Senin, 04 Juli 2022

SEPEDA ONTEL LEGENDARIS

        Sepeda legendarisku

Saat ini lagi bumingnya orang orang bersepeda,  ada yang memang hobi bersepeda, ada yg niat olahraga,  ada yang mengikuti tren dan ada juga yang sengaja mengenang kisah nostalgia bersepeda. 

Sepeda ontel buat saya bukan hanya sekedar alat transportasi tradisional atau sarana olahraga yang saat ini lagi digemari banyak orang, tapi bisa saya katakan debagai alat transportasi legendaris yang memiliki jasa besar dalam perjalanan hidup saya. 

Dengan seppeda jenis jengki 69 warna biru, yang catnya sudah tidak genap lagi selalu setia menemani hari hariku menuju ke madrasah untuk menuntut ilmu, aku ingat bapakku membelikan sepeda itu waktu aku kls 5 MI dan sampai aku lulus PGAN tulungagunh ya dengan sepeda yang sama,

Umpama sepeda yang kuberi sebutan si ontel jengki ini bisa ngomong,  tentunya dia akan bercerita tentang suka duka perjalanan saya dalam menuntut ilmu. Di era 90 an sekolah degan naik sepeda ontel dengan rute Ngunut, kalidawir, rejotangan sampai T. Agung adalah hal biasa bagi kita-kita yang memang punya niatan kuat untuk bersekolah..Maklum saat itu lembaga pendidikan tingkat SLTA masih berpusat di T. Agung. Dan saya di PGAN Tulungagung yang sekarang menjadi MAN 2 tulungagung. 

Dan bersekolah di PGA waktu itu mayoritas jadi pilihan utama untuk orang orang Kalidawiir Rejotangan yang dalam gambarannya untuk kuliah itu kecil .
Bahkan di kelas saya siswanya mayoritas kalidawir , dari Trenggalek yang banyak Munjungan,,Kampak, Gandusari , yag dari Bliitar dari Jeblok,  ada juga 1 dari keras yang sampai saat ini kita telusuri belum ketemu. 

 Karena di PGA itu langsung penjurusan yang memang dipersiapkan menjadi guru sehingga untuk masuk sekolah disini dengan seleksi yang ketat dengan nilai danem dari MTs yang tahun tahun sebelumnya tidak ada nilai danem ,  bahkan tinggi badanpun diukur,.

Masa PGA 3 tahun itu kulalui dengan nduduk yaitu pulang kerumah  pulang pergi dengan rute Pandansari sampai  beji skitar  17 km, jadi PP= 34 km dengan si ontel jengki. Jam 5.30 kita sudah harus berangkat dari rumah, agar kita tidak terlambat sampai di sekolah. Mayoritas yang naik sepeda adalah siswa laki - laki.

Bendilwungu menjadi titik temu para siswa pengontel  dari wilayah kalidawir, rejotangan yang bersekolah di PGA,  STM, MAN dan Taman siswa. Walau nama kadang kita tidak hafal dan sekolah tidak sama kita kompak saling membantu manakala ada kendala terutama terkait degan sarana transportasi kita.

 Saya masih ingat si ontel jengkiku pernah garpunya retak,  leher bawah stir itu putus ,ban bocor sudah biasa, maka teman teman inilah yang saling membantu. Dan saya juga ingat bagaimana almarhum ayahku yang mengambil si ontel jengki dengan membawa obrok saat putus lehernya. 

Sekolah dengan si ontel bagi kita - kita saat itu bukanlah menjadi hambatan atau kendala untuk bersekolah dan menempuh perjalanan jarak jauh, dan mungkin ini faktor terbesarnya adalah motifasi instrinsik dalam mewujudkan niatan kita untuk menuntut ilmu yang dilandasi kesadaran atas kendala sosial ekonomi kita,yang dalam bahasa jawa disebut dengan ungkapan "" ATI KAREP BONDO CUPET""/keinginan kuat tapi sarana yang minim.. 

Selain itu juga dipengaruhi perkembangan zaman, yang saat itu sepeda ontel adalah sarana transportasi yang dimiliki karena tidak semua keluarga memiliki sepeda montor. Berbeda dengan sekarang sepeda motor laksana kaki sehingga setiap orang dlam keluarga memiliki motor sendiri-sendiri. 
Dan dengan si ontel jengki pulalah , yang menjadi sarana saya dalam berorganisasi mulai di IPNU- IPPNU, FATAYAT yg dulu aktifitasnya ya lumayan.Dan dari organisasi inilah sebenarnya secara tidak langsung kita diajari untuk belajar mengenali masalah sampai menghadapi dan memecahkan masalah.

Kalau bolih dikatakan organisasi merupakan sekolah alam yang langsung mengajari praktek.terutama tentang kepemimpinan. Terkait kepemimpinan saya ingat dawuhnya pak Prof.Dr. Imam Suprayogo dengan sebutan PENGGEMBALA BEBEK DAN PENGGEMBALA KUDA..
 Kalau penggembala bebek cukup dengan membawa bambu panjang yang ujungnya diberi plastik atau lainnya, begitu si penggembala mengarahkan yang paling depan maka semua itik di belakang akan mengikuti.
Sedangkan si penggembala kuda tidak bisa seperti penggembala itik, bila si penggemba duam kuda akan diam, bila dibelakang saja saja akan disepak, bila di depan saja tanpa melihat si kuda maka akan disundang, namun bila kita bersama sama berjalan atau bahkan menaiki dengan juga memahami kondisi kuda, maka dia akan senang hati mengikuti kita.

