Sabtu, 21 Mei 2022

EO MANTENAN DI MARTAPURA KALSEL

Berawal dari membaca tulisan pak sugeng yang mengangkat keseruan EO laden di pedesaan maka saya teringat akan model EO dirumah adik saya di ds Kebun sere kec Martapura kab Banjar Kalimantan Selatan.

Saat adik saya  Martapura meikahkan putrinya nanda Nelly hidayati, saya dan keluarga,juga bulik kusus dan suami serta bulik Jariah dari desa Nailan Ponorogo berangkat ke Martapura dua har sebelum acara acara walimatul urs.

Saya yang waktu itu dengan penerbangan jam 07.00 WIB sampai di bandara Syamsudn Nur juga maih pagi dengan waktu penerbangan sikitar 1 jam, dan perjalanan dari Bandara sampek rumah skitar 30 ment.

Sesampai di sana saya heran  dan tampak seperti orang bingung, la acara walimahan besuk pagi, kok masih sepi , tenda belum ada alat masak  dan para tuang rewang atau orang yang membantu acara hajatan kok belum ada. Dan jajananpun juga belum siap.

Kalau di desa saya pasti sudah sibuk beberapa hari sebeumnya, dari acara sambatan jenang yang merupakan jenis makanan yang kayaknya pasti ada disetiap orag yang punya hajatan, yang prosesnya dengan diaduk di aduk di wajan besar yang disebut kawah dan prosesnya lumayan lama skitar 9 jam.

Kembali ke acara Mantenan di Martapursa .Saya bertanya ke ibu mertua dan saudara saudara, " lo acaraya sudah tinggal satu hari kok masih sepi belum ada persiapan seperti di Jawa ya?

Dari pertanyaan itu maka mertua saya dan juga para saudara yang berkumpul laksana rapat dan melepas kerinduan yang sudah lama tidak bertemu itu menginfornasikan budaya di sana.

Ibuk menjelaskan kalau disini acara hajatan manten biasanya walimahannya di fihak penganten perempuan.dan waktu pelaksanaannya tidak seperti di Jawa degan pemilihan hari tanggal dan pasaran tertentu, disni terutama pas hari libur atau hari ahad.

Dan proses atur atur utuk orang rewang atau yang membatu juga tidak perlu mendatangi per rumah tapi cukup ke ketua jamaah tahlil yang anggotanya cukup banyak.

Dari ketua Jamiah inilah yang mengkondisikan semuanya laksana EO.
Mulai megabari kepada para warga kalau yang namanya bapak atau ibu fulan akan memiliki hajatan pada hari ini, dan sudah terorganisir semuaya kepanitiaan dan tugasnya.

Bahkan disini yang punya hajat tidak usah repot-repot menyiapkan alat masak atau petangkat yang lain. Karena orang yang rewang akan membawa alat dari rumahnya masing -masing y ang nantiya juga akan dibawa pulang sendiri sendiri.

Saya semakin tertarik menggali informasi dan penasaran. E teryata benar stelah  waktu agak siang para ibu ibu berdatangan dengan membawa alatnya masing -masing.Dan mulailah para ibu memasak baik jajanan maupun persiapan makanan yang beraneka ragam.

Stelah solat dhuhur para aggota jamaah laki laki beraangan untuk mendirka tenda dan mengatur posisi. Pars ibu sibuk dengan prises masak memasak dengan beraneka ragam menu makanan dan jajanan khas untuk acara walimahan besuk pagi, Seangkan saya sibuk untuk mengamati dan mengali informasi sambil ikut ikutan membantu  ala kadarnya.

Tampaknya para ibu juga mengerti aoa yang saya perlukan, mereka banyak memberikan penjelasan baik nama makanan khas, nama dan bahan serta proses pembuatannya.

Sungguh saya sangat kagum atas kekompakan warganya, ternyata kekompakan itu tidak terlepas dari pera dan eksistensi sebuah jamiah tahlil.

Dari para saudara laki laki dan orang yang rewang saya diberi informasi bahwa ,jamiah yasin disiini anggotanya cukup banyak, dan sudah memiliki infentaris untuk alat alat pesta mulai tenda, eja kursi, soud sistem, aoat masak dan lengkap dengan personilnya.

Semua petugas sudah terbentuk, mulai penata sarprasnya, terima tamu, orang yang menanak nasi ,bahkan sampai yang mencuci piringpun sudah ada personilnya.

Saya benar benar tertarik,betapa kompaknya mereka. Bahkan tak luput dari pengamatan saya adalah alat alat masak atau perlengkapan yang lain.penanak nasinya dua orang laki laki dengan alat yang cukup besar.

Dan yang mencuri perhatian saya adalah sekelompk bapak bapak yang tugasnya di bagian pencuci piring , kira kura ada enam orang skaligus. Ada kompor dengan wajan besar ,ada semacam alat yag dirancag dari besi berbentuk lingkaran dan ada gagangan seperti timba atau alat mencimplung yang fungsinya untuk wadah piring yang sudah disikat dari  sisa makanan dan disabun. 

Stelah disabun lalu piring itu dimasukkan wadah seperti alat cimlugan  dan dimasukkan ke air mendidih yang kemudian dimasukan ke air dingin dan begitu diturunkan langsung di atasi oleh bapak baak bagian pengelap dengan kain dan siap digunakan lagi.

Waktu itu malam minggu ,bapak bapak sibuk persiapan lokasi, ibu ibu siap dengan persiapan masakan, karena besuk pagi katanya jam 7 tamunya sudah datang.

