Selasa, 30 Juli 2024

REUNI stelah 38 th tidak bertemu


TAMU ISTIMEWA Bapak MUHSIN KALIDA
REUNI SETELAH 38 TAHUN
Hari ini merupakan hari istimewa dan tidak kita sangka, walaupun jauh hari saya yang punya keinginan untuk bisa kenal dan  berkesempatan untuk bertemu dengan sosok nama yang saya belum pernah tau orangnya.
Di dunia literasi beliau sangat dikenal banyak kalangan, dan dari nama beken beliau mencantumkan asal daerahnya, dan ini mewujudkan rasa cinta dan andarbeni serta bakti pada kampung halamannya.Beliau tiada lain adalah bapak MUHSIN KALIDA yang saya tiada tau nama dan titel lengkapnya.

Skitar jam 11.30 handphon ada panggilan yang menyampaikan  "Assalamualaikum ,Kulo konconipun p.kobir, Bade silaturrohim nopo wonten gih ?" Saya jawab "Waalaikum salam , inggih wonten, nuwun Sewu penjenengan asmanipun sinten gih pak? " Beliau menjawab, Kulo konconipun p.Kobir grio Kulo betak dan di hp saya dikirimi foto beliau di depan rumah saya." 
 Saya jawab" Inggih pak Kulo kabarane mas kobir ,skedap Malih wasul.dan saya meluncur ke sawah dimana ayahe saat itu berada.
Di sawah saya panggil suami saya , " yah wonten tamu,dawuhe konco jenengan saking Betak tapi mboten menyebutkan namanya dan mengirimi foto saya pun belum kenal dan belum pernah ketemu.

Stelah sampai di rumah  suami saya juga lupa dan tiada mengira akan kedatangan tamu istimewa karena beliau teman masa di MTsN Tunggangri dan stelah itu sekolahnya tidak sama dan beliau i menetap di Jogjakarta

Stelah beliau tersenyum dan bersuara barulah mas Kobir mengenali ini saudara saya Mas Muhsin yang dihitung hitung sudah 38 tahun tidak bertemu.Peluk erat persaudaraan yg menjadi obat rindunya.

Begitu suami menyebutkan nama beliau P.Muhsin Betak saya langsung sambung...dalam batin saya berkata " Masyaalloh , ini to yang namanya pak Muhsin Kalida yang selama ini kukenal namanya di dunia literasi  ternyata hari ini ada di depan saya, digubuk saya.

Saya sangat bersyukur kepada Alloh, dan merasa bahwa pertemuan hari ini bukan semata karena beliau temannya suamiku yang sudah lama tidak bertemu tapi saya anggap ini juga atas izin Alloh karena selama ini saya kepingin bisa kenal dan bertemu beliau,terutama terkait ngaji dunia literasi.

Perbincangan kami bertiga sangat gayeng karena lama Ndak bertemu dan banyak cerita unik yang dibicarakan.sampek lupa menanyakan berapa jumlah anak kita masing -masinh.

Dari cerita P.Muhsin tadi saya mengambil beberapa hikmah diantaranya:
Doa orang tua itu sangat penting dan kuat. Terbukti dari perjalanan hidup P. Muhsin yang tidak lepas dari ridho orang tua, dan cita cita orang tua yang membekali anaknya dengan ilmu dengan disekolahkan dan dikuliahkan.Yang tentunya orang tua berjuang ibarat jungkir balik dalam membiayai anak- anaknya bersekolah.teruttama masa masa era 80 an.
Wang sinawang, ...ini adalah salah satu pembicaraan kita yang intinya kita harus selalu mensyukuri atas nikmat yang Alloh anugerahkan pada kita yang bila ditelusuri dan dihitung maka tiada kemampuan kita menghitungnya.

Sepeda jengki. Ini adalah barang legendaris yang menjadi saksi perjuangan ngontel waktu sekolah.Pak Muhsin kok Yo masih tetap ingat kalau mas kobir dulu sepedanya jengki,makanya beliau juga tanya" Sepedamu jengki warna biru kae Yo ijik?" Dijawab suamiku " ijik teng griane Rayi. Weh kui saksi sejarah hidup dan perjuangan kita.

Pokoknya hari ini ibarat kita menelusuri lorong waktu ,seolah masih berseragam sekolah.lepas dari beban apa jabatan dan kedudukan.yang ada kumpul dulur, guru ngakak bareng go tombo kangen.
Matursuwun kang Muhsin atas silaturrohim dan juga banyak cerita dan ilmunya semoga hajat kita diridhoi dan dimudahkan Alloh amiin.
Salam Dateng kluarga.semoga lain waktu bisa balik silaturrohim Dateng kluarga jenengan.
Matursuwun rawuhipun.