 Ini diantara hikmah dari berorganisasi kita dilatih untuk siap menghadapi masalah, memahami aneka karakter dan belajar untuk ngemong dan belajar untuk tau dimana dan dengan siapa kita beada atau istilah jawanya " KUDU BLAJAR NGERTENI PAPAN GOWO EMPAN"

Terkait dengan zaman saya ingat ungkapan KAHLIL GIBRAN "" PERSIAPKAN ANAKMU SESUAI DENGAN ZAMANNYA, ""
ini kayaknya benar umpama anak sekarang bersekolah dengan bersepeda ontel itu kayaknya yang jalan tidak lebih dari 15 persen. Belum lagi pengaruh pesatnya tehnologi .

Dalam sebuah pertemuan dengan wali murid, saya Bertanya, "" Bapak ibu sekarang ini untuk bersekolah yang menjadi kendala terbesar  secara umum kira kira pada MINAT atau RAGAT ?""
apa jawaban dari wali murid?  Mereka mayoritas menyampaikan " MINAAAAT " hampir bersamaan. Nah saya beri kesempatan para wali murid yang mayoritas ibu ibu ini untuk mengeluarkan unek uneknya, biar beban psikologis terkait putra putrinya bisa diluapkan. Ada ibu ibu yang mejawabdngn bahasa jawa ""Saestu bu sakniki engkang awis niku MINAT lekne RAGAT tasik saget diubetne snajan kalih pados ampilan, "" sakniki engkang gadah minat besar niku engkang katah orangtua,  dari si anak kadang mboten gadah greget"" 

Dari hal diatas bisa diambil kesimpulan Motifasi instrinsik untuk melakukan sesuatu memiliki peran yang sangat penting disamping juga motifasi ekstrinsik yang memperkuatnya. Termasuk juga  dalam hal menulis  di grup menulis ini, saya merasakan motifasi instrinsik ada tapi kalau tidak didukung motifasi dari para bpk ibu yang tidak lelahnya mensupirt,  maka tulisan itu sebatas di area niatan yang belum tertuang dalam tulusan. 
Trimakasih saudara - saudaraku atas ilmunya terutama prif. Ngainun Naim. 

Trimakasih sepeda legendarisku si ontel jengki atas jasamu yang begitu besar, mengantarkan, menemani dan menjadi saksi perjuanganku sehingga Alloh mengabulkan cita citaku. Dan yang lebih dari itu trimakaih pada ayah ibu dan sadara saudaraku yang telah membelikan si ontel jengki, memotiasi dan iringan doa tulusmu mengiringi perjuanganku. 

Nasehat ayahku yang tetap terngiang di teligaku, "" SYUKURI APA YANG ALLOH BERI, JANGAN MUDAH MENYERAH, JAGA WUDHUMU, PERBANYAK SOLAWAT  PERJALANMU ,SEMOGA ALLOH MEMPERMUDAH DAN MENGABULKAN CITA-CITA MU.""
untuk ayah ibuku, saudarara2ku, juga semua guruku lahumul fatikah.... 

Untuk para teman dan saudara seperjuanganku baik di bangku sekolah maupun di organisasi dan siaoa saja yang telah menginspirasi dan berjasa kepadaku hanya ungkapan trimakasih dan dia semoga kita senantiasa dalam penataan Alloh dan mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan dunia akherot amiin lahumul faatihah.

Trenceng







 





Rabu, 22 Juni 2022

ADAB DIATAS ILMU

ADAB DIATAS ILMU
Upaya MI Mafatihul Ulum Balesono dalam rangka menguatkah karakter siswanya untuk menjadi generasi berakhlaqul karimah atau berbudi pekerti luhur  atau  orang jawa menyebutnya" ngerti unggah ungguh" maka diperlukan suatu pembiasaan. 

Untuk proses pembiasaan maka perlu pembekalan materi agar para siswa mengerti bagamana adap atau tatakrama atau bisa juga disebut aturan  .

Maka  santri MI Mafatihul Ulum Balesono yang bersinergi dengan Madrasah diniah Alfatttah Balesono  memberikan materi dengan syiir yang  menyenangkan .

Kemarin saya menyimak proses pembelajaran yang diampu oleh ustadz Bahroni dengan metode yang menyenangkan dan sekaligus praktek dari materi yang diajarkan.

 Anak anak tampak antusias.Materi syiirnya yang saya simak kemarin bunyinya begini" YEN WONG TUWO- YEN WONG TUWO...LUNGGUH NGISOR SIRO OJO...LUNGGUH DUWUR  -LUNGGUH DUWUR KOYO UWONG  JO MAJUJO...."