Malam itu sembari mau tidur saya masih penasaran tentang cara besuk yang katanya tamuya jam 7 sampai jam 12.00.
Waktu subuh para ibu dan panitia sudah sibuk menata masakannya. Para penerima tu suda menata posisinya, bagian pengatur alur dan tempat duduk tamu juga bersiap di depan tenda,

Benar adanya mulai jam 7 pagi semua persiapan makanan dengan model prasmanan sudah tertata rapi,jajananpun sudah tertata di meja meja yang dikelilingi kursi.
Bak pencari berita saya mengamati sambil mendokumentasikan acara dan pernak perniknya, bahkan saya bertanya kepada bapak, ibu, saudara dan siapa saja yang perlu untuk saya tanya. Baik nama masakannya, bahannya atau apa yang khas untuk acara hajatan di sana.

Benar saja jam tujuh lebih sedikit sudah berdatangan tamunya dan langsung ramai,karena mereka menghadiri acara bersama seluruh anggota keluarganya.jadi umpama keluarga itu memiliki tiga anak maka dalam walinahan itu yang datang bersama orang tuaj adi lima orang, 

Begitu tamu datang disambut penerima tamu trus diarahkan ke meja prasmanan, lalu duduk dikursi dan meja yang sudah ditata aneka jajanan, Setelah itu naik ke panggung bersalaman dengan tuan rumah dan pengantin dan terakir memasukkan amplop yang kebanyakan tidak diberi nama dan dalam satu keluarga cuma memasukkan satu amplop.Itupun juga ada yang amplopnya tidak ada isinya.

Dan benar saja  mulai pagi tamunya ramai sekali karena jam dua belas acara selesai.dan skitar jam empat belas tenda dan alat alat pestanya sudah diturunkan oleh anggota jamaah, para ibu- ibu juga pulang dengan perangkat alat masak yang dibawa.Malam hari sudah bersih dan sepi cukup anggota keluarga yang berkumpul

.Dan kebetulan kita termasuk keluarga besar, yang dari Tulungagung  ada kluarga sayadan  kluarga bulik kusus.Dari ponorogo ada bulik jariyah.yang di Martapura ada ibuk mertua yang serumah dengan lek Ali Ramadani, sebelah rumah mbah putri ada bulik kulsum yang hajatan, pakde dul, lek budi dan bulik mimin rumahnya agak jauh ,dekat dengan pasar Martapura.Adapun keluarga mas Mas Mahfud Palangkaraya datangnya hari senin, karena baru pulang umroh.

Besuk paginya tepatnya hari senin keluarga pakde Mahfud datang ,jadi lengkaplah kluarga kita dari tiga provinsi, Jawa timur, Palangkaraya dan yang di Martapura kec Banjar Kalimantan Selatan tempat acara.

Ngumpulnya sdulur buat kami sangat berharga dan jarang bisa ,kecuali ada acara penting, Dan kita bisa kumpul di Jawa waktu mbah kakung Kuselan ayah mertua saya meninggal tahun 2017.

Jadi kita berkumpul pasti seru terlebih bila menggunakan bahasa daerah pasti perlu diterjemahkan. Sambil kita melingkar makan bersama seperti kita gendurian metri, kita berbagi cerita, saya yang tanya -tanya terkait acara kemarin yang menurut saya efektif efisien waktunya dan kekompakan warga yang luar biasa.

Sementara pakde pud dan istrinya menceritakan pengalaman umroh yang baru dijalani..Bulik kulsum dan bulik Niah yang kita sebut koki kita karena ahli masak sedang menyiapkan sajian makanan khasnya.

Sementara para orang laki laki membuat semayanan dengan tujat urut yang dipanggil dengan pak hehek, dusebut demikian karena bila yang dipijat itu masuk angin maka di pemijat ini tak henti hentinya sendawa atau dalam bahasa jawa glegek an, sehingga dipanggil pak hehek.

Keseruan makan bersama,berbincang dan tertawa bersama itu amatlah berharga, keluarga kami sangatlah akrab ,walau berjauhan, Ada saja cerita masa kecil yang unik- unik yang mereka ceritakan.

Saya masih penasaran dengan cerita tentang oak hehek ini, e ternyata waktu malam hari beliau memijat ya memang begitu. Dan rencaba selasa kita pulang malam itu pak hehek sekaligus memijat tiga orang, pakde pud, pak Kamto dan uamiku.

Itulah sebagian catatanku dari acara mantenan di Martapura yang memang ada unen unen "SEJE DESO MOWO CORO" yabg bisa diartikan lain daerah lain pula adatnya.Yang terpenting kita bisa mengambil hikmah positifnya.




Jumat, 06 Mei 2022

LINI MASA ALUMNI MI MAFATIHUL ULUM BALESONO

Alfin ,Arif,Izza,Galang, salis, olivia, Tina, Maulidia

LINI MASA ALUMNI MI Mafatihul Ulum Balesono tahun  2017/2018.

Hari ini Jumat 6 Mei 2022/ hari raya ke 5 tahun 1443 H. Saya kedatangan tamu istimewa dialah anak- anakku alumni MI Mafatihul Ulum Balesono, thn 2017/2018 yang saat ini sudah kelas 10 atau dulu disebut kelas 1 aliyah.

Mereka sangat kompak,bahkan setiap hari raya asih menyempatkan untuk bersama sama kerumah saya. Bisa bertemu dengan murid murid kita dan mengetahui bagaimana perkembangannya dan dimana sekolahnya atau apa aktifitasnya merupakan suatu kebahagiaan tersendiri.

Hari ini yang datang kerumah, Muizzudin izza yang stelah MI sampai  saat ini mondok dan sekolah di Tambakberas Jombang, Arif putranya pak bahroni,yang selepas MI mondok dan sekolah di Mayan kediri sekarang di SMK Rejotangan. Galang dan Alfin setwkah MI ke Mts Tungganggri sekarang juga tetap bersama di SMK Boyolangu, Tina,Ilma, Salis selah MI sampai saat inimondok dan sekolah di pondok Ngunut, lidia yang seflepas MI mondok ke Pare dan sekarang mondok dan sekolah di pondok Panggung Tulungagung.