Selasa, 07 Februari 2023

WASIAT ABAH GURU SEKUMPUL

Al Alimul Allamah al Arif Billah Maulana Syeik Muhammad Zaini Abdul Ghoni Sekumpul ( Abah Guru Sekumpul) 

Menyimak vidio acara haul Abah Guru Sekumpul, menggugah rasa kangen saya untuk bisa ke Martapura lagi. Bagi keluaga saya, Martapura ibarat rumah kedua karena ibu mertuaku dan lima saudara suamiku berdomisili di Kebun Serei kec. Martapura dari makam Roudhoh abah guru sekumpul kira-kira 3 km. Dan setiap kita sowan mertua pasti ziaroh ke makam Roudhoh tempat abah Guru Sekumpul. 

Ibuk mertuaku bercerita bahwa pada acara haulnya Abah Guru Sekumpul sangat ramai jamaah yang datang dari seluruh tanah ait bahkan dari luar negeri,  bahkan musolla depan rumah ibukku juga selalu menjadi salah satu dapur umum. 

Ibuk Mertua juga bercerita Sekumpul itu sebenarnya adalah nama desa,  yang dulunya tidak ada orang yang mau membeli tanah di daerah ini, karena penuh bebatuan,  tidak subur. Tapi sekarang sungguh jadi kota elok dan nuansa islamnya sangat kuat. Ya seperti di daerah maqomnya Sunan Ampel. 

Nama asli Abah Guru Sekumpul adalah Muhammad Zaini bin Abdul Ghoni. Beliau zuriat ke 8 dari Maulana Syekh Muhammad Arsyat Al Banjari Kelampayan yang nasabnya adalah: Syekh Muhammad Zaini Zaini bin Abdul Ghoni bin Abdul Manaf bin Muhammad Semman bin H. Muhammas Sa'ad bin H. Abdullah bin Mufti H. M. Kholid bin Khalifah H. Hasanuddin bin Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari. 

Abah guru Sekumpul lahir tanggal 11 Pebruari 1942 M dan beliau wafat pada tanggal  5 Rojab 1426H bertepatan tanggal 10 Agustus 2005.

Syekh Muhammad Zaini dikenal sebagai ulama yang sangat istiqomah dalam berdakwah. Tidak jarang dalam kondisi sakit beliau tetap mengajar santri ya yang ribuan,  bahkan kadang beliau sambil berbaring. 
Beliau juga dikenal sangat ramah dan sangat menghormati tamunya. Bahkan kalau kita menyimak rekaman beliau waktu mengaji dengan suara yang lembut dan bahasa yang sangat halus. 

Dibawah ini adalah wasiat dari abah guru sekumpul yang tertulis disamping foto beliau, hadiah dari ibu mertuaku dan kupajang di rumahku. 
1) Menghormati ulama. 
2) Murah diri,  murah hati dan manis muka. 
3) Memaafkan segala kesalahan orang lain. 
4) Jangan bersifat tamak dan memakan harta riba.
5) Jangan menyakiti orang lain. 
6) Jangan metasa baik dari orang lain. 
7) Berpegang kepada Alloh segala hajat yang dikehendaki. 
8) Baik sangka terhadap muslim. 
9) Banyak-banyak sabar apabilaendapat musibah, banyak-banyak syukur atas nikmat. 
10) Tiap-tiap orang yang dengki atau adu asah jangan dilayani, serahkan segala sesuatu kepada Alloh ( TAWAKKAL) 

semoga Alloh masih memberikan saya untuk ziaroh ke maqom beliau dan para auliya di Kalimantan selatan, seperti yang dulu pernah diantarkan oleh ibuk dan para saudara. Bahkan sampai ke maqom di Klampayan. Amiin. 

Trenceng, 7feb 2023/ 16 Rojab 1444 H




Sabtu, 08 Oktober 2022

UNTUKMU PARA PEJUANG MADRASAH

SDULUR PEJUANG MADRASAH
Oleh: Komsiyah S
dok poro sdulur pejuang madrasah Tulungagug dlm agenda DDTK 

Ada  suatu aktifitas yang mempertemukan poro sdulur madrasah di Tulungagung. Mulai tanggal 3-9 Oktober 22 tepatnya 7 hari,  mulai jam 7.30 masuk kelas dan sampai rumah menjelang adzan magrib. 

Kebersamaan selama seminggu untuk sama-sama dalam menimba ilmu dari para widia iswara dari Balai Diklat Keagamaan Surabaya dengan materi yang memang sangat melekat dengan tugas kita sehari hari. 

 Yang namanya menuntut ilmu itu bisa kepada siapa saja dan dimana saja,  baik yang tersurat maupun yang tersirat. Dari apa yang kita lihat, kita amati atau kita rasakan. 

Misalnya kita menjenguk atau melihat orang sakit kita dapat bersyukur bahwa Alloh memberikan kita kesehatan yang kadang kita lupa mesyukuriya dan bila kita menghitung betapa jumlah kenikmata,n kita pun tidak mampu menjumlahnya.
 Dari orang yang yang diuji tidak sempurna akalya kita bisa mensyukuri kesempurna an  akal kita yang harusnya bisa kita manfaatkan sebesar besarnya bukan hanya untuk diri kita, tapi juga untuk orang lain agar hidup kita lebih bermakna. 