Dalam penjelasann yang diikuti dengan praktek dengan menunjuk siswa ustafz Basroni menjelaskan " BILA ADA ORANG TUA DUDUK DIBAWAH MAKA JANGAH DUDUK DIBAWAH SEPERTI ORANG YANG TIDAK TAU ADAP ATAU TOTO KROMO"
Memang dalam rangka penanaman karakter harus melalui suatu proses pembiasaan ,dan pembiasaan ini bisa berjalan lancar manakala ada suatu aturan atau tatakrama yang disosialisasikan dan ditindaklanjuti.

Terlebih dari itu yang memegang peranan penting dalam proses penanaman karakter adalah suatu contoh atau suri tauladan.

Dalam acara purna siswa kemarin yai Sodiq pengasuh pondok pesantren Al Munawwir Pandansari  juga menyampaikan  bahwa kedudukan ilmu itu sangat penting ,maka dalam islam anjuran untuk menuntut ilmu itu mulai dari ayunan sampai liang lahat.Itu menunjukkan bahwa ilmu itu sangat penting dan memiliki kedudukan yang tinggi.

Namun ada  ada yang jauh lebih penting diatas ilmu  yaitu adap. Karena itu antara berilmu dan beradap ini adalah suatu sinergi yang saling melengkapi .Dengan berbekal ilmu yang cukup dan pengetahuan tentang adap maka diharapkan orang yang  berilmu itu menjadi pribadi yang sempurna, berakhlaqul karimah.

Dan Nabi Muhammad SAW ,juga menyampaikan "" INNAMA BUNGISTU LIUTAMIMMA MAKARIMAL AKHLAQ" yang artinya" Sesungguhnya Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.

Untuk mewujudkan hal tersebut diatas maka MI Mafatihul Ulum dalam pelaksanaan belajar ngaji adap dg siir. dibimbing ustadz Basroni 
Bersama madin alfattah, Balesono.
Bersinergi manfaati mbarokahi.

Dalam pembelajarannya Ustadz Bahroni juga mencontohkan bagaimana seharusnya posisi kita saat melewati orang baik dengan berjalan kaki atau naik kendaraan.Posisi yang dimaksud disini dari segi posisi gerakan tubuh atau segi ucapan.

Misalnya anak anak beralan sementara ada orang yang lebih tua maka gerakan tubuh dibungkukkan ,tangan kanan dijulur kebawah sementara tangan kirinya memegang bagian lambung diiringi ucapan permisi, atau dalam bahasa jawa nuwun sewu.Dan hendakya orang yang berjalan atau yang mrngendarai yang menyapa lebih dulu.

Beliau juga menyampaikan bila orang yang berakhlaqul karimah maka akan disukai dan didoakan banyak orang  dengan doa yang baik.

Pemberian penjelasan yang diikuti contoh ini bagi anak sangat penting dan lebih faham karena bisa menghilangkan ferbalisme.

Memang dalam rangka penanaman karakter harus melalui suatu proses pembiasaan ,dan pembiasaan ini bisa berjalan lancar manakala ada suatu aturan atau tatakrama yang disosialisasikan dan ditindaklanjuti.

Dalam acara purna siswa kemarin yai Sodiq juga menyampaikan bahwa kedudukan ilmu itu sangat penting ,maka dalam islam anjuran untuk menuntut ilmu itu mulai dari ayunan sampai liang lahat.Itu menunjukkan bahwa ilmu itu sangat penting dan memiliki kedudukan yang tinggi.

Dan diatas ilmu ada yang jauh lebih penting yaitu adap. Karena itu antara berilmu dan beradap ini adalah suatu sinergi yang saling melengkapi .Dengan berbekal ilmu yang cukup dan pengetahuan tentang adap maka diharapkan orang yang berilmu itu menjadi pribadi yang sempurna, berakhlaqul karimah.
Kita berharap semoga ini merupakan salah satu upaya untuk turut menanamkan akhlak yang mulia untuk siswa siswi madrasah kami.Dan keberkahan dan kemanfaatan ilmu serta keridhoaan Alloh yang kita harapkan.

ILMU ITU PENTING TAPI ADAP JUGA LEBIH PENTING.








Rabu, 15 Juni 2022

BATIK MAARIF NU TULUNGAGUNG DAN MOU

Rabu ,15 Juni 2022

Rabu ,15 Juni 2022

BATIK MAARIF MENGHIJAUKAN KAMPUS MEGAH UIN SATU TULUNGAGUNG

Hari iini lembaga pendidikan dibawah naungan LP Maarif NU Tulungagung , baik  RA, TK, MI ,SD, MTs, SMP, MA,SMA,SMK, mulai jam 13 menghijaukan kampus megah UIN SATU Tulungagung .Para kepala madrasah dan sekolah dengan perwakilan guru berdatangan dan mengenakan seragam batik hijau yang diracang khusus untuk para guru dan tenaga kependidikan di bawah naungan LP Maarif NU Tulungagung.

Kedatangan warga maarif Tulungagung di UIN SATU Tulungagug hari ini dalam rangka penanatanganan nota kesefaaman MOU) LP Maarif NU Tulungagung dengan Fakultas Tarbbiyah dan Ilmu Kejuruan ( FTIK) UIN SATU Tulungagung yang erupakan kampus dengan peerimaan mahasiswa terbanyak se Indoesia yang ada dikota Marmer Tulungagung.