Yang tidak ikut kesini, Aldo, Syilfia dan.... Bak sekolah seolah diabsen mereka melaporkan yang hari ini tidak ikut.
Reuni dengan mereka mengasyikkan, dari cerita cerita mereka laksana membuka memori kenangan waktu masih di MI.Dan melihat perkembangan mereka secara fisik membuat saya sadar o iya...anak anak sudah besar besar, berarti saya sudah tua.kkkk

Dan kebetulan saya dan Akfin mash menyimpan foto-foto mereka waktu kegiatan di MI. Maka foto itu kita kirim dan berbagai komentar dan cerita muncul, bahkan yang dulunya pendiam ternyata punya cerita terpendam.

Memang mayoritas alumni madrasah kita sekolah plus mondok.Saya berharap dan turut berdoa semoga semua alumni MI Mafatihul Ulum Balesono  ilmunya manfaat barokah ,menjadi putra putri solih solihah ilmunya bermanfaat dan cita citanya dikabulkan Alloh.

Trimakasih ya nak atas silaturrohimnya semoga penuh keberkahan.

Mei 2022

LINI MASA ALUMNI MI Mafatihul Ulum Balesono tahun  2017/2018.

Hari ini Jumat 6 Mei 2022/ hari raya ke 5 tahun 1443 H. Saya kedatangan tamu istimewa dialah anak- anakku alumni MI Mafatihul Ulum Balesono, thn 2017/2018 yang saat ini sudah kelas 10 atau dulu disebut kelas 1 aliyah.

Mereka sangat kompak,bahkan setiap hari raya asih menyempatkan untuk bersama sama kerumah saya. Bisa bertemu dengan murid murid kita dan mengetahui bagaimana perkembangannya dan dimana sekolahnya atau apa aktifitasnya merupakan suatu kebahagiaan tersendiri.

Hari ini yang datang kerumah, Muizzudin izza yang stelah MI sampai  saat ini mondok dan sekolah di Tambakberas Jombang, Arif putranya pak bahroni,yang selepas MI mondok dan sekolah di Mayan kediri sekarang di SMK Rejotangan. Galang dan Alfin setwkah MI ke Mts Tungganggri sekarang juga tetap bersama di SMK Boyolangu, Tina,Ilma, Salis selah MI sampai saat inimondok dan sekolah di pondok Ngunut, lidia yang seflepas MI mondok ke Pare dan sekarang mondok dan sekolah di pondok Panggung Tulungagung.

Yang tidak ikut kesini, Aldo, Syilfia dan.... Bak sekolah seolah diabsen mereka melaporkan yang hari ini tidak ikut.
Reuni dengan mereka mengasyikkan, dari cerita cerita mereka laksana membuka memori kenangan waktu masih di MI.Dan melihat perkembangan mereka secara fisik membuat saya sadar o iya...anak anak sudah besar besar, berarti saya sudah tua.kkkk

Dan kebetulan saya dan Akfin mash menyimpan foto-foto mereka waktu kegiatan di MI. Maka foto itu kita kirim dan berbagai komentar dan cerita muncul, bahkan yang dulunya pendiam ternyata punya cerita terpendam.

Memang mayoritas alumni madrasah kita sekolah plus mondok.Saya berharap dan turut berdoa semoga semua alumni MI Mafatihul Ulum Balesono  ilmunya manfaat barokah ,menjadi putra putri solih solihah ilmunya bermanfaat dan cita citanya dikabulkan Alloh.

Trimakasih ya nak atas silaturrohimnya semoga penuh keberkahan.

Mei 2022

Kamis, 05 Mei 2022

.MENYAMBUNG PASEDULURAN DAN SILATURROHIM ORANG TUA

Kamis 5-5-2022/lebaran 2022

Menyambung Pasedulran dan Silaturrohim orangt ua.

Foto dengan ah artiyah ari raya 1443 H/2022 

Hari ni saya dan kluarga bulik kusus, silaturrohmi ke para sdulur dari jalur ibuk mertua di beberapa esa di skitar jembatan Kademangan, diantaranya desa Tuliskrio, plosorejo dan jimbe.

Memang mbah kita dari ibuk mertua dari Jimbe, Jadi banyak saudara disana. Orang pertama yang kita tuju adalah orang yang paling tua.

Kali ini rute kita sowan mbah Artiyah di Tuliskrio.Beliau adalah saudara dari mbah Rusemi nenek kita atau ibuknya ibuk mertua yang saat ini beliau domisolinya di Martapura Kalimantan Selatan.

Karena orangtua kita jauh dan para saudara banyak yang di Martapura dan Palangkaraya maka kita dan kluarga bulik kusus yang menyambung silaturrohim dan paseduluran orangtua kita.

Selain menyambungkan silaturrohimnya orangtua kita, juga sebagai proses pengenalan dan meraketkan sdulur untuk anak anak kita.
Kepada semua sesepuh dan para saudara kita yang masih sugeng  smoga senantiasa pinaringan kesehatan dan yang lagi akit semoga cepat sembuh dan yang lagi mendapat ujian dari segi aoapun Alloh memberi kekuatan dan jalan keluar yang terbaik.

Untuk semua yang lagi tolabul ilmi semoga ilmunya manfaat barokah Amiin.

Untuk para sadaraku di bumi kalimantan inilah catatanku semoga membantu membuka kenangan saat kita bersama bersilaturrohim ke para saudara kita.Semoga silaturrohim kita membawa keberkahan amiin

Mei 2022/hari raya 1443 H

Selasa, 26 April 2022

TEMU SEDULUR JAMAN NOM NOMAN (NOSTALGIA JAS ABU-ABU)

TEMU SDULUR LINI MASA JAMAN NOM NOMAN (NOSTALGIA JAS ABU-ABU)

Nostalgia 4 Serangkai ,B.Asmini ,b Anjar Titik Nuriyati,Saya dan B.Robiah Alma.