Kembali ke kegiata pelatihan peningkatan kompetensi Kepala Madrasah ini selain kita mendapatkan ilmu dari para widia iswara yang memang jadi sumur yang kita timba,  tak kalah bermaknanya kita mendapatkan ilmu dari poro sedulur sesama peserta. 

Saya sangat bersyukur ada kesempatan bisa berkumpul bersama dengan poro sdulur pejuang madrasah,  saya lebih suka menyebut dengan istilah sdulur karena buat saya istilah tersebut bermakna konotasi ada hubungan yang lebih akrab dan ada keterikatan kekeluargaan. 

Mungkin sebelum diklat ini kita ada yang sudah sangat kenal,  baru kenal dan ada yang belum kenal sama sekali Tapi dengan kebersamaan  ini telah membangun kekeluargaan dan semoga bisa bisa jadi wahaana memangun silaturrohim. 

Dan tak kalah pentingnya kita tidak cuma kenal nama,  tempat tugasnya tapi dari poro sdulur ini kita juga dapat ilmu yang sangat berharga karena beliau beliau adalah para nahkoda yang mengendalikan perahu besar yang bernama madrasah.

Karena itu mungkin tidak berlebihan bila para nahkoda ini saya sebut pejuang madrasah, karena mereka dengan berbagai daya upayanya memperjuangkan madrasah agar tetap bisa menghadapi berbagai tantangan, hambatan dan bagaimana bisa membawa perahu ini layarnya tetap mengembang dan bisa mencapai tujuannya. 

Dari pergesekan pengalaman dan berbagi konflik yang bisa ada dimana saja dan kapan saja ini justru bisa menjadi ilmu berharga dari pelaku utama dalam pemecahan konflik. Dimanapun pasti ada sisi positif dan negatifnya,  ada suka maupun duka,  ada pro dan kontra,  ada yang sejalan dan ada yang berseberangan bahkan ada yang tulus dan ada yang tidak. 
 
Para pejuang madrasah pasti menghadapi tantangan yang mungkin sumber masalahnya bisa sama atau berbeda. tapi  dampak yang dirasakan mungkin sama.

Rasa berat atau ringannya  masalah yang kita rasakan bukan hanya karena sumer masalahnya tapi  justru dipengaruhi oleh sudut padang kita dalam menyikapi masalah tersebut. 

Tidak dipungkiri bila ada suatu permasalahan pasti akan mempengaruhi kenyamanan psikologis kita dan juga bisa pada sisi fisik kita.Tapi yakinlah bahwa sekagi kita iklas menjalani Insyaalloh jalan keluar pasti ada,  terlebih dalam hal perjuagan kebaikan.  Saya berdoa semoga Alloh memberikan kekuatan kepada kita semua. Amiin

Perjuangan lebih bermakna bila kita mengedepankan apa yang dapat kita berikan,  bukan apa yang  yang kita dapat.Huruf mulai a sampai z jadi wajar bila ada yang tidak sama dengan apa yang kita fikirkan. Kita jangan hanya berharap orang lain mengerti dan memahami kita tapi alangkah baiknya kita juga mengerti dan memahami dari sudut posisi mereka. 

Selamat berjuang saudaraku para pejuang madrasah , semoga dengan kita memkirkan madrasah, Alloh justru akan menata  kita dan anak cucu cita hidup yang lebih bermakna,  saya yakin itu. 

Trenceng, 8-10-2022.







Kamis, 06 Oktober 2022

KATA KUNCI DAN PILIHAN "MANA YANG KAU MAU ?

CATATAN TENTANG KATA-KATA KUNCI DAN MANA YANG KAU MAU ?
Oleh: Komsiyah S. 

dok DDTK. Foto bersama dengan bpj Dr. Makmun Hidayat Widia Iswara BDK Surabaya,  6-102022  

Kamis,  6-10-2022  hari ke 4 pelaksanaan Diklat Di Tempat Kerja (DDTK)  Penguatan Kepala Madrasah  Tulungagung. Seperti hari sebelumnya materi dimulai jam 7.30 dan pulangnya sampai rumah saya magrib. Sedang pak Jailani dari MI Pucanglaban yang dekat dengan dengan tempat wisata kedung tumpang sampai rumah jam 19.30 dan besuk pagi berangkat lagi jam 05.30

Bersama 40 saudara pejuang Madrasah kita bersiap untuk menimba ilmu sebagai tambahan bahan bakar dalam melanjutkan lajunya perahu menghadapi berbagai ancaman tantangan  hambatan dan terpaan ombak atau badai yang yang bisa kapan saja kita hadapi. 