MOU ini merupakan suatu lompatan dari LP Maarif Tulungagung dalam upaya menuju peningkatan kuaitas dan pelayanan lembaga dibawah naungan LP Maarif NU Tulungagung
dan diharapkan akan meningkatkan lembaga pendidikan unggulan dan turut berperan dalam mendidik generasi unggul dmasa depan.

Dalam acara ini dihadiri kepala Kemenag dan Kasi Pendma Tulungagug, Ketua Tanfidiyah NU Tulngagung, Ketua LP Maarif NU Tulungagung, dari FTIK Tulungagung, para ketua MWC NU se Tulungagung, juga para kepala madrasah dan sekolah dan perwakilan guru yang jumlahnya sekitar 400 orang.

Bapak H.Abdul Hakim ketua Tanfidiyah NU Tulungagung menyampaikan bahwa sudah saatnya Lembaga - lemaga Maarif menjadi lembaga unggulan dan pilihan bagi masyarakat.Karena itu suatu upaya - upaya dalam mempercepat tujuan tersebuat,suatu sinergitas sangat diperlukan termasuk dengan kampus unggulanUIN SATU Tulungagung. Dan kita harus bangga dan tatak menjadi bagian dari LP Maarif Nu

Bapak Kepala kemenag Tulungagung bapak Muhajir  dalam sambutannya menyampaikan tujuh prgram prioritas Kemeterian Agama yang diantaranya tentang moderenisasi beragama dan layanan transpormasi digital. Penanaman akhlaq dengan mempelajari adap seperti fi kitab taklim mutaalim ,aqidatul awwam misalnya bisa disinergikan dalam muatan kurikulum.

Sementara bapak Dr. Muniri yang merupakan perwakilan dari FTIK UIN SATU Tulungagung juga menyampaikan bahwa dengan adanya penandatangan MOU ini maka UIN SATU siap bersinergi membangun generasi dengan lembaga lembaga pendidikan di bawah naungan LP Maarif NU Tulungagung dan siap dalam pendampingan, peningkatan kualitas guru dan juga lembaga menuju suatu kdunggulan, bahkan juga memberikan ijin dalam penggunaan fasilitas yang diperlukan.

Hijaunya batikmu, penandatanganan MOU dan kuatya niatan untuk maju insyaAlloh harapan maju akan bisa dituju.

Maarif MANTAP.(Manfaati,Afirmasi,Nirlaba,Transpormasi, dan profesional)

Manfaati dan barokahi,semoga perjuangan kita di dunia pendidikan menjadka ilmu dan hidup kita lebih bermanfaat amiin.

Trimakasih kepada pengurus LP Maarif NU Tulungagung dan UIN SATU Tulungagung, tindak lanjut dari MOU hari ini yang kita tunggu.

Senin, 13 Juni 2022

ANGON LITERASI.

Angon Literasi.

Angon Literasi.
lokasi perpustakaan nasional bung Karno
12-06-2022

Kegiatan MI Mafatihul ulum dalam upaya untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang menyenangkan dengan kunjungan ke lokasi yang didalamnya bisa mendapat beberapa pengetahuan  dan skaligus penerapan pendidikan karakter.

Kegiatan yang kita laksanakan pada hari Ahad 12 Juni 2022 yaitu stady tour ke Blitar.Mengapa yang kita pilih Blitar? Karena kita ingin menanamkan rasa cinta tanah air dengan mempelajari sejarah bahwa presiden pertama kita adalah baoak Ir.Suekarno yang makamnya di Blitar, jadi kita kenalkan dan berziaroh ke makam beliau.

Untuk melengkapi khasanah pengetahuan ,para siswa kita ajak ke musium dan  perpustakaan Nasional bung Karno. Saya melihat betapa mereka sangat antusias melihat, mengamati dan mengabadikan berbagai informasi baik dari foto, benda bersejarah ,tulisan, dan lainnya.

Sebagian dari mereka ada yang cuma berkeliling mengikuti alur , ada yang asyik berselfi ria , Tapi dari mayoritas anak perempuan selain berselfi mereka juga mengumpulkan data untuk membuat laporan kegiatan.

Untuk melengkapi pengetahuannya anak- anak menuju ke ruang perpustakaan koleksi anak anak, diterima dengan sangat ramah oleh para pustakawan, dan saat itu anak anak dibagikan buku buku  kusus yang  memuat bung karno yang disesuaikan dengan agenda haulnya Bung Karno.

Selain saya mendampingi anak-abak saya juga belajar langsung dari petugas tentang katalog di buku koleksi perpustakaan.Anak anak tampak asyik dengan bacaannya dengan menerapkan  budaya tertib dan tenang di dalam prpustakaan, sehingga tidak mengganggu pengunjung yang lain.

Setelah dari perpustakaan kita ziaroh ke makam, disini anak anak juga berlatih budaya disiplin antri, budaya saling menghargai, terlebih dari itu bagaimana mereka punya cinta dan menghargai dan mendoakan para pahlawan bangsa diantaranya bung karno. Dan anak-anak mengikuti tahlil dengan hidmat  yang dipimpin oleh pak Miftahu Niam yang merupakan guru di madrasah kita. Jadi disinilah kita mengenalkan sejarah secara langsung.