Alhadulillah 25/04/2022 kita dipertemukan dengan poro sdulur alumni pengurus IPNU IPPNU Anak Cabang Ngunut Tulungagung  dari masa kemasa, dan kita yg periode th 90 an cukup kompak dan banyak yang hadir .

Diantara kami ada yg puluhan tahun tidak bertemu ,sehingga pertemuan ini sangat bermakna.Tapi sayang waktunya kurang mendukung, terlalu sempit.

Maklum karena sudah sangat lama tidak bertemu terlebih stelah ada pandemi covid-19 yang mulai tahun 2019,semua aktifitas untuk bisa berkumpul tidak bisa dilakukan karena ada pembatasan pertemuan tatap muka, Sehingga silaturrohim secara langsung nyaris tidak bisa dilakukan.

Pernah waktu saya silaturrohim ke ndalem kang Anas Karangsono  ketemu dengan kang Slamet yang kebetulan beliau ketua alumni PAC IPNU IPPNU Ngunut,yang waktu itu akan mengadakan pembentukan kepengurusan para alumni di karangsono .

Dalam perbincangan itu kita sempat membicarakan untuk bisa kumpul sdulur, untuk menyambung silaturrohim diantara para konco mantan pengurus PAC IPNU IPPNU Ngunut yang memang kita hubungannya sejak dulu laksana keluarga dan saudara, dan sebagai simbul kekeluargaan kita suatu panggilan  dengan sebutan" KANG kepada sdulur laki-laki dan YU kepada sedulur perempuan"itu melekat.

Jadi begitu ada undangan adanya pertemuan nostalgia dari masa kemasa alumni  pegurus PAC IPNU IPPNU Ngunut  ini yang sejak beberapa waktu lalu diunggah di grup washap saya cukup senang dan tetap saya ingat tanggal 25/04/2022 jam 16.00 ada undangan temu dulur.

Mungkin juga sama yang dirasakan poro sdulur yang lain, antusias dengan acara ini terutama  kita diera tahun 90 an ,terbukti banyak yang hadir. Kita kita yang dulu masih nom noman dan sekarang rata-rata usia kepala 5. dengan berbagai kesibukan dan aktifitas masing- masing, tapi tetap kita sempatkan bisa hadir.dan yang tidak kelihatan diantaranya justru kang anas.

Trimakasih kepada semua panitia yang telah mewujudkan acara ini ,walau memang waktunya menurut saya memang kurang karena kalau waktu puasa dibingkai dengan buka bersama sangat singkat .

Sebenarnya undangan acaranya jam 16.00  namun karena waktu puasa, para ibu ibu biasa dengan aktifitas menyiapkan menu buka di rumahnya sehingga datang di lokasi tidak bisa tepat waktu.Mungkin lain kesempatan kegiatan ini bisa diagendakan lagi denganengambil waktu yang  lebih longgarisalnya dngan acara halal bihalal.

Sebenarnya banyak hal yang pingin kita bincangkan dengan poro dulur terutama kabar dan juga kluarganya, misalnya berapa anak dan cucunya, domisili sekarang dimana dan lain srbagainya, tapi karena stelah buka bersama kita akan disusul solat tarweh dan putri kecilku sudah minta untuk pulang  ,sayapun pamit duluan.

Saya salut dalam acara ini selain kita menyambung silaturrohim dengan generasi penerus saat ini juga tak lupa kita mndoakan para sdulur yang sudah berpulang atau sudah wafat. Inilah nilai plus dari acara imi, kita saling memberi informasi,mengumpulkan data dan ternyata ingatan kita kepada saudara nyambung ke dalam lantunan doa.

Semoga Alloh senantiasa melimpahkan Rohmad Taufiq hHdayah dan InayahNya kepada kita semua, menata dan memberi keberkahan .Dan kepada para sdlur yang sudah berpulang senantiasa mendapat magfiroh dan amal perjuangannya diterima sebagai amal hasanah fiddunya wal akheroh ,amiin.

TEMU SDULUR LINI MASA JAMAN NOM NOMAN (NOSTALGIA JAS ABU-ABU)
Kang Samsun niam pulotondo,kang h.Pandi karangsono,kang Slamet lesgiono,kang Santoso Balesono

 

Selasa, 15 Februari 2022

KEMBALI DARING

pelaksanaan pembiasaan solat dhuha di madrasah yg dikerjakan dirumah.

Munculnya suatu edaran untuk pelaksanaan pembelajaran secara daring atau pembelajaran Jarak Jauh, seolah membuka kembali trauma efek pandemi yang sudah pernah dilalui dalam waktu yang sangat lama sekitar dua tahun.

Anak -anak yag baru mengiikuti pembelajaran tatap muka beberapa bulan ini ibarat  orang yang mengalami keluhan atau AMBYAR yang dIrehabilitasi dalam tahap pengembalian fungsi- fungsi organ sesuai fungsinya.

Ambyar disini sebuah istilah yang penulis ginakan untuk menggambarkan dampak negatif dari dampak daring atau pembelajaran jarak jauh yang pernah dilalui dalam waktu yang lama.Anak -anak seolah kabel yang aliran listriknya tidak lancar dan seolah tidak nyambung.

Dalam kondisi seperti ini guru dengan daya upaya dan mencari formula pendekatan yang pas dalam membimbing anak didiknya untuk bisa mengikuti pembelajaran dan kembali kepada rel yang seharusnya diikuti siswa.

Banyak keluhan dari para guru bahwa dampak dari daring yang lama para suswanya mengalami suatu dampak terkait psikologisnya atau kemampuan untuk menangkap atau memahami materi yang disampaikan guru.

Dan setelah beberapa bulan  mengikuti pembelajaran tatap muka maka seolah proses servis atau penyembuhan itu mulai menampakkan hasil, tiba - tiba ada pemberlakuan pembelajaran secara daring lagi.

