saya buku legendaris dan buku keturunan.
Kenapa saya katakan demikian, karena buku itu sangat melekat isinya dalam ingatan dan jadi buku keturunan atau buku warisan, karena bisa digunakan turun temurun karena bukunya ya tetap itu saja tidak berganti-ganti. Jadi bila dalam keluarga itu memiliki lima orang anak, maka buku itu bisa dipakai mulai anak pertama sampai anak ragil atau anak kelima.
Berawal melihat buku itu, saya teringat dengan memori saat menjadi murid Mi Islamiyah Pandansari yang saat ini tinggal kenangan bagi alumninya, karena sudah dilebur jadi satu dengan MIN,
saat itu saya kelas satu, ,gurunya bapak H. Ridwan. Ruang kelas yang digunakan masih menggunakan balenya mbah Hj Fatimah ibunya bapak H. Ridwan. Bangku saya ukurannya sangat besar kira kira ukuran 2,5 x1,5 m, duduk saya paling depan sebangku dengan teman saya endang Purwanti dan almarhum Kolip. Saat itu ada kejadian yang tak terlupakan karena mbak Endang menusuk kepala mbak kolip deng pensil yang sangat lancip. Sehingga peristiwa itu disebut dengan peristiwa endang Jojoh Kolip kenek.
Ternyata benar ungkapan kalau ingin diingat dan kenang serta memperpanjang usia maka membuat karys tulis atau menghasilkan buku adalah sebuah warisan yang sangat bermakna. Warisan ini tidak cuma untuk anak atau keluarga. Warisan ini justru akan berkembang bila semakin banyak digunakan orang. Beda dengan peninggalan barang laiin.
Sungguh penulis itu profesi mulia dan termasuk istimewa karena tidak semua orang mampu menuangkan pemikirannya dalam bentuk tulisan.
Salam literasi.
Trenceng, 13-3-2021
Tidak ada komentar:
Posting Komentar