Untuk keluar dari area makam kita melewati area pasar yang jalannya cukup sempit denga kanan kiri para pedagang dengan berbagai jenis dagangan, Karena pas hari Ahad pengunjungnya cukup ramai maka jalur di pasar ini cukup menguji kesabaran dan ketertiban. 

Stelah agak longgar barulah anak -anak memilih dan belajar proses pembelian dengan menawar harga. Dan sesampai di parkiran saya mendengar bagaimana mereka bertukar pengalan menawar dan menunjukkan barang belanjaannya.

Stelah ziaroh kita lanjutkan untuk sholat dhuhur di masjid Arrohman yang arsiteknya menyerupai masjidil haram dengan payung-payung,kalau yang di madinah bisa dibuka tutup.selain ,Mulai masuk pelataran masjid sudah ada petugas yang ramah  yang menunjukkan arah alur dan berbagai fasilitas,

 Dan benar kita begitu masuk masjid ini sangat nyaman dan terkesan seolah kita di Madinah, semoga kita benar benar bisa ke masjidil haram yang sebenarnya. Dan masjid ini sekarang juga melengkapu destinasi wisata dan beribadah di Blitar.

Stelah sholat dhuhur maka saatnya kita angon di Blitar Park, yang sangat ditunggu anak-anak.Saya melihat bagaimana mereka sangat antusias seolah tidak tahan untuk segera bisa menikmati wahana -wahana yang ada.

Mereka memilih wahana yang menantang adrenalin dan menguji keberaniannya. Ada yang menguji nyali naik speda listrik yang jalurnya di atas ketinggian kira kira empat meter diatas tanah. Ada yang ikut naik di wahana berbentuk perahu yang digoyang kmaju mundur seolah menghadapi gelombang.

Ada juga yang ikut naik wahana seperti gurita berputar dari ritme yang pelan sampai yang berputar-putar. Ada juga yang naik wahana ansa yang harus dikayuh.seperti didanau buatan. Dan juga ada wahana naik band dari arah ketinggian meluncur dari atas.

Disini mengingatkan saya saat ke gua pindul, dengan naik ban menyusuri aliran sungai yang melewati dalam gua pindul yang benar benar menguji nyali antara takut dan penasaran karena di dalam goa.kita bergan dengan dengan tim yang ada pemandunya.

Dan sebagian juga antri dengan menikmati destinadi film tiga dimensi.Dan wahana yang mayoritas dinikmati anak dan sebagai destinasi penutup  adalah di kolam renang. Saya menikmati bagaimana keseruan meteka,seolah melepas beban dan kepenatan setelah mengikuti rangkaian kehiatan penilaian akhir tahun.
Dan dari wahana yang ada saya ikut di wahana sepeda lustrik di udara dan meluncur diatas ban.

Melihat bagaimana anak-anak bergembira ria tapi juga mendapat pengalaman dan yang jelas ada unsur pendidikan karakter yang termuat di dalamnya m,merupakan suatu kebahagiaan tersendiri, keriuhan, tawa lepas dan ekspesi riang mereka  adalah hal yang sangat bermakna.

Belajar dan berekreasi mengurangi kepenatan setelah mengikuti ujian merupakan hal yang sangat perlu untuk dilakukan.

Tidak harus yang mahal,tidak harus yang jauh, yang penting esensi makna di dalamnya, bagi kami cukup.
Salam literasi.

 


Sabtu, 21 Mei 2022

EO MANTENAN DI MARTAPURA KALSEL

Berawal dari membaca tulisan pak sugeng yang mengangkat keseruan EO laden di pedesaan maka saya teringat akan model EO dirumah adik saya di ds Kebun sere kec Martapura kab Banjar Kalimantan Selatan.

Saat adik saya  Martapura meikahkan putrinya nanda Nelly hidayati, saya dan keluarga,juga bulik kusus dan suami serta bulik Jariah dari desa Nailan Ponorogo berangkat ke Martapura dua har sebelum acara acara walimatul urs.

Saya yang waktu itu dengan penerbangan jam 07.00 WIB sampai di bandara Syamsudn Nur juga maih pagi dengan waktu penerbangan sikitar 1 jam, dan perjalanan dari Bandara sampek rumah skitar 30 ment.

Sesampai di sana saya heran  dan tampak seperti orang bingung, la acara walimahan besuk pagi, kok masih sepi , tenda belum ada alat masak  dan para tuang rewang atau orang yang membantu acara hajatan kok belum ada. Dan jajananpun juga belum siap.

Kalau di desa saya pasti sudah sibuk beberapa hari sebeumnya, dari acara sambatan jenang yang merupakan jenis makanan yang kayaknya pasti ada disetiap orag yang punya hajatan, yang prosesnya dengan diaduk di aduk di wajan besar yang disebut kawah dan prosesnya lumayan lama skitar 9 jam.

Kembali ke acara Mantenan di Martapursa .Saya bertanya ke ibu mertua dan saudara saudara, " lo acaraya sudah tinggal satu hari kok masih sepi belum ada persiapan seperti di Jawa ya?