Maka disini guru harus lebih kreatif dan inovatif lagi talam tahap proses pembelajarannya untuk meminimalis dampak sebagaimana yang petnah terjadi.Maka di madrasah kita menganjurkan kepada anak didik,walaupun pembelajarannya dengan jarak jauh tetap memakai seragam, agar mereka tetap serasa sekolah normal cuma dari rumah dan tidak bersama temannya.

Pemberian motifasi kepada siswa yang harus terus dipompakan, pemberian perhatian dan dukungan guru kepada anak-anak terutama yang memiliki suatu kebutuhan khusus tidak boleh dilewatkan.

Demikian pula guru selain menghadapi siswa juga harus memberikan motifasi dan suplemen kepada orangtua selaku pendamping belajar sisea yang secara psikologisnya juga berdampak dan ada traumatisnya.

Ibarat suatu penyakit bila sudah kambuhan maka perlu peanganan yang lebih ekstra.Namun karena situasi kondisi guru harus mampu memerankan perannya yang lebih baik, terutama bagi guru ditingkat RA/TK dan ditingkat MI/SD.

Kepada semua guru semoga Alloh melimpahkan kesehatan kepada bapak ibu ,meganugerahkan kesabaran dan kepada semua anak didik kita semoga dalam bimbingan Alloh dan diberi kemudahan dalam bertolabul ilmi walau fengan pembelajaran jarak jauh.

Selamat berjuang bapak ibu guru, dan selamat belajar untuk para generadi bangsaku, semoga perjuangan kita jadi ilmu yang manfaat barokah ,Amiin.

Trenceng ,f5 022022

ANTARA LIDI DAN SAPU LIDI

 Dok.,koordinasi kluarga besar MI Mafatihul ulum Balesono dg pengurus komite dan tokoh masyarakat yg menghasilkan keputusan melanjutkan rehap dg dana jariah bersama.

Lidi merupakan tulang dari daun kelapa yang dalam bahasa jawa disebut sodo.
Keberadaan Lidi atau sodo biasanya dimanfaatkan oleh ibu-ibu untuk pengaman bungkusan atau mbitingi  bungkusan yang terbuat dari bahan daun pisang.

 Sedangkan sapu lidi merupakan perkumpulan dari lidi yang diikat.Dan keberadaan lidi yang diikat ini jauh lebih besar dalam kemanfaatannya. 

Lidi masih sebatang manfaatnya lebih terbatas dari pada lidi dalam ikatan kecil yang biasa disebut kelut dalam bahada jawa.Demikian pula keberadaan kelut yang jumlahnya lebih kecil daripada sapu maka kemanfaatannya juga lebih sedikit dari pada sapu.

Kelut biasanya digunakan untuk alat kebersihan tempat tidur atau untuk mengusir lalat .Tapi kalau lidi dikumpulkan dalam jumlah yang lebih banyak terus diikat  menjadi sapu maka bisa dimanfaatkan untuk alat kebersihan dan menyelesaikan tugas lebih cepat dan maksimal.

Dan antara lidi dan sapu lidi bila dimaknai dengan bahasa kiasan atau makna konotasi,maka ada makna yang kuat dalam mewujudkan suatu kebersamaan ,rasa persatuan dan kesatuan.

Demikian pula bila niatan baik yang kemudian dipadukan akan menjadi suatu energi dahsyat yang dapat mewujudkan suatu cita - cita bersama. Yang terpenting adanya suatu kesadararan memadukan niat bersama dan menepis ego pribadi.

Maka kalau kita sejak kecil mengenal rangkaian kata bijak " CRAH AGAWE BUBRAH, RUKUN AGAWE SANTOSO" Ini merupakan suatu kepribadian bangsa yang harus kita jaga dan perkuat keberlangsungannya.

Seperti yang kami alami di MI Mafatihul Ulum Balesono, yang juga terinspirasi dengan kemanfaatan " LIDI DAN SAPU LIDI" Alhamdulillah cita- cita bersama untuk melanjutkan rehap dengan modal materi yang minim  tapi ada modal semangat kebersamaan untuk menggalang dana jariah gotong royong, ibarat mengikat lidi berserakan menjadi sapu ,maka niatan itu  terwujud.

Kedermawanan para agniyak dan para peduli madrasah dan dukungan dari berbagai bentuk, baik secara tenaga, barang, dana, pemikiran dan lain sebagainya yang menjadi senjata ampuh yang saling melegkapi dalam mewujudkan hajat bersama.

Hanya sebuah ucapan terimakasih dan iringan doa jazakumulloh ahsanal jazaa. semoga amal bapak ibu termasuk amal jariah yang senantiasa mengalir pahalanya, Amiin yarobbal alamiin.

2022022

Jumat, 21 Januari 2022

Prof. Dr.NGAINUN NAIM PENYULUT SUMBU LITERASI



Oleh: Komsiyah S 
( MI Mafatihul Ulum Balesono Ngunut Tulungagung)

Berbicara tentang sosok  Bapak Ngainun Naim maka tak terlepas dengan dunia literasi, ibarat sebuah koin mata uang,  maka ada dua sisi yang tak terpisahkan yaitu satu sisi nama Ngainun Naim dan sisi baliknya literasi, maka tidak heran bila banyak orang yang menyebutnya bapak literasi.

M.Arif Faizan dalam acara KOPDAR II SAHABAT PENA  tanggal 27 Januari 2019 yang juga penulis ikuti, beliau menyampaikan  adagium tentang sosok Ngainun Naim seperti ini " Jika ingin kaya dekatlah dengan para pengusaha,  jika ingin harum dekatlah dengan penjual parfum dan jika ingin jadi penulis dekatlah dengan Dr.Ngainun Naim".Dan sayapun mengakui apa yang beliau sampaikan.