Kepala Madrasah bak nahkoda yang akan menentukan bagaimana sebuah kapal bisa berlayar dengan membawa penumpang nya menuju pada tujuan. Dan tentunya nahkoda ini tidak bisa memainkan peranya sendiri. Para awak kapal juga sangat berperan. Awak kapal ini bila di madrasah adalah guru dan tenaga keendidikan. 

Maka untuk menghadapi berbagai ancaman, tantangan habatan yang dihadapi madrasah sinergi antara kepala madrasah yang menjadi nahkoda dan pendidik dan tenaga kependidikan yang diibaratkan sebagai awak kapal sangat diperlukan. Demikian pula hubungan kerjasama dengan wali murid dan para stakeholder.

Sinergi ini bisa dibangun dan dipupuk  dengan melakukan Evaluasi Diri Madrasah (EDM)  sebagai upaya untuk menyatukan langkah dalam menganalisa berbagai tantangan, Hambatan dan Ancaman sekaligus untuk melihat peluang untuk menentukan langkah yang harus dihadapi. 
Langkah ini bisa disebut dengan analisis SWOT. 

Agar Nahkoda dan awak kapal ini bisa melaksanakan peran sesuai tupoksinya dengan profesional maka sangatlahlah penting untuk ditingkatkan kualitas sumberdayanya agar bisa mengikuti perkembangan zaman dan mengatasi berbagai tantangan dan ganasnya ombak di lautan 

 Diklat Di Tempat kerja (DDTK) Penguatan Kompetensi Kepala Madrasa merupakan salah satu upayanya. Selain mendapatkan ilmu dari para widia Iswara ari Balai Keagamaan Surabaya yang sangat luar biasa,  kita juga bisa mendapat ilmu dan inspirasi dari para sdulur kepala madrasah di wilayah kabupaten Tulungagung. 

Dari para sdulur Kepala madrasah kita bisa bergesekan pengalanan dan berbagi trik dan strategi pengemangan madrasah,  dan tak kalah pentingnya kita bisa menyambung tali silaturrohim yang kita yakini silaturrohim ini akan membawa hikmah yang luar biasa. 

Agenda materi hari ini " Penyusunan RENSTRA madrasah " dan penyusunan e- RKAM..bersama bpk Dr. Makmun Hidayat, Mp.d .materi ke 2" Pengelolaan SDM"oleh bapak Dr. Hadi Hariyono,  beliau berdua Widia iswara dari Balai Diklat Keagamaan Surabaya .

Hari ini selain materi, kita dajak untuk langsug praktek untuk mecoba melaksanakan  evaluasi Diri Madrasah (EDM). Dari hasil EDM ini akan dijadikan acuan untuk menyusun rencana Kerja Madrasah (RKM), untuk dituangkan kedalam Rencana Kerja Jangka Menengah ( RKJM), Rencana Kerja Anggaran Madrasah (RKAM) yang kemudian dituangkan kedalam rencana Kerja Tahunan (RKTM) .

Dan dari 8 Standar Nasional pendidikan yang terdiri dari Standar kelulusan, yang pencapaiannya dengan Standar Isi. Standar isi dicapai dengan Standar Proses, dari Standar Proses yang baik maka akan bisa memenuhi standar penilauan, penilaian yang sukses dilaksanakan oleh pendidik, agar pendudik sukses harus didukung dengan standar sarana dan prasarana,  untuk memenuhi sarana prasarana tentunya dengan standar pengelolaan,  dan untuk pengelolaan yang baik perlu dukungan standar  pembiayaan .

 8 standar itu masuk kedalam 5 ASPEK BUDAYA MUTU MADRASAH yaitu:
1.Kedisiplinan warga madrasah. 2.Pengem bangan Pendidik dan Tenaga Kependidi kan. 3.Penyiapan, Pelaksanaan dan Penilai an Proses Pebelajaran 4.Penyediaan sara na prasarana. 5.Penyusunan Perencanaan dan Penelolaan Anggaran yang baik dan Transparan. 

Saya tidak bisa merangkum materi  beliau berdua karena dari rangkaian kata yang biliau tuturkan  semua tersusun menjadi kalimat yang sangat bermakna,  sehingga saya sebut sebagai kata kunci atau  kalimat bermakna. 

Kalimat bermakna dari Dr. Makmun Hidayat,M.Pd diantaranya : "Jadilah yang pertama,  yang terbaik dan yang berbeda dengan yang lain". 

"Orang yang baik akan diikuti oleh kebaikan-kebaikan selanjutnya, demikian pula orang yang jelek uga akan diikuti oleh kejelekan - kejelekan selanjutnya. 

Pemimpin yang baik adalah yang banyak mendengar suara bawahnnya, maka sedikitlah perkataan da perlebar pendengaran. 
Jadilah pemimpin yang loman dan jangan pelit untuk merayakan keberhasilan orang lain. 
kata kuci ERKAM: TERORGANISIR, BERKELANJUTAN DAN MENCIPTAKAN PERUBAHAN. 