Dari pertanyaan itu maka mertua saya dan juga para saudara yang berkumpul laksana rapat dan melepas kerinduan yang sudah lama tidak bertemu itu menginfornasikan budaya di sana.

Ibuk menjelaskan kalau disini acara hajatan manten biasanya walimahannya di fihak penganten perempuan.dan waktu pelaksanaannya tidak seperti di Jawa degan pemilihan hari tanggal dan pasaran tertentu, disni terutama pas hari libur atau hari ahad.

Dan proses atur atur utuk orang rewang atau yang membatu juga tidak perlu mendatangi per rumah tapi cukup ke ketua jamaah tahlil yang anggotanya cukup banyak.

Dari ketua Jamiah inilah yang mengkondisikan semuanya laksana EO.
Mulai megabari kepada para warga kalau yang namanya bapak atau ibu fulan akan memiliki hajatan pada hari ini, dan sudah terorganisir semuaya kepanitiaan dan tugasnya.

Bahkan disini yang punya hajat tidak usah repot-repot menyiapkan alat masak atau petangkat yang lain. Karena orang yang rewang akan membawa alat dari rumahnya masing -masing y ang nantiya juga akan dibawa pulang sendiri sendiri.

Saya semakin tertarik menggali informasi dan penasaran. E teryata benar stelah  waktu agak siang para ibu ibu berdatangan dengan membawa alatnya masing -masing.Dan mulailah para ibu memasak baik jajanan maupun persiapan makanan yang beraneka ragam.

Stelah solat dhuhur para aggota jamaah laki laki beraangan untuk mendirka tenda dan mengatur posisi. Pars ibu sibuk dengan prises masak memasak dengan beraneka ragam menu makanan dan jajanan khas untuk acara walimahan besuk pagi, Seangkan saya sibuk untuk mengamati dan mengali informasi sambil ikut ikutan membantu  ala kadarnya.

Tampaknya para ibu juga mengerti aoa yang saya perlukan, mereka banyak memberikan penjelasan baik nama makanan khas, nama dan bahan serta proses pembuatannya.

Sungguh saya sangat kagum atas kekompakan warganya, ternyata kekompakan itu tidak terlepas dari pera dan eksistensi sebuah jamiah tahlil.

Dari para saudara laki laki dan orang yang rewang saya diberi informasi bahwa ,jamiah yasin disiini anggotanya cukup banyak, dan sudah memiliki infentaris untuk alat alat pesta mulai tenda, eja kursi, soud sistem, aoat masak dan lengkap dengan personilnya.

Semua petugas sudah terbentuk, mulai penata sarprasnya, terima tamu, orang yang menanak nasi ,bahkan sampai yang mencuci piringpun sudah ada personilnya.

Saya benar benar tertarik,betapa kompaknya mereka. Bahkan tak luput dari pengamatan saya adalah alat alat masak atau perlengkapan yang lain.penanak nasinya dua orang laki laki dengan alat yang cukup besar.

Dan yang mencuri perhatian saya adalah sekelompk bapak bapak yang tugasnya di bagian pencuci piring , kira kura ada enam orang skaligus. Ada kompor dengan wajan besar ,ada semacam alat yag dirancag dari besi berbentuk lingkaran dan ada gagangan seperti timba atau alat mencimplung yang fungsinya untuk wadah piring yang sudah disikat dari  sisa makanan dan disabun. 

Stelah disabun lalu piring itu dimasukkan wadah seperti alat cimlugan  dan dimasukkan ke air mendidih yang kemudian dimasukan ke air dingin dan begitu diturunkan langsung di atasi oleh bapak baak bagian pengelap dengan kain dan siap digunakan lagi.

Waktu itu malam minggu ,bapak bapak sibuk persiapan lokasi, ibu ibu siap dengan persiapan masakan, karena besuk pagi katanya jam 7 tamunya sudah datang.

Malam itu sembari mau tidur saya masih penasaran tentang cara besuk yang katanya tamuya jam 7 sampai jam 12.00.
Waktu subuh para ibu dan panitia sudah sibuk menata masakannya. Para penerima tu suda menata posisinya, bagian pengatur alur dan tempat duduk tamu juga bersiap di depan tenda,

Benar adanya mulai jam 7 pagi semua persiapan makanan dengan model prasmanan sudah tertata rapi,jajananpun sudah tertata di meja meja yang dikelilingi kursi.
Bak pencari berita saya mengamati sambil mendokumentasikan acara dan pernak perniknya, bahkan saya bertanya kepada bapak, ibu, saudara dan siapa saja yang perlu untuk saya tanya. Baik nama masakannya, bahannya atau apa yang khas untuk acara hajatan di sana.

Benar saja jam tujuh lebih sedikit sudah berdatangan tamunya dan langsung ramai,karena mereka menghadiri acara bersama seluruh anggota keluarganya.jadi umpama keluarga itu memiliki tiga anak maka dalam walinahan itu yang datang bersama orang tuaj adi lima orang, 

Begitu tamu datang disambut penerima tamu trus diarahkan ke meja prasmanan, lalu duduk dikursi dan meja yang sudah ditata aneka jajanan, Setelah itu naik ke panggung bersalaman dengan tuan rumah dan pengantin dan terakir memasukkan amplop yang kebanyakan tidak diberi nama dan dalam satu keluarga cuma memasukkan satu amplop.Itupun juga ada yang amplopnya tidak ada isinya.