Nama Ngainun Naim sudah lama penulis kenal  karena beliau aslinya dari desa Sambidoplang kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung yang merupakan desa sebelah dari tempat tinggal saya , bapak beliau seorang pendidik kepala MI Nurul Islam Miridudo dan waktu bersekolah kita sama- sama alumni MTsN Tunggangri tetapi beda tahun dan juga kita sama-sama memiliki sosok guru literasi yang sama yaitu Bpk Amrulloh almarhum yang merupakan sang penulis dan memiliki puluhan ribu  koleksi buku di perpustaan pribadinya,  tapi secara personal saya mengenal sosok bapak Ngainun Naim itu saat saya menjadi mahasiswa beliau waktu kuliah S1 di STAI Diponegoro Tulungagung, bersamaan dengan bpk Eko Siswanto yang sekarang sebagai dosen di Jayapura.

SANG DOSEN INSPIRATIF
Bapak Ngainun Naim menjadi salah satu dosen saya saat kuliah SI di STAI  Diponegoro Tulungagung. Dengan pembawaan beliau yang kalem dengan penyampaian materi yang mudah diterima , menjadikan beliau termasuk dosen idola dan  materi yang semula itu dianggap sulit menjadi sesuatu yang bisa merubah image menjadi materi yang menarik dan menantang, diantara mata kuliah yang beliau ampu saat itu tentang statistik penelitian.

Dan ada  keunikan dari logat penyampaian beliau yang kalem dan diselingi dengan " e" ,  dan jujur saya akui , saya diantara mahasiswa yang memiliki tipe saat mengikuti kuliah maka untuk memudahkan merekam saya harus menulis, walaupun tulisan  itu tidak bisa secara jelas  saya baca kembali, bahkan  juga pernah waktu mengikuti kuliah beliau saya menghitung huruf  " e" yang beliau sampaikan diantara kata atau kalimat yang beliau sampaikan.Saya ibarat panitia pilkades yang membuat coretan pagar betis penghitungan, tapi jumlah hitungan bukanlah suatu angka kemenangan dari sang kepala desa tapi jumlah huruf " e" yang disampaikan bapak Ngainun Naim dalam penyampaian mata kuliahnya. Nah dalam kesempatan ini saya secara terbuka  mengakui perbuatan saya kepada bapak Ngainun Naim  dan mohon maaf , dan saya yakin beliau memaafkan dan bahkan beliau mungkin menertawakan pengakuan saya ini.

Dalam setiap mata kuliahnya beliau memberikan pengantar materi dengan peta konsep yang menggiring mahasiswa untuk mengembangkan diri, sehingga dalam melaksanakan tugas bukan suatu beban atau sekedar menggugurkan tugas,  tetapi suatu kesadaran untuk berkembang.

PENYULUT SUMBU LITERASI
Dalam dunia literasi saya sangat bersyukur bisa mengenal dan mendapat kesempatan untuk belajar langsung dengan beliau yang diawali di sebuah acara seminar yang diselenggarakan oleh PERGUNU Tulungagung dan adanya wadah grup WA Maarif Menulis dan grup Gubuk Literasi yang langsung dalam bimbingan beliau dan dari grup ini akirnya beberapa buku antologi yang saya ikuti terbit,diantaranya: Mendulang Literasi di Kampus Dakwah dan Peradapan, Sejuta cerita tentang Ibu,The Legend Of  Blendrang,  Kuliah Daring di Tengah Covid-19 dari Berbagai Presfektif, dan Suka Duka Mendampingi Anak Belajar di Masa Pandemi. Maka benar adanya seperti yang disampaikan M.Arif Faizan , " jika ingin jadi penulis dekatlah dengan Dr.Ngainun Naim".

Dengan pemberian materi beliau tentang dunia literasi yang ringan , tidak bertele-tele, menulis itu mudah, menulis itu asyik dan menulis itu juga sebagai wahana refresing. Maka seolah terhipnotis merubah image bahwa menulis itu hal berat seolah membawa beban,  dan seolah hal mustahil terutama bagi orang yang profesinya tidak didunia pendidikan atau akademisi. 

Beliau meyakinkan bahwa menulis itu bisa dilakukan oleh siapa saja dari profesi apa saja,kapan saja, yang penting memiliki kemauan.

Beliau memberi contoh sosok Sri Lestari seorang yang dengan bangga mengaku sebagai (maaf) babu atau TKW berbagi kabar ke dunia dari sebuah loteng di dapur majikannya, tulisannya selalu ditunggu ribuan follower dan fans blognya .Berawal dari pemberian laptop bekas pemberian majikannya tanpa diajari cara mengoperasikannya kecuali dua hal yang diberitahukan yaitu tentang power dan enter. 

Sri Lestari gigih belajar menulis secara otodidak  dan akirnya dia mampu melompati batas profesi dan status sosialnya dengan menulis. Melalui menulis ,ia telah memberi ruang secara sangat luas. 

Dalam bukunya The Power of writing beliau meuliskan " sebagai seorang yang merasakan manfaat menulis, saya ingin "mempermalukan" teman-teman yang punya banyak potensi dan peluang menulis melebihi Sri Lestari tetapi belum menulis. Sri Lestari yang (maaf) babu saja bisa,mau dan mampu menulis, masak kaum yang lebih terpelajar tidak bisa?" bila anda mengetik kata kunci Babu Ngeblog di Google maka akan menemukan blog Sri Lestari yang telah melompati batas profesi dan status sosialnya dengan menulis.