Dan terkait dengan kepemimpinan ada beberapa Kata kunci yang disampaikan oleh bapak Dr. Yudi Hariyono hari ini:

JADILAH PEMIMPIN YANG:
- DISUKAI KETIKA ADA
- DIRIDUKAN KETIKA TIDAK ADA
- DIKENANG STELAH TIDAK ADA

DAN JANGAN JADI PEMIMPIN YANG KEBERADAANNYA DITAKUTI ATAU KEBERADAANNYA TIDAK DISUKAI.

KALAU JADI PEMIMPIN TIPE MANA YANG KAU PILIH? 

a. Pemimpin biasa: Yang cuma bicara
b. Pemipin Bagus: yang menerangkan
c. Pemimpin hebat : Yang mendemonstrasikan
d. Pemimpin yang agung yang dapat memberi inspirasi. 

Sebuah catatan kecil dari arena DDTK hari ke 4. kucatat biar kuingat dan kubagikan para sahabat semoga bermanfaat. 

Trenceng 6-10-2022

salam seeeee......mangattttt

Selasa, 02 Agustus 2022

SEMALAM DI MUNJUNGAN



Memo semalam di Munjungan 30 Juli 2022/ 1 Muharrom 1444H. 

Membicarakan Munjungan  mayoritas orang ngeri dengan medan  jalan yang harus dilalui. Tapi bagi saya Munjungan merupakan daerah yang sangat menarik ibarat magnit. 

Sekali pernah kesini pasti akan semakin tertarik untuk datang lagi. Saya sudah beberapa kali kesini tidak perah bosan dan justru semakin kagum. 

Kedatangan saya kemunjungan bersama suami anak dan dua keponakan yaitu mbak Dya dan Nduk Irin untuk ziaroh haji ke pak Fathurrohman dan silaturrohim ke para saudara di Munjungan. 

Saudara saya disini banyak sekali. Saudara buat saya bukan hanya karena hubungan darah atau kekerabatan tapi  bisa dari orang lain yang akirnya jadi saudara. 

Saya dan suami kebetulan sama sama alumni PGAN tulungagung  tapi beda tahun,  kalau suami tamatan tahun 1990 dan saya 1992.jadi suami kelas 3 saya masuk kelad 1 dan kebetulan saya siswa PGA ragil,  karena stelah angkatan saya PGAN tulungagug jadi MAN 2.

Kekeluargaan siswa PGA itu sudah sangat erat terbangun sejak dibangku sekolah dan memang saya akui kekeluargaan para alumni PGA yang memang sebagai sekolah kejuruan yang menyiapkan siswa siswinya untuk menjadi guru. yang waktu itu banyak diminati oleh banyak orang dari golongan ekonomi menengah kebawah. Persaudaraan bukan hanya sebatas teman sekelas, seangkatan tapi kalau sudah menyangkut abituren PGA ya itu saudarakita. Hubungan itu tetap melekat sampai saat ini. 

Persaudaraan saya dengan poro sdulur Munjungan disini dari jalur bangku sekolah dan kuliah. Kebetulan banyak teman sekelas saya,  dan seangkatan saya juga teman suami disini. 
Panggilan keakrapan kita yang laki laki dipanggil " kang" dan yang perempuan dipanggi "yu atau mbak yu". Panggilan kang dan yu dalam tatanan orang Jawa sangat spesial, karena disini menunjukkan adanya hubungan yang dekat dan akrab .

Saya ke Munjungan sudah lebih lima kali tapi tetap kagum dan bermalam serta menikmati suasana senja yang elok, malam yang indah dan ramai, serta terbitnya matahari di Munjungan baru kali ini. 

Saya memang selalu tertarik untuk bersilaturrohim kesini,  dan ini merupakan acara mendadak  yang tidak kita persiapkan sebelumnya. Begitu kang Daroji mengabari lagi di Kampak dan mengajak untuk ikut naik ke Munjungan pas hari sabtu tanggal 1 Muharrom 1444 H berteoatan tanggal 30 Juli 2022 dan besuknya hari Minggu,  saya koordinasi dengan suami ternyata siap dan ponakan juga penasaran dan ingin tau Munjungan maka kita sepakat untuk silaturrohim ke Munjungan dan semayanan di dalemnya ibuknya kang Daroji di desa Senden Kampak Trenggalek. 

Saya berangkat dari rumah jam 14.30 sampai Senden jam 16.00 dan stelah solat asar berangkatlah kita ke Munjungan bersama kang Daroji. 

Walaupun sudah beberapa kali ke Munjungan tapi jalan ke Munjungan tetap menantang dan menawarkan suatu sensani serta keindahan terlebih disore hari.  Karena sudah sering memperhatikan jalur lekukan jalan yang meliuk liuk bak penari dan juga teman saya menyebutnya jalan kevmunjungan seperti lipatan baju,  kali ini perhatian saya pada aliran sungai yang sangat menarik dengan gemericik air yang sangat jernih dan berbagai jenis batu dan ukuran dari kecil sampai sebesar gajah,  pokoknya sangat indah. 