Dan benar saja  mulai pagi tamunya ramai sekali karena jam dua belas acara selesai.dan skitar jam empat belas tenda dan alat alat pestanya sudah diturunkan oleh anggota jamaah, para ibu- ibu juga pulang dengan perangkat alat masak yang dibawa.Malam hari sudah bersih dan sepi cukup anggota keluarga yang berkumpul

.Dan kebetulan kita termasuk keluarga besar, yang dari Tulungagung  ada kluarga sayadan  kluarga bulik kusus.Dari ponorogo ada bulik jariyah.yang di Martapura ada ibuk mertua yang serumah dengan lek Ali Ramadani, sebelah rumah mbah putri ada bulik kulsum yang hajatan, pakde dul, lek budi dan bulik mimin rumahnya agak jauh ,dekat dengan pasar Martapura.Adapun keluarga mas Mas Mahfud Palangkaraya datangnya hari senin, karena baru pulang umroh.

Besuk paginya tepatnya hari senin keluarga pakde Mahfud datang ,jadi lengkaplah kluarga kita dari tiga provinsi, Jawa timur, Palangkaraya dan yang di Martapura kec Banjar Kalimantan Selatan tempat acara.

Ngumpulnya sdulur buat kami sangat berharga dan jarang bisa ,kecuali ada acara penting, Dan kita bisa kumpul di Jawa waktu mbah kakung Kuselan ayah mertua saya meninggal tahun 2017.

Jadi kita berkumpul pasti seru terlebih bila menggunakan bahasa daerah pasti perlu diterjemahkan. Sambil kita melingkar makan bersama seperti kita gendurian metri, kita berbagi cerita, saya yang tanya -tanya terkait acara kemarin yang menurut saya efektif efisien waktunya dan kekompakan warga yang luar biasa.

Sementara pakde pud dan istrinya menceritakan pengalaman umroh yang baru dijalani..Bulik kulsum dan bulik Niah yang kita sebut koki kita karena ahli masak sedang menyiapkan sajian makanan khasnya.

Sementara para orang laki laki membuat semayanan dengan tujat urut yang dipanggil dengan pak hehek, dusebut demikian karena bila yang dipijat itu masuk angin maka di pemijat ini tak henti hentinya sendawa atau dalam bahasa jawa glegek an, sehingga dipanggil pak hehek.

Keseruan makan bersama,berbincang dan tertawa bersama itu amatlah berharga, keluarga kami sangatlah akrab ,walau berjauhan, Ada saja cerita masa kecil yang unik- unik yang mereka ceritakan.

Saya masih penasaran dengan cerita tentang oak hehek ini, e ternyata waktu malam hari beliau memijat ya memang begitu. Dan rencaba selasa kita pulang malam itu pak hehek sekaligus memijat tiga orang, pakde pud, pak Kamto dan uamiku.

Itulah sebagian catatanku dari acara mantenan di Martapura yang memang ada unen unen "SEJE DESO MOWO CORO" yabg bisa diartikan lain daerah lain pula adatnya.Yang terpenting kita bisa mengambil hikmah positifnya.




Jumat, 06 Mei 2022

LINI MASA ALUMNI MI MAFATIHUL ULUM BALESONO

Alfin ,Arif,Izza,Galang, salis, olivia, Tina, Maulidia

LINI MASA ALUMNI MI Mafatihul Ulum Balesono tahun  2017/2018.

Hari ini Jumat 6 Mei 2022/ hari raya ke 5 tahun 1443 H. Saya kedatangan tamu istimewa dialah anak- anakku alumni MI Mafatihul Ulum Balesono, thn 2017/2018 yang saat ini sudah kelas 10 atau dulu disebut kelas 1 aliyah.

Mereka sangat kompak,bahkan setiap hari raya asih menyempatkan untuk bersama sama kerumah saya. Bisa bertemu dengan murid murid kita dan mengetahui bagaimana perkembangannya dan dimana sekolahnya atau apa aktifitasnya merupakan suatu kebahagiaan tersendiri.

Hari ini yang datang kerumah, Muizzudin izza yang stelah MI sampai  saat ini mondok dan sekolah di Tambakberas Jombang, Arif putranya pak bahroni,yang selepas MI mondok dan sekolah di Mayan kediri sekarang di SMK Rejotangan. Galang dan Alfin setwkah MI ke Mts Tungganggri sekarang juga tetap bersama di SMK Boyolangu, Tina,Ilma, Salis selah MI sampai saat inimondok dan sekolah di pondok Ngunut, lidia yang seflepas MI mondok ke Pare dan sekarang mondok dan sekolah di pondok Panggung Tulungagung.