Bapak Ngainun Naim dengan ciri khas bahasa yang  ringan serta bahasa sentilan sentilun bisa menyulut sumbu literasi. Diantara kalimat sentilan sentilun yang beliau sampaikan pada saya , "Ayo segera menulis , mau nunggu apa dan  kapan lagi ?" , ada lagi " tulisan itu terwujud ya bila ditulis bukan diangan-angan". dan kesempatan lain saat saya minta pendapat beliau tentang sebuah tulisan yang akan saya ikutkan dalam sebuah ajang lomba kepenulisan , beliau menyampaikan, " kirim saja, tugas kita sebagai penulis ya nulis, biar orang lain yang menilai karya kita, yang penting kita sudah menghasilkan  karya, selebihnya karya itu yang akan berbicara sendiri". Dan dalam buku karya beliau yang saya koleksi beliau berkenan memberikan tanda tangan dan ada tulisan yang menurut saya ada pesan yang dalam yaitu " Selamat Membaca dan Menulis ....".Beliau seorang penulis yang produktif dan dikenal dengan jargon    " Ini Catatanku, Mana Catatanmu?".

Dalam dunia kepenulisan beliau juga menyampaikan beberapa prinsip yang harus diketahui yaitu: Menulislah yang kita kuasai, menulislah yang kita sukai  dan menuliskah yang kita lakukan sehari-hari. Bagi orang yang mulai belajar menulis ada beberapa tahapan yang biasanya dilalui, diawali bagaimana cara mengawali menulis, apa yang harus ditulis , kemudian setelah mulai belajar menulis muncul rasa tidak percaya diri dan malu bila tulisannya dibaca atau mendapat kritikan pembaca, dan bagi penulis yang sudah lancar maka tanggapan dari sang pembaca itu justru yang sangat diharapkan sebagai apresiasi atas karyanya.

Menjadi anggota komunitas dalam dunia literasi yang beliau bimbing saya sangat bersyukur, karena selama ini saya yang hanya bergelut didunia pendidikan tingkat dasar tidak memiliki wadah untuk pengembangan diri kususnya di dunia literasi, walaupun beberapa tahun lalu pernah belajar praktek kepenulisan dengan mengikuti ajang kompetisi lomba karya tulis ilmiah bagi guru Madrasah Ibtidaiyah yang diadakan oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Keagamaan  Agama Jakarta yang kemudian dari 10  peserta terpilih dari 345 peserta karyanya dibukukan dengan judul" Paradigma Baru Pembelajaran Keagamaan di Madrasah Ibtidaiyah". dan ini buku antologi pertama kali yang saya ikuti. Namun karena belum tau bagaimana cara pengembangan diri dan tidak ada pembimbing , maka aktifitas kepenulisan saya seolah padam.

Maka untuk menghidupkan sumbu literasi yang sempat padam, saya ingin untuk belajar walaupun rasa belum percaya diri itu masih tetap ada. Untuk memupuk rasa percaya diri itu diantaranya saya mengoleksi dan belajar dari buku-buku karya bapak Ngainun Naim diantaran judulnya: Menulis Itu Mudah (40 Jurus Jitu Mewujudkan Karya), Spirit Literasi Membaca Menulis Dan Transpormasi Diri, Proses Kreatif Penulisan Akademik, The power of writing ( mengasah Ketrampilan Menulis Untuk Kemajuan Hidup), Literasi Diri ( tentang Aku dan buku-bukuku), Rekonstruksi Pendidikan Nasional membangun paradigma yang mencerahkan, selain itu saya juga membaca diakun facebook beliau.

Dari buku "Menulis itu Mudah" karya Bapak Ngainun Naim,  kita menemukan jurus-jurus jitu dalam menghasilkan karya tulis diantaranya ; Menulis yang diketahui. Menulis Secara Ngemil. Menulis tentang Perjalanan. Formula satu hari lima Paragraf. Banyak Membaca Banyak Ide. Belajar menulis kepada Penulis.Menulislah sebelum ditulis. Menulislah Secara Berani. Kegiatan Harian Sebagai Ide Tulisan. Membuatlah blog dan isilah secara rutin. Menulis itu Proses Untuk Belajar. Menulis Membuat Unggul.

Jurus yang lain yang beliau suguhkan bahwa : Bisa Menulis Merupakan Suatu Anugerah. Luangkan Waktu , Bukan Menunggu Waktu luang. Dengarkan, Catat dan olah menjadi tulisan.Yakinkan Diri Bahwa Anda adalah Penulis.Menulis Tanpa Beban.Jalani,nikmati dan Syukuri. Empat Level Malu dalam Menulis, Menulis Banyak Memberi rezeki.Menulis Membuat Plong. Menulis Membutuhkan Perjuangan.Menulislah Seperti Jam Dinding. Menulis itu ada Levelnya. Jadikan Menulis Sebagai Hobi. Menjadikan Menulis Sebagai Suatu Kebiasaan. Menulis Itu Ketrampilan Sekolah Dasar. Banyak Membaca Banyak Ide. Rekam,Transkip dan Olah Menjadi Tulisan dan jurus Menulis Diri . Memberdayakan Diri. Jurus jurus menulis ini selengkapnya tertuang dalam buku " Menulis itu Mudah" karya Bapak Ngainun Naim.

Sedangkan Buku The power of writing merupakan buku yang sarat dengan motifasi. Dalam buku ini bapak Ngainun Naim membongkar ketidakbenaran mitos bahwa  menulis itu sulit dan membangun keyakinan bahwa menulis itu mudah. Bermula dari sinilah akan lahir kekuatan tulisan yang mampu menggerakkan dari yang statis menjadi aktif dan dari yang pesimis menjadi optimis.

DR.H.Supriyanto , S.Pd, M.Pd , dosen PPs Universitas Kajuruan Malang dalam Endorsement di buku The power of writing  menyampaikan,  "Budaya lisan kita belum seiring dengan budaya tulis. Kita bisa bercerita panjang lebar semalam suntuk, tetapi macet ketika menuangkan ide untuk menulis. lewat tulisan Dr.Ngainun Naim  The power of writing mengajak kita untuk membangkitkan gairah menulis sehingga menulis menjadi budaya,'.

Dalam buku The power of writing , memuat berbagai Spirit Menulis, Motifasi Menulis, Alasan Menulis, Hambatan dalam Menulis,Strategi Menulis, dan pentingnya kita belajar Menulis dari Para tokoh. 


Inti tulisan Bapak Ngainun Naim dalam buku ini diantaranya : Penulis besar tidak akan larut dalam kondisi spirit yang menurun.Ia akan selalu berusaha mencari jalan agar spirit menulisnya kembali meningkat.Sementara penulis pemula,ia akan pasrah pada keadaan,pasifdan menunggu momentum untuk menulis.
Kesulitan menulis biasanya disebabkan karena 'jam terbang " menulis yang belum tinggi.Membuat blog merupakan sarana untuk meningkatkan " jam terbang". Semakin sering blog diisi maka semakin terlatih menulis.

Membaca dan menulis merupakan sarana untuk menambah waawasan, pengetahuan ,ketrampilan dan kemampuan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas diri.

Membaca dan menulis itu memiliki energi besar untuk merubah hidup kita.Jadi mari membaca, serap energinya,dan menjadi diri yang terus memiliki nilai tambah setiap hari.Setelah itu tulis dan kembangkan agar diri kita semakin berdaya.

Menghasilkan tulisan membutuhkan suatu proses dan perjuangan yang tidak ringan.Banyak yang tidak tahan menjalaninya sehingga tulisan gagal dibuat. 

Kesibukan rutin,rasa malas, kecilnya penghargaan dan berbagai faktor lainnya yang menjadi penghambat proses menulis.

Menulis yang baik itu membutuhkan proses panjang .Dibutuhkan kesabaran dan ketekunan untuk menghasilkan tulisan.Kesabaran itu berkaitan dengan bagaimana bertahan dari segala godaan agar sebuah tulisan bisa selesai. 

Ketekunan berkaitan dengan bagaimana terus menerus menulis sampai selesai. Sikap semacam inilah yang dibutuhkan agar seseorang mampu menjadi penulis yang berkualitas.

Menulis yang baik membutuhkan satu syarat yang sangat mendasar yaitu rajin membaca. Semakin banyak membaca maka seseorang akan semakin banyak perbendaharaan wawasan dan pengetahuannya yang kemudian dapat diadikan sebagai modal unuk menulis.Mustahil seorang yang mampu menulis secara baik jika tidak pernah membaca.

Bapak Ngainun Naim juga menuliskan pendapatnya bahwa" Menulis itu bentuk perjuangan. Banyak yang berpendapat bahwa menulis itu membutuhkan waktu yang tenang, khusus dan sedang tidak sibuk. Jika rumus itu dipakai, barangkali saya akan sangat jarang untuk menghasilkan tulisan.Lima hari dalam seminggu saya harus pergi ke kantor.Berangkat sekitar jam 6 pagi dan sampai rumah setelah magrib, Hari Sabtu dan Minggu biasanya saya pakai untuk kegiatan keluarga, sehingga nyaris tidak ada waktu untuk menulis".

Ketrampilan menulis itu sesungguhnya sangat penting. Sayangnya, sampai sejauh ini hanya sebagian kecil saja yang mau menekuninya.Karena itulah saya kira tidak berlebihan bila penulis itu disebut makhluk langka.

Kunci penting menulis itu salah satunya adalah tidak mudah menyerah Jika menyerah tentunya tidak akan menjadi penulis yang berhasil. Penulis yang berhasil semuanya memiliki mentalitas tahan banting. Berbagai hambatan dan tantangan yang dihadapi dapat diatasi dengan baik.

Beliau juga menuliskan bahwa tugas penulis itu ya menulis dan penulis itu tidak mengenal pensiun. Karena itu aspek penting yang harus dilakukan sebagai bagian dari identitas sebagai penulis adalah terus memproduksi karya .Seorang Penulis tidak akan disebut sebagai penulis jika hanya berbicara saja. Bukti bahwa seseorang itu disebut penulis adalah karya yang ia buat.

Para Penulis hebat adalah mereka yang mau berbagi  pengalamannya dalam menulis. Mungkin mereka sekedar menulis saja, tetapi jika tulisan itu mampu menggerakkan orang lain untuk menulis, Insyaalloh nilai kebaikannya terus mengalir. Itu adalah bagian dari isi dari tulisan-tulisan bapak Ngainun Naim dalam bukunya yang berjudul The Power Of Writng.

Dan tulisan ini penulis buat untuk memenuhi kehormatan atas undangan menulis antologi dalam rangka pengukuhan Guru Besar Prof.Dr.Ngainun Naim . Saya ucapkan selamat kepada Bapak atas pengukuhannya sebagai guru besar, semoga tulisan saya yang dalam proses belajar ini turut menjadi kado kecil buat kesuksesan bapak dan keluarga. Semoga jenengan sekeluarga senantiasa dalam lindungan dan ridho Alloh SWT, sehat selalu dan penuh keberkahan. Dan terimakasih atas ilmu yang bimbingannya, mohon doa restunya semoga  ilmu saya  bermanfaat. Amiin
Tulungagung, 21 Januari 2022

Profil  Penulis.
KOMSIYAH S, M.Pd.I . 
Kepala MI Mafatihul Ulum Balesono Ngunut Tulungagung. Alamat rumah Dusun Ngasinan Ds.Trencenng, Sumbergempol Tulungagung, Jawa Timur. Nomor WA.081615668208. Nama Suami Kobir dan nama anak Mufidatus Salma Hamda Syauqiya. Buku Antologi : Paradigma Baru Pembelajaran Keagamaan di Madrasah Ibtidaiyah, Sejuta Cerita Tentang Ibu, Mendulang Literasi di Kampus Dakwah dan Peradapan, The Legend Of  Blendrang, Kuliah Daring di Tengah Covid-19 dari berbagai prespektif, Suka Duka Mendampingi Anak Belajar di Masa Pandemi.