Seiring lantunan adzan magrib saya sampai di Munjungan. Ponakan sangat kagum dan juga ngeri ngeri sedap melewati jalur ekstrim yang baru dilalui. Sesudah solat magrib kita menikmati susana kota Munjungan yang sangat elok dengan lampu lampu dan keramaian warganya. Stelah solat magrib kita  ziaroh haji ke kang Fatkurrohman dan kluarga. 

Kebetulan ada pasar malam di lapangan dan si kecil salma putriku dan nduk Aul putri kang daroji yang usianya 3 tahun dan juga adik, istri dan oara ponakan kita datang ke pasar malam yang kebetulan malam Minggu dan baru tiga hari dibuka,  pengunjungnya sangat ramai. 

Menurut istrinya kang Daroji ini juga karena sudah lama tidak ada hiburan karena masa pandemi,  jadi ya ibarat padar utah karena ramainya. Beberapa wahana permainan diikuti oleh si anak anak kecil. 

Stelah puas bermain kita putuskan pulang .Jarak rumah kang Daroji dengan lapangan skitar 1 km.  Kalau berangkatnya kita diantar mobil tapi pulangnya kita pilih jalan kaki,  karena ingin lebih banyak tau konfisi Munjungan di malam hari.

Saya benar benar menikmati suasana Munjungan yang indah di malam hari yang didukung oleh gemerlap lampu yang menambah keelokan Munjungan. Saya amati jalur yang kita lewati dengan jalan kaki. Dan pandangan saya di perempatan tertuju banyak bener yang dipasang seperti bener PPDB atau foto caleg menjelang PILKADA. tapi dalam bener itu ada dua foto laki laki dan perempuan yang ada alamat dan hari tertentu. 

Saya mengira kalau ada pilihan ketua RT,  e ternyata bener yang menginformasikan tentang sebuah hajatan. Ini belum pernah saya jumpai di daerah lain. Dan perkantoran berjajar di
Jalur utama ini. Dan kitapun juga melewati lahan tanah yang sangat luas dan lagi roses pembangunan kantor MWC NU munjunga yang berada di jalur lintas selatan yang jalannya cukup bagus dan lebar. 

Tepat di depan rumah kang Daroji ada pondok pesantren yang sangat megah yang skaligus ada lembaga pendidikan formal mulai RA, MI dan MA. Dan yang menjadi kyainya adah bapak KH. abdul Latif, M. Pd. I yang juga teman waktu kuliah Pasca Sarjana di STAID Tulungagung. 

Stelah di ndalemnya kang Daroji kita berbincang bincang di teras yang cukup luas,  dan kebetulan juga datang tamu yangvternyata bapak naib atau keoala KUA munjungan dengan istrinya yang ternyata juga alumni PGAN Tulungagung yang ternyata seangkatan dengan suami, beliau bapak Subhani,  Jadinya kita seperti reuni dan berarti saudara kita di Munjungan tambah lagi. 

Dan karena bapak Kh Abdul Latif sedang ada acara tasyakuran haji di desa sebelah maka kita putuskan sowan beliau besuk pagi. Sebelubkegiatan pengajian ahad sehat yang dihafiri skitar 750 jamah dimulai. 

Saya sangat bersyukur diberi kesempatan oleh Alloh untuk bisa bersilaturrohim dan sowan orang alim, semoga membawa keberkahan. Perbincangan kita dengan yai cukup hangat karena sudah lama sekitar 4 tahun yang lalu saat saya reunian teman PGA di ndalem mbak Sri Purwati. Dan beliau dan kluarga bersama keluarga pak Mudakir dan kang Daroji pernah ke rumah saya saat kelahiran putri saya yang sekarang masuk kelas 3 jadi ya 9 tahun lalu. 

Saya mengikuti bagaimana ramainya jamaah berdatangan dalam majlis pengajian yang disebut pengajian ahad sehat. Saya tertarik dengan sebutan ini,  disini menunjukkan bahwa kesehatan itu bukan hanya dari sisi jasmani tapi juga sehat secara rokhani. 
Dan saya juga menyaksikan sibapak yang kira kira usianya lebih dari 70 tahun datang ke majlis dengan naik korsi roda listrik yang disampingnya dikawal oleh seorang banser,  ternyata mbah kung yang tetap bersemangat tolabul ilmi itu adalah bapak dari pak Subhani.

Saya juga menyaksikan bagaimana kesigapan para BANSER   dalam mensukseskan acara rutin setiap minggu itu, dan saya menyaksikan sendiri si  teman BANSER ini saat acara pengajian srlesai juga membantu mbahbkung dan juga jamaah yang  menunggu jemputan, stelah lama tidak datang penjemputnya si sahabat BANSER ini juga mengantarkan jamaah pulang. 

Menyaksikan ini saya metasa iri atas semangat beliau. Ketulusan, semangat dan kekompakan warga Munjungan. Stellah kita bersilaturrohim keliling ke mbak pur,  kang Suhud kita menikmati destinadi pantai Blado yang lagi ada proses pembangungan angkringan dengan lampu lampu dan juga ke penangkaran  penyu kita ditunggu oleh pak Subhani  dan keakrapan paseduluran ini saya berharap tetap bisa lestsri dan silaturrohimnya membawa berkah. 

Trimakasih piro sdulur atas semuanya dan saya minta maaf bila ada yang kurang berkenan. Yang jelas Munjungan sangat menawan,  warganya komoak dan ramah dilengkapi alam yang sangat indah. 

2022

Senin, 04 Juli 2022

SEPEDA ONTEL LEGENDARIS

        Sepeda legendarisku

Saat ini lagi bumingnya orang orang bersepeda,  ada yang memang hobi bersepeda, ada yg niat olahraga,  ada yang mengikuti tren dan ada juga yang sengaja mengenang kisah nostalgia bersepeda. 

Sepeda ontel buat saya bukan hanya sekedar alat transportasi tradisional atau sarana olahraga yang saat ini lagi digemari banyak orang, tapi bisa saya katakan debagai alat transportasi legendaris yang memiliki jasa besar dalam perjalanan hidup saya. 

Dengan seppeda jenis jengki 69 warna biru, yang catnya sudah tidak genap lagi selalu setia menemani hari hariku menuju ke madrasah untuk menuntut ilmu, aku ingat bapakku membelikan sepeda itu waktu aku kls 5 MI dan sampai aku lulus PGAN tulungagunh ya dengan sepeda yang sama,

Umpama sepeda yang kuberi sebutan si ontel jengki ini bisa ngomong,  tentunya dia akan bercerita tentang suka duka perjalanan saya dalam menuntut ilmu. Di era 90 an sekolah degan naik sepeda ontel dengan rute Ngunut, kalidawir, rejotangan sampai T. Agung adalah hal biasa bagi kita-kita yang memang punya niatan kuat untuk bersekolah..Maklum saat itu lembaga pendidikan tingkat SLTA masih berpusat di T. Agung. Dan saya di PGAN Tulungagung yang sekarang menjadi MAN 2 tulungagung. 

Dan bersekolah di PGA waktu itu mayoritas jadi pilihan utama untuk orang orang Kalidawiir Rejotangan yang dalam gambarannya untuk kuliah itu kecil .
Bahkan di kelas saya siswanya mayoritas kalidawir , dari Trenggalek yang banyak Munjungan,,Kampak, Gandusari , yag dari Bliitar dari Jeblok,  ada juga 1 dari keras yang sampai saat ini kita telusuri belum ketemu. 

 Karena di PGA itu langsung penjurusan yang memang dipersiapkan menjadi guru sehingga untuk masuk sekolah disini dengan seleksi yang ketat dengan nilai danem dari MTs yang tahun tahun sebelumnya tidak ada nilai danem ,  bahkan tinggi badanpun diukur,.

Masa PGA 3 tahun itu kulalui dengan nduduk yaitu pulang kerumah  pulang pergi dengan rute Pandansari sampai  beji skitar  17 km, jadi PP= 34 km dengan si ontel jengki. Jam 5.30 kita sudah harus berangkat dari rumah, agar kita tidak terlambat sampai di sekolah. Mayoritas yang naik sepeda adalah siswa laki - laki.

Bendilwungu menjadi titik temu para siswa pengontel  dari wilayah kalidawir, rejotangan yang bersekolah di PGA,  STM, MAN dan Taman siswa. Walau nama kadang kita tidak hafal dan sekolah tidak sama kita kompak saling membantu manakala ada kendala terutama terkait degan sarana transportasi kita.

 Saya masih ingat si ontel jengkiku pernah garpunya retak,  leher bawah stir itu putus ,ban bocor sudah biasa, maka teman teman inilah yang saling membantu. Dan saya juga ingat bagaimana almarhum ayahku yang mengambil si ontel jengki dengan membawa obrok saat putus lehernya. 

Sekolah dengan si ontel bagi kita - kita saat itu bukanlah menjadi hambatan atau kendala untuk bersekolah dan menempuh perjalanan jarak jauh, dan mungkin ini faktor terbesarnya adalah motifasi instrinsik dalam mewujudkan niatan kita untuk menuntut ilmu yang dilandasi kesadaran atas kendala sosial ekonomi kita,yang dalam bahasa jawa disebut dengan ungkapan "" ATI KAREP BONDO CUPET""/keinginan kuat tapi sarana yang minim.. 

Selain itu juga dipengaruhi perkembangan zaman, yang saat itu sepeda ontel adalah sarana transportasi yang dimiliki karena tidak semua keluarga memiliki sepeda montor. Berbeda dengan sekarang sepeda motor laksana kaki sehingga setiap orang dlam keluarga memiliki motor sendiri-sendiri. 
Dan dengan si ontel jengki pulalah , yang menjadi sarana saya dalam berorganisasi mulai di IPNU- IPPNU, FATAYAT yg dulu aktifitasnya ya lumayan.Dan dari organisasi inilah sebenarnya secara tidak langsung kita diajari untuk belajar mengenali masalah sampai menghadapi dan memecahkan masalah.

Kalau bolih dikatakan organisasi merupakan sekolah alam yang langsung mengajari praktek.terutama tentang kepemimpinan. Terkait kepemimpinan saya ingat dawuhnya pak Prof.Dr. Imam Suprayogo dengan sebutan PENGGEMBALA BEBEK DAN PENGGEMBALA KUDA..
 Kalau penggembala bebek cukup dengan membawa bambu panjang yang ujungnya diberi plastik atau lainnya, begitu si penggembala mengarahkan yang paling depan maka semua itik di belakang akan mengikuti.
Sedangkan si penggembala kuda tidak bisa seperti penggembala itik, bila si penggemba duam kuda akan diam, bila dibelakang saja saja akan disepak, bila di depan saja tanpa melihat si kuda maka akan disundang, namun bila kita bersama sama berjalan atau bahkan menaiki dengan juga memahami kondisi kuda, maka dia akan senang hati mengikuti kita.

 Ini diantara hikmah dari berorganisasi kita dilatih untuk siap menghadapi masalah, memahami aneka karakter dan belajar untuk ngemong dan belajar untuk tau dimana dan dengan siapa kita beada atau istilah jawanya " KUDU BLAJAR NGERTENI PAPAN GOWO EMPAN"

Terkait dengan zaman saya ingat ungkapan KAHLIL GIBRAN "" PERSIAPKAN ANAKMU SESUAI DENGAN ZAMANNYA, ""
ini kayaknya benar umpama anak sekarang bersekolah dengan bersepeda ontel itu kayaknya yang jalan tidak lebih dari 15 persen. Belum lagi pengaruh pesatnya tehnologi .

Dalam sebuah pertemuan dengan wali murid, saya Bertanya, "" Bapak ibu sekarang ini untuk bersekolah yang menjadi kendala terbesar  secara umum kira kira pada MINAT atau RAGAT ?""
apa jawaban dari wali murid?  Mereka mayoritas menyampaikan " MINAAAAT " hampir bersamaan. Nah saya beri kesempatan para wali murid yang mayoritas ibu ibu ini untuk mengeluarkan unek uneknya, biar beban psikologis terkait putra putrinya bisa diluapkan. Ada ibu ibu yang mejawabdngn bahasa jawa ""Saestu bu sakniki engkang awis niku MINAT lekne RAGAT tasik saget diubetne snajan kalih pados ampilan, "" sakniki engkang gadah minat besar niku engkang katah orangtua,  dari si anak kadang mboten gadah greget"" 

Dari hal diatas bisa diambil kesimpulan Motifasi instrinsik untuk melakukan sesuatu memiliki peran yang sangat penting disamping juga motifasi ekstrinsik yang memperkuatnya. Termasuk juga  dalam hal menulis  di grup menulis ini, saya merasakan motifasi instrinsik ada tapi kalau tidak didukung motifasi dari para bpk ibu yang tidak lelahnya mensupirt,  maka tulisan itu sebatas di area niatan yang belum tertuang dalam tulusan. 
Trimakasih saudara - saudaraku atas ilmunya terutama prif. Ngainun Naim. 

Trimakasih sepeda legendarisku si ontel jengki atas jasamu yang begitu besar, mengantarkan, menemani dan menjadi saksi perjuanganku sehingga Alloh mengabulkan cita citaku. Dan yang lebih dari itu trimakaih pada ayah ibu dan sadara saudaraku yang telah membelikan si ontel jengki, memotiasi dan iringan doa tulusmu mengiringi perjuanganku. 

Nasehat ayahku yang tetap terngiang di teligaku, "" SYUKURI APA YANG ALLOH BERI, JANGAN MUDAH MENYERAH, JAGA WUDHUMU, PERBANYAK SOLAWAT  PERJALANMU ,SEMOGA ALLOH MEMPERMUDAH DAN MENGABULKAN CITA-CITA MU.""
untuk ayah ibuku, saudarara2ku, juga semua guruku lahumul fatikah.... 

Untuk para teman dan saudara seperjuanganku baik di bangku sekolah maupun di organisasi dan siaoa saja yang telah menginspirasi dan berjasa kepadaku hanya ungkapan trimakasih dan dia semoga kita senantiasa dalam penataan Alloh dan mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan dunia akherot amiin lahumul faatihah.

Trenceng