Yang tidak ikut kesini, Aldo, Syilfia dan.... Bak sekolah seolah diabsen mereka melaporkan yang hari ini tidak ikut.
Reuni dengan mereka mengasyikkan, dari cerita cerita mereka laksana membuka memori kenangan waktu masih di MI.Dan melihat perkembangan mereka secara fisik membuat saya sadar o iya...anak anak sudah besar besar, berarti saya sudah tua.kkkk

Dan kebetulan saya dan Akfin mash menyimpan foto-foto mereka waktu kegiatan di MI. Maka foto itu kita kirim dan berbagai komentar dan cerita muncul, bahkan yang dulunya pendiam ternyata punya cerita terpendam.

Memang mayoritas alumni madrasah kita sekolah plus mondok.Saya berharap dan turut berdoa semoga semua alumni MI Mafatihul Ulum Balesono  ilmunya manfaat barokah ,menjadi putra putri solih solihah ilmunya bermanfaat dan cita citanya dikabulkan Alloh.

Trimakasih ya nak atas silaturrohimnya semoga penuh keberkahan.

Mei 2022

LINI MASA ALUMNI MI Mafatihul Ulum Balesono tahun  2017/2018.

Hari ini Jumat 6 Mei 2022/ hari raya ke 5 tahun 1443 H. Saya kedatangan tamu istimewa dialah anak- anakku alumni MI Mafatihul Ulum Balesono, thn 2017/2018 yang saat ini sudah kelas 10 atau dulu disebut kelas 1 aliyah.

Mereka sangat kompak,bahkan setiap hari raya asih menyempatkan untuk bersama sama kerumah saya. Bisa bertemu dengan murid murid kita dan mengetahui bagaimana perkembangannya dan dimana sekolahnya atau apa aktifitasnya merupakan suatu kebahagiaan tersendiri.

Hari ini yang datang kerumah, Muizzudin izza yang stelah MI sampai  saat ini mondok dan sekolah di Tambakberas Jombang, Arif putranya pak bahroni,yang selepas MI mondok dan sekolah di Mayan kediri sekarang di SMK Rejotangan. Galang dan Alfin setwkah MI ke Mts Tungganggri sekarang juga tetap bersama di SMK Boyolangu, Tina,Ilma, Salis selah MI sampai saat inimondok dan sekolah di pondok Ngunut, lidia yang seflepas MI mondok ke Pare dan sekarang mondok dan sekolah di pondok Panggung Tulungagung.

Yang tidak ikut kesini, Aldo, Syilfia dan.... Bak sekolah seolah diabsen mereka melaporkan yang hari ini tidak ikut.
Reuni dengan mereka mengasyikkan, dari cerita cerita mereka laksana membuka memori kenangan waktu masih di MI.Dan melihat perkembangan mereka secara fisik membuat saya sadar o iya...anak anak sudah besar besar, berarti saya sudah tua.kkkk

Dan kebetulan saya dan Akfin mash menyimpan foto-foto mereka waktu kegiatan di MI. Maka foto itu kita kirim dan berbagai komentar dan cerita muncul, bahkan yang dulunya pendiam ternyata punya cerita terpendam.

Memang mayoritas alumni madrasah kita sekolah plus mondok.Saya berharap dan turut berdoa semoga semua alumni MI Mafatihul Ulum Balesono  ilmunya manfaat barokah ,menjadi putra putri solih solihah ilmunya bermanfaat dan cita citanya dikabulkan Alloh.

Trimakasih ya nak atas silaturrohimnya semoga penuh keberkahan.

Mei 2022

Kamis, 05 Mei 2022

.MENYAMBUNG PASEDULURAN DAN SILATURROHIM ORANG TUA

Kamis 5-5-2022/lebaran 2022

Menyambung Pasedulran dan Silaturrohim orangt ua.

Foto dengan ah artiyah ari raya 1443 H/2022 

Hari ni saya dan kluarga bulik kusus, silaturrohmi ke para sdulur dari jalur ibuk mertua di beberapa esa di skitar jembatan Kademangan, diantaranya desa Tuliskrio, plosorejo dan jimbe.

Memang mbah kita dari ibuk mertua dari Jimbe, Jadi banyak saudara disana. Orang pertama yang kita tuju adalah orang yang paling tua.

Kali ini rute kita sowan mbah Artiyah di Tuliskrio.Beliau adalah saudara dari mbah Rusemi nenek kita atau ibuknya ibuk mertua yang saat ini beliau domisolinya di Martapura Kalimantan Selatan.

Karena orangtua kita jauh dan para saudara banyak yang di Martapura dan Palangkaraya maka kita dan kluarga bulik kusus yang menyambung silaturrohim dan paseduluran orangtua kita.

Selain menyambungkan silaturrohimnya orangtua kita, juga sebagai proses pengenalan dan meraketkan sdulur untuk anak anak kita.
Kepada semua sesepuh dan para saudara kita yang masih sugeng  smoga senantiasa pinaringan kesehatan dan yang lagi akit semoga cepat sembuh dan yang lagi mendapat ujian dari segi aoapun Alloh memberi kekuatan dan jalan keluar yang terbaik.

Untuk semua yang lagi tolabul ilmi semoga ilmunya manfaat barokah Amiin.

Untuk para sadaraku di bumi kalimantan inilah catatanku semoga membantu membuka kenangan saat kita bersama bersilaturrohim ke para saudara kita.Semoga silaturrohim kita membawa keberkahan amiin

Mei 2022/hari raya 1